Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 67



Setelah itu mereka pun memesan makanan.Sembari menunggu mereka saling mengobrol.


"Hay Dewa apa kabar,masih inget sama aku kan"Ucap Clara yang ada disamping Dewa.


Tapi Dewa menanggapi nya dengan dingin.Sikap itu membuat Clara jadi sebel.


"Udah,jangan ganggu Dewa."ucap Brian


"Bro bukanya ini anak pembantu Lo ya?kok Lo ajak kesini?"tanya Erick


"Sialan Lo,siapa bilang dia anak pembantu gue."Ucap dewa sedikit emosi.


"Bukanya dia yang ketemu kita waktu kita kerumah kamu."kata Clara menimpali.


"Dia bukan anak pembantu,"ucap Dewa yang terputus .


"Jangan bilang dia kakak ipar,yang udah buat kamu move on dari Bella"ceplos Erick.


mendengar kata kata Erick membuat Kiara mengeryitkan alisnya menuntut penjelasan Dewa.


"Kamu gak salah"ucap Dewa.


"Gue seneng sekaligus sakit hati"ucap Erick sambil memegangi dadanya.


"Kenapa Lo?"tanya Dewa.


"Gue seneng karna selama ini gue emang pengen banget ketemu orang yang udah bisa nahlukin Lo.Tapi gue sakit hati karna orang itu cewek yang gue taksir"Jelas Erick sambil menatap Kiara sekilas.


"Dasar buaya Lo"seru Dewa dan Brian.


Sedangkan Kiara hanya banyak diam,karna merasa canggung.Disisi lain tatapan Clara tak lepas dari Kiara, tatapan nya seperti singa yang ketemu musuhnya.


"nama kamu Kiara ya?"tanya Erick,yang dijawab dengan senyum oleh Kiara.


"Kiara punya adik atau kakak gitu,boleh lah dikenalin sama kakak"ucap Erich.


"Kakak,Lo cocoknya dipanggil Om"Kata Brian sewot.


"Sialan Lo,gue lagi usaha juga"


"Udah jangan ganggu cewek gue"ucap Dewa lalu menarik kursi Kiara agar duduk lebih dekat padanya.


"Halah, posesif Lo gak ilang ilang.Tapi ini lebih parah dibandingin sama Bella dulu."kata Erick kesal.


"Ki kamu udah diceritain tentang Bella,mantan pacar Dewa dulu?"sambung erick


"Udah gak usah ungkit ungkit masa lalu deh"Sahut Dewa.


"Kenapa?gue kan cuma tanya sama Kiara,ya gak Ki?"balas Erick


"Iya aku tau kok,mas Dewa udah cerita semua sama aku.Lagian itu masalalu,jadi aku gak terlalu tertarik."Ucap Kiara berbohong,sambil menatap Dewa dengan tajam.Dewa mengerti maksud tatapan Kiara itu.


Tak lama kemudian makanan pesanan Meeka pun datang.Dan mereka mulai menyantap makanan mereka masing masing.Tapi tidak untuk Dewa,ia malah sibuk melayani Kiara.


"Lo gak makan bro?"tanya Erick yang melihat Dewa sedari tadi hanya menaruh makanan dipiring Kiara.


"Makan nanti,gue mau pastiin dia kenyang dulu"ucap Dewa


"Udah mas,mas juga makan aja.Aku bisa sendiri kok"


"Udah,kamu makan aja.Mas mau liatain kamu sampe kamu kenyang.Kalo gak gitu kamu pasti cuma makan dikit"Kata Dewa yang tidak memperdulikan sekitarnya.


Kemudian dengan sedikit terpaksa Kiara memakan satu persatu makanannya.


Melihat Dewa yang gak makan,membuat Clara berinisiatif mengambil makanan dipiring Dewa.


"Dewa,ini coba deh rasanya enak banget"ucap Clara sambil meletakan Sushi dipiring dewa dengan sumpit yang ia pake.


Dewa hanya melihatnya saja,tanpa ada niatan untuk memakannya.Dari wajah Dewa terlihat jijik melihat makanan didepannya,sekilas ia melihat ujung sumpit Clara dengan lipstik yang menempel disana.


Kemudian Dewa kembali fokus pada Kiara,dia menaruh beberapa potong sushi dipiring Kiara.


"Udah mas,aku udah kenyang"ucap Kiara


"Satu kali lagi,habis ini udah."bujuk Dewa sambil menyuapi Kiara.


"Ternyata dewa benar suka dengan gadis ini"kata erick dalam hati saat melihat Dewa memperlakukan Kiara dengan lembut.Sangat beda dengan Dewa yang ia kenal dulu.


"Udah,sekarang mas yang makan"Ucap Kiara.


Kemudian Dewa mengambil sisa makanan dipiring Kiara untuk dimakan.Ia tidak menyentuh sushi yang sudah Clara berikan tadi, Sebab semua orang tau, Dewa tidak suka berbagi makanan apalagi dengan orang yang gak ia cintai.


Wajah Clara pun menjadi masam,usahanya mendekati Dewa ternyata gagal.Tapi ia tidak putus asa,banyak ide untuk mendapatkan apa yang ia mau.


Setelah selesai makan, Dewa mengajak Kiara pulang.Sebenarnya sahabat sahabat Dewa mengajaknya untuk nongkrong ditempat lain,tapi karna besuk harus kerja dan Kiara harus sekolah jadi ia menolaknya.


Selama perjalanan pulang,Kiara hanya diam.Entah karna kekenyangan atau pun ada masalah lain.Dewa tau dia harus menjelaskan pada Kiara tentang masa lalunya.Ia tidak mau masalah ini berlarut larut.


"Kok tidur disitu yank?"tanya Dewa lalu mendekati Kiara.


"Iya mas,aku kekenyangan"ucap Kiara sambil mengelus perut nya.


Kemudian Dewa duduk disamping kiara, Dewa meletakan kaki Kiara diatas pangkuannya.Lalu perlahan memijitnya.


"Mas mau ngapain ?"tanya Kiara.


"Mas mau mijitin kamu"ucap Dewa.


"Dulu mas kuliah,mas pernah pacaran dengan teman kampus mas"lanjut Dewa.


"Kenapa tiba tiba mas bahas itu?"


"Karna mas merasa,mas harus ceritain ini sama kamu.Mas gak mau kalo suatu saat masalah ini jadi bumerang buat hubungan kita"Jelas Dewa.


"Oke..."jawab Kiara singkat.


"Namanya Bella,dia orang Amerika. Dia seorang gadis dari keluarga sederhana.Mas pacaran sama dia kurang lebih 5 tahun.Mas udah serius sama dia,mas udah siap untuk ngelamar dia.Tapi suatu saat dia gak pernah lagi masuk kampus.Mas bingung,mas cari dia keasrama,mas tanya temen temen dia tapi tidak ada yang tau.Sampai suatu saat mas dapet pesan dari dia,yang isinya ia mengajak mas ketemu.Mas seneng banget saat itu,tapi saat mas temui dia,ternyata dia ngajak mas putus.dia bilang orang tuanya tidak merestui,dan dia juga bilang kalo dia sudah dijodohkan dengan orang yang sederajat dengan dia"cerita Dewa.


"Mas gak bisa terima keputusan nya itu,mas berusaha untuk tetap mempertahankan dia tapi semua sia sia.Hingga saat dia menikah,mas baru tau kalo semua ini karena ulah orang tua mas.Mereka mengancam akan menghancurkan segalanya kalo masih berhubungan dengan mas.Sebab itulah hubungan mas dengan keluarga gak begitu baik"lanjut Dewa.


"begitulah inti ceritanya,kalo mau diceritain semua gak bakal habis."


"Kalo suatu saat orang tua mas ngelakuin hal yang sama ke aku gimana?"tanya kiara hati hati


"Mas akan pertahankan kamu dengan nyawa mas sendiri"ujar Dewa penuh keyakinan


"Makasih ya mas,"ucap Kiara sambil memeluk Dewa.


Tapi entah Kiara meragukan perkataan Dewa,ia harus menyiapkan hatinya untuk kemungkinan yang paling buruk.


"Aku gak suka dech ngelihat temen mas yang cewek tadi"keluh kiara.


"Temen mas mana?"


"Itu,siapa tadi ya namanya.Cla...clara atau siapalah itu"


"Oh...dia bukan temen mas.mas baru 2 kali ketemu sama dia.Kenapa kamu gak sukanya"


"gak tau,kayaknya dia suka dech sama mas"ucap Kiara sedikit kesal.


"kenapa,kamu takut ya mas diambil sama dia?"


"Ya iya lah,kalo dibandingin sama aku dia lebih unggul segala galanya.Dia udah cantik,seksi,asetnya depan belakang oke.Apalah aku yang rata kayak gini"ucap Kiara,dengan lemas.


"Hahahahaha..masak rata?sini coba mas intip dulu"goda Dewa.


"Dih si om mesum"ucap Kiara sambil menyilang kan tangannya didada.


"Hahahaha...mau mas buat biar cepat tumbuh gak?"goda Dewa lagi.


"Udah ah,aku ngantuk.Ngeladeni mas yang lagi mesum gini bisa bisa aku jadi gak polos lagi"Ucap Kiara kemudian meninggalkan Dewa yang sedang tertawa puas.


.


.


.


.


.....


.


..


.


.


.


.


.


.


..


. bersambung