
Kiara merawat Dewa dengan sabar.Dan saat ini ia sedang menyiapkan makan malam untuk Dewa.Setelah selesai memasak Kiara membawanya kekamar Dewa.
Terlihat Dewa masih tertidur,badannya semakin panas.Saat hendak membangunkan Dewa tiba tiba ponsel Dewa berbunyi.Buru buru Kiara mengangkatnya takut menganggu Dewa.
"Halo mas,ini Kiara"sapa Kiara pad Danu
"Oh kamu Ki,si bos ada Ki?"tanya Danu disebrang telpon.
"Mas Dewa tidur mas,badannya panas banget"jawab Kiara
"Sibos sakit Ki?"
"iya mas,tadi udah aku kasih obat panasnya udah turun.Tapi ini panas lagi"jelas Kiara
"Udah dibawa ke dokter Ki?"
"Belum mas,tadi aku ajak kedokter mas Dewa gak mau.Katanya istirahat bentar juga baikan,tapi sekarang malah makin parah"
"Ya udah Ki,kamu tenang dulu.Nanti aku kesana sekalian panggil dokter buat periksa sibos"
"Ya udah mas,aku tunggu ya"ucap Kiara kemudian mematikan telpon nya
Kiara melihat wajah Dewa yang pucat,alisnya mengkerut seakan menahan sakit yang teramat.Kiara meraih kain kompres dikening dewa yang mulai mengering.Kemudian Kiara membasahi kain itu dan meletakkan kembali dikening Dewa.
Kemudian Kiara meraih tangan Dewa.Kiara menggenggamnya dengan erat.Pandangan matanya tak lepas dari wajah Dewa.
Setengah jam kemudian kamar Dewa diketuk dari luar.Kemudia Kiara bangkit dari duduknya,untuk membukakan pintu.
Terlihat Danu dan seorang dokter,segera Kiara mempersilahkan masuk untuk memeriksa Dewa.
Dokter pun mulai melaksanakan tugasnya.Dengan teliti dokter itu memeriksa Dewa.
"Gimana dok keadaan Mr. Dewa?"tanya Danu.
"Tidak apa-apa,dia cuma demam biasa.mungkin karna kecapekan kerja,stres jadi daya tahan tubuhnya agak berkurang.Tadi saya sudah menyuntiknya,dengan istirahat yang cukup mudah mudahan besuk sudah membaik."ucap dokter.
"Ini saya sudah buatkan resep tolong diminumkan tepat waktu."lanjut dokter.
"Baik dok terima kasih"ucap Danu.
"Ki aku antar dokter dulu ya,sekalian tebus obatnya.Nanti aku balik lagi"ucap Danu.
"Iya mas makasih ya"kata Kiara.
Kemudian Danu keluar bersama dokter.Kiara pun kembali duduk disamping Dewa.Kiara sedikit lega karna Dewa cuma demam biasa.
Tak lama kemudian Danu datang dengan membawa obat untuk Dewa.Setelah menjelaskan kepada Kiara Danu pun pamit pulang.Soalnya kalo kelamaan diluar bisa bisa ia harus tidur lagi diluar.Istri Danu sungguh kejam.
"Ki aku pamit ya,oh iya ini dokumen yang harus ditandatangani.Besuk urusan kantor biar aku yang urus,bos biar istirahat aja dirumah.Kamu tolong jagain si bos ya."
"Iya mas siap"
"Kamu juga jangan paksain diri kamu,takutnya kamu ikutan sakit lagi"
"Hehehe...gak akan mas,aku kan kuat"
"ya udah aku pamit ya'
"Iya mas,makasih ya mas.maaf udah ngerepotin.Oh ya tolong ya mas urus kerjaan mas Dewa."
"Iya Ki beres"ucap Danu,kemudian segera meninggalkan kediaman Dewa.
Matahari sudah bersinar cerah,Tapi mata Kiara terasa sangat berat.Rasanya ia sangat mengantuk,karna semalam ia harus begadang merawat Dewa.
"Alhamdulillah mas Dewa udah gak panas lagi"gumam Kiara saat mengecek suhu badan Dewa.
kemudian kiara keluar dari kamar Dewa,ia pergi kedapur untuk menyiapkan sarapan.Kiara segera memulai aktivitas paginya itu.Sesekali Kiara terlihat menguap.
Saat tengah asyik memasak,Kiara dikagetkan oleh Dewa yang tiba tiba memeluk Kiara dari belakang.
"Mas udah bangun?"tanya Kiara,dan Dewa hanya mengangguk pelan.
"Gimana perasaan mas?"
"Mas udah gak apa apa sayang,mas udah sehat.makasih ya kamu udah rawat mas"
"Itu kan tugas aku mas"ucap Kiara.
"Iya,kamu memang istri mas yang paling baik."ucap Dewa sambil beberapa kali mencium leher jenjang Kiara.
"Ih...geli mas"ucap Kiara.
"Yank siapa yang gantiin baju mas, perasaan mas kemarin tidur masih paket kemeja dech"tanya Dewa
"aku mas,kemarin mas keringetan banyak banget dan kemeja mas basah semua.Takutnya mas jadi makin sakit makanya aku gantiin"kata Kiara sambil menghidangkan makanan didepan Dewa.
"kamu yang gantiin yank? celananya juga?"tanya Dewa.
"Iya mas,terus siapa kalo bukan aku"
"Berarti kamu udah liat punya mas donk"ucap Dewa
"liat apaan,gak ada yang bisa dilihat.orang kecil gitu"kata Kiara asal.
"Kecil?wah kamu belum tau aja kalo udah mekar,Dijamin kamu gak bisa berdiri tegak"
"Masak,gak percaya tu"goda Kiara.
"Gak percaya ya,sini mas buktiin"ucap Dewa kemudian mendekati Kiara.Kiara pun segera kabur dan Dewa terus saja mengejarnya.
"Hahahaha ampun mas,udah aku capek.Maaf aku cuma ngasal aja ngomongnya.Yang gantiin celana mas pak Usub bukan aku,aku cuma gantiin baju mas.Itu pun aku tutup mata"ucap Kiara saat Dewa berhasil menangkapnya.
"Sekarang aja minta ampun,sudah terlambat.Makanya jangan bangunin macan yang lagi tidur."kata Dewa
"Iya ampun mas,sekarang boleh makan gak?aku laper banget Lo"ucap Kiara melas
melihat wajah Kiara,dewa kemudian melepaskan nya.
"kali ini mas lepasin kamu,tapi kalo kamu mancing mancing lagi jangan harap mas lepasin"
"Iya iya,gak lagi lagi deh"
Mereka pun. makan dengan tenang.Setelah makan Kiara menyiapkan obat untuk Dewa.
"Ya udah mas istirahat lagi ya,hari ini gak usah kerja dulu.Semalem mas Danu kesini,aku udah minta tolong buat urus kerjaan mas hari ini"ucap Kiara.
"Iya sayang, makasih ya."Kata Dewa lalu pergi keruang tengah untuk menonton TV.
sedangkan Kiara ia membersihkan piring kotor bekas sarapan tadi.Karna hari Sabtu,bibi libur jadi Kiara melakukannya sendiri.
Setelah selesai cuci piring Kiara menghampiri Dewa yang sedang berbaring disofa depan tv.
"Mas kok disini?gak tidur dikamar aja?"tanya Kiara.
"Mas bosen dikamar yank,"
"Ya udah kalo gitu aku beresin kamar mas dulu ya"Ucap Kiara kemudian hendak berbalik badan.Tapi dengan cepat Dewa menarik tangan Kiara.Dan Kiara pun terduduk disamping Dewa.
"Udah disini dulu,Temenin mas."kata Dewa sambil menatap mata Kiara.Mau tak mau Kiara pun menuruti permintaan Dewa.
Kiara pun ikut berbaring disamping Dewa,lalu Dewa menarik Kiara dalam pelukannya.Kiara merasakan kedamaian setiap kali ada di dekapan dewa.
Saat yang kiara sukai adalah saat ia bisa mendengarkan nafas serta detak jantung dewa.Perlahan mata Kiara pun menutup,karna kantuk yang menyerangnya.
Dewa tersenyum saat melihat gadis kecil yang ada di dekapan nya itu.Dewa menatap wajah cantik Kiara, terlihat ada mata panda di lingkar bawah mata Kiara.Dewa tau pasti Kiara semalaman menjaga dan merawat Dewa.
Kemudian dewa mengecup kening Kiara beberapa kali..
.
.
.
.
.
.
.....
.
.
.. .
bersambung