
Pagi harinya,Kiara duduk dibangku taman sambil membaca buku.Tak lama datanglah mbak Lastri membawa jus untuk Kiara.Lastri adalah ART baru yang khusus untuk merawat Kiara.
Awalnya Kiara menolak,karna ia merasa tidak butuh asisten pribadi.Tapi dengan keras kepala Dewa memaksakan kehendak Nya,karna Dewa tak ingin terjadi apa apa dengan Kiara dan buah hatinya.
"ini saya buatin jus alpukat buat non"ucap Lastri menaruh gelas jus diatas meja.
"makasih ya mbak"ucap Kiara
"ada yang diperlukan lagi?"
"Gak ada mbak"ucap Kiara,
Kiara sebenarnya tidak nyaman,karna selama ini ia terbiasa melakukan apa apa sendiri.Tapi karna Dewa ia harus mulai membiasakan diri nya.
"kalo begitu saya permisi dulu.kalo butuh apa apa panggil saya saja"
"iya mbak makasih"ucap Kiara,setelah Lastri pergi Kiara melanjutkan lagi membaca buku.
Ia harus mempersiapkan diri untuk kuliah,tapi ia masih bingung harus pilih universitas dimana.
Kiara sudah berhasil membaca semua buku yang ia bawa.Tak terasa waktu sudah siang,dari kejauhan terlihat Lastri berjalan menghampiri Kiara.
"Non makan siangnya sudah siap"ucap Lastri
"Iya mbak"jawab Kiara kemudian bangkit dari tempat duduknya.
"Biar saya yang bawain bukunya"ucap Lastri
"Gak usah Mbak biar aku bawa sendiri"
"Gak apa apa,ini salah satu tugas saya."
Kiara pun membiarkan Lastri membawa kan buku bukunya.Kemudian Kiara berjalan menuju ruang makan disusul oleh Lastri yang mengecor dibelakang Kiara
Kiara kemudian pergi kedapur untuk cuci tangan,terlihat bibi sedang menyiapkan sayur.
"mmmm...baunya Bi,mantap"ucap Kiara saat mencium aroma sop ayam.
"Iya non,yuk makan dulu"
"iya Bi,ada yang bisa aku bantuin?"kata Kiara
"Ini aja,tolong taruh dimeja makan ya"ucap bibi sambil menyodorkan mangkuk berisi sambel kecap kesukaan Kiara.
"Iya Bi,ayo bi makan sama sama"ucap Kiara.
"Biar saya saja yang bawain non"kata Lastri
"gak usah Mbak,aku bisa kok ringan ini.lagian aku kan sekarang gak bisa bantuin bibi kayak biasanya.Maaf ya Bi"ucap Kiara
"Gak apa apa kok non,betul kata tuan non gak boleh kecapekan kasian Dede bayi nya."
"mbak Lastri ayo mbak makan dulu"
"saya nanti saja non,saya masih harus jemur baju"ucap Lastri
"Udah mbak,ditinggal aja dulu sini ayo makan sama sama"ajak Kiara.
"Makan disini non?"tanya Lastri karna biasanya pembantu makan dibelakang.
"Iya lah mbak ,memang mau makan dimana lagi?"kata Kiara
"Udah ayo makan,disini sudah biasa makan bareng majikan"ucap bibi
"memang gak apa apa Bi?"tanya Lastri belum terbiasa.
"Gak apa apa mbak,udah sini duduk"jawab Kiara.
"oh iya Las,tolong panggil pak Usub ya.suruh makan bareng"perintah bibi
"iya Bi"jawab Lastri
kemudian ia pergi keluar untuk memanggil pak Usub.Tak lama kemudian Lastri masuk disusul oleh pak Usub dibelakang nya.Mereka pun duduk,suasana makan siang hari ini tampak meriah karna kedatangan Lastri menambah keramaian.
Seperti biasa Kiara mengambilkan makan untuk pak Usub,bibi dan tak lupa lastri.ia tidak mau mendahului orang yang lebih tua,dengan makan dahulu.Itulah yang diajarkan bundanya dulu.
Lastri tampak tak enak saat Kiara melayaninya,karna biasanya ia lah yang melayani majikannya .
"saya bisa ambil sendiri non"ucap Lastri.
"gak apa apa kok mbak,kita kan keluarga.Dan disini aku yang paling muda jadi aku yang harus melayani kalian"
"tapi kan seharusnya saya yang melayani non"
"Udah cukup, seharian ini mbak udah banyak membantu aku.Setidaknya ijinin aku ngambilin makan untuk mbak"
"Pak Usub dan bibi udah aku anggep kayak orang tua aku,dan sekarang mbak Lastri aku anggap kayak kakak aku.Aku seneng bisa merasakan kehangatan keluarga kayak gini"ucap Kiara dengan senyum lebar.
"Iya mbak,sama sama.Ya udah selamat makan"ucap Kiara
Kiara mulai menyantap makanannya sendiri.makanan siang ini sangat cocok dengan seleranya.Dengan lahap ia menyendok makanan nya.
Saat tengah makan,hp nnya tiba tiba berbunyi.kiara kemundian melihat siapa yang menelepon, terlihat dilayar nomer yang tak asing lagi bagi Kiara.Kiara pun segera mengangkat telponnya.
"Halo mas"ucap Kiara
"Halo sayang,lagi ngapain? udah makan?"tanya Dewa.
"Ini lagi makan bareng bareng.Bibi hari ini masak sup ayam, goreng tempe tahu plus sambel kecap...pokonya mantap"ucap Kiara
"Hmmm...enak dong,makan yang banyak biar sikecil gendut"
"iya,mas udah makan?mas lagi apa?"
"ini mas lagi dikafe,lagi nunggu klein.bentar lagi mas makan"
"Oh ya udah,pokonya jangan sampe telat makan.nanti sakit"ucap Kiara.
pak Usub,bibi dan Lastri melihat Kiara hanya bisa tersenyum.mereka maklum kalo Kiara dan Dewa sedang dimabuk cinta,jadi tak ragu menunjukan kemesraannya didepan umum.
"iya sayang,oh iya nanti kayaknya mas lembur jadi kamu gak usah nungguin masa ya"ucap Dewa.
"Iya semangat kerja Daddy,"kata Kiara
"Iya sayang,baik baik ya sama si kecil.ya udah mas tutup dulunya ini Klein mas udah dateng.nanti mas telpon lagi,love you"ucap Dewa
"love you too"balas Kiara sambil senyum senyum sendiri
"Duh yang lagi kasmaran, dunia bagaikan milik berdua sampai gak sadar ada orang disini.kasihan ni si Lastri yang jomblo"ledek pak Usub.
"Wah pak Usub kalo ngomong suka bener.iya non kasianilah saya yang jones ini.Kalo non punya temen kenalin kesaya non."
"hahahaha..mbak Lastri ada ada aja,aku gak punya temen cowok mbak.kalo ada pun masak mbak Lastri pacaran sama brondong "
"gak apa apa non,saya gak milih milih kok.mau itu brondong, popcorn,marneng,,sampai jagung manis pun saya mau.Tapi kalo ada bungkusan buat saya yang kayak tuan muda ya"canda Lastri.
"Hahahaha..mbak Lastri lucu juga,pake bawa bawa marneng juga"tawa Kiara
"Marneng itu apa?"tanya pak Usub yang kebingungan.
"Marneng iku,jagung dikasih bumbu bawang terus digoreng sampe kriuk."jelas Bibi.
"Wah gak paham "ucap pak Usub yang mulai pening.
"Ya udah gak usah dipikirin"tutur bibi.
"non beruntung banget ya bisa dapet cowok kayak tuan.saya jadi iri,ati ati non diluar sana banyak pelakor yang siap menerjang orang orang kayak tuan"ucap Lastri.
"Iya mbak,aku percaya kok kalo diluar sana mas dewa gak mungkin macem macem.Lagian kalo mau selingkuh itu hak dia, kewajiban ku disini mencintai dia dengan tulus"ucap Kiara
"Maaf ya non,saya gak bermaksud apa apa.saya cuma gak mau kalo non ngerasain sakit hati karna dihianati seperti saya.Suami saya aja yang jelek dan kere aja berani selama selingkuh apa lagi tuan yang kaya dan tampan."
"itu sih suami kamu yang gak tau diri"celetuk bibi.
"iya Bi, emang gak ada akhlak tu orang"sahut Lastri..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung