Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 79



kemudian Dewa berdiri,lalu Dewa menyematkan cincin Kejari manis Kiara.Sebaliknya Kiara pun menyematkan cincin dijari Dewa.Terdengan sorak Sorai yang meriah kala Dewa mencium kening Kiara.


"Terima kasih untuk teman teman rekan dan kerabat kami yang sudah menyempatkan diri hadir diacara pertunangan kami.pasti diantara kalian berpikir kalo saya terburu buru dalam menyiapkan acara ini.Memang betul karna saya takut dia akan lari meninggalkan saya.Jadi hari ini diacara tunangan ini secara tidak langsung saya sudah mengikat dia,jadi jangan berfikir untuk tinggalin mas"ucap Dewa memberi pidato.


"Tak usah berlama lama,silahkan menikmati hidangan makan malam ya sudah disediakan"lanjut Dewa mengakhiri sambutannya.


Kemudian Dewa mengajak kita turun dari panggung dan berbaur dengan tamu undangan lainya.


Saat turun Kiara sudah disambut oleh Mbok Yati dan mas Adit.


"Mbok, Mbok sampai jauh jauh datang kesini"ucap Kiara sambil memeluk Mbok Yati.


"iya nok,Tadi siang calon suamimu ini datang kerumah buat jemput simbol sekaligus minta doa restu buat kalian. hari yang bersejarah buat kamu.Mbok bahagia liat kamu sekarang Nok.Gak kerasa anak embok udah mau nikah aja."Ucap mbok sambil membalas pelukan Kiara.


"Selamat ya Ki,aku ikut bahagia"ucap Adit sembari memeluk Kiara tapi dihalangi oleh dewa.


"Bukan muhrim "ucap Dewa sewot.


"Iya iya...huffttt"kata Adit


"Sekarang mbok sama mas Adit makan dulu ya,aku mau keliling dulu"


kemudian Kiara dan Dewa kembali menemui tamu lainnya.


"Selamat brow,gercep juga Lo.Takut ya gue duluan"Ucap Erick.


"makasih bro, sendirian aja lo.Brian mana?"


"Brian gak tau anak itu,setelah pesta kemarin dia gak kelihatan"ucap Erick.


"Ya udah, have fun ya.gue mau keliling dulu.'


"Siap,selamat ya Ki"


"Makasih kak"


kemudian Kiara dan Dewa bertemu dengan orang tua ketiga sahabat Kiara.


"Om Tante, terimakasih sudah menyempatkanan waktu untuk datang kesini"ucap Kiara sambil cipika cipiki dengan para Tante.Sedangkan para om sedang ngobrol dengan Dewa.


"selamat ya sayang.Ya ampun malam ini kamu cantik banget,sampai pangling Tante tadi"ucap mama Luna.


"selamat ya sayang,Tante ikut bahagia"ucap mami Ajeng.


"Selamat cantik,semoga langgeng ya sayank"ucap bunda Tari.


"Makasih Tante,Ajeng, Luna sama Tari gak ikut Tan?"Tanya Kiara,membuat wajah para Tante berubah menjadi sedih.


"Ajeng,..."ucap mami Ajeng seperti bingung mau memberi alasan apa pada Kiara.


"Iya Kiara tau kok Tante,hubungan kita kan sudah tak sedekat itu.Kiara ngerti kenapa mereka gak mau datang.Kiara gak apa apa kok,dengan kehadiran om dan Tante sudah cukup buat Kiara."ucap Kiara dengan senyum getir.


"kalo begitu,silahkan menikmati hidangan yang sudah disediakan"Ucap Dewa.


kemudian Dewa menemui Bibi dan pak Usub yang juga di acara itu.


"Ya ampun non, non cantik banget.Selamat ya non,atas pertunangan nya"ucap bibi


"Makasih ya Bi,"ucap Kiara sambil memeluk bibi


"Selamat ya non,tuan"ucap pak Usub.


"makasih pak"


Kemudian yang terakhir,Kiara bertemu dengan Dian dan Danu yang menjadi seksi sibuk diacara Dewa dan kiara ini.


"Mbak Dian sibuk amat dari tadi"Ucap Kiara.


"Kiara selamat,akhirnya kamu bakalan nyusul aku sama mas Danu."Ucap Dian kemudian memeluk Kiara.


"selamat bos,"ucap Danu.


"Ya sudah kalian ngobrol dulu ,mas sama Danu mau kesana dulu"Ucap Dewa kemudian menepuk kelapa Kiara pelan.


"Iya mas"ucap Kiara,setelah ditinggal Dewa raut muka Kiara yang semula bahagia berubah menjadi sedih.membuat Dian yang melihatnya menjadi kwatir.


"Ki kamu kenapa,ini hari bahagia kamu kenapa malah sedih seperti ini?"


Kiara sedih karna seharusnya ada ayahnya yang menyaksikan hari bahagia dalam hidupnya ini.Meskipun cuma tunangan setidaknya ini tahap awal menuju pernikahan.


Ia juga ingin dikelilingi oleh orangtuanya dan direstui pula oleh orang tua dewa.tapi sepertinya itu tidak akan terjadi.


"Ki,setidaknya Mr. Dewa selalu ada buat kamu.Jadi kalian bisa hadapi masalah ini sama sama.untuk urusan doa restu,dengan berjalannya waktu dengan melihat ketulusan kamu mencencintai Mr Dewa cepat atau lambat orang tuanya pasti akan segera luluh.Jadi kamu gak boleh sedih ya.Kamu liat Mr. sudah berusaha mengumpulkan mereka semua malam ini"ucap Dian memberi semangat pada Kiara.


"Iya mbak semoga aja"Kata Kiara,tapi ia masih menyimpan sesuatu yang mengganjal dihatinya.


Acara pertunangan Kiara dan Dewa berakhir dengan lancar.Para tamu undangan pun satu persatu meninggalkan tempat acara.


hanya tersisa Kiara dewa,mbok Adit,Dian Danu,bibi dan pak Usub disana.Mereka saling mengobrol dan makan.


Kiara senang bisa bertemu dengan mbok dan Adit,tapi karna ada urusan penting malam itu juga mereka pamit kembali ke Surabaya.


Malam sudah sangat larut saat Kiara dan Dewa sampai dirumah.Kiara terlihat duduk diruang tengah,sambil melepas high' heels yang ia pakai.melihat itu Dewa menghampiri Kiara lalu ia jongkok didepan kira untuk membantu kiara melepas sepatunya.


"Gimana perasaan kamu yank?"tanya Dewa


"Aku senang mas,makasih ya mas udah milih aku jadi pendamping kamu."ucap Kiara sambil membelai wajah Dewa.


"Iya sayank, makasih kamu sudah mau dampingi aku.Maaf ya,mas baru bisa buat kamu jadi tunangan mas.mas gak bisa langsung nikahi kamu,kamu tau perlu persiapan untuk itu.Jadi tunggu mas beberapa bulan ini ya,sambil jalan mas sambil siapin acara buat kamu.Kamu mau kan nunggu mas?"


"Iya mas,Aku akan tunggu mas sampai kapan pun"ucap Kiara.


"Ya udah kekamar yuk"Ajak Dewa sambil menuntun Kiara.


saat tiba dilantai dua kiara segera pergi kekamarnya.


"eh mau kemana?"tanya Dewa


"Mau kekamar donk"jawab Kiara


"Bukannya kita udah boleh satu kamar?"goda Dewa.


"kita cuma tunangan mas,belum nikah jadi gak boleh satu kamar"ucap Kiara dengan. malu.


"Kalo gak sekamar gimana coba bisa buat Dewa juniornya"goda Dewa yang membuat wajah Kiara menjadi merah.


"Mas dewa mesum"ucap Kiara buru buru masuk dan membanting pintu kamarnya.


"Hahahaha lucu banget sih wajah malunya itu"kata dewa kemudian masuk kamar.


Didalam kamar dada Kiara berdetak kencang,seperti serangan jantung.Ia bahagia kini ia sudah menyandang status baru sebagai tunangan Kiara.


Kiara mengambil bingkai foto yang ada diatas nakas.Dilihatnya foto itu,


"Bunda ayah,hari ini Kiara bahagia sekali.Karna Kiara sudah bertunangan dengan mas dewa.meskipun ayah sama bunda tidak ikut hadir,tapi Kiara tau kalian pasti juga ikut bahagia.Kiara selalu berdoa semoga kelak waktu Kiara nikah ayahlah yang menikah kan Kiara.Semoga aja ya yah"ucap Kiara menatap foto nya waktu kecil saat bersama kedua orangtuannya


setelah membersihkan diri,Kiara pun segera tidur.Ia berharap semoga mimpi indah ini tidak akan berakhir.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..... bersambung