Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 26



Setelah selesai sarapan,Dewa dan Danu langsung menuju Kantor. Sedangkan Kiara kembali ke Apartemen Dewa.


Sesampainya di Apartemen,Kiara merebahkan dirinya di kasur.Sepi,itu yang dirasakan Kiara saat ini.


Untuk menghilangkan penak,Kiara mulai memainkan handphone nya.Tiba tiba handphone nya pun berdering.


"Hallo."Kata kiara.


"Hay Ki,lagi ngapain?"Tanya Luna


"Lagi rebahan aja dikamar,kamu lagi ngapain Lun?"tanya Kiara balik.


"Aku lagi jalan jalan Ki,tau gitu kamu ikut aku aja."kata Luna yang sedang liburan ke Raja Ampat.


"Iya lain kali dech,ini aku lagi di Surabaya. Ikut mas Dewa".Jelas Kiara.


"Cie...ceritanya lagi liburan berdua ni,banyak peningkatan donk?."Goda Luna


"Boro- boro,ini aja aku ditinggal kerja."Kata Kiara cemberut


"Hahahahah...kasihan.Tenang aja nanti aku kasih oleh oleh yang banyak."kata Luna.


"Oke dech,"balas kiara


"Ya udah nanti kita lanjut lagi ya,ini si Mami lagi ribet".kata Luna.


Setelah itu, Kiara memutuskan untuk jalan jalan.Untung saja ia masih cukup hafal dengan jalan yang ada di Surabaya.


Kiara keluar Apartemen dan segera memesan Ojol. Tak lama Ojol jemputan Kiara pun datang, setelah memastikan lokasi tujuan akhirnya motor matic itu pun meninggalkan apartemen.


Mereka menembus kemacetan kota Surabaya, Dan akhirnya mereka sampai dipinggiran kota Surabaya.


Tempat yang tergolong sepi,akhirnya motor itu pun berhenti tepat didepan pintu pemakaman.


Setelah membayar,Kiara segera menapaki jalan setapak menuju makam Bunda nya.Sebelum itu,tak lupa ia memberi satu keranjang bunga mawar.


Tak perlu waktu lama untuk menemukan makam Bunda. Karena Kiara Sangat hafal dimana tempatnya.Makam Bunda sangatlah terlihat bersih dan rapi.Seperti ada orang yang rajin mengunjungi.


Kiara lalu duduk disamping makam Bundanya.Lalu Kiara mengirimkan doa untuk Bunda nya.


Setelah selesai Kiara menaburkan bunga diatas makam Bunda nya.


"Assalamualaikum Bunda,Bunda Kiara minta maaf karna sudah lama Kiara tidak kesini.Kiara sekarang tinggal di Ibukota Bunda,disana Kiara ketemu orang orang baik Bunda."kata Kiara


Kemudian Kiara menceritakan apa yang ia alami selama hidup di Ibukota.Ia menceritakan tentang Ajeng, Luna,Tari beserta keluarganya yang sudah baik terhadap Kiara. Ia juga bercerita tentang Dewa yang sudah mau melindunginya.


"Bunda,Kiara bingung.Sebenarnya Kiara salah apa kepada Ayah?Kenapa Ayah menganggap Kiara sudah meninggal?kenapa Ayah dulu ninggalin Kiara sendiri?Apa Ayah sudah tidak sayang sama Kiara lagi? Haruskah Kiara benci sama Ayah?."kata Kiara dengan bercucuran air mata mengungkapkan apa yang ia pendam selama ini.


Kiara duduk disana cukup lama,tak terasa hari sudah sore.Sebenarnya Kiara berat untuk pergi dari sana.


"Bunda Ki pulang dulu ya,besuk Ki balik lagi kesini. Ki sayang Bunda."kata Kiara kemudian pergi dari sana.


Sesampainya didepan pemakaman Kiara mengeluarkan handphone nya untuk memesan Ojol.


"Kok dicancel terus sich!"kata Kiara jengkel


Kemudian Kiara memutuskan untuk berjalan ke jalan besar yang jaraknya tak begitu jauh. Kiara akhirnya berhenti disebuah halte,kemudian ia mencoba mengorder Ojol lagi.


"Ah... akhirnya nyantol juga!".kata Kiara saat orderannya tidak dicancel


Tak lama kemudian Ojol orderan Kiara pun datang.


"Mas,kok dari tadi orderan saya dicancel terus ya?"tanya Kiara


"waduh gak tau saya Mbak,emang tadi order dimana Mbak?mungkin lokasi jemput nya terlalu jauh."kata Mas Ojol


"Tadi saya order di makam sana mas".kata Kiara sambil menunjuk arah makam.


"Oh pantes aja di cancel Mbak,soalnya sudah beberapa kali ada kejadian Ojol nganter dedemit dari sana".jelas Mas ojol.kiara hanya ber o ria.kiara mengerutkan dahinya saat melihat Mas Ojol seperti ketakutan.


"kenapa Mas?saya manusia Mas,bukan demit atau kuntilanak.Nih liat kaki ku masih napak ditanah."kata Kiara dengan kesal sambil menghentakkan kaki nya ketanah.


"Maaf Mbak,"kata mas Ojol sambil menggaruk kepalanya.


Kiara pun menaiki motor bebek itu,sebelum0 motor itu melaju handphone Kiara yang ada di tasnya berbunyi.


"Hallo Mas."kata Kiara saat menerima telp dari Dewa.


"Lagi dimana Ki?"tanya Dewa.


"Lagi dijalan Mas,mau pulang.Mas sudah pulang?.


"Sudah"jawab Dewa singkat


"Oh..ya udah aku mau berangkat sekarang".


"Iya,hati hati".kata Dewa lalu mematikan handphone nya.


Kemudian Kiara pun melanjutkan perjalanannya.


Singkat cerita Kiara sudah sampai didepan lobby apartemen Dewa.kemudian Kiara mengeluarkan uang dari dompetnya.


"Nich mas,ati ati nanti duitnya berubah jadi daun Lo"kata Kiara menggoda si Mas Ojol.


"Ah..Mbak bisa aja".kata Mas Ojol sambil nyengir.


Kiara pun segera memasuki apartemen.Sampai diapartemen Dewa,Kiara pun masuk kedalam.Terlihat Dewa sedang menonton TV dan Danu sedang sibuk dengan laptopnya.


"Kamu dari mana Ki?"tanya Dewa saat melihat kedatangan Kiara.


"Tadi abis ke makam Bunda Mas".kata Kiara sambil duduk disamping dewa


"Kenapa Ki?"tanya Dewa yang melihat Kiara datang dengan muka ditengkuk.


"Sebel banget dech,masak dari tadi aku order Ojol di cancel terus sama tukang Ojol nya!"kata Kiara memonyongkan mulutnya.


"Emang kenapa di cancel?"tanya Dewa yang penasaran.


"Tadi aku sempet tanya sama tukang ojolnya kenapa orderan ku di cancel.Terus kata tukang ojolnya takut kalo yang yang di order demit karna order diarea pemakaman.Emang dikira aku apaan?sundel bolong?".kata Kiara makin sebel.


"hahahaha kamu bukan sundel bolong Ki,tapi nenek lampir".seru Danu dengan puas.


"Kampret kamu mas,"kata kiara sewot,dan Danu pun tertawa makin keras.


"Ya udah kamu mandi dulu gih,terus ikut aku".kata Dewa.


"Kemana mas?"tanya Kiara


"Udah nanti juga tau!"kata Dewa


Kiara pun menuruti apa kata Dewa,sebelum pergi Kiara masih sempat sempatnya memukul Danu dengan bantal sofa.


Setelah selesai mandi,Kiara menghampiri Dewa yang ada di ruang tengah. Terlihat Dewa yang sedang menunggu Kiara


Mata kiara terbelalak kagum saat melihat Dewa.Dewa tampak sangat tampan,dengan stelanan jas hitam yang ia kenakan.


sebenarnya hampir setiap hari Kiara melihat Dewa berpenampilan seperti itu,dan hampir setiap hari juga Kiara selalu takjub melihat Dewa.


"Rapi banget mas,mau kemana?".tanya Kiara yang sudah sadar dari rasa kagum nya.


"Nanti aku kasih tau,sekarang kita berangkat dulu!" ajak Dewa sambil menggandeng tangan kiara menuju keluar.


Dengan bingung Kiara mengikuti Dewa dari belakang.Merekapun berangkat dengan mobil nya menuju suatu tempat.


Tak lama kemudian,mobil hitam milik Dewa pun berhenti disebuah butik ternama di kota Surabaya. Tanpa pikir panjang Dewa keluar dari mobil diikuti dengan Kiara.


"Ngapain kita kesini mas?"tanya Kiara makin bingung.


"Udah masuk dulu,gak ada waktu buat jelasin sekarang".kata Dewa masuk kedalam butik.kiara mau tak mau pun harus mengikuti Dewa.


"Selamat malam Tuan,bisa saya bantu?".sapa pegawai butik.


"Tolong make over dia"kata Dewa sambil menunjuk Kiara ya penampilannya bagai Upik abu.


"Baik tuan,"kata pegawai butik segera melaksanakan perintah Dewa.


Kini Kiara sedang di-make up dan Dewa sedang berkeliling memilih gaun yang akan dipakai Kiara.


Dengan teliti Dewa memilah dan mempertimbangkan gaun yang pas untuk Kiara.


"Ini terlalu terbuka".gumam dewa saat melihat gaun kurang bahan.


"ini tertutup tapi belakangnya kayak sundel bolong".gumamnya lagi.


kemudian Dewa berkeliling kembali, akhirnya matanya melihat gaun yang sederhana tetapi elegan yang serasi dengan dirinya.


Lalu Dewa menyerahkan gaun kepada pegawai butik lainnya.


30 menit kemudian Kiara selesai di-make over ia keluar menemui Dewa yang sudah lama menunggu.


Dan dewa pun terperanjat kagum melihat kecantikan Kiara.Dengan dandanan seperti ini kiara terlihat dewasa.


"Aneh ya mas?"tanya Kiara yang bingung melihat respon Dewa


"Gak kok,yok berangkat".ajak dewa dengan cuek.


Padahal didalam hatinya memuji kecantikan Kiara.


Setelah selesai dengan urusan butik,Dewa melajukan mobilnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


maaf ya gaes,tepat up nya.


soalnya Thor ada sedikit kerjaan.


jadi mohon dimaklumi.


pokoknya tetep dukung Thor ya.


jangan lupa like,komen,vote buat Thor


makasih