
Setelah itu Kiara menaruh tas usang nya disamping meja belajarnya.
Kemudian,ia memutuskan untuk keluar dari kamar.Ia melihat lihat rumah yg bak sebuah istana itu.Ia menyusuri 1 per 1 ruangan,sekalian untuk mengingat letak ruangan yg ada dirumah itu.
Kaki Kiara terus melangkah,sampai akhirnya ia berhenti dihalaman belakang.Kiara melihat halaman yg sangat luas.Dengan penataan yg tak kalah mewahnya.Terliat kolam renang yg berwarna biru jernih.
Ingin rasanya Kiara mendekati kolam dan bermain air disana.Tapi entah mengapa kakinya terasa berat untuk diajak melangkah.
Dengan tatap sayu,kiara hanya memandang kolam itu dari jauh.Tanpa berani mendekat.Ingatannya mengenang kenangan indah saat bersama kedua orang tuanya.
Kenangan saat Kiara berenang bersama ayah dan bundanya,yg membuat Kiara tersenyum dalam lamunannya.Tapi sekilas Kiara ingat dengan kejadian yg tidak mengenakan yg membuat hatinya nyeri.
Tiba tiba,tepukan dibahunya menyadarkan ia dari lamunannya.Kiara menengok kebelakang,dan Dewa sudah berdiri tepat dibelakang Kiara.
"Ngapain Ki bengong disini?"tanya Dewa.
"ehh... Mr.Dewa,gak kok saaya cuma lagi ngelihatin pemandangan indah ini."kata Kiara.
"Aku tadi baru dari kamar kamu,tapi kamu gak ada.Kirain kamu kabur"kata Dewa dengan senyum tersungging di wajahnya,yg hanya dibalas senyuman oleh Kiara.
"Ayo ki sini"kata Dewa,mengajak Kiara duduk di bangku dekat kolam.
Kiara tampak berpikir sejenak.Ia masih ragu ragu.Melihat Kiara seperti itu,Dewa pun berdiri dari duduknya.Ia menghampiri Kiara,lalu menggandeng tangan Kiara dengan lembut dan membawanya duduk ditepi kolam.
Kiara melihat tangan dewa yg mengengam tangan kecil nya.Mungkin bagi Dewa itu hal yg biasa saja,tapi bagi Kiara mendapatkan perlakuan seperti itu.Membuatnya merasakan perasaan yg hangat,merasa aman dan yg pasti deg deg an.
"Mr... Mr. tinggal disini dengan siapa?,dari tadi aku tidak melihat keluarga Mr. Apa mungkin mereka sedang bekerja?"Tanya Kiara polos.
"Aku disini tinggal sendirian,ada beberapa asisten rumah tangga tapi mereka sedang pulang kampung."
"Mr .tinggal sendirian dirumah Segede ini?Orang tua Mr....kemana?"
"Sudah lama aku tinggal sendirian,setelah pulang dari Luar negri aku memutuskan untuk hidup sendiri."jelas Dewa.terlihat Kiara hanya manggut-manggut.
"Tadi aku liat kamu dari jauh,kenapa kamu kayak ragu ragu buat duduk disini Ki"tanya Dewa.
"Oh...Gak pa pa kok Mr.aku takjub aja melihat pemandangan ini"
"Sepertinya tidak terlihat seperti itu.Yang aku liat, kamu seperti takut buat kesini"
"Mmmm...itu.Gak tau kenapa ini kaki gak mau diajak jalan kesini.kaya ada lem nya."jawab Kiara ngasal.
"Aku tau pasti ada sesuatu yg kamu tutupin.Terliat dari mata kamu,aku gak maksa kamu buat cerita kok."kata Dewa,yang seakan tau apa yg dirasakan kiara.
"Sejujurnya saya sangat senang melihat kolam ini,karena mengingatkan saya akan kenangan dulu saat saya kecil,kolam renang adalah tempat favorit keluarga saya.Saya dulu sering menghabiskan waktu untuk bermain bersama ayah dan bunda disana"Jelas Kiara dengan senyum saat ia menceritakan kenangan indah bersama kedua orang tuanya.
"Tapi kolam renang pula,menjadi tempat terlarang untuk saya.Setelah Ayah menikah Ayah melarang saya untuk bermain kekolam dan beberapa tempat yg ada dirumah."lanjut Kiara,senyum merekah tadi seketika berubah menjadi senyum yg penuh kepahitan.
"Tempat terlarang,memang ada bom nya.sampai dilarang segala?"tanya Dewa bingung.
"Saya pun kurang paham,tapi yg jelas saya tidak boleh ada diruangan saat Ayah Mama dan kedua sodara saya sedang bercengkrama disana.Jadi,kalo saya melanggar dan nekat memasuki tempat tempat terlarang itu,pasti Ayah bakalan marah.Dan tak jarang Ayah memukul dengan apa aja yg ada didekatnya.
"Hmm...Gak sih. Ayah yg saya kenal itu,baik, penyayang, lembut dan yg jelas sayang sekali pada saya. Tapi gak tau,setelah Bunda meninggal dan Ayah nikah lagi ,sikap Ayah juga berubah.Jadi sering marah,kasar dan sering mukul"terlihat kesedihan diwajah Kiara.
"hmmm...kamu gak pernah tanya kenapa sikap Ayah kamu berubah?"tanya Dewa.
"Gak,saya takut untuk bertanya.Saya takut buat Ayah marah.Lagian gak ada kesempatan untuk saya ngobrol dengan Ayah.Mungkin karna Ayah sibuk.Jadi setiap pulang kerja selalu dikamar.Jadi saya menyimpulkan sendiri kenapa sikap Ayah berubah,mungkin karena saya nakal dan selalu merepotkan Ayah.
"kamu polos banget sih Ki,padahal jelas jelas dari awal kamu sudah tidak dianggap ada"kata Dewa dalam hati.melihat senyum Kiara entah mengapa membuat hati Dewa ikut sakit.
"Aku kagum sama kamu Ki,diusia kamu yg masih muda ini kamu bisa kuat dan tegar menghadapi masalah.Mulai sekarang semua ruangan yg ada dirumah ini bebas buat kamu pake.Gak ada ruangan terlarang lagi.kamu bebas"kata Dewa.
"beneran Mr....terima kasih"kata Kiara dengan senyum manisnya
"mmmm...Ki..kalo boleh tau.Kalo kamu liat Ayah kamu sedang bersama keluarga baru nya kamu gimana?"tanya Dewa penasaran.
"Aku cuma bisa melihat dari jauh,disudut gelap tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.Tanpa berani mendekati.
"kamu gak iri Ki ngeliat mereka?"
"Kalo dibilang iri ya pasti iri,tapi apa yg bisa saya lakukan.Cukup melihat Ayah tersenyum dan bahagia saja saya sudah senang.Saya sempat berfikir mungkin sumber kebahagiaan ayah bukan dari saya lagi.Saya sempat berfikir,saya seperti orang asing dirumah saya sendiri.Tapi untung ada si Mbok (ART dirumah kiara) yg selalu menguatkan dan selalu menemani saya."pungkas Kiara.terlihat jelas kesedihan diwajah Kiara,tapi ia berusaha tutupi dengan senyum palsunya.
"Oh iya Mr. sudah ada kabar mengenai keberadaan Ayah saya?"tanya Kiara.
"Belum Ki"jawab Dewa singkat.
"Oh.. gitu ya"nampak kekecewaan diwajah Kiara.
"Maaf Ki,belum saat nya kamu tau tentang ini"kata Dewa dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung gaes.
huffftttt...kilat...mumpung lagi encer nich pikirannya.jadi ngebut tanpa di rem,takutnya ilang nanti ide nya.
gimana hasil kilat ku...suka gak ....bagus gak...sedih gak...ada rasa rasa nyeri dalam hati gak...