Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 58



Malam itu Dewa langsung pulang ke Jakarta. Malam sudah sangat larut saat Dewa sampai dirumah.setelah itu Dewa segera pergi kekamar Kiara,ia kwatir dengan keadaan pacar kecilnya itu.


Dewa buka pelan pelan pintu kamar Kiara, Dewa melihat Kiara yang meringkuk dibalik selimutnya.Lalu ia mendekati Kiara yang sedang tidur,terlihat mata Kiara yang sembab.


"kamu kenapa sayang?"kata Dewa lirih sambil mengusap pipi Kiara.


Kiara lalu membuka matanya sebentar lalu terpejam kembali.kiara mengira dirinya sedang bermimpi bertemu dengan Dewa, lelaki yang ia rindukan.


"Aku sangat mencintaimu Mas,maaf aku gak bisa mengendalikan hati ku ini"ucap Kiara samar samar.kemudian mengalir lagi air mata dari sudut mata Kiara.


Dengan lembut Dewa mengusap air mata Kiara,kemudian Dewa mengecup dahi Kiara.


"Mas juga sangat mencintai kamu,sangat sangat mencintai kamu."ucap Dewa sambil menempatkan dahinya ke dahi kiara.


Pagi itu Kiara bangun dari tidurnya,ia merasa ranjangnya menjadi lebih sempit.Saat ia membuka matanya ia melihat Dewa tidur disampingnya.


"Pasti aku berhalusinasi,saking kangennya sama mas Dewa."gumam Kiara sambil mengucek matanya.


"Pagi sayang"Ucap Dewa dengan suara seraknya. Kiara tak membalas sapaan Dewa karna ia masih merasa Dewa hanyalah halusinasinya saja.


kemudian Kiara perlahan menyentuh tangan Dewa,Lalu menyentuh bahu dan pipi Dewa.


"Ini kayak nyata."gumam Kiara lagi.


"kamu ngapain sich sayang,ini mas,pacar kamu bukan ilusi tapi mas nyata"kata Dewa sedikit kesal.


"Ini beneran mas?kok bisa disini?bukanya masih lusa baliknya?"ucap Kiara tak percaya.


"emang menurut kamu mas tega ninggalin kamu lama lama,apa lagi liat kamu galau kayak semalem"kata Dewa matanya tak lepas dari wajah Kiara.


"Si...siapa yang galau,aku gak "ucap Kiara


"Kalo gak galau ini apa?liat tu mata kamu sampe bengkak kayak gini.Cerita sama mas kamu kenapa?"kata Dewa sambil mengusap mata Kiara.


"aku gak pa pa mas,mungkin kemarin aku masih terbawa suasana aja."


"Terbawa suasana apa?"


"Kemarin aku habis nonton film sama teman temen terus ceritanya sedih banget.Makanya aku jadi terbawa sedihnya."jelas Kiara.


"Emang film apa,sampai buat sedih kamu kayak gini?"


"ada lah,pokonya ceritanya itu cinta mereka harus berakhir karna perbedaan kasta diantara mereka.Aku jadi takut kalo suatu saat itu terjadi sama kita"ucap Kiara terlihat kesedihan dimatanya.


"Yank,mas cinta kamu apa adanya.mas gak peduli dengan perbedaan kasta atau apalah itu.Mas akan selalu mempertahankan kamu apa pun yang terjadi.mas akan tentang keluarga mas bila perlu.Mas siap kehilangan semua kemewahan ini asalkan bisa terus sama kamu.Kamu mau kan hidup sama mas, walaupun mas gak punya apa apa?"ucap Dewa.


"Iya mas,aku mau meskipun kita harus hidup susah sekalipun"ucap Kiara.


"Jadi mas minta kamu jangan terlalu kwatir dengan perbedaan kita"kata Dewa kemudian memeluk Kiara dengan erat.


saat tengah berpelukan terdengar ketukan pintu dari luar kamar Kiara.


"Non sudah pagi"Ucap Bibi dari balik pintu


"Iya bi aku udah bangun".Teriak Kiara.


"Bibi mau belanja,non mau dimasakin apa?"


"Terserah bibi aja"kata Kiara dari dalam kamar.


"Ya sudah bibi jalan dulu ya"


"Iya bi"ucap Kiara.


lalu Kiara mengembuskan nafas lega,karna sejak tadi ia takut bibi liat Dewa yang ada di kamarnya.


"Mas balik kekamar gih,entar ketahuan Bibi dikiranya abis ngapa ngapain lagi"ucap Kiara.


"Dih ngusir,mas bela belain dari pulang dari Bali sampe sini diusir.


"Buka ngusir mas,aku cuma takut aja nanti ada yang liat mas ada dikamar ku"


"Udah biarin aja, sekarang sini temenin mas bobo lagi"ucap Dewa lalu menarik Kiara agar berbaring disampingnya.


"ihhh..mas ini udah pagi,aku harus siap siap kesekolah juga"ucap Kiara.


"Hari ini libur aja,nanti mas yang minta izin kewali kelas kamu.Sekarang tugas kamu temenin mas seharian ini,gak ding...kamu temenin mas selama 3hari berturut turut"


"tiap hari kan juga aku temenin,"


"Udah gak usah protes."kata Dewa kemudian memeluk Kiara lalu memejamkan matanya lagi.


-_-_-_--__--_--_---


Sebulan kemudian


Pagi itu tak seperti biasanya rumah Dewa sudah tampak ramai.Beberapa orang mondar mandir dengan kesibukan masing-masing.


Hari ini adalah hari bersejarah dalam hidup Danu dan Dian,Mereka akhirnya menikah dan pagi ini adalah acara resepsi mereka. Sedangkan akad nikah nya sudah dilakukan kemarin.Meskipun ada beberapa kejadian yang mengharuskan Danu mengulang ijab qobul sampai 3x,tapi akhirnya mereka sah menjadi suami istri.


Dan pagi ini Kiara sedang dikamarnya,untuk dimake up.Dewa memang sengaja mengundang make up artist untuk mendandani Kiara.Ia ingin kiara tampil cantik,mengalahkan mempelai wanitanya.


Setelah selesai make up Kiara berganti pakaian dengan gaun yang senada dengan busana Dewa.


Sempat ada drama saat memilihkan gaun untuk Kiara tadi, Dewa selalu menolak saat disainer menunjukan beberapa gaun pada nya.Bukan karna jelek,tapi karna gaun yang kurang bahan.Ia tak mau orang orang melihat tubuh mulus Kiara.


Akhir nya dipilihlah,sebuah long dress dengan warna biru Dongker yang sesuai selera dewa.Kemudian Kiara keluar kamar,saat ia menuruni anak tangga mata Dewa tak berkedip saat melihat nya.


Sampai Kiara berdiri didepan nya pun Dewa masih belum berkedip.


"Gimana mas?"tanya Kiara


"Issstt...mas Dewa bikin malu aja"kata Kiara tersipu malu.


"Wah...non cantik banget,udah kayak pengantin beneran"kata bibi.


"Bibi mah,"ucap Kiara tersipu kembali.


"Udah cocok Bi?"tanya Dewa.


"Iya tuan,bibi doain semoga kalian sampai ke pelaminan ya"


"harus donk bi"ucap Dewa penuh percaya diri.


"Emang kita harus dandan kayak gini mas?"tanya Kiara


"Emang kenapa yank?kamu cantik kok"


"Bukan itu masalahnya mas,aku takut entar orang orang salah kira kita pengantin nya"


"Hahahaha...ya gak apa,sekalian aja nanti mas nikahin kamu"


"Emang mas bisa ucap akad nikah nya?"


"ya nanti mas minta ajarin sama Danu"


"hmmm...ya udah yuk berangkat,nanti telat."


Kemudian Dewa dan Kiara pun pergi menuju hotel tempat resepsi pernikahan Danu.Didalam mobil Kiara tampak duduk diam,tak seperti biasanya yang pecicilan.Kiara takut riasannya akan berantakan saat sampai ditempat resepsi nanti.


Sesampainya dihotel, Dewa mengandeng tangan Kiara menuju kedalam ruangan.Saat menuju ke sana,banyak mata yang menatap Kiara dan Dewa.tanpa menghiraukan mereka Dewa terus melangkah bersama Kiara.


Pesta resepsi Danu terlihat sangat mewah,dekorasi yang indah bernuansa pink.Kemudian Dewa dan Kiara ikut berbaur dengan undangan lainya.


Terlihat beberapa kolega Dewa yang menyempatkan untuk hadir,dan Dewa pun menyapa mereka satu persatu.


Setelah beramah tamah dengan para koleganya,Kiara dan Dewa pergi ke atas pelaminan untuk memberi selamat pada Danu dan Dian.


"Selamat ya mas,semoga jadi keluarga sakinah mawadah warahmah."ucap Kiara.


"Makasih ya ki,"ucap Danu.


"Selamat,ini hadiah dari kita semoga bermanfaat"ucap Dewa mengeluarkan amplop putih dari dalam jasnya.


"Makasih banyak Bos"kata Danu.


"Selamat ya mbak, akhirnya nikah juga.Semoga cepet dapet momongan"kata Kiara sambil mencium dan memeluk Dian.


"Makasih ya Ki,kapan nyusulnya?kalian udah cocok banget Lo"


"Doain aja mbak"ucap Kiara dengan senyum simpul.


"Selamat "


"Makasih Mr. Dewa"


setelah memberi selamat dan berfoto, Dewa mengajak Kiara untuk mengambil makan dan minum disudut ruangan.


Saat asyik makan, terdengar suara MC mempersilahkan tamu undangan yang masih bujang untuk ngumpul ditengah ruangan untuk acara lempar bunga.


Kiara dengan antusias menarik tangan Dewa untuk ikut ketengah.


"ngapain yank?"


"ayo ikutan"jawab Kiara dan Dewa pun akhirnya menurutinya.


MC pun mulai menghitung 1 sampai 3 dan terlihat mbak Dian sudah mengambil ancang-ancang untuk melempar.Dan dalam hitungan ke 3 bunga itu pun sudah melayang ke udara.


Dan tanpa dugaan bunga itu berhasil ditangkap oleh Dewa.Terdengar ucapan selamat dari orang orang yang ikut dalam acara itu.


"wah...mas hebat banget"kata Kiara,sambil menerima bunga dari Dewa.


"Sudah biasa"ucap Dewa dengan sombong.


Saat melihat bunga yang ada ditangannya Kiara berfikir,Apakah ia bisa berakhir di pelaminan bersama Dewa.


Memikirkan hal itu membuat Kiara bersedih,tak terasa air sudah menggenang di matanya.Tapi buru buru ia menghapusnya,karna takut Dewa akan melihat.


Acara resepsi pun berakhir dengan meriah, terlihat kebahagian Dimata para undangan.Kemudian Kiara dan Dewa pun pulang dan beristirahat..


.


.


..


.


...


.


.


.


.


Bersambung