
Suasana saat itu sangat menyenangkan.Meraka berempat bercanda ria, menceritakan segala hal.Hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.
Meski sempat terjadi perdebatan yg alot,tapi semua bisa cepat terselesaikan.Perdebatan itu merebutkan kiara harus tinggal bersama siapa setelah mereka tau kalo kiara diusir dari kostnya.Tapi akhirnya kiara memutuskan untuk tidak tinggal bersama ketiga sahabatnya itu.Kiara lebih memilih untuk tinggal sendiri seperti dulu.Mungkin itu keputusan yg paling adil untuk semuanya.
Ditengah kegembiraan mereka,tiba tiba pintu kamar kiara terbuka.Dewa masuk dengan aura nya yg luar biasa.Kehadiran dewa seakan menghipnotis ke4 remaja itu.Mata mereka tak berkedip melihat ketampanan dewa.
"Ehemm"suara Dewa memecahkan lamunan mereka.
Dewa berjalan dengan gagahnya.Mendekati kiara dan teman temannya yg masih terpesona dengan Dewa.
"Siapa Ki,gila cakep bener"tanya Ajeng
"Mmmm... Mr.dewa ini kenalin sahabat aku.."kata Kiara
Lalu Dewa memperkenalkan dirinya.Dewa mengulurkan tangan nya.
"Mr...kenalin aku Ajeng sahabat terbaik Miara"kata Ajeng dengan centil.
"Dewa"kata dewa dengan senyum tipis.
"Hallo Mr..aku Luna"
"Aku tari"
"Mr. Dewa ini yang nolongin aku.Dia yg bawa aku kerumah sakit ini"
"Wahhhh...kalo yang nolongin setampan Mr.Dewa,akupun rela dech sakit"ceplos Ajeng.
"Hufttt dasar ya ganjennya kumat"kata Luna dan terdengar tawa dari semua yg ada diruangan itu.
"Karena kalian sahabat terbaik Kiara,saya harap kalian sering main main kesini,agar Kiara tidak kesepian"pinta Dewa.
"Aduh Mr...ngomongnya biasa aja.gak perlu terlalu sopan"kata Ajeng dengan senyum lebar.
"Iya... Mr. Tenang saja,kita bakalan sering sering kesini"timpal Tari.
"Makasih ya gaes,tapi gak usah repot repot aku tau kok kalian sibuk.Lagian aku juga pengen cepet keluar dari sini".kata Kiara
"Kamu harus cepet sembuh,soalnya jujur aja.aku sedikit ngeri kalo harus masuk rumah sakit"kata Ajeng yg fobia dengan rumah sakit.
"Hufttt...tadi bilangnya rela sakit".kata Luna judes.
"Hehehehe...tadi kan becanda"balas Ajeng.
Tak lama ke 3 sahabat kiara pun pamit pulang.Dan tertinggal 2 orang anak manusia diruangan tersebut.
Suasana menjadi hening,kiara bingung harus berkata apa.
"Tadi sudah makan Ki".tanya Dewa memecahkan keheningan.
"Su...sudah Mr ."
"Gimana keadaan kamu"
"Sudah mendingan Mr."
"Baguslah kalo gitu"kata Dewa.terlihat senyum yg sungguh menawan.Melihat senyum itu kiara menundukkan kepalanya karena malu.
"Terus rencana kamu selanjutnya apa?"tanya Dewa.
"Yg pasti saya mau cari kost kostan dulu"
"Kamu gak ada niat untuk nyari ayah kamu"tanya Sewa,yg membuat kiara terdiam.kiara bingung untuk menjawab.
"Ada...,tapi karena keterbatasan saya mungkin nanti"
"Kalo kamu mau aku bisa bantu".kata Dewa.
"Beneran Mr."kata kiara girang.Dewa hanya mengangguk kepalanya.
"Kamu mau ngapain kalo ketemu ayah kamu".
"Saya bingung."
"Kenapa harus bingung"
"Saya ingin memeluk ayah,tapi untuk saat ini melihat ayah dari jauh sudah cukup buat saya"jawab Kiara dengan kepala yg tertunduk.
"Kenapa seperti itu,aku bisa mempertemukan kalian langsung"
"Karena saya tidak mau menambah beban ayah,saat ini saya masih membutuhkan biaya untuk sekolah.Mungkin nanti kalo saya sudah bekerja.Punya pendapatan tetap sendiri,saya akan menemui beliau secara langsung"jelas Kiara,air matanya tanpa sengaja menetes.
Melihat air mata kiara dewa langsung meraih kiara kedalam pelukannya.
"Maaf,aku gak bermaksud buat kamu sedih."
Entah mengapa hati dewa pun merasakan sakit.
"Ki,gimana kalo kamu tinggal dirumah.Kamu bisa menghemat buat bayar kos-kosan.Aku tau kalo kamu tidak mau berhutang Budi,gimana kalo kamu jadi asisten ku.
"Mmmm...beneran Mr?."
"Iya,selama kamu belum bertemu Ayah kamu,kita bisa tinggal bersama,sekalian aku jagain kamu"
"Kamu gak perlu kwatir selain tempat tinggal,kebutuhan sehari hari,kamu juga bakal dapet uang bulanan dan biaya buat sekolah.Yah anggap saja gaji selama kamu jadi asisten aku."jelas Dewa.
"Kamu gak perlu jawab sekarang.Kamu bisa pikirin dulu"lanjut Dewa saat melihat wajah kiara yg bingung.
*****
Jam menunjukan pukul 21:15.Dewa masih setia menunggu kiara dirumah sakit.Meski dia masih sibuk dengan laptop nya.
Saat itu kiara melihat dari jauh,sosok dewa yg sedang fokus bekerja.Penampilannya sungguh menawan.Entah berapa banyak wanita yg tergila gila pada nya.
"Sungguh beruntung wanita yg bisa bersama mu Mr."gumam kiara lirih.
Saat itu juga dewa yg sedari tadi asyik bekerja mengangkat kepalanya dari layar laptop.Ia melihat Kiara yg ternyata belum tidur.
"Kamu belum tidur Ki?"tanya Dewa sambil melanjutkan pekerjaan nya.
"Belum Mr..Mr sedang sibuk?"tanya Kiara memberanikan diri.
"Ya lumayan,ada email yg harus segera diperiksa."
"Mmmm...kalo sudah selesai sebaiknya Mr pulang kerumah saja,dari kemarin Mr disini.Pasti tidak nyaman tidur di sofa.Saya gak papa kok ditinggal sendiri.,"
"Gak pa2 kok,kamu mau ngapain?."tanya Dewa saat melihat kiara berusaha bangun dari tidurnya.Ia pun berjalan mendekati Kiara.
"S...sa..saya mau ketoilet"jawab Kiara malu malu.
Dewa pun membantu Kiara bangun.Lalu Dewa mengambil infus yg menggantung.Ia memapah tubuh ringkih kiara.Melihat kiara masih lemah akhirnya Dewa mengangkat tubuh Kiara dalam gendongannya.
Mendapat perlakuan itu hati Kiara berdebar kencang.Berada didekapan dan sangat dekat dengan Dewa membuatnya salah tingkah.
Baru pertama kali ia merasakan perasaan aneh pada hatinya.
Dewa mendekap tubuh ringkih Kiara dengan lembut,aroma tubuh Kiara pun tercium di Indra penciuman Dewa.Aroma segar seperti bayi,mungkin akan menjadi candu untuk dewa bila berlama lama dekat dengan kiara.
Sesampainya di Toilet,Dewa menurunkan Kiara.
"Mmmm...Mr. bisa tunggu diluar tidak?"kata Kiara dengan ragu karena melihat dewa yang enggan keluar dari toilet.
"Oooo...iya...maaff"kata Dewa yg sadar kalo dia masih ada didalam toilet.Lalu Dewa melangkah kakinya, dan menunggu diluar.
Tak lama kiara pun menuntaskan hasrat nya,lalu membuka pintu dan keluar toilet.
Kiara melihat dewa yg masih setia menunggu nya didepan toilet.
"Sudah Ki?"tanya Dewa.
"Iya Mr."
Belum sempat Kiara melangkah jauh,dengan tidak sabar Dewa mengendong tubuh Kiara lagi.Dan meletakan nya ditempat tidur.
Setelah itu,mereka sempat mengobrol sampai kiara tertidur.
"Mimpi indah ya Ki"ucap Dewa lirih sambil membelai kepala kiara.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG..
terimakasih masih setia disini.maaf kalau suka telat update nya.
ditunggu vote,like n komen nya.