Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 117



Dewa mengusap ujung bibir kiara,dengan lembut dewa kembali mencium bibir kiara.Gerakan dewa sangat lembut membuat kiara kembali terbuai.


lama kelamaan ciuman dewa semakin dalam,dan perlahan ciuman itu sudah beralih keleher jenjang kiara.Tak tinggal diam tangan dewa berhasil menyusup masuk kedalam kaos yang dipakai kiara,dan mencari benda kenyal milik kiara.


tapi saat tangan dewa hampir memegangnya kiara berhasil menghentikan dewa.


Dewa kemudian menatap kiara,matanya seakan bertanya "kenapa".Tanpa kata kiara pun menjawab dari sinar matanya.


Dewa pun mengerti,seketika ia merutuki kebodohannya karna tidak bisa menahan nafsunya saat berdua dengan kiara.


"maaf...maafin mas...mas gak bisa mengendalikan diri mas"ucap dewa penuh penyesalan.


kira hanya mengangguk,ia bingung harus berkata apa.


"kalo gitu mas kekamar mandi dulu ya"kata dewa kemudian segera kekamar mandi untuk menuntaskan hasratnya sendiri.


Kiara kembali menatap layar tv,sambil menyetabilkan irama jantungnya yang sedari tadi berdegup kencang.


Tiba tiba hpnya diatas meja pun berbunyi,kira segera meraih dan melihat nama yang tertera dilayar hp. Raut wajahnya pun seketika berubah saat mengetahui siapa yang menghubungi nyaa.


Dengan memberanikan diri kiara menerima panggilan itu.


"ha...halo"sapa kiara gugup.


"masih betah kamu disana?"ucap orang diseberang sana.


"maaf tuan..."


"saya tidak butuh maaf kamu,saya minta kamu pergi dari rumah cucu saya."


"saya sudah memberi peringatan kepada kamu,jangan salahkan saya kalo saya menghancurkan mereka semua"


"jangan tuan besar...saya mohon...saya janji akan segera pergi dari sini...beri saya sedikit waktu lagi"


"oke...saya kasih kamu 1 kesempatan terakhir...kalo dalam waktu 3 hari kamu belum pergi dari sana.kamu akan melihat orang orang yang kamu sayangi akan hancur karna keegoisan kamu."kata kakek dewa dengan tegas.


kiara hanya mematung setelah mendengar perkataan kakek.Ia sangat berat untuk meninggalkan dewa,tapi ia juga tidak mau melihat orang orang yang ia sayangi hancur.Pikiran kiara menjadi kacau,hatinya seakan bergejolak antara bertahan atau pergi.


sampai dewa duduk disebelahknnya pun kiara masih melamun.


"hay sayank,kenapa ngelamun?dari tadi mas panggil panggil gak denger?"tanya dewa


"eh mas...gak apa apa mas"ucap kita sambil tersenyum menutupi kegundahan hatinya.


"habis terima telpon dari siapa?"


"gak ada kok mas..."kata kiara kembali berbohong.


"sanggupkah aku hidup jauh dari kamu mas"kata kiara dalam hati.


"kenapa liatin mas terus,?"tanya dewa


"mas ganteng"ucap kiara sambil tersenyum lebar.


"kamu baru sadar kalo mas ganteng"goda dewa


"heheheh...kalo mas gak ganteng gak bakalan aku suka sama mas"jawab kiara.


"oh gitu ya"kata dewa sok ngambek.


"hahaha...jangan ngambek donk nanti hilang lo ganteng nya."


"biarin"


"ulu..ulu...jangan marah ya sayang"rayu kiara sambil memeluk dewa dengan erat.


tak terasa air mata kiara pun mengalir deras.


"loh...loh...kenapa sayank,kok malah nangis.mas cuma bercanda kok.mas gak marah.."


Dewa bingung kenapa kiara tiba tiba menangis.Dewa membiarkan kiara menangis sambil membalas pelukannya.


"kamu kenapa?"tanya dewa saat kita sudah agak tenang.


"gak apa apa mas,aku cuma bayangin kalo harus jauh dari kamu"


"sayang mas cuma pergi paling lama 1 minggu,kita kan juga bisa telponan video call tiap hari"


"iya mas"ucap kiara,ada kesedihan dimatanya.


"Kalo kamu kayak gini,mas jadi gak tenang ninggalin kamu.gimana kalo kamu ikut aja?"


"gak mas,bentar lagi kan aku harus daftar kuliah.aku mau liat liat kampus dulu"


"ya udah...jangan nangis lagi ya"kata dewa,yang dibalas anggukan kiara.


mereka pun melanjutkan quality time mereka sampai sore dengan menonton film dirumah.setelah kejadian tadi,kiara menjadi sedikit manja pada dewa.Ia juga tidak mau jauh jauh dari dewa.ia selalu mengikuti kemana dewa pergi.


malam hari,dewa mengajak kiara untuk makan malam romantis di sebuah restoran bintang 5.Kiara dan dewa tiba,mereka sudah disambut dengan lampu kelap kelip yang menghiasi tempat khusus yang sudah di pesan dewa.


"gimana yank?"tanya dewa sambil mengenggam tangan kiara.


"Bagus banget mas..."ucap kiara dengan wajah yang berbinar2.


"kamu suka"tanya dewa lagi


"suka banget mas,makasih ya.Tapi kenapa mas ngelakuin ini semua?hari ini kan bukan hari spesial"


"mas mau nebus kesalahan mas kemarin...maafin mas ya"


"iya mas...aku udah maafin mas kok"


mereka pun memikamati makan malam mereka,setelah selesai dewa dan kiara pun memutuskan untuk pulang.


sesampainya dirumah,setelah ganti baju kiara pun segera merebahkan tubuhnya dikasur.Tak lama dewa pun menyusul,dan akhirnya mereka tidur sambil berpelukan.




matahari sudah menunjukan sinarnya tepat waktu.seperti biasa kiara sudah berkutat didapur.Tak lama dewa turun dengan memakai setelan jas lengkap.



Tak seperti biasanya,dewa sudah bangun pagi pagi sekali karna harus bersiap menuju bandara.



Tak lama Danu pun datang untuk menjemput dewa.



"udah dateng mas,sini ikut sarapan dulu"kata kiara pada Danu.



"iya ki makasih tadi aku udah makan dirumah"



"ooo...kalo gitu kopi mau"




"wah...sekarang enak ya mas...ada mbak dian yang nyiapin semua"



"heheheh ya gitu lah"kata Danu.



"oh iya kopernya sibos ada dimana ki?"



"masih diatas mas"



"oh ya udah kalo gitu aku ambil dulu ya"kata Danu kemudian berlalu menuju lantai atas.



"mas aku bantuin mas Danu dulu ya"kata kiara pada dewa yang sedari tadi menikmati sarapan nya.



kemudian kiiara menyusul Danu.



"mas... tolong jagain mas dewa ya"ucap kiara



"iya ki tenang aja itu kan udah tugas aku,kamu gak usah kwatir seminggu kedepan bos akan aku jagain"ucap Danu.



"gak cuma seminggu kedepan,tapi untuk selamanya"



"maksudnya apa ki"



"sudah saatnya aku pergi mas,jadi tolong jaga mas dewa saat aku gak ada ya"ucap kiara dengan mata yang berkaca kaca



"maksud kamu...kamu beneran akan pergi dari sini?"



"iya mas,aku gak bisa egois untuk tetap disini."



"tapi ki..."



"mas gak perlu kwatir aku bisa jaga diri kok."



"kenapa?...hah...aku sampai bingung harus gimana"ucap Danu.



"pokoknya kamu harus selalu hubungi aku ya...jangan sampai tiba tiba menghilang.kamu sudah aku anggap kayak adik ku sendiri"



"iya mas...makasih ya...oh iya...aku mau titip ini...tolong kasih kekakek ya..aku gak berhak nerima ini"ucap kiara kemudian memberi sebuah amplop berisi cek pemberian kakek tempo hari.



"iya ki nanti akan aku balikin....pokoknya kabari aku terus ya...kalo butuh bantuan aku dan dian siap membantu"



"iya mas makasih ya...maaf kalo aku selama ini banyak ngerepotin mas"ucap kiara dengan air mata yang sudah mengalur



"iya ki...mas juga minta maaf kalo mas ada salah ya."ucap Danu kemudian memeluk singkat kiara.



kiara segera menghapus air matanya,ia menyetabilkan emosinya lalu ia segera kebawah menemui dewa..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


bersambung