Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 12



Setelah terjadi percakapan ringan antara Dewa dan Kiara tadi,Kiara masih betah duduk ditepian kolam.Sesekali terukir senyum diwajahnya,entah apa yang sedang ia pikirkan.


Sedangkan Dewa,ia pamit untuk mengurus pekerjaan nya di kantor.Maklum saja,Dewa adalah seorang pengusaha muda yg sukses.Selain itu ia juga pewaris perusahaan properti terbesar di ibukota,dan beberapa bidang usaha lainnya yg tak kalah sukses.


Matahari mulai naik keatas kepala, Kiara akhirnya memutuskan kembali ke kamarnya.


Sesampainya dikamar,Kiara mengangkat tas usangnya. Ia membawa tas itu ke sebuah ruangan didalam kamarnya.


kemudian Kiara membuka pintu dan betapa tercengang nya ia melihat isi didalam ruangan itu.


"Wah...buset ni toko di Mall dipindahin kesini.wah bagus bagus,"kata kiara sambil melihat beberapa baju yg tergantung rapi di walk in closetnya.


"Orang kaya memang beda,cuma buat simpenin baju aja begini mewahnya.Hah...jiwa miskinku meronta."gumam Kiara masih asyik melihat lihat.


kemudian Kiara melekakan kembali tas usangnya di rak paling bawah.Ia tak ada niat untuk membongkar isi dalam tasnya.Ia merasa tak layak untuk menempatkan pakaian pakaiannya ditempat mewah seperti ini


Setelah selesai,Kaira mulai menata buku buku nya diatas meja belajarnya.Dan Kiara mulai membaca dan mempelajari buku pelajarannya.


Sudah lama semenjak ia sakit ia tidak menyentuh buku pelajarannya.Hanya sesekali ia membacanya .


Saat sedang asyik membaca tiba tiba hp jadul nya berbunyi.Segera Kiara menyambar hp yg ada diatas kasur.


"Halo"kata Kiara singkat.


"Halo Ki,kamu dimana sekarang?Kenapa keluar Rumah sakit gak kabari kita?Kamu tau kita kwartir banget.Gila tadi kita ke Rumah sakit tapi kata suster kamu dah pulang.Sekarang kamu dimana?Kasih tau alamat nya.Kita langsung kesana"Omel Luna tanpa ada rem.


"Sorry gaes,aku lupa kabari kalian"Kata Kiara sambil nyengir.


"Wah parah Lo,kita disini udah bingung nyariin kamu.Tapi kamu disana lupa buat ngabari kita,wahhhh sungguh terlalu"Kata Tari.


"sekarang kamu dimana?kita langsung susulin kamu kesana"ucap Ajeng.


"mmmmm...aku gak tau ini dimana"Kata Kiara.


"EEhhh...buset,Lo gak tau ada dimana?Lo nyasar?"tanya Ajeng.


"Bukan begitu,aku gak tau ini alamatnya dimana.Bentar coba aku tanya dulu sama Securiti.bentar ya..."Kata Kiara,sambil berjalan keluar kamar untuk mencari Pak Usub.


Tak lama Kiara pun bertemu Pak Usub.Kemudian ia bertanya kepada Pak Usub perihal alamat rumah Dewa.


"Gaes aku sekarang ada di Komplek Permadani Jln.Imam Bonjol no D17."Kata Kiara setelah mendapat info dari Pak Usub.


"Komplek Permadani,itu bukannya Kompleks elit?Kamu ngapain disana?"tanya Luna.


"Ya udah kita langsung kesana,nanti kamu harus jelasin ke kita"Sela Tari.


"Iya,hati hati"Kata Kiara sambil mematikan hp nya.


Kiara masuk kedalam rumah,belum jauh ia melangkah. Pak Usub memanggil Kiara .


"Non ini ada paket"Kata Pak Usub sambil memberikan bungkusan plastik putih


"Paket Pak,untuk siapa?Dari mana pak?"tanya Kiara yg bingung sambil mengintip isi bungkusan itu.


"Oh...itu paket buat Mon,katanya dari Tuan Muda"


"Hmmm...dari Mr.Dewa.Makasih ya Pak.Oh iya ,Pak Usub sudah makan siang? tanya Kiara.


"belum Non, rencananya habis ini mau ke Warung."


"Oh gitu,kalo gitu makan bareng saya saja Pak.Ni makanan nya banyak,saya gak mungkin bisa ngabisin."


"Tapi Non?"


"Udah gak pa pa,dari pada mubazir.Gak boleh nolak rejeki"


"Iya Non,kalo gitu terima kasih"Kata Pak Usub sambil mengikutai langkah Kiara dari belakang.


Sampai dimeja makan Kiara pun menyiapkan piring sendok dan kawan kawan nya.


Kiara membuka bungkusan didalam plastik.Terlihat beberapa makanan yg menggugah selera,dan satu porsi bubur.


Kiara pun mulai menyendok makanan nya,belum sempat makanan itu mendarat dalam mulut Kiara, HP jadulnya mulai berdering kembali.Ia pun segera mengangkatnya.


"Halo"Kata singkat Kiara.


"Makanannya udah sampe Ki?"Tanya Dewa penuh perhatian.


"Sudah Mr"Jawab Kiara singkat.


"Ya udah makanannya dihabiskan,setelah itu jangan lupa obat kamu diminum."


"Waduh...kalo buat habisin semua kayak nya gak kuat Mr.Jarna kebanyakan makanan nya saya bagi sama Pak Usub.


"Ya udah kalo gitu,jangan lupa obatnya diminum."Kata Dewa.


"Iya,mmm... Mr, nanti temen temen saya mau main kesini boleh?"Tanya Kiara ragu ragu.


"Iya Ki,boleh.Nereka pasti kwatir sama kamu."


"Terima kasih Mr."Kata Kiara girang.


"Iya Mr, semangat"Kata Kiara dengan ciri khas nya.


Setelah selesai telpon Kiara pun mulai menyuap sedikit demi sedikit makanannya.


"Non Kiara udah lama kenal dengan Tuan Muda?"Tanya Pak usub.


"Belum kok pak,saya kenal Mr.Dewa baru beberapa bulan ini.Kebetulan dulu saya bekerja di Kafe,dan Mr. Dewa sering mampir kesana."Jelas Kiara.


"Ooooohhh...kirain sudah lama kenalnya,kok kelihatan nya kalian dekat"


"Gak lah Pak,biasa saja."Jawab Kiara


"Tapi bapak baru pertama kali liat Tuan Muda sedekat itu dengan wanita. Bahkan dengan adik kandungnya saja tuan tidak sedekat ini."


"Masak pak,mmmm...Mr. Dewa punya adik pak?."


"iya, Tuan Muda punya 1 adik perempuan saat ini sedang menempuh pendidikan di Inggris."Jelas Pak Usub usub. Kiara hanya ber o ria.


Setelah selesai makan Kiara pun membereskan meja dan mencuci piring bekas dia pake tadi.


Setelah selesai dengan acara cuci mencuci, Kiara mulai menata dan mengelap tempat yg menurut dia berantakan.


Tak lama setelah kiara selesai bersih bersih, HP jadulnya berbunyi.Terlihat nama Luna dilayar hp nya.


"Hallo Luna,"Kata Kiara.


"Ki kita ni udah ada didepan pintu gerbang No.D17 kayak yg kamu bilang."


"Ooh...Ya udah tunggu bentar aku samperin kalian "Kata Kiara,sembari berjalan menuju pintu gerbang.


Kiara membukakan gerbang dengan bantuan Pak Usub,lalu Kiara menyuruh Luna untuk membawa masuk mobilnya.


Mobil merah itu pun sudah terparkir rapi didepan rumah Dewa.


"Wah gila Ki,rumah nya keren banget"celoteh Ajeng.


"Gimana keadaan kamu Ki?"tanya tari.


"Ngobrol nya didalem aja yuk gaes."


Mereka pun memasuki rumah Dewa.Tak beda dengan reaksi Kiara saat pertama melihat rumah Dewa, ketiga sahabatnya pun berdecak kagum melihat kemewahan rumah Dewa.


"Ki gimana keadaan kamu sekarang?"tanya Luna.


"Alhamdulillah aku udah sehat kok."


"syukur kalo begitu"


"Sekarang ceritain,kenapa kamu bisa disini?Ini rumah siapa?"Tanya Luna penuh selidik


"Ini rumah Mr. Dewa". Kata Kiara ragu ragu,ada sedikit rasa bersalah diwajah nya.


"Kamu tinggal bersama Mr. Dewa?kamu lebih memilih tinggal bersama orang asing dibanding tinggal bersama kita?"Kata Tari ada sedikit kekecewaan dalam kalimat yg ia ucapkan.


"Maaf gaes,bukan begitu maksud aku"


"Terus apa maksud kamu?"kata Luna sedikit emosi.


"Sebenarnya aku gak mau ngerepotin kalian,aku gak mau kalian ribut kalo aku milih salah satu dari kalian.Kalian juga tau kan, Om dan Tante pasti bakal memperlakukan aku kayak mereka memperlakukan kalian anak anaknya.Bukannya aku gak mau dimanja oleh mereka,tapi kalian tau aku kan.Aku gak mau merepotkan dan bergantung pada kalian."Ungkap Kiara.


"Tapi disini,Mr.Dewa bilang akan ngasih aku kerjaan dan tempat tinggal.Lagian aku juga punya utang biaya rumah sakit sama dia,jadi sebagai jaminan biar aku gak kabur,makanya aku mau tinggal disini"


"Ya udah,kita ngerti kok.Dimana pun kamu tinggal kita bisa terima,yang penting kamu bisa jaga diri ya"Kata Tari.


"Terima kasih karena kalian sudah mau mengerti"kata Kiara dan mereka pun berpelukan.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG


maaf kalo update nya sering telat ya.semoga gak ngebosenin.😊


terimakasih buat dukungannya,jangan lupa komen like n vote nya.😉


matur suwun🤗😍😚