
"Sebenarnya kita mau kemana Mas?" tanya Kiara didalam mobil
"Kita mau kepesta".jawab Dewa singkat.
"ke pesta?"tanya Kiara makin bingung
"Mas dapet undangan dari kolega Mas."kata Dewa yang masih fokus menyetir.
"Kok Mas gak bilang dari tadi,tau gitu aku di apartemen aja".kata Kiara dengan memonyongkan mulutnya.
"Emang kenapa Ki?".tanya dewa sambil melirik Kiara.
"Aku kan belum pernah keacara kayak gini Mas,lagian biasanya kan sama Mas Danu?".
"ya elah Ki,sekali kali Mas gandeng cewek gitu.Masak setiap hari sama Danu,ntar Mas dikira..."jelas Dewa yang tak melanjutkan kalimatnya karna geli sendiri.
"hahahahaha...makannya cari pacar Mas," kata kiara sambil tak henti tertawa.
"Iya,ini juga baru tahap pendekatan".kata Dewa
"Sama siapa Mas?"tanya Kiara kepo.
"Ada dech,mau tau aja".kata dewa menggoda Kiara.
"Siapa Mas,kasih tau donk".pinta Kiara.
"kamu."jawab Dewa serius.
"aku?...Mas bercanda ya,gak lucu Mas."kata Kiara dengan sebel.Entah mengapa jantungnya berdetak kencang.
Setelah itu,mereka pun terdiam hingga sampai kesebuah Hotel bintang 5.
"Mas,terus aku harus ngapain?"tanya Kiara dengan gugup,karna ini pengalaman pertama nya
"Kamu gak harus ngapa-ngapain,tugas kamu cuma diam dan tersenyum.Jika ada yang tanya jawab aja secukupnya."jelas Dewa dan Kiara pun hanya mengangguk.
Mereka pun memasuki ruang acara,terlihat dekorasi pesta yang sangat mewah. Ditambah para tamu undangan yang pastilah para pengusaha sukses.
Dewa menggenggam tangan kiara dengan erat,karna Dewa tau kalo Kiara sedang gugup.
Suasananya sangat meriah,terdengar suara musik yang mengalun indah.Dewa berjalan menyapa kolega kolega nya,dan sejenak mengobrol.Dan Kiara hanya tersenyum manis.
"Ayo Ki,kita ketemu yang punya acara Dulu."kata Dewa menarik tangan kiara yang sedari tadi digandengnya.
"Selamat malam tuan Handoko."sapa Dewa lalu menjabat tangang koleganya itu.
"Selamat malam Mr. Dewa, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk hadir ke acara saya."kata tuan Handoko ramah.
"Sama sama tuan,saya mengucapkan selamat ulang tahun untuk anda beserta istri".kata dewa dengan ramah pula.
"Terimakasih Mr...ini siapa Mr?".tanya tuan Handoko.
"Dia orang yang spesial dalam hidup saya,saat ini".kata Dewa sambil menatap mata coklat Kiara dengan tatapan lembut.
Betapa berdebar nya hati Kiara saat
"Wahhhh...kalo begitu saya tunggu undangannya,kalian terlihat sangat serasi"kata tuan Handoko penuh semangat.
"Terimakasih tuan."kata Dewa.kiara yang mendengar itu seketika tersipu malu.
Setelah berbasa-basi dengan Tuan Handoko,kini Dewa dan Kiara berbaur dengan tamu lain.Sepanjang acara Kiara mengikuti kemana saja Dewa berjalan.
Waktu pun semakin malam, akhirnya acara selesai.Dewa dan Kiara keluar dari hotel menuju tempat parkir.
"Udah kenyang Ki?"tanya Dewa
"Sudah mas".jawab Kiara singkat.
sepanjang perjalanan Kiara hanya diam,tak seperti biasanya.
"Kamu kenapa Ki? kekenyangan?atau ngantuk?."tanya dewa sambil melihat kearah kiara.
"Gak pa pa kok mas".
"*Tumben diam aja,biasanya cerewet?".
"Lagi malas ngomong aja*".
"Beneran cuma malas aja?Gak ada masalah lain?Mas buat salah ya sama kamu"
"Gak apa-apa".kata Kiara dengan malas kemudian memalingkan pandangannya ke jendela.
"Pasti ada sesuatu?"gumam dewa dalam hati
"Ki...!"panggil Dewa lembut sambil membelai rambut kiara.Lalu Kiara menepis tangan Dewa pelan.
"Stop mas,jangan buat aku makin salah paham dengan sikap mas".kata Kiara dengan terbata.
Kemudian Dewa menghentikan mobil nya ke pinggir jalan.
"Sikap mas yang mana Ki,yang bikin kamu salah paham?ngomong Ki,Mas minta maaf kalo mas salah,tapi seenggaknya kamu kasih tau mas.Agar mas bisa bersikap."kata Dewa yang bingung dengan kiara
"Mulai sekarang aku minta mas gak usah gandeng tangan ku lagi,gak usah usap kepala ku,gak usah ngomong lembut ke aku,dan 1 lagi jangan bilang didepan orang lain kalo aku orang yang berharga dalam hidup Mas.Karna semua itu bisa membuat aku..."kata Kiara mengeluarkan unek-unek nya.
setelah mengungkapkan isi hatinya Kiara terdiam sesaat, terlihat Dewa yang sedang mencerna apa yang Kiara ungkapkan.
"Maafin aku Mas, Mas lupain aja apa yang aku omongin barusan.Mungkin aku aja yang terlalu lebay dan baperan."kata Kiara sambil menundukkan kepalanya.
"Ki...!"panggil dewa sambil mengangkat wajah Kiara menghadap pada nya.
"Maafkan Mas kalo semua sikap mas ke kamu buat kamu gak nyaman.Tapi perlu kamu tau,apa yang Mas lakuin ke kamu itu tulus.Mas suka sama kamu Ki, Mas mau kamu selalu ada disamping Mas, selalu nemenin Mas dalam suka maupun duka.Mas gak tau sejak kapan rasa ini ada,tapi yang pasti saat ini mas suka sama kamu,mas sayang sama kamu.so will you be the someone will always be with me?"kata Dewa dengan penuh keyakinan.Mata Kiara menatap lekat mata biru Dewa.Ia melihat ketulusan dari mata Dewa.
"Ja...ja..jadi ceritanya mas nembak aku?"kata Kiara tergagap karna jantungnya tak bisa diajak kerja sama.
"Iya,jadi gimana jawaban kamu?Maaf,karna mas bukan orang yang romantis,jadi tidak ada bunga atau apa pun itu ."kata Dewa sambil menggenggam kedua tangan kiara.Dan Kiara hanya diam seribu bahasa.Ia masih syok dengan pernyataan cinta Dewa,karna Kiara tak menyangka kalau orang yang selama ini ia suka,ternyata memiliki perasaan yang sama.
"Oke kamu gak perlu jawab sekarang.Tapi mas minta,Mas dapat jawabannya waktu kita di Jakarta.Oke baby?."kata Dewa setelah itu mencium kening Kiara sekilas.
Kiara seketika mematung,jantungnya yang sejak tadi tak bisa tenang seakan keluar dari dadanya.
"Oke kita pulang".kata Dewa sambil mengacak rambut Kiara.Lalu segera menginjak gas mobilnya.
Dalam perjalanan pulang,pikiran Kiara berkelana kemana mana.Ia tak percaya dengan apa yang ia alami hari ini.
Kiara memberanikan diri melirik Dewa yang sedang fokus menyetir.Kemudian Kiara menatap kejendela samping nya.
Kiara hanya berharap semoga cepat sampai apartemen,karna berada satu mobil bersama Dewa membuatnya mendapat serangan jantung dadakan.
Setelah Dewa memarkirkan mobilnya,Kiara bergegas keluar mobil,lalu meninggalkan Dewa menuju lift.
Dewa hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum saat melihat tingkah Kiara yang seperti dikejar setan.
"Lucu banget sih kamu,dasar ABG".Kata Dewa lirih.
Kiara segera masuk kedalam apartemen Dewa.Ia berharap tidak bertemu dengan Dewa malam ini.Ia cuma ingin mengistirahatkan jantungnya malam ini.
"Ki..? Kiara?...ini beneran kamu Ki?buset cantik banget kamu,kalo tiap hari kamu dandan kayak gini jadi budak kamu pun aku mau".gombal Danu saat melihat kedatangan Kiara.
"Gombal banget sih kamu Mas,"kata Kiara.
"Beneran Ki,kalo gak percaya belah ni dada AA' ".kata Danu sambil menepuk dadanya.
"Sini biar aku yang belah".kata Dewa dingin,sesaat ia memasuki rumah.
Wajah Danu seketika memucat,sedangkan Kiara langsung kabur setelah mendengar suara Dewa
"Kenapa anak itu?'kata Danu yang bingung melihat tingkah Kiara.
"Bos,ada apa dengan Kiara?". Tanya Danu pada Dewa.
"Entah,lagi falling in love kali."kata Dewa sambil berjalan kekamarnya.Baru beberapa langkah ia berhenti.lalu memutar badannya.
"Lain kali jangan gombalin Kiara lagi,mengerti".kata Dewa dengan aura yang mematikan.
"Ba..baik bos"kata Danu ketakutan.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
Bersambung😁
Gimana kelanjutan ceritanya?makin seru gak.
jadi tungguin terus kebuncinan mereka berdua ya.
jangan lupa like,komen n vote nya buat Thor ya...
makasih...😍