
pagi itu setelah bangun,Kiara mulai berkemas.Ia memasukan baju bajunya dan baju dewa kedalam koper.Rencananya nanti siang mereka harus terbang ke Jakarta.
Banyak pekerjaan dan persiApan pernikahan yang menanti mereka.
"kamu ngapain yank pagi pagi sibuk amat"kata Dewa yang terbangun karena aktifitas Kiara .
"ini aku lagi beres beres koper mas,katanya nanti siang kita harus balik."
"nanti agak siang kan bisa yank beres beres nya,nanti mas bantuin"
"gak apa apa,ini udah mau selesai kok"
"oh..sini yank..rebahan sama mas sini"ucap Dewa sambil menepuk ranjang disebelahnya.
"gak ah...aku mau mandi dulu gerah,"jawab Kiara berjalan meninggalkan Dewa.
Kiara segera berjalan menuju kamar mandi,ia segera bersih bersih diri.tak lama kemudian Kiara keluar dari kamar mandi, penampilan sekarang terlihat lebih fresh.
Dewa menatap Kiara yang sedang menyisir rambutnya didepan cermin. mata Dewa tak henti menatap tubuh Kiara yang sudah mulai berisi.Tak hanya tubuhnya yang menjadi padat berisi,dua benda kenyal dibalik kaos Kiara pun semakin hari semakin tumbuh membuat Dewa gemas melihatnya.
Dewa berjalan menghampiri kiara,ia memeluk pinggang Kiara dari belakang.Kemudian dewa mulai mengecup leher jenjang Kiara dari belakang.Tangan dewa mengelus perut kiara yang sudah terlihat buncit.
"mas mandi sana"suruh Kiara.
"iya nanti."ucap Dewa terus mengusap usap perut Kiara.
"mas ngapain sih ngusap perut aku terus,nanti kalo keluar jin nya gimana?"
"hahahaha...ada ada aja kamu yank,mas cuma gemes aja liat perut kamu yang udah buncit kayak gini"
"masak nanti kalo perut aku udah makin besar,terus aku makin gendut mas ninggalin aku?"
"ya gak lah sayank,mas ini setia lo.mas gak akan ninggalin anak dan istri mas,mas akan selalu nemenin dan menjaga kalian"
"masak?Nanti kalo udah ketemu cewek cantik dan seksi juga bakalan lupa sama aku yang gendut ini"ucap Kiara tak percaya
"mau ditemuin 1000 ceweka cantik nan seksi sekalipun,hati mas hanya buat kamu seorang"
"sejak kapan sih mas jadi pinter ngegombal kayak gini?
"mas gak gombal yank,mas beneran"
"iya iya,udah sana sekarang mandi".
"kamu mau kemana?"tanya Kiara
"aku mau makan,udah laper banget"
"dih...,sayank lagi romantis romantis juga,malah mentingin makan.sekarang kamu udah gak sayank ya sama mas?mas sekarang merasa dinomer 2 kan"keluh dewa dengan cemberut.
"gak gitu mas,aku masih sayang banget sama mas,mas tetep jadi nomer 1 dihati ku.Tapi mohon maaf ini si kecil sudah protes minta makan.jadi romantis romantis annya disambung lain waktu ya mas"ucap Kiara sambil membelai pipi dewa yang ditumbuhi bulu-bulu halus.
"bodo amat"ucap Dewa ngambek, kemudian ia segera kekamar mandi.
Kiara hanya tersenyum melihat tingkah Dewa yang seperti anak kecil.
"hadeh...masak iya cemburu sama anaknya sendiri,dasar Om om,"gumam Kiara.
Kemudian Kiara pergi keruang makan, seperti biasa meja makan sudah dipenuhi oleh beberapa masakan buatan bibi.
"pagi bibi,"sapa Kiara
"pagi nyonya,mau makan sekarang ?"
"iya Bi,aku udah laper banget"
kemudian bibi hendak mengambilkan makanan untuk Kiara tapi Kiara menghentikannya.
"gak usah repot-repot bi,aku bisa ambil sendiri kok"ucap Kiara lalu mulai mengambil nasi dan lauk serta sayur.
"untuk makan siang nanti nyonya ingin dimasakin apa?"
"gak usah Bi,kayaknya nanti sebelum makan siang aku udah balik ke Jakarta kok"
"kok cepet banget ,bibi kirra nyonya dan tuan disini sampai hari Minggu"
"iya Bi maunya juga gitu,tapi kerjaan mas Dewa udah numpuk.jadi harus cepet-cepet diselesaikan.nanti dech lain waktu kita kesini lagi"
"padahal bibi seneng banget selama nyonya disini,bibi jadi gak kesepian.Gak tau kenapa selama nyonya disini rasanya disini jadi lebih hidup"
"haha..iya Bi,nanti kalo mas Dewa bisa libur aku bakal ajak kesini lagi"
lagi asyik ngobrol dengan Bibi Dewa turun dari lantai 2 lalu duduk di depan Kiara dengan wajah yang masam.
"Daddy masih ngambek ya"goda Kiara, Dewa tak memperdulikan Kiara.
"Daddy,macak Daddy cemburu sih sama dedek.Dedek gak akan ngerebut mommy kok"ucap Kiara menirukan suara anak kecil.
mendengar suara lucu dari Kiara membuat Dewa tersenyum, Dewa memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan senyumnya dari Kiara.
"udah donk ngambeknya,masak iya merasa tersisihkan sama anak sendiri"ledek Kiara
"siapa yang merasa tersisihkan?"sangkal dewa.
"ya mas lah,mas kan cemburur karna aku lebih perhatian sama si kecil kan?"
"mas gak gitu"ucap Dewa
"bohong banget,liat tu sampe hidungnya kembang kempis gitu.hahahahah..lucu banget sih kamu sayang"tawa Kiara
Dewa pun menjadi luluh setiap kali melihat tawa Kiara.
"nanti berangkat jam berapa mas?"tanya Kiara saat suasana sudah mencair.
"jam 10,tapi kita berangkat jam 9 ya.kita harus kelandasan dulu buat cek kesiapan disana."
"oke deh,nanti mas tolong turunin kopernya ya"
"iya sayang"
pukul 9 Kiara dan Dewa sudah siap kembali kejakarta.Mereka sudah berada diluar vila tengah berpamitan pada para pelayan yang sudah melayani mereka selama mereka disana.
Setelah selesai berpamitan Kiara masuk kedalam mobil dibantu oleh Dewa.sebelum berangkat Bibi sempat memberikan Kiara makanan yang sengaja dimasak bibi untuk makan Kiara saat dijalan.karna bibi tau kalo majikannya itu suka ngemil dan gampang sekali merasa lapar.
Singkat cerita,dewa dan Kiara sudah berhasil sampai dijakarta dengan selamat.Sampai dibandara mereka sudah disambut oleh Danu yang memang sengaja menjemput mereka.
"Selamat sore bos"sapa Danu saat melihat Dewa dan Kiara.
"gimana kerjaan selama aku tinggal"tanya dewa sambil berjalan m ngandeng tanga Kiara.
"Semuanya berjalan lancar bos,meski sempat ada masalah sedikit tapi semua sudah bisa diatasi"jelas Danu.
"kalo persiapan pernikahan nya?"
"sejauh ini sudah berjalan 80% bos,tinggal anda dan kiara fitting baju pengantin nya"
"oke,kapan jadwal fitting bajunya?"
"besuk siang bos"jawab Danu.
"oke,kalo untuk dekorasi dan lain lain aman ya"
"iya bos,semua aman dan sesuai konsep yang Kiara pilih."
"oke,kerja bagus.kamu memang bisa diandalkan."
"terima kasih bos,sudah kewajiban saya melakukannya"
"bagus,kalo gitu kita bisa sering sering liburan ya yank,biar Danu yang kerja"ucap dewa,yang disambut tawa kecil oleh kiara.sedangkan Danu raut wajahnya berubah menjadi masam,ia merasa seperti menggali lubang untuk dia sendiri
"oh iya Dan,besuk aku ada jadwal gak?"
"saya sudah mengosongkan jadwal anda untuk 4 hari kedepan bos"
"oh bagus kalo gitu,besuk setelah fitting aku sama kiara Mau ke Bandung untuk menemui ayah Kiara "
sampai dirumah kiara segera berbaring diruang tengah.Tak lama mbak Lastri dan bibi menghampiri Kiara.
"lho non udah pulang?kirain masih beberapa hari lagi"
"maunya gitu bi tapi mas Dewa harus cepet balik kerja.bibi dan mbak Lastri gimana kabarnya? akur terus kan selama aku tinggal"
"Alhamdulillah baik non,iya kita tetep rukun kok.merkipun ada sedikit perbedaan pendapat tapi kita tetep satu jua"
"bhineka tunggal Ika kali ah", ucap Kiara lalu mereka tertawa bersama sama.
.
.
.
.
.
.
.
....
.
.
.. BERSAMBUNG