Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 33



Lama Kiara dan Dewa berbincang malam itu, hingga waktu menunjukan pukul 01.00 akhirnya Dewa dan Kiara masuk kedalam rumah.


"Aku masuk dulu ya Mas"Kata Kiara saat didepan pintu kamar Mbok.


"Heemm.. Mas juga mau masuk,good night, don't forget to dream of me"kata Dewa kemudian masuk kedalam kamar Adit.


Kiara yang mendengar itu masih melongo diluar kamar.


"Aku gak mimpi kan?masak Mas Dewa bisa ngomong selebay dan se alay itu".kata Kiara yang merinding saat ingat Dewa mengucap kalimat itu.


Tanpa ambil pusing,Kiara masuk kedalam kamar Mbok kemudian tidur disamping mbok.


_-_-_--_--_-_-_-


Jam menunjukan pukul 05.00, Kiara terbangun karena suara gaduh didapur.Kiara segera beranjak dari tempat tidur dan segera keluar.Terlihat Mbok sedang sibuk beres beres.


"Sudah bangun Nok?"Tanya Mbok saat melihat Kiara dan dijawab anggukan oleh Kiara.


"Ya udah sana ambil wudhu dulu, sholat subuh keburu siang".


"Iya Mbok"jawab Kiara segera kebelakang mengambil air wudhu.


Kemudian Kiara segera kekamar untuk melakukan sholat subuh.Setelah selesai ia segera keluar kamar dan menuju ke dapur.


"Nok, Mbok mau kepasar dulu sama Mas Adit.Nanti kalo Nak Dewa dan Nak Danu bangun kamu buatin kopi apa teh ya!"Ucap Mbok sambil menyiapkan keranjang belanjaan.


"Iya Mbok siap".kata Kiara.


Setelah itu Mbok dan Adit pun pergi menggunakan motor metic nya.Kemudian Kiara mengambil sapu dan mulai aktifitas bersih bersihnya.


Tak lama kemudian kerjaan Kiara selesai,pagi itu udara sangat dingin.Dan masih terlihat kabut putih tipis menyelimuti halaman Mbok.


Kiara pun keluar rumah,ia melakukan peregangan ringan diteras rumah.


"Ngapain Ki?"Kata Dewa yang tiba tiba muncul dibelakang Kiara.


"Astagfirullah"Kata Kiara kaget.


"Ih... Mas Dewa ngagetin aja,kalo muncul itu kasih kode dulu kek...kan aku jadi kaget."Kata Kiara kemudian memonyongkan bibirnya.


"Hehehe...maaf Ki"


"Tumben udah bangun,ini masih pagi Lo mas.Matahari aja belum kelihatan".ledek Kiara.


"Kamu ngeledek Mas ya?mentang mentang Mas selalu bangun siang". kata Dewa sambil mengelitik pinggang kiara


"Hahahahaha...Ampun Mas... geli"Kata Kiara sambil berusaha menangkis tangan Dewa.


"Mas Danu belum bangun mas?"


"Udah,dia lagi dikamar mandi.Lama banget tu anak,tidur kali ya dikamar mandi?"keluh Dewa.


"Kalo mau cuci muka,noh keran"kata Kiara sambil menunjuk keran air dipojokkan.


"Mas gak cuma mau cuci muka,tapi Mas juga mau pipis"bisik Dewa. Entah mengapa wajah Kiara seketika memerah.


"Iiihhh.. Mas jorok"kata Kiara sambil memalingkan wajahnya yang merah.


"hahahahaha...joroknya dimana,kan sudah..."kata dewa terpotong.


"Sstttt...udah jangan dibahas lagi,aku mau buat kopi dulu."Kata Kiara kemudian meninggalkan Dewa.


"Ki...kopi gak usah dikasih gula"kata Dewa kemudian Kiara menghentikan langkahnya


"lho...pahit dong nanti kopinya?"kata Kiara bingung.


"Gak pa pa,soalnya manisnya udah ada dikamu"gombalan Dewa.


"aduh...ni om satu,sejak kapan sih pinter ngegombal kayak gini"ceplos Kiara.


"hahahaha...since I like you"kata Dewa.wajah Kiara pun kembali memerah.


"Haduh bisa gila aku."gumam Kiara sambil berjalan kedapur.Irama detak jantung Kiara pun bagaikan Roller coaster,naik turun tak karuan.


Tak lama Kiara keluar membawa 2 cangkir kopi,kemudian diletakkan nya diatas meja.


Terlihat Danu dan Dewa sibuk dengan gadget nya.


"Dan,besuk kamu siap laporannya.Sebelum itu kamu cek dulu,pokoknya jangan ada kesalahan."perintah Dewa.


"Siap Bos,kemarin saya sudah perintahkan bagian perencanaan untuk membuat laporan."Kata Danu.


"Oke,good job"kata dewa.


"nanti kita berangkat jam berapa bos,saya mau menyiapkan penerbangan dulu?".


"Sore jam 5an saja"jawab Dewa lalu meraih kopi yang ada dimeja.


"hari ini kamu mau kemana Ki?biar mas temenin"Tanya dewa setelah meminum kopinya.


"Mmmmm...gak kemana mana sich,paling nanti cuma ke makam Bunda aja sebelum berangkat"Kata Kiara.


"oke Mas"kata Kiara.


Kemudian terdengar hp Danu berdering,kemudian Danu beranjak dari duduknya dan berjalan menjauh untuk mengangkat telponnya.


"Halo"Kata Danu gugup.


"kamu dimana Dan?"tanya orang disebrang telp.


"saya lagi keluar kota Bah,ada apa?"tanya Danu.


"kapan kamu pulang?"tanya Abah Danu.


"Nanti sore saya balik ke Jakarta Bah,ada apa tumben Abah telpon pagi pagi?"


"Kapan kamu pulang kesukabumi?"


"Maaf Bah,saya belum tau."


"pokoknya Abah minta,bisa atau gak besuk Rabu kamu harus sampai disini,kalo gak kamu Abah coret dari kartu keluarga"ancam Abah.


"Aduh ampun Bah,masak Abah tega anak semata wayangnya dicoret dari KK"kata Danu memelas.


"Ya sudah Abah tunggu kedatangan kamu"kata Abah kemudian mematikan hp nya.


meskipun Danu yang biasanya cool dan Maco,tapi saat berhadapan dengan Abah nya langsung ciut.


Dengan lemas Danu kembali duduk dikursi sebelah Dewa.


"Kenapa mas,ada masalah?"tanya Kiara yang melihat wajah murung Danu


"Gak pa pa,"kata Danu murung.Danu bingung harus bagaimana meminta izin pada Dewa.


"Kalo gak ada masalah kenapa murung begitu,siapa yang telpon kamu?"tanya Dewa.


"Abah bos"kata Danu ragu.


"kenapa?"tanya Dewa sedikit kuatir.


"Abah suruh saya pulang ke Sukabumi,hari Rabu harus sudah sampe sana.Boleh gak saya ambil cuti barang satu hari saja"Ucap Danu dengan takut.


"Ya udah kamu cuti aja, selesaikan dulu masalah kamu disana.lagian kamu juga sudah setahun gak ambil cuti kan?"Kata dewa.


"Beneran bos?"tanya Danu lagi.


"Iya,tapi sebelum itu kamu selesai dulu laporan yang aku minta.kalo urusan kamu dikampung sudah selesai,langsung balik ke Jakarta.Kamu tau sendiri kan,kalo kita bakalan lebih sibuk kedepannya."


"Iya bos,saya janji kalo sudah selesai saya langsung balik"


"oke,kalo proyek ini sudah berjalan.Nanti aku kasih kamu cuti lagi".


"baik bos,makasih"kata Danu dengan wajah yang sudah berubah seperti biasanya.


"Kenapa kamu cuma diem disitu?"Tanya Dewa saat melihat Kiara berdiri dipojokan.


"Emang aku bisa nimbrung apa?Disaat bos dan sekertaris lagi ngobrol". Kata Kiara.


"Ya udah sini,ngapain dipojokan situ?"kata dewa kemudian Kiara duduk disamping Dewa.


Tak lama kemudian motor matic Adit berhenti didepan rumah,kemudian Kiara berlari untuk membuka pagar.


Mbok pun masuk dengan membawa beberapa plastik belanjaan.Dengan gesit Kiara pun membantu Mbok untuk membawakan belanjaan kedapur.


"Udah Mbok belanjanya?"


"Iya"kata Mbok sambil berjalan beriringan dengan Kiara.


Melihat Kiara membawa belanjaan yang banyak, Dewa pun meraih belanjaan tersebut dan membawa nya kedapur.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung