
Pagi itu Kiara memerankan peran baru,ya walau cuma sebagai tunangan Dewa.Setelah bangun Kiara segera pergi kedapur untuk memasak.
Karna sudah selesai ujian jadi Kiara gak wajib untuk masuk sekolah.Jadi dia bisa santai dirumah
Hari ini kiara hanya menyiapkan sandwich dan kopi hitam untuk dewa.setelah selesai ia segera pergi kekamar Dewa untuk membangunkan nya.
sampai didepan kamar Dewa,Kiara segera membuka pintu dan segera masuk kedalam.Seperti biasa Dewa masih tidur diatas ranjangnya.
"Kalo lagi ngambek aja bisa bangun sendiri tanpa dibangunin"Gumam Kiara lirih.
"Aku denger Lo yank"ucap Dewa dengan mata yang masih tertutup.
"Mas udah bangun?kenapa gak langsung mandi dan siap siap kekantor."kata Kiara.
"Mas kan nunggu calon istri mas kesini dulu.Mas mau dikasih morning kiss"ucap Dewa kemudian menarik Kiara dalam pelukannya.
"Ih...mas mandi dulu sana,aduh mas Dewa berat mas"ucap Kiara yang sudah ditindih Dewa.
"Mas mau ngapain?"tanya dia langsung waspada
"Mas gak ngapa ngapain,mas cuma pengen liat wajah kamu dari dekat aja"
ucapan dewa membuat kiara malu,lalu Kiara memalingkan wajahnya yang merah.
"Ya udah kalo gitu lepasin"ucap Kiara berusaha melepaskan genggaman tangan Dewa.
"gak mau,cium dulu baru mas lepasin"kata Dewa sambil memonyongkan bibirnya.
"Gak mau,"ucap kiara
"Ya udah kalo gak mau mas bakal kayak gini terus."
"Lepasin mas"ucap Kiara memohon
"Gak.."
"..mas..."
"enggak"
"Ya udah sini aku cium,tapi pipi atau kening aja ya"
"Gak mau,maunya dicium ininya"ucap Dewa memonyongkan lagi bibirnya.
"gak mau"
"Ya udah nih cium pipi mas...tapi lain kali bibirnya ya."
"Iya,"kata Kiara mulai sebel.
"Tapi cium pipi mas 10 kali ya"
"Dih maunya"
"Ya...ya...ya..."
"Ya udah sini deketan"ucap Kiara, Dewa pun mendekatkan pipinya kearah Kiara.
awalnya berjalan lancar tapi namanya juga Dewa kalo keluar isengnya suka gak ada akhlak.
Saat kau kiara mencium Dewa tiba tiba dewa menghadap wajah Kiara,dan benar saja ciuman itu tepat mengenai bibir Dewa.Dengan cepat Dewa menyebar bibir Kiara dan mulai menyesapnya.Kiara pun berhasil melepaskan diri.Dan dia mendorong tubuh Dewa.
"Mas Dewa keterlaluan"ucapnya kesal.
"Manis yank rasanya"kata Dewa sambil menyusap bibir sendiri.
"Dasar Om Om mesum"ucap Kiara kemudian pergi dari kamar dewa.
Dewa hanya tertawa puas saat melihat Kiara seperti itu.Kiara keluar dari kamar Dewa,belum jauh ia pergi kemudian Kiara balik lagi kekamar Dewa.Ia melongok kan kepalanya dari balik pintu kamar Dewa.
"mas buruan mandi,aku udah siapin baju sama sarapan dibawah."ucap Kiara
"Iya sayank ku,kamu gak sekolah yank?"tanya Dewa.
"Gak,kan habis ujian jadi bebas boleh masuk boleh gak"ucap Kiara kemudian pergi menuju dapur.
Tak selang beberapa lama Dewa turun dari lantai 2 menuju dapur.Terlihat Kiara yang sedang beberes dapur.
"kok mas belum siap?bentar lagi mas Danu Dateng Lo"tanya Kiara saat melihat Dewa menuruni anak tangga.
"Mas hari ini cuti sayank"ucap Dewa kemudian duduk diruang makan.
"Kok cuti emang dalam rangka apa?"ucap Kiara sambil meletakan cangkir kopi didepan Dewa.
"kan hari ini kamu libur,jadi mas mau nemenin kamu"ucap Dewa kemudian menggigit sandwich nya.
"Huffttt..dasar bos,suka seenaknya sendiri"kata kiara yang membuat Dewa tertawa.
Setelah acara sarapan selesai,Kiara segera mencuci piring kotor sedangkan Dewa pergi ketaman belakang dengan membawa tabletnya.
Terlihat Dewa fokus menatap layar tabletnya,kemudian Kiara menyusul Dewa dengan membawa buku bacaannya.Kiara duduk disebelah Dewa dan mulai membaca bukunya.
Dewa merangkul Kiara dengan mata yang masih menatap tablet.Kiara tampak nyaman berada di dekapan Dewa.
Kemudian Dewa meletakan tabletnya diatas meja,kemudian melihat buku yang dibaca Kiara sesaat.
"Rencananya mau kuliah kemana yank?"Tanya Dewa membuka obrolan.
"Mmmm... pengennya sih kuliah di UI Mas,Aku udah ikut tes beasiswa disana tapi gak tau bisa keterima apa gak"jawab Kiara
"Ya kalo bisa keterima beasiswa kan duwitnya bisa dipake buat yang lainnya mas"kata Kiara
"ya terserah kamu aja dech yank"kata Dewa.
Angin berhembus sepoi-sepoi,membuat mata Kiara menjadi mengantuk ditambah ia masih bersandar kedada bidang milik Dewa.
"Mau kemana?'tanya Dewa saat Kiara hendak beranjak.
"Mau kekamar"
"Mo ngapain?"
"Mau tidur,ngantuk"ucap Kiara.Kemudian Dewa menepuk pahanya sendiri,agar Kiara tidur dipangkuannya.
Tanpa berpikir panjang Kiara kemudian merebahkan kepalanya kepaha Dewa.Dewa dengan lembut mengusap rambut Kiara,dengan satu tangannya memegang tablet.
Kiara mulai memejamkan matanya,berada didekat Dewa membuatnya nyaman.
Menjelang siang,Kiara belum ada tanda tanda akan bangun,sedangkan tempat duduk mereka mulai panas.Dengan hati hati Dewa mengendong kiara untuk masuk kedalam kamar.
Setelah sampai kamar Kiara,Dewa dengan pelan meletakan Kiara diatas tempat tidur.melihat Kiara yang semakin nyenyak tidur membuat Dewa ingin menemaninya.
kemudian Dewa tidur disebelah Kiara, Dew menarik kiara kedalam pelukannya.Dan mereka berdua pun sama sama tertidur pulas.
Matahari sudah meninggi saat Kiara membuka matanya.kiara sedikit kaget saat melihat Dewa yang ikut tidur dikamarnya.Ia memperhatikan wajah Dewa yang ditumbuhi bulu halus dengan teliti.ia mengamati setiap senti pada wajah Dewa.Seperti tak pernah bosan untuk Kiara melihatnya.
"Mas tau kalo mas itu ganteng yank"ucap Dewa dengan mata yang masih tertutup.
"Dih PEDE nya"ucap Kiara sewot kemudian membelakangi Dewa.
Dewa merengkuh pinggang Kiara agar mendekat padanya.Dewa kemudian mengusap perut Kiara dengan lembut.
"Dewa junior baik baik ya diperut mami, Deddy akan tunggu kamu"ucap Dewa.
"Kamu ngapain mas,?"Tanya Kiara yang sedikit risih dengan sikap Dewa.
"Mas lagi komunikasi dengan calon anak kita,"
"suka ngaco dech,"ucap Kiara sewot.
"Mang kamu gak mau punya anak dari mas yank?"tanya Dewa pura pura sedih.
"Ya mau,tapi nanti kalo dah nikah"
"ya udah kalo gitu,hamilnya nanti kalo udah nikah.Tapi kita cicil sekarang aja gimana?"goda Dewa
"Cicil,dikira mau kredit motor"
"Ya yank,mau ya.ayo sekarang kita cicil"goda Dewa lagi,membuat Kiara menjadi waspada
"Gak ..no...no ..no"ucap Kiara tegas.
"Ayo lah yank,"paksa Dewa
"Gak mau sakit"ucap kiara keceplosan
wajah Kiara pun menjadi merah,kemudian ia segera bangun dari kasur dan lari keluar kamar.
Dewa hanya tertawa melihat reaksi wajah Kiara.
Kemudian Kiara pergi kedapur untuk mengambil air minum.Gak tau kenapa udara terasa panas.
"Non sakit?'kok wajahnya merah gitu"tanya bibi saat melihat Kiara.
"Gak kok bi,aku cuma kepanasan saja"ucap Kiara sambil mengibas ngibaskan tangannya.
"Oh...kirain sakit,oh iya non mau dimasakin apa?"tanya Bibi
"Apa aja dech bisa, terserah"
"Ya udah bibi buatin SOP ayam mau?"
"iya Bi,pake sambel kecap ya Bi"
"siap non"
"sini bi, Kiara bantuin"kata kiara sambil membantu bibi memotong sayuran .
.
.
.
.
.
.
.
.
....
. Bersambung