
Singkat cerita,Kiara pun sudah dirumah dan dia baru saja selesai membahas soal bareng temen-temen dan gurunya.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam,Dan Dewa pun belum pulang kantor.Karna lelah menunggu Dewa pulang, akhirnya Kiara tertidur disofa ruang tengah.
Tak lama kemudian Dewa sudah memasuk kedalam rumah.Saat hendak kekamarnya ia melihat Kiara yang tertidur pulas disofa.
kemudian Dewa menghampiri Kiara kemudian duduk disebelah kiara,terlihat wajah Kiara yang cantik.Dewa menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Kiara pelan.Mata Dewa tak lepas dari wajah Kiara.
Dewa mengamati setiap inci wajah Kiara,tak sengaja mata Dewa melihat jari Kiara yang terbungkus plester luka.
Dengan pelan Dewa menarik tangan Kiara,terlihat banyak luka gores ditangan Kiara.Dewa tau persis ini pasti gara gara usaha Kiara untuk memasak makan siang tadi.
kemudian Dewa mengecup jari jari Kiara yang terluka,hatinya pun ikut sakit melihat luka ditangan Kiara.karna gerakan Dewa mengusik tidur Kiara,perlahan Kiara membuka mata nya.
"Mas Dewa udah pulang?"tanya Kiara segera bangun dari tidurnya.Tanpa aba aba Dewa pun menarik Kiara kedalam pelukannya.
"Maafin mas ya,"kata Dewa,Kiara pun bingung kenapa Dewa meminta maaf.
"Mas gak punya salah sama aku,seharusnya aku yang minta maaf"ucap Kiara sambil membalas pelukan Dewa.
kemudian Dewa melepaskan pelukannya,dan kemudian mengenyam tangan Kiara yang terluka.
"Maafin mas,Karna mas ngambek tangan kamu jadi terluka seperti ini"ujar Dewa kemudian kembali mengecupi tangan Kiara.
"Mas gak salah kok,aku aja yang kurang hati hati"ucap Kiara sambil tersenyum.
"besuk besuk jangan masakin mas kepiting lagi,mas gak mau buat kamu terluka kayak gini"kata Dewa sambil menyelipkan anak rambut Kiara ketelinga belakang.
"Iya mas,mmm jadi mas udah maafin aku nich?"tanya Kiara.
"Ya udah donk sayang,siapa sih yang bisa marah lama lama sama pacar yang lucu kayak kamu"ucap Dewa kemudian memeluk Kiara lagi.
"Maafin aku ya mas,aku sama Rio gak ada hubungan apa apa.Aku sama dia cuma sebatas teman sekolah dan temen 1 tim aja. jadi mas gak perlu kuatir aku gak akan macem macem.Mas ngerti kan?"
"iya mas ngerti kok,mas aja yang terlalu takut kehilangan kamu.kamu kok tidur disini?"tanya Dewa yang tangannya masih merangkul pundak Kiara
"Aku juga gak akan ninggalin mas,Aku tadi habis belajar,terus sekalian nungguin mas pulang tapi malah ketiduran"ucap Kiara yang menyandarkan kepalanya di dada Dewa.
"ohhh...itu laptop siapa?"tanya Dewa sambil mengelus rambut Kiara.
"Itu punya Ajeng,tadi aku pinjem buat ngerjain tugas"
"kok pinjem Ajeng,kamu kan tinggal ngomong sama mas nanti mas beliin"
"Gak usah mas,lagian jarang juga pakenya.kalo pun pake aku bisa kewarnet atau kalo kepepet pinjem sama anak anak."
"ya udah terserah kamu,kekamar gih istirahat kamu pasti capek banget.Mas juga mau mandi"ucap Dewa.
"Iya mas,aku mau beresin ini dulu"
"Ya udah mas duluan ya,udah gerah gak tahan"kata Dewa kemudian beranjak dari duduknya
"Oh iya,kenapa tadi dikantor kamu bilang kalo kamu ART?"tanya Dewa sambil berbalik menatap Kiara.
"o.. itu,emang aku harus bilang apa?Aku harus ngaku kalo aku pacar mas,emang mereka percaya?lagian kata mereka banyak cewek kekantor mas terus ngaku ngaku pacar mas.Enaknya tiap hari banyak yang ngapelin"kata Kiara sambil memonyongkan bibirnya.
"Kenapa kamu cemburu?"goda Dewa sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Kiara.
"gak sih,itu kan sudah resiko aku pacaran sama lelaki tampan,dan hebat kayak mas."Kata kiara kemudian membelai wajah Dewa yang ditumbuhi bulu.
"Kamu bisa aja,aku jadi pengen cium lagi"Goda Dewa spontan Kiara menutup bibir nya dengan tangan dan perlahan mundur menjauh dari Dewa.
"Hahaha..lucu banget sich pacarku ini"ucap Dewa sambil mrngacak rambut Kiara.
Kemudian Dewa pun masuk kedalam kamarnya,sedangkan kiara Masih membereskan perlengkapan sekolahnya berserakan diatas meja.Setelah selesai Kiara segera kembali kekamarnya untuk kembali tidur.
Tadi setelah sholat subuh Kiara kembali tidur,Dan bangun jam 8 pagi.Setelah membersihkan dirinya,Kiara keluar dari kamarnya untuk membuat sarapan.
Saat tiba dibawah Kiara melihat Dewa sedang olahraga dihalaman belakang.Terlihat badan Dewa basah oleh keringat.
"wahhhh..bener bener mahluk ciptaan Tuhan yang paling seksi"gumam Kiara saat mematung menatap Dewa.
Merasa ada yang memperhatikan Dewa pun menoleh kebelakang, Terlihat Kiara sedang melongo melihat Dewa.
"liat apa?"tanya Dewa
"Liatin mas,waw banget"ceplos Kiara.
"Oh...kamu mengagumi mas yang pagi keringat ini"ucap Dewa kemudian mendekati Kiara.
"eh... enggak aku cuma gak sengaja liat mas dibelakang,udah gitu aja"kata Kiara yang baru sadar dari lamunannya.
"Masak jangan bohong,Mas liat ni mulut Ampe menganga gitu.Mas keliatan seksi ya"Ucap Dewa yang berjalan maju mendekati tubuh Kiara,sedangkan Kiara mundur agar Dewa tidak mendekat.
"Jangan mendekat mas lagi keringetan gitu,stop basah mas"ucap Kiara yang berusaha menghindar karna Dewa berusaha memeluknya.
"sini,dari tadi kan kamu cuma liatin mas dari jauh.Sekarang mas mendekat biar kamu bisa jelas ngelihatin mas."ucap Dewa.
"Gak mau,mas mandi dulu."kata Kiara.
"Sini,peluk dulu"Kata Dewa yang masih berusaha mendekati kiara.
"Gak mas,mas mandi dulu sana.Aku mau masak."kata Kiara yang masih berusaha menghindar.
"Lepas dikamar"teriak Kiara saat melihat Dewa.
"Biarin,biar kamu bengong lagi sampe ngiler liatin badan mas yang keren ini"Goda Dewa
"Aku gak gitu"Sanggah Kiara dengan malu.
setelah Dewa masuk ke kamar,Kiara pun pergi kedapur untuk memasak.Hari ini kiara berencana masak sup ayam,sambel kecap plus tahu tempe.Biar pacar bulenya itu merasakan masakan Indonesia.
Segera Kiara mengeluarkan bahan bahannya dari dalam kulkas,untung kemarin ia beli tempe dan tahu dari pasar.
Kiara segera mencuci dan memotong motong sayur serta daging ayam.Tak lupa Kiara memasak air dipanci.Kiara menunggu airnya sampe mendidih.Kiara juga memotong bawang merah dan bawang putih.
Setelah selesai,Kiara membuat bumbu untuk menggoreng tahu dan tempe.Setelah minyak panas,Kiara segera memasukan tahu kedalam wajan.
Saat tengah sibuk memasak dengan 2 kompor yang menyala,Dewa datang langsung memeluk Kiara dari belakang.
"mas,kebiasaan dech.Aku lagi masak ni"kata Kiara masih fokus dengan panci dan wajannya.
"Masak apa yank"tanya Dewa.
"Nih,aku masak sup ayam,goreng tempe dan tahu terus mau buat sambel kecap.Mas doyan kan?"
"doyan dong,apa pun yang kamu masak mas pasti doyan."Jawab Dewa sambil sesekali mencium tengkuk Kiara.
"wangi banget sich kamu,Pake parfum apa?"lanjut Dewa.
"Aku gak pake parfum mas,mas kan gak pernah beliin aku"
"Iya ya,ya udah nanti kita kemoll...mas beliin kamu parfum,kalo perlu sekalian tokonya kita beli".
"Hahahaha...ada ada aja kamu mas,gak sekalian pabriknya"tawa Kiara.
"Wah ide bagus itu yank,ya udah nanti biar diurus sama Danu"ucap Dewa serius.
"issstt...dasar orang kaya.Ya udah mas duduk sana,aku masih masak"ucap Kiara sambil mengaduk sup ayamnyq.
"gak mau pengen kayak gini"kata Dewa sambil mempererat pelukannya.
"Cobain dech"ucap Kiara sambil berbalik menghadap Dewa lalu menyodorkan sendok berisi kuah sup.
"Enak yank,udah pas"jawab Dewa setelah mencicipinya.
"Ya udah kalo gitu mas duduk sana dulu,aku mau siapin ini dulu"
"Gak mas mau temenin kamu disini"Rengek Dewa
"Ya udah,mas boleh disini tapi nih tolong diulek ya"kata Kiara,sambil meletakan cobek berisi cabe dan bawang disampingnya.
"Ngulek nich yank?"tanya Dewa yang seumur umur gak pernah melakukan pekerjaan dapur.
"Iya lah,kalo gak mau mas bisa duduk disana."ucap Kiara sambil menunjuk arah kursi makan
"ya udah mas ulek dech"kata Dewa pasrah
Kemudian Dewa segera mengulek cabe yang ada didepannya.Kiara tersenyum saat melihat Dewa yang dengan kaku nya mengulek sambel. Setelah halus Kiara memindah sambel itu kemangkuk.kemudian Kiara menyiram sambel itu dengan minyak panas lalu mencampurnya dengan kecap manis.
semua masakan Kiara sudah selesai dimasak Kiara juga sudah menatanya dimeja makan.Kemudian seperti biasanya Kiara melayani Dewa bak seorang isteri.
Kiara mengambilkan nasi dan sayur untuk Dewa.Setelah itu ia mengambil untuk dirinya sendiri.
"Mau nambah mas?"tanya Kiara saat melihat piring Dewa yang mulai kosong kembali.Ini sudah ketiga kalinya Dewa tambah nasi dan sayur.
"Iya Ki,dikit aja"ucap Dewa sambil menyodorkan piringnya.
"Buset sarapan aja kalap gini,percuma dong olahraganya tadi pagi"Ucap Kiara.
"Salah sendiri siapa suruh masakan kamu enak kayak gini"ucap Dewa sambil memasukkan makanan kemulutnya
"Dasar alasan aja kamu mas"ucap Kiara sambil menggelengkan kepalanya karna melihat tingkah Dewa.
.
.
.
.
..
.
.
.
....
.
Bersambung