Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 109



"beginikah cara kamu berbicara pada orang tua?"ucap kakek


"karna perempuan rendahan itu,kamu membuat keributan seperti ini"lanjut kakek.


memang didalam keluarga Dewa kakek lah orang yang sangat dihormati,bahkan tidak ada yang bisa membantah semua perintah kakek.tapi untuk pertama kali dewa melawan kakeknya.


"perempuan yang kakek bilang rendahan itu adalah orang yang dewa cintai"ucap Dewa


"cinta?cinta apa yang kamu bicarakan?"tanya kakek.


"kakek tidak akan mengerti apa yang dewa rasakan,karna dalam hati dan pikiran kakek hanya ada harta dan tahta saja"


"lancang kamu"teriak kakek sambil menampar Dewa dengan keras.


"berani kamu kurang ajar?"


"selama ini Dewa selalu diam, Dewa selalu menuruti keinginan kakek.Dewa pun menerima saat kakek memisahkan dewa dengan bela,tapi kali ini Dewa tidak bisa tinggal diam, Dewa gak bisa diam saja saat orang yang Dewa cinta disakiti seperti ini"ucap Dewa.


"sekarang kamu pilih,pilih keluarga atau wanita murahan itu?"ucap kakek tegas.


"karna ini kemauan kakek, maaf aku lebih memilih Kiara,dari pada harus tinggal bersama orang orang yang gak punya hati nurani"ucap Dewa kemudian segera pergi dari rumah itu.


"tunggu Dewa,"teriakan kakek menghentikan langkah Dewa.


"kalo kamu keluar dari rumah ini,kamu akan kehilangan semuanya termasuk perusahaan"


"Dewa gak butuh semua itu, dewa hanya butuh kiara.silahkan kakek ambil kembali perusahaan kakek."ucap Dewa tanpa berbalik badan.


Setelah selesai bicara, Dewa cepat cepat pergi meninggalkan rumah keluarganya itu.Segera dewa melajukan mobilnya, dengan kencang.


Tak lama kemudian Dewa sudah sampai dirumah sakit.segera ia berjalan menuju ruangan Kiara.


Dewa membuka pintu,dan terlihat Kiara sedang mengobrol bersama mbok dan bibi.wajah Dewa terlihat sangat capek.Lalu ia berjalan menghampiri Kiara


"kok udah balik mas?"tanya Kiara


"iya,mas serahin urusan kantor sama Danu,mas mau jagain kamu"ucap Dewa terlihat sekali diwajah Dewa kalo dia sedang ada masalah.


"mas,are you oke?"


"iya sayang mas gak apa apa kok,"ucap Dewa sambil membelai kepala kiara


"tapi kok kelihatan ada yang lagi mas pikirin"


"mas gak apa apa kok,mungkin cuma kurang tidur aja"


"ya udah mas pulang aja gih,mas tidur bentar"


"gak mas mau temenin kamu"


"ya udah terserah mas aja,yang penting mas harus jaga kesehatan."


"iya sayang,loh si Adit kemana mbok?"


"Adit pulang sebentar,mau ganti baju"


"oh...ya udah mas telpon Adit dulu ya,mas mau minta tolong bawain baju ganti"ucap Dewa kemundian segera meninggalkan ruangan Kiara.


-_-_-_--_--_--__-


Kiara sudah dirawat beberapa hari dirumah sakit,dan keadaan nya sudah mulai membaik.Beberapa hari itu banyak yang datang menjenguk Kiara, tapi tak ada satu pun yang menyinggung tentang tragedi tempo lalu.


pagi itu Dewa membawa Kiara berjalan jalan di taman disekitar area rumah sakit.Dengan bantuan kursi roda, Dewa mengajak Kiara duduk dibawah pohon yang lumayan rindang.


Angin sepoi-sepoi berhembus menerpa wajah Kiara.Kiara menghirup nafas dalam dalam.Sudah beberapa hari ia berada didalam kamar membuatnya sedikit penat.Dan saat Dewa mengajak nya keluar,Kiara langsung menyambut dengan senang.


"yank kalo mas udah gak punya apa apa lagi,kamu masih mau gak hidup susah sama mas"tanya Dewa yang duduk disamping Kiara.


"kenapa mas tiba tiba tanya hal itu?"


"ya mas cuma pengen tau aja,"


"aku cinta sama mas,bukan karna mas punya apa apa.Tapi aku cinta sama mas,karna mas baik,dan karna mas adalah mas"


"makasih ya sayank,walaupun suatu saat mas udah gak punya apa apa tapi mas akan selalu buat kamu bahagia"ucap Dewa sambil menggenggam tangan Kiara


"Iya mas,aku yang seharusnya berterima kasih buat semua hal yang mas beri buat aku.makasih karena mas sudah mau mencintai aku dengan tulus"kata Kiara lalu membalas menggenggam tangan Dewa.


Saat tengah mengobrol tiba tiba telpon Dewa berbunyi kemudian Dewa meminta izin pada Kiara untuk mengangkat.Dewa berjalan agak menjauh dari Kiara.


Saat Kiara tengah duduk sendirian di taman, melintaslah 2 suster didepannya.mereka menatap Kiara dengan tatapan kasian.Kiara yang melihat 2 wanita itu pun tersenyum.


"eh bukanya itu pasien dikamar VVIP itu ya?"ucap salah satu suster


"iya,kasihan ya dia masih mudah udah harus kelihatan anak nya.pasti berat buat dia"


"iya,kamu lihat suaminya,disaat seperti ini dia selalu nemenin istri nya."


"iya,aku dengar dari suster lain katanya dia..."ucap suster lain terhenti karena sadar kalo Kiara sedari tadi menatap mereka.kemudian mereka cepat cepat pergi dari sana.


Hati Kiara seakan hancur saat mendengar obrolan 2 suster itu.Ia sangat sedih tapi disisi lain ia masih belum bisa percaya dengan omongan mereka.Ia tidak bisa menerima kalo memang benar ia kehilangan anak dalam kandungan.


Tak lama Dewa kembali setelah selesai menelpon.Raut wajah Kiara berubah,tak seperti tadi.Kiara terlihat sedih,dan seperti ada hal yang sedang ia pikirkan.


"gak apa apa mas,"ucap Kiara sambil tersenyum.


ingin Kiara bertanya pada Dewa mengenai anak nya,tapi ia takut.


"mau jalan lagi?"tanya Dewa.


"gak mas,aku mau balik kekamar aja"


"ya udah kalo gitu kita kekamar ya"


kemudian Dewa mendorong Kiara menuju kamarnya.sepanjang jalan pikiran Kiara berkelana kesana kemari.pikirannya seakan beradu antara kebenaran dan penyangkalan.


Tak terasa ternyata ia sudah sampai kamar, kemudian Dewa mengendong Kiara dan meletakkan nya diatas tempat tidur.


Dewa mengatur agar Kiara bisa tidur dengan nyaman.Kemudian Dewa menyelimuti Kiara,lalu ia duduk disamping tempat tidur Kiara.


Kiara terlihat banyak diam, didalam otaknya ia sedang merangkai kata untuk bertanya pada Dewa.kiara merasa tidak tenang sebelum ia mengetahui kebenaran nya.


"kamu kenapa yang,ada yang gak nyaman?mas panggil dokter bentar ya"ucap Dewa hendak berdiri,tapi tangan kiara berhasil menghentikan nya.


"gak,gak usah mas aku gak apa apa kok"


"kalo gak apa apa, kenapa kamu diem aja?kayak ada hal yang sedang mengganggu pikiran kamu?"


"gak apa apa kok mas mungkin aku cuma bosen aja disini.kapan aku udah boleh pulang mas?"


"sabar ya sayank,kalo kondisi kamu udah benar bener sudah sembuh dan dokter udah bolehin kamu pulang kita akan pulang ya"


"iya mas"


"kalo kamu merasa gak nyaman atau ada yang sakit bilang sama mas ya.gak usah ditahan,nanti mas minta doker periksa kamu"ucap Dewa.


Selama Kiara sakit,rasa sayang dan cinta Dewa terlihat jelas saat ia memperhatikan Kiara sampai hal hal terkecil sekali pun.


"iya mas..."


"mas .."ucap Kiara sambil menata hatinya.


"iya yank ada apa,kamu butuh sesuatu?"


"mas..aku mau tanya sesuatu sama mas..tapi mas hari jawab jujur ya"ucap Kiara


"iya sayang,mas kan selalu jujur sama kamu.mau tanya apa?"


"mas,apa bener kalo anak kita gak bisa diselamatkan?"tanya Kiara dengan air mata yang tak terasa sudah menetes.


Dewa terlihat terkejut mendengar pertanyaan Kiara itu.Dewa belum mempersiapkan dirinya untuk mengahadapi situsi seperti ini.


"jawab aku mas?"


"kamu ngomong apa sih yank?"


"mas gak usah tutup tutupi lagi,aku tadi denger ada suster yang ngomongin aku.jadi sekarang aku minta mas jawab pertanyaan aku"ucap Kiara dengan tangis yang makin menjadi.


Dewa terlihat bingung harus menjawab apa,ia takut bila ia berkata jujur akan membuat Kiara drop kembali.


"mas,jawab mas..."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung