Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 66



Setelah sampai didepan rumah, Dewa hanya menurunkan Kiara lalu harus segera kembali kekantor.


Kiara segera masuk kedalam rumah,terlihat Luna sedang duduk diruang tamu.


"Hay Lun,maaf ya lama.Tadi nemenin mas Dewa makan dulu "


"Iya Ki gak apa apa kok,lho mana Mr.dewa?"tanya Luna


"Oh,dia balik lagi kekantor katanya ada Metting.Aku tinggal bentar ya,aku mau naruh tas dulu.Kamu udah makan Lun?"


"Oh..Belum Ki, tadi dari Sekolah langsung kesini"


"Ya udah,aku keatas dulu ya"ucap Kiara.


Setelah menaruh tas dan melepas sepatunya Kiara segera turun menemui Luna.


"Lun biar enak ngobrol kira kebelakang yuk,"ajak Kiara.


"Iya Ki"kata Luna lalu berdiri dari duduknya


"Kamu duluan aja,aku buatin kamu minum dulu"Ucap Kiara.


"Biar Bibi aja non yang buatin".


"gak apa apa Bi, Bibi istirahat dulu aja"kata Kiara kemudian membuatkan es sirup dan membawa beberapa cemilan untuk Luna.


Kemudian kiara keluar dengan membawa nampan.


"Ini lun diminum dulu, Aku tinggal kedalam bentar"ucap Kiara segera berlari masuk.


Kiara kemudian kembali kedapur,ia menyiapkan makanan yang Dewa belikan tadi untuk Luna"


"Ini lun dimakan dulu,tadi Mas Dewa yang beliin"kata Kiara lalu menyodorkan piring yang ia bawa dari dapur.


"Lha terus kamu gak makan Ki?"tanya Luna.


"Aku tadi udah makan kok"ucap Kiara bohong.


"Ya udah aku makan ya"ucap Luna


Tak lama kemudian Luna selesai menghabiskan makanannya.Setelah minum ia mulai bertanya kejadian yang sebenarnya terjadi.


"Ki sebenarnya ada apa sih kamu dengan Ajeng?"tanya Luna.


kemudian Kiara mulai menceritakan kejadian beberapa hari yang lalu pada Luna.Karna memang Luna tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.


"Jadi gitu Ki ceritanya?Ini sih tetep salah ajeng,Salah menyimpulkan.Nanti coba aku yang bicara sama anak itu"ucap Luna


"Gak usah Lun,aku gak mau hubungan kamu sama dia jadi renggang cuma gara gara aku"


"Tapi Ki,ku gemes sama itu anak.Sikapnya suka semau udelnya sendiri.Dulu dia nyuruh kamu buat nganggep orang tua dia kayak orang tua kamu sendiri.Sekarang giliran udah dianggep,dikira ngerebut ,hah dasar"ucap Luna yang kesal.


"Gak apa apa,aku bakal selesaiin sendiri aja."kata Kiara


"Terus kenapa si Tari juga ikut ikut?"


"aku juga gak ngerti,pokonya aku ucapin terima kasih ya karna kamu masih mau temenan sama aku"ucap Kiara sambil menggenggam tangan Luna.


"Iya Ki,aku udah nganggep kalian semua seperti saudara aku sendiri.Jadi aku gak mau hubungan kita jadi kayak gini"ujar Luna ludian membalas genggaman Kiara.


Mereka pun mengobrol sampai lupa waktu,tak terasa jam sudah menunjukan pukul 5 sore.Kemudian Luna berpamitan pada Kiara.


"Ki aku pamit pulang ya, keasyikan ngobrol Ampe lupa waktu"ucap Luna


"Gak disini dulu,makan malam sekalian"


"Gak Ki makasih,takut nanti mama nyariin"


"Oh ya udah,nanti salam ya buat Tante."ucap Kiara.


"iya Ki,maaf ya kalo besuk aku gak bisa ngobrol sama kamu"ucap Luna


"Iya Luna gak apa apa,kita menghindari masalah aja biar gak makin lebar"


"hmmm...aku pulang ya"ucap Luna saat sampai didepan mobilnya.


Sebelum Luna masuk mobil,terlihat mobil Dewa masuk ke halaman.Tak lama kemudian Dewa keluar dari mobilnya. terlihat senyum simpul diwajah Dewa.


"Lho Luna udah mau pulang?"tanya dewa sembari menghampiri Kiara.


"Iya Mr. udah sore,takutnya mama nyariin"jawab Luna.


"Ngelihat kalian berdua kayak gini,udah kelihatan kayak suami istri"goda Luna.


"hmmm...masih lama Luna"kata Kiara yang malu


"Siapa bilang masih lama, beberapa bulan lagi kamu bakalan jadi istri mas"ucap Dewa sambil merengkuh pinggang Kiara.


"Ihhhss...mas ada Luna juga,kan malu"Ucap Kiara berusaha menepis tangan Dewa.


"Hahahahaha,emang Luna kenapa?Luna gak masalah kan?"tanya Dewa pada Luna yang cengar-cengir


"Gak apa apa kok Mr, dilanjutin aja.Anggep aja aku nyamuk yang lewat."jawab Luna


"Tuh Luna aja gak apa apa"


"Dih dasar Om Om gak tau malu"ucap Kiara,yang disambut tawa oleh Dewa dan Luna.


"udah aku pulang dulu ya,liat kalian kasihan jiwa kejombloan ku"ucap Luna.


Kemudian mobil Luna pun pergi dari rumah Dewa. Lalu Dewa dan Kiara pun masuk kedalam rumah.


"Ya udah aku siapin air mandi Maas dulu ya"ucap Kiara kemudian berlari menuju kamar Dewa.


"Gak usah lari sayank"kata Dewa kwatir


Saat hendak naik keatas tiba tiba Bibi. menghampiri Dewa.


"Iya bi,Kiara tadi udah makan bi?"Tanya Dewa.


"Tadi siang non Kiara gak makan tuan"


"oh ya udah Bi"


"kalo gitu saya pamit pulang ya tuan.Bibi juga sudah masakin buat makan malam"Ucap bibi


"Oh,makanannya dibawa pulang aja bi.Nanti gampang dech saya dengan Kiara."kata Dewa


"baik tuan, terimakasih"


"Ya udah saya keatas dulu ya Bi"


"Iya tuan,"balas Bibi


kemudian Dewa naik keatas,menuju kamarnya.Kiara hendak keluar kamar saat dewa masuk kedalam.


"mas aku udah diapin baju ganti sama air buat Mandi mas"


"Iya sayang,makasih.Oh iya tadi siang udah makan?"tanya Dewa


"Udah mas"


"Oh...tapi kata bibi kamu gak makan.Kamu bohong ya?"selidik Dewa


"iya mas,aku bohong.Maaf"ucap Kiara tak berani menatap Dewa


"Kenapa gak makan,nanti sakit Lo."


"Iya nanti aku makan mas"


"Ya udah kamu siap siap,nanti habis magrib kita makan diluar"


"Tapi tadi bibi sudah masakin buat kita"


"Tadi mas udah nyuruh bibi buat bawa pulang makanannya"


"Oh ya udah mas mandi gih,Aku keluar dulu"ucap Kiara,kemudian keluar dari kamar Dewa.


Kemudian Kiara kembali kedalam kamarnya,ia pun bersiap.Tak lama terdengar suara adzan Maghrib berkumandang.Kiara segera mengambil air wudhu lalu malaksanakan sholat Maghrib.


Setelah selesai,Kiara segera keluar dari kamarnya dengan tas yang ia tenteng.Terlihat Dewa sudah siap menunggu Kiara dibawah.


"Ayo mas"Ajak Kiara.


"Udah siap yank?"tanya Dewa yang dijawab anggukan oleh Kiara.


"ya udah yuk"kata Dewa lalu menggandeng tangan Kiara.


mobil Dewa pun meninggalkan pelataran rumahnya.seperti biasa jalan sangat lah macet,apa lagi dijam pulang kerja seperti ini.


Dengan sabar, Dewa melajukan mobilnya.Sambil sesekali menceritakan kegiatan hari ini.


1 jam kemudian,mobil Dewa berhasil lolos dari kemacetan.Dan sekarang sudah terparkir disalah satu restoran Jepang yang sering ia datangi bersama Kiara.


Suasana restoran malam ini tidak begitu ramai.Karna ini adalah salah satu restoran bintang 5,jadi tamu yang boleh makan disini hanya tamu yang memiliki kartu VIP.


Setelah Kiara dan Dewa duduk,mereka dihampiri oleh sahabat Dewa.Ya tak lain dan tak bukan Erick dan Brian tak lupa Clara.


"Hay brow, ternyata beneran Lo.Dari jauh gue udah liatain terus"Ucap Erick


"wah sama siapa ni,cantik amat?"goda Erick,berusaha menyentuh tangan Kiara.


Dengan cepat Dewa menepis tangan Erick.


"Jangan coba coba sentuh dia"ucap Dewa serius


"oke oke ,gue bercanda bro."


"kita boleh gabung disini?"tanya Brian.


"Ngapain?cari tempat duduk yang lain"ucap Dewa sinis.


"Kenapa sih Lo, nyolot aja dari tadi"Kata Erick


"Udah mas,gak apa apa.Biarin mereka gabung sama kita"Ucap Kiara sambil menggenggam tangan Dewa


"Nah...adik manis aja gak keberatan"ucap Brian


Lalu mereka pun menyesuaikan tempat duduk yang ada..


.


.


.


.


..


.


.


.


.


.


bersambung