
Setelah sampai dirumah,Kiara segera mencoba tes kehamilan tersebut.Setelah menunggu beberapa saat akhirnya hasilnya pun keluar.Dari ke5 testpack yang Kiara beli,semuanya menunjukan hasil 2garis.
Disitu Kiara merasa senang,karna ia ternyata mengandung anak dari Dewa.Air mata kebahagiaan pun jatuh membasahi pipinya,ia ingin segera memberitahukan kabar bahagia itu pada Dewa tapi sebelum itu ia harus memastikannya dulu kerumah sakit.
Tapi sudah beberapa hari setelah melakukan tes sendiri,Kiara masih aja tidak pergi kerumah sakit.Entah mengapa beberapa hari ini ia sangat malas kemana mana.
Seharian ia hanya rebahan dikamar atau pun diruang tengah.Ia juga menjadi sangat manja dan selalu nempel pada Dewa.Tak hanya itu,ia juga sangat sensitif,hingga membuat Dewa pusing menghadapi Kiara.
"sayank kenapa sih akhir akhir ini kamu sering marah dan ngambek gak jelas?padahal mas gak lakuin apa apa tapi kamu marah."tanya Dewa pada Kiara yang berbaring diatas pangkuannya.
Kiara tak menjawab ia hanya menunjukan muka cemberut nya.Melihat Kiara yang seperti itu,sudah membuat Dewa kalang kabut.
"Udah gak usah ngambek,mas salah mas gak akan tanya lagi ya cantik"
Pagi hari yang cerah, seperti biasa Kiara sudah kembali menjadi Kiara yang semula.Kiara yang ceria dan penuh semangat.Kiara pagi ini sudah disibukan dengan acara masak memasak.Dan setelah memasak ia pergi kekamar Dewa untuk membangunkan pangerannya itu.
"selamat pagi sayank,ayo bangun.Katanya pengen punya Baby masak iya bangun aja masih harus dibangunin"ucap Kiara.
"Iya sayank,mas bangun"jawab Dewa sambil mengeliatkan tubuh nya.
kemudian Dewa duduk disamping tempat tidur,kemudian memeluk Kiara yang sedang berdiri disampingnya.
"Pagi Dewa junior,ini Daddy udah bangun"ucap Dewa tepat diperut rata Kiara.
sudah beberapa hari ini Dewa selalu melakukan itu,entah insting seorang ayah atau pun hanya candaan belaka.tapi selama ini ia masih merahasiakan tentang tes yang ia lakukan tempo hari.
"Iya Daddy,sekarang Daddy mandi ya abis itu sarapan mommy udah masakin makanan enyak Lo"ucap Kiara meniru suara anak kecil.Mendengar itu membuat Dewa tertawa,
"hahahaha lucu banget sih yank,jadi gak sabar punya baby beneran"ucap Dewa terlihat kebahagian yang tak bisa diartikan dari wajahnya.
"Udah mandi gih,aku udah siapin baju nya"
"Iya makasih sayank"ucap Dewa kemudian mencium perut Kiara kemudian berlalu menuju kamar mandi.
Hati Kiara menghangat menerima perlakuan Dewa.Ia menjadi bahagia sebab Dewa juga mendambakan seorang baby darinya.
Setelah sarapan Dewa kemudahan pamit kepada Kiara.sebelum pergi ia mencium kening Kiara dan mengelus perut Kiara.
"Daddy pergi dulu ya kecil"ucap Dewa.
"hahaha...mas ngapain sich,"kata Kiara yang agak geli melihat tingkah Dewa.
"mas berangkat ya,mau nitip apa nanti?"
"aku gak pengen apa apa kok,aku cuma mas cepetan pulang aja"
"Ya udah kalo gitu mas sekalian aja gak usah kerja".
"eh...jangan udah ditunggu mas Danu dengan sejuta pekerjaan yang menanti mas"ucap Kiara.
"hahahahaha...iya mas kerja dulu ya,buat beli susu si kecil".ucap Dewa yang membuat Kiara geleng geleng kepala.
Setelah Dewa pergi Kiara kembali melanjutkan acara bersih bersih rumah.Dan rencananya siang ini ia akan pergi kerumah sakit untuk memeriksakan diri.
setelah berurusan dengan kain pel,sapu dan kemoceng selesai Kiara Segera kekamar untuk membersihkan dirinya sendiri.Setelah selesai mandi Kiara mulai berganti baju dan menempelkan sedikit makeup pada wajah cantiknya.
setelah siap Kiara segera keluar dari kamarnya.Ia pergi kedapur untuk pamit pada Bibi.
"Bi Kiara pergi dulu ya"ucap Kiara.
"Mau kemana non?"
"aku mau jalan jalan aja kok"
"iya kalo gitu ati ati ya non"ucap Bibi.
kemudian kiara segera keluar rumah karna Ojol pesanan nya sudah sampai didepan rumah.
"Kiara pergi dulu ya pak"ucap Kiara saat melihat pak Usub didepan pos satpam.
"iya non hati hati"kata pak Usub.
kemudian motor itu pun pergi siap menerjang kemacetan kota.perlu waktu 45 menit untuk sampai dirumah sakit.Setelah membayar kiara segera pergi menuju ke resepsionis yang berjaga kedepan.
"selamat siang,ada yang bisa saya bantu?"sapa suster.
kemudian suster mengarahkan Kiara kesebuah ruangan yang tak jauh dari resepsionis.Terlihat beberapa ibu ibu hamil yang ditemani oleh suaminya sedang duduk menunggu gilirannya diperiksa.
"selamat siang bisa saya bantu?"tanya suster yang ada didepan ruangan.
"Saya mau periksa kehamilan sus"
"baik,sebelumnya saya cek dulu ya"ucap suster dengan ramah.
kemudian Kiara mulai melakukan pemeriksaan awal.kiara juga ditanya beberapa pertanyaan mengenai nama,alamat,umur,kapan terakhir kali haid.Setelah itu Kiara melakukan pemeriksaan berat badan,lingkar lengan,serta tekanan darah dan jantung.
Setelah selesai Kiara dipersilahkan menunggu gilirannya.Lalu Kiara mencari tempat yang kosong.Ia melihat kebahagiaan Dimata para orang tua baru itu.
satu persatu pasien pun dipanggil sesuai urutan.Dan tiba saatnya Kiara diperiksa,ada sedikit rasa deg degan yang kita rasakan saat itu.
Kiara kemudian masuk kedalam ruangan dokter.Terlihat seorang wanita dewasa yang sedang duduk dibalik meja kerjanya.
"Selamat siang"sapa dokter Nisa.
"Siang dok"ucap Kiara kemudian duduk didepan dokter Nisa.
Dokter Nisa pun membaca sekilas,data Kiara yang suster berikan tadi.
"Ada keluhan Bu?"tanya dokter.
"Tidak ada dok"ucap Kiara
"Mual,mutah dipagi hari?"tanya dokter lagi.
"Tidak ada dok,kebetulan itu semua dialami oleh suami saya"ucap Kiara.
"oh...dedek bayi nya pinter ya,gak mau buat susah mommy nya"canda dokter.
"Baik kalo begitu kita periksa dulu ya,"ucap dokter, kemudian Kiara tidur ditempat tidur yang sudah disiapkan.
Dokter pun mengeluarkan alat untuk USG,sebelumnya dokter mengoleskan gel pada perut Kiara dibantu oleh seorang suster.Kemudian dokter mulai menempelkan alat itu pada perut Kiara dengan lembut.Terlihat dilayar monitor,sebuah titik sebesar kacang tanah.
"ibu lihat ini,ini adalah baby yang ibu kandung.Usianya baru 10minggu,untuk keseluruhan normal."jelas dokter,Kiara terlihat terharu ia tak menyangka ada mahluk kecil didalam tubuh nya.
Tangis Kiara pun tak terbendung,saat mendengar detak jantung baby-nya untuk pertama kali.
Setelah selesai suster pun membantu membersihkan perut Kiara dari gel tadi.Kemudian Kiara turun dari tempat tidur lalu duduk kembali didepan dokter.
"karena ini semester awal kehamilan,ibu harus hati hati ya.jangan kecapekan,dan stres hindari mengangkat barang berat."jelas dokter.
Lalu Kiara menanyakan beberapa pertanyaan seputar kehamilannya,salah satunya tentang makanan yang harus dihindari,dan yang dia makan.Dokter Nisa pun menjelaskan dengan jelas dan ramah,membuat kiara nyamaan untuk pertanya.
Setelah pemeriksaan selesai,Kiara menebus obat yang tadi sudah dokter Nisa resepkan..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Bersambung