Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 105



Sore itu Kiara sedang berberes dikamarnya dibantu oleh mbak Lastri.Rencananya malam ini Kiara akan menginap di hotel tempat ia besuk akan menikah.


Suasana rumah sejak tadi siang sudah sangat sibuk.meskipun tidak mengadakan acara dirumah tapi ada beberapa persiapan yang dilakukan disini.


Ditambah dengan kedatangan si mbok dan Adit,membuat suasana rumah menjadi tambah ramai.


Simbok dan Adit langsung terbang dari Surabaya setelah mendapat kabar dari Dewa,dan mereka baru sampai tadi siang.


kedatangan mereka membuat kekecewaan Kiara sedikit terobati,meskipun tidak dihadiri oleh ayahnya tapi seenggaknya ada mereka yang sudah Kiara anggap seperti keluarga sendiri.


"non ini mau dibawa semua?"tanya mbak Lastri sambil menata baju kedalam koper.


"gak mbak,bawa seperlunya aja.lagian cuma buat ganti aja."jawab Kiara yang sedang berbaring di ranjang


"terus apa lagi non?"


"apa ya mbak, paling susu, charger,vitamin ku jangan lupa mbak.Terus itu makeup yang ada diatas meja itu mbak jangan lupa ya"


"siap non"


"makasih ya mbak,maaf ya kalo merepotkan"


"gak apa apa kok non,ini udah kewajiban saya"


Tak lama mbok masuk kedalam kamar Kiara,mbok duduk disamping Kiara


"kok mbok gak istirahat?mbok kan pasti capek habis perjalanan jauh."


"gak apa apa,mbok kangen sama kamu."ucap mbok sambil membelai wajah Kiara.


"mbok bahagia ngeliat kamu yang sekarang sudah bahagia.mbok gak nyangka ternyata Denok mbok sudah sebesar ini,dan sebentar lagi akan menjadi istri orang."ucap si mbok sambil menggenggam tangan Kiara dengan lembut.


"ingat ya nok,suami itu adalah imam kamu jadi kamu gak boleh ngelawan dan harus nurut sama dia.mbok gak punya apa apa untuk kamu,mbok cuma bisa ngasih sedikit nasehat buat kamu"lanjut simbok sambil menepuk nepuk tangan Kiara.


Kiara yang merasa tersentuh pun akhirnya memeluk erat tubuh renta itu.Kiara bersyukur disaat seperti ini masih ada si mbok sebagai pengganti orang tuanya.


"makasih ya mbok,makasih karna selalu ada untuk Kiara.kiara akan selalu menjalankan nasehat si mbok"


"iya Nok,mbok harap kamu selalu diliputi kebahagiaan"ucap simbok sambil menepuk lembut punggung Kiara.


Saat tengah berpelukan Dewa mengetuk pintu kamar Kiara, kemudian ia membuka pintu kamar Kiara.


"Udah siap yank"ucap Dewa


"iya mas".jawab Kiara


kemudian Dewa membawa koper dan tas milik Kiara.Kiara mengikuti Dewa dari belakang dibantu oleh si mbok dan mbak Lastri.


Rencananya mereka ber3 akan pindah ke hotel,agar memudahkan Kiara untuk di-make up besuk pagi.


Setelah memasukan koper kedalam bagasi mobil, Dewa segera mengendarai mobilnya untuk mengantar calon istri nya itu.


selama perjalanan mereka ber4 hanya mengobrol ringan.Sesampainya di hotel Dewa mengantar Kiara sampai dikamar.Sepanjang jalan Dewa tak sekali pun melepas genggaman tangannya pada kiara.Ia seakan tidak mau berpisah barang 1 malam pun.


Kemudian dewa dan rombongan pergi menuju kamar diantar oleh bell boy yang sedang membawa koper kiara.Dewa sengaja memesan kamar presidental suite untuk kiara.


kamar yang mewah dengan beberapa fasilitas yang ada didalam nya.Dewa memesan kamar yang bagus,agar Kiara merasa nyaman berada disana.


Sesampainya didepan kamar si bell boy membukakan pintu lalu membawa masuk koper Kiara.


mbok dan mbak Lastri mengikuti si bell boy masuk.Mereka tampak takjub melihat kemewahan kamar tersebut.


"wahhh...ini kamar apa istana ya mbok?"ucap mbak Lastri sambil melihat lihat.


"mbok baru pertama masuk ketempat seperti ini"ucap simbok yang tak kalah noraknya.


"kopernya saya taruh disini ya Bu,nanti kalo ada yang diperlukan bisa hubungi saya"ucap sang bell boy


"iya mas makasih"ucap mbak Lastri


kemudian sibell boy keluar dari kamar,Kiara dan Dewa masih ada didepan kamar.Dewa merasa berat melepaskan kiara.ia ingin berada didekat Kiara.


"Nok sini buruan masuk,biar nak Dewa pulang"teriak si mbok dari dalam kamar


"iya mbok,"jawab Kiara


"ya udah mas pulang gih"usir Kiara.


"mas masih mau disini"rengek Dewa


"kata si mbok kan gak boleh,katanya kita harus dipingit sebelum nikah besuk"


"iya tapi mas pasti kangen kalo jauh dari kamu"


"dih mas lebay dech,kita cuma pisah beberapa jam aja.besuk kan kita bakal ketemu lagi.Dan selama akan bersama hingga maut memisahkan"ucap kiara,terlihat wajah Dewa yang cemberut.


"udah pulang ya, cepetan istirahat biar besuk fress"bujuk kiara,tapi dewa tetap memegang erat tangan Kiara


Mbok yang ada didalam merasa tidak sabar karna Kiara tak kunjung masuk.kemudian mbok menyusul Kiara keluar,melihat Dewa yang masih memegang tangan Kiara.


"mau sampai kapan didepan terus,ayo buruan masuk, istirahat"ucap si mbok mengganggu Dewa dan Kiara


"Duh bocah bocah ini cuma disuruh gak ketemu beberapa jam aja kayak gini.Gimana coba kalo disuruh pisah 1 Minggu."


"ya udah mas pulang gih,hati hati ya nyetir nya.nanti kalo sudah sampe telpon aku ya"ucap Kiara


"iya sayang,oh ya nanti ada orang dari spa kesini terserah kamu mau facial, massage,atau luluran pokonya hari ini kamu harusa manjain diri kamu."


"iya mas makasih ya,"ucap Kiara.


Tak lama kemudian Dewa pun pergi, kemudian Kiara masuk kedalam kamar.Saat ia masuk ia juga merasa takjub melihat keadaan kamar itu.


"kamarnya bagus banget ya mbok"


"iya nok,tadi si mbok sampe melongo liatnya"


"ini berapa non duit non?"tanya mbak Lastri


"gak tau mbak,yang pasti mahal"ucap Kiara sambil melihat sekitarnya


"iya pasti mahal banget ya non"lanjut mbak Lastri


"udah gak usah mikirin bayarnya mbak, sekarang kita nikmati aja kemewahan ini jarang jarang kita bisa tidur disini"ucap Kiara sambil membaringkan tubuhnya di ranjang.


waktu sudah malam saat orang yang disuruh Dewa datang.kemudian Kiara segera melakukan treatment dari facial wajah, message,dan lulur.


setelah selesai melakukan itu semua, kemudian Kiara segera mandi dengan air hangat.badannya terasa lebih segar,selesai mandi Kiara segera pergi kekamarnya.


mbok dan mbak Lastri sudah tidur sedari tadi.Kini Kiara sudah berbaring ditempat tidur saat handphone nya berdering.


Dengan cepat kiara mengambilnya,dan segera mengangkat.


"halo mas"


"lagi ngapain yank"tanya Dewa.


"aku abis selesai mandi,sekarang mau tidur.mas lagi apa?"


"sama,mas juga mau tidur tapi gak bisa"


"kenapa gak bisa tidur"


"kangen"ucap Dewa manja.


"ya elah,baru juga berapa jam lalu ketemu"


"iya tapi mas pengen tidur sambil peluk kamu"


"sabar ya sayang,besuk mas puas puasin lah peluk aku"


"kalo besuk gak cuma peluk,tapi mas makan kamu"ucap Dewa membuat kiara malu.


"Kok diem?"tanya Dewa karna tak ada respon dari Kiara.


"gak apa apa,aku cuma deg deg an aja kalo bayangin besuk.Mas udah bisa ngucapin ijab Kabul nya?"


"udah donk tadi udah diajari sama Danu"


"dih sombong,awasnya kalo besuk salah"


"gak akan lah,mas udah hafal diluar kepala.Mau bukti?"


"gak,gak usah buat besuk aja"


dan mereka pun mengobrol sampai mereka tidur dengan sendirinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung