Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 61



Setelah mendengar perkataan Dewa,seketika mami melihat penampilan Kiara dari atas sampai bawah.Dengan tatapan yang tidak suka.


"Oh..."tanggapan mami Dewa.


"selamat malam nyonya"ucap Kiara kemudian mengulurkan tangannya.Tapi bukanya membalas uluran tangan Kiara mami malah membuang mukanya lalu menarik tangan Dewa, pergi.


Kiara terlihat canggung apalagi banyak mata yang melihatnya.Sebenarnya Dewa ingin menepis tangan maminya,Tapi karna banyak orang ia mengurungkan niatnya.


"Hay Ki"sapa Danu yang baru datang.


"Lho mas Danu baru dateng? mbak Dian mana?"tanya Kiara sambil celingukan mencari keberadaan dian.


"Dian dirumah,tadi mau aku ajak katanya gak enak"jelas Danu


"Ohhh,tau gitu tadi aku main aja ketempat mas"


"Emang kenapa,disini kan enak.banyak makanan,lagian kamu bisa dekat dengan keluarga si bos"


"Iya sih"


"Si bos mana Ki?kok kamu sendirian disini"tanya Danu.


"Oh,tadi diajak nyonya kedalam"jelas Kiara.


"hmmm...paling ketemu kakek."


Saat tengah mengobrol dengan Danu,ternyata dari kejauhan ada beberapa orang yang memperhatikan Kiara.


Terlihat mami berjalan kearah Kiara dan Danu.


"Dan,kamu baru dateng?"tanya mami


"Selamat malam nyonya"sapa Danu.


"hmm..Dan aku perlu bantuan kamu dibelakang"Kata mami,kemudian berjalan mendahului Danu tanpa memperdulikan Kiara.


"Baik nyonya,Ki mas tinggal dulu kamu boleh ambil makan atau minum dulu"


"Iya mas,"kata Kiara dengan senyum manis.


Kemudian Danu menyusul mami yang sudah pergi menjauh.Kiara tampak kikuk dilingkungan baru.Kemudian Kiara berjalan menuju pojokan menghindari perhatian orang.


saat Kiara hendak berjalan ia sudah dicegat oleh beberapa gadis yang mungkin seumurannya.


Satu gadis terlihat familiar,wajahnya cantik,mirip wajah mami.


"Inikah adik mas Dewa"gumam Kiara dalam hati.


"Hay,aku Jessy adik kak Dewa."kata Jessy yang terlihat ramah.


"hallo aku Kiara"


"kamu siapanya kakak gue?sugar baby nya ya?"tanya Jessy dengan keras sehingga para tamu melihat kearah mereka.


"Aku...aku"kata Kiara yang bingung harus jawab apa.


"Liat ni barang yang dipake branded semua,Udah berapa banyak yang kakak gue kasih buat Lo?"kata Jessy yang berubah dengan sekejap.


"Udah diapain aja Lo sama kakak gue?,"Lanjut jessy


"Maaf aku gak ngerti apa maksud kamu"kata Kiara yang makin bingung.


"Udah gak usah sok polos,cewek Macem Lo gini mau diapain aja yang penting bisa dapet uang"kata Jessy ketus


"Aku gak kayak yang kamu kira."


"Alah gak usah munafik Lo,orang miskin kayak Lo cuma ngincer orang kaya kayak kakak gue buat numpang hidup sama dia.jangan harap keluarga gue mau Nerima Lo,bahkan ayah Lo aja udah buang Lo."Kata Jessy,Kiara hanya diam ia tidak mau merusak suasana.


"kenapa diem, bener kan kata kata gue?Lo sama aja kaya jala*g nbdiluar sana"


"Apaan nich,Lo nyuri barang ya?"kata salah satu gadis yang melabrak Kiara.


Kemudian gadis itu merebut paperbag dari tangan kiara.Kemudian dengan paksa membuka bungkusan yang ada didalamnya.


"Hah,Lo gak salah mau ngasih kak Dewa jam murahan kayak gini?Ucap gadis itu yang notabene sepupu Dewa.


"hahahaha..ngelawak dia,jam murah gini.Ini sih jam supir gue,bahkan punya dia lebih mahal lagi"ucap teman gadis itu.


kemudian Jessy merebutnya dan lalu melemparkan jam itu keluar.mata Kiara melihat kearah jam yang sudah berantakan wujudnya.


Hati Kiara terasa sakit ingin rasanya ia menangis,tapi ia menahannya.


"Kamu harus kuat Ki,jangan nangis."kata Kiara dalam hati.


"Gue kasih tau sama Lo,mending Lo pergi sekarang.jauhi kakak gue,sebelum ia bosen sama Lo.Kalo dia udah bosen sama lo,nasib Lo lebih menyedihkan."Ucap jessy.kemudian pergi bersama sepupu sepupunya.


Kiara masih mematung ditempat,banyak orang yang mulai membicarakannya.kemudian buru buru Kiara keluar meninggalkan tempat pesta.Tak lupa ia memungut jam yang tergelatak dilantai.


Ia duduk di taman depan kediaman keluarga Dewa.ia menatap jam yang ia beli dari hadiah lomba sains tempo hari.Pikirannya menerawang mengingat setiap perkataan Jessy.


Sedangkan Dewa ia sedang diintrogasi oleh kakeknya didalam kamar.


"Siapa gadis ini?"Tanya kakek sambil melempar kan foto dewa bersama Kiara diberbagai tempat.


"Dia calon istri Dewa, Dewa hanya mau menikah dengan dia"


"Kamu tau dia itu siapa?siapa orang tua nya?"


"Iya dewa tau"


"Kalo kamu tau kenapa kamu masih mau berhubungan dengan gadis ini?Gadis ini berbeda dengan kita,orang tuanya saja tidak jelas.Dia tidak pantas masuk kedalam keluarga kita."Kata kakek yang mulai marah.


"dengan restu ataupun gak, Dewa akan tetap menikah dia.Dia orang yang Dewa cintai,Dulu Dewa tidak bisa mempertahankan Bella,tapi kali ini Dewa akan berjuang untuk tetap bersama dia"ucap Dewa penuh keyakinan.


"Anak kurang aja"


"Anda istirahat saja, Dewa permisi dulu"Pamit Dewa kemudian meninggalkan kakek yang masih emosi.


Saat keluar kamar kakek,tak sengaja ia berpapasan dengan Danu.


"Kok kamu disini dan?mana Kiara?"tanya Dewa yang sebenarnya sudah memerintahkan Danu untuk menjaga Kiara.


"Oh,tadi nyonya minta bantuan saya jadi Kiara saya tinggal dibawah"ucap Danu,kemudian Dewa berjalan menuju lantai bawah.


Dewa segera mencari Kiara ditempat pesta tapi tidak menemukan nya.Lalu dewa mencari ketempat lain tapi tetap tidak ketemu.


"bos kayaknya terjadi sesuatu dengan Kiara,tadi saya gak sengaja dengar dari salah satu tamu yang membicarakan Kiara."


"kamu bantu cari Kiara,"perintah Dewa kemudian buru buru keluar menuju halaman depan.


Dengan wajah cemas bercampur kwatir Dewa mencari kiara,dari jauh terlihat Kiara yang sedang duduk dikursi taman.


Dewa terlihat lega saat melihat Kiara,kemudian Dewa berjalan menghampiri Kiara.


"Sayang kenapa kamu diluar?"tanya Dewa kemudian melepas jasnya lalu memakaikan nya pada Kiara


"Eh...mas Dewa"kata Kiara sambil cepat cepat mengelap air mata nya


"Kenapa kamu diluar?"tanya Dewa lagi


"Gak apa apa mas,aku cuma lagi cari udara segar aja"ucap Kiara


"Kamu habis nangis yank?"tanya dewa sambil menangkup wajah Kiara"


"Gak kok,aku cuma habis nguap aja."


"Kamu gak usah bohongi mas,mas sudah tau kok apa yang terjadi sama kamu.Maafin mas ya,gak seharusnya mas ajak kamu kesini"ucap Dewa sambil memeluk Kiara.Dan saat itu pula tangis kiara pecah kembali.


"Maafin mas ya"ucap Dewa penuh penyesalan


"Aku gak apa apa kok mas,aku terima kalo aku dihina.Aku juga jadi tau kalo aku masih harus berjuang buat dapet restu mereka."ucap Kiara.


"mas gak akan ninggalin kamu meskipun merek tak merestui hubungan kita.Yaudah kita pulang yuk"


"Tapi pestanya?"


"Udah biarin aja,biar mereka sendiri yang bersenang senang"ucap Dewa kemudian menarik tangan Kiara pelan.


"ini apa Ki?"tanya Dewa saat melihat jam tangan yang tidak sengaja terjatuh.


"Se.. sebenarnya itu kado untuk mas,tapi maaf tadi gak sengaja aku jatuhin,maaf ya mas besuk aku beliin yang baru"ucap Kiara sambil menundukkan kepalanya.


"Selamat ulang tahun mas"lanjut Kiara menatap Dewa dengan senyum diwajahnya.


"kamu gak perlu repot-repot,kamu datang dihidup mas aja udah seperti kado buat mas"ucap Dewa lalu memeluk Kiara.


kemudiaan dewa pulang bersama Kiara,tanpa menghiraukan acara yang sengaja dibuat untuk nya.Sebenarnya ia ingin membuat perhitungan untuk orang orang yang menindas Kiara Tapi bukan saat ini.


.


.


.


.


.


...


.


.


.....


Bersambung