
Dengan cepat Dewa menarik tangan Kiara hingga Kiara duduk kembali diatas ranjang.Tanpa pikir panjang Dewa pun segera melu*at bibir kiara.pergerakan Dewa sangatlah lembut membuat Kiara terbuai.makin lama ciuman itu pun menjadi semakin dalam,dan tangan Dewa sudah berhasil menangkup gunung kembar kiara .lama kelamaan Kiara kualahan juga,kiara mendorong dada bidang Dewa.
Nafas Kiara terdengar ngos ngosan,ia mengambil nafas dalam dalam.kiara menatap mata Dewa yang sudah diliputi oleh nafsu.bergegas Kiara bangun dari tempat tidur,ia tau kalo dia masih diam disana Dewa akan melakukan olahraga pagi yang akan memakan waktu yang lama.
"mas cepetan mandi"ucap Kiara pelan pelan menjauhi Dewa.
"nanggung yank,kita lanjutin bentar yuk"
"gak mau,mas gak mungkin ngelakuin itu cuma sebentar."
"ayo lah yank,kasian si junior ini"ucap Dewa sambil menunjuk arah itu nya.
"gak mau,mas mandi sekarang.aku tunggu dibawah kalo dalam waktu 15 menit mas gak muncul juga aku berangkat sendiri"ucap Kiara kemudian membuka pintu kamar dan hendak keluar.
"masak cuma 15menit yank,mas harus nidurin si junior dulu.gak cukup kalo cuma 15 menit"ucap Dewa memelas.
"bodo amat,siapa suruh pagi pagi udah mesum.pokonya aku tunggu dibawah.kalo gak cepet cepet aku tinggal"ucap Kiara kemudian pergi dari kamar
Terdengar dewa yang memanggil manggil namanya.tapi kiara tak memperdulikan nya.
Kiara segera pergi keruang makan,terlihat beberapa hidangan sudah siap diatas meja.
"pagi bibi"sapa Kiara
"eh nyonya,selamat pagi"balas bibi.
Kiara pun menikmati sarapannya dalam diam,tak lama Dewa turun dengan wajah yang masam.
"kenapa mas,,pagi pagi udah cemberut aja?"tanya Kiara
"tau ah"
"kok gitu sih jawabnya"
"Dasar tega"ucap Dewa makin merajuk.
"ada apa sih sayank,jangan ngambek gitu donk"bujuk Kiara
"tau ah,males"
"hahahahaha...ulu ulu sayank ku lagi ngambek,sini sini mommy cium dulu"goda Kiara
Dewa pun memakan roti nya dengan terpaksa,tak ada senyum diwajahnya.Sedangkan Kiara hanya tersenyum melihat sikap Dewa yang seperti anak kecil itu.
kemudian setelah selesai sarapan Dewa mengajak Kiara menyebrang ke pulau sebelah dengan menggunakan kapal boat,ditemani oleh anak buah Dewa.
Tak perlu waktu lama untuk sampai di pulau penduduk.kiara turun dari kapal boat dibantu oleh dewa.kiara melihat pemandangan sekitar nya.
terlihat beberapa nelayan yang membawa ikan hasil tangkapan nya.Tak jauh dari sana terlihat pasar yang lumayan ramai.Orang orang disana sangat lah ramah terhadap wisatawan seperti Kiara.
Kiara merasa senang karna ia merasa disambut ditempat yang asing ini.Kiara segera ngajak Dewa untuk berkeliling.
Beberapa kali Kiara berhenti dikios kios yang menjual pernak pernik yang cantik cantik.Senyum kiara mengembang saat melihat sesuatu yang menurut ia menarik.Dewa selalu saja mengagumi kecantikan Kiara setiap kali wanita itu tertawa maupun tersenyum.
"menurut mas ini sama yang ini bagus mana?"tanya Kiara sambil menunjukan gelang dengan warna merah dan biru.
"dua dua nya bagus kok,kalo kamu mau beli aja dua duanya"
"dih dimintain pendapat juga"
"kalo menurut mas kamu mau pake apa aja tetap cantik kok yank"
"gombal aja terus"ucap Kiara , Dewa hanya tertawa kecil
"ya udah Bu tolong bungkus dua duanya ya"ucap Kiara pada penjual.
"iya non,non lagi bulan madu ya disini?"tanya penjual.
"iya Bu,"jawab Dewa cepat,
"wah...semoga cepet diberi momongan ya mas"ucap ibu penjual.
"ini juga udah jadi kok Bu momongannya"jawab Dewa sambil mengelus perut Kiara dengan tak tau mau.
karna malu Kiara mencubit perut Dewa kemudian setelah membayar Kiara menarik pergi Dewa.
"aduh kenapa sih yank mas dicubit,sakit tau"
"sukurin siapa suruh bilang kayak gitu"
"emang mas ngapain,mas kan cuma ngomong yang sebenarnya"ucap Dewa sambil mengelus-elus perutnya yang tadi dicubit Kiara.
"tapi ya gak usah blak blakan kayak gitu"
"iya iya mas salah,maafin mas ya.mas gak akan kayak gitu lagi.
Dan lagi lagi,Kiara ditanya hal yang sama oleh pemilik kios.Dan lagi lagi dewa menjawab dengan blak blakan.Lama lama Kiara membuat saja tingkah Dewa yang seakan pamer kalo sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah.
saat sedang berjalan jalan,tiba tiba berhenti sambil memegangi perutnya
"aw...aw..."kata Kiara membuat Dewa panik.
"kenapa yank,mana yang sakit?ayo Kiara segera kerumah sakit"ucap Dewa sambil membantu Kiara duduk diatas bangku
"gak apa apa mas,mungkin karna terlalu bersemangat aja,jadi perut ku agak kram.bentar istirahat disini dulu."
"ya udah mas cari minum dulu ya,kamu tunggu disini"ucap Dewa kemudian segera berlari untuk mencari minum.
Cukup lama dewa menbeli minum,entah ia membeli dimana.Saat Dewa kembali ia sudah melihat Kiara sedang duduk sambil memakan beberapa cemilan yang ada disampingnya.
"Dari mana aja sih mas?"tanya Kiara saat melihat Dewa
"beliin kamu minum nih,ini semua dapat dari mana?"tanya Dewa sambil melihat cemilan Kiara.
"itu"jawab Kiara sambil menuju sebuah toko yang menjual makanan dan minuman yang tak jauh dari ia duduk.
"sejak kapan ada toko disitu, perasaan tadi mas gak liat deh"
"hahahaha...itu saking mas paniknya jadi gak liat"
"hah...padahal mas tadi udah lari jauh buat beliin kamu minum"
"iya makasih ya sayang,nih minum dulu kayaknya mas capek banget"
Setelah beristirahat cukup lama,dewa dan Kiara melanjutkan perjalanan nya.Kiara tampak puas setelah berbelanja banyak barang-barang lucu.
sebenarnya Kiara ingin sekali menikmati wahana air yang ada disana,tapi karna kondisinya yang sedang berbadan dua membuatnya hanya puas dengan berbelanja saja.
Sebelum matahari tenggelam Dewa dan Kiara sudah kembali ke villa.
Setelah mandi Kiara merebahkan tubuhnya diatas kasur,tak lama Dewa pun menyusul Kiara dan berbaring disampingnya.
"hari ini seneng yank?"
"iya mas,makasih ya sudah ngajak aku liburan kesini"
"Iya,lain kali kita main kesini lagi ya."
"heem, sebenarnya masih betah disini.bisa gak pulangnya diundur sampe Minggu depan"
"gak bisa besuk kita harus pulang.kita kan masih harus selesaiin urusan nikahan kita.emang kamu mau nikahan kita diundur sampe Minggu depan"
"gak mau lah,aku pengen cepet-cepet cepetan jadi milik mas seutuhnya"ucap kiara,lalu Dewa memeluk tubuh kecil Kiara.
"jadi besuk pulang ya yank,nanti kalo ada waktu kita kesini lagi."
"iya mas"
Setelah lelah mengobrol mereka pun tertidur dengan saling berpelukan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung