
Tak terasa Kiara sudah tidur sangat lama,dari jam 10 pagi sampai jam 2 siang.Perlahan Kiara membuka matanya.Memang nyaman tidur diamping orang yang kita cintai.
"udah bangun yank?"tanya Dewa
"Iya mas,jam berapa mas?"Tanya kiara sambil menguap
"Jam 2"jawab Dewa singkat.
"Buset lama donk aku tidurnya.Maaf ya mas"
"bukan lama lagi,tapi lama banget.Liat nih tangan mas jadi mati rasa gini"ucap Dewa kemudian mengibas ngibaskan tangannya
"Aduh maaf ya mas,aku gak sengaja."
"iya sayang,gak apa apa kok.Justru mas yang harus minta maaf sama kamu.Soalnya gara gara mas sakit kamu jadi begadang kayak semalem"Ucap dewa
Kemudian kedua nya pun saling bercerita,sambil menonton tv.Saat tengah asyik bercengkrama tiba tiba bel rumah Dewa pun berbunyi.
"Siapa yank,tumben amat ada tamu?"tanya Dewa.
"Gak tau mas,bentar aku liat dulu ya"ucap Kiara kemudian segera berjalan menuju pintu depan.
Kemudian Kiara menggulung rambutnya keatas sebelum membukakan pintu.saat membuka pintu ternyata Clara lah yang datang.
Dengan tampilan yang seperti biasa nya,seksi dengan make up tebal melekat diwajahnya.
"Oh Mbak Clara,bisa aku bantu?"tanya Kiara
"Aku mau ketemu Dewa"ucap Clara dengan sombongnya.Tapi sebelum Kiara menjawab,Clara sudah menerobos masuk kedalam rumah.
"Siapa yank yang datang?"tanya Dewa
"Ini ada mbak..."kata Kiara terpotong
"Hay Dewa,aku dengar dari asisten kamu katanya kamu lagi sakit.Makanya mumpung aku ada urusan di daerah sini sekalian aku mampir.Oh iya ini aku bawain kue"ucap Clara.
"Makasih, sebenarnya tidak usah repot repot"ucap Dewa sungkan
"Duduk dulu Mbak,sekalian mau minum apa?"tanya Kiara.
"Teh hangat aja gak apa apa"ucap Clara tanpa Mandang Kiara.
"Oke tunggu bentar ya,aku buatin minum dulu"ucap Kiara kemudian segera kedapur.
"Gimana keadaan kamu?Aku kwatir banget pas asisten kamu bilang kamu sakit"Ucap Clara
"Ya seperti yang anda lihat,saya sudah baikan"
"Oh,syukur lah.Maaf kalo kedatangan aku kesini buat kamu terganggu"
"no problem."
Saat tengah mengobrol tiba tiba hp Dewa berdering.Kemudian Dewa meninggalkan Clara untuk mengangkat telponnya.
Kiara keluar dari dapur dengan 2 cangkir teh hangat.Setelah meletakan cangkir ditempat duduk dewa,kemudian kiara juga meletakan 1cangkir lainya didepan Clara.Tapi belum sempat Kiara menaruh diatas meja,tiba tiba Clara menarik tangan Kiara sehingga teh panas itu pun menyiram tubuh Clara.
"Aaaawww"pekik Clara.Kiara tampak kaget dengan kejadian itu.
Dewa yang mendengar teriakan itu pun segera kembali keruang tamu.
"Ada apa yank?"tanya Dewa menghampiri Kiara dan Clara.
"ini mas mbak Clara kesiram teh"jelas Kiara sambil menolong Clara
"Kok bisa kesiram sih Ki?kamu hati hati dong!anda tidak apa apa?"tanya Dewa
"Gak apa apa kok,bukan salah kiara mungkin Kiara gak sengaja numpahin tehnya ke aku.Aku minta maaf kalo kedatangan aku buat Kiara gak suka."kata Clara sok melas.
"Aku gak numpahin tehnya ke mbak ya,mbak clara yang udah narik tangan aku pas aku mau naruh teh didepan dia"jelas Kiara.
"iya aku yang salah kok,seharusnya aku gak Dateng kesini dan menganggu kalian.Kalo gitu aku pamit dulu,kayaknya aku perlu ke rumah sakit"ucap Clara sambil meringis kesakitan
"Minta maaf kenapa?aku gak salah,aku gak ngelakuin apa pun"
"KIARA...MINTA MAAF SEKARANG"teriak Dewa.
inilah pertama kalinya Dewa membentak Kiara dengan keras.Kiara amat kaget mendengar teriakan Dewa
"AKU GAK AKAN MINTA MAAF,DIA YANG SALAH KENAPA AKU YANG HARUS MINTA MAAF"balas Kiara dengan teriakan pula.Tapi entah setan apa yang merasuki Dewa,tanpa ia sadari sebuah tamparan mendarat di pipi Kiara .
Kiara memegangi pipinya yang terasa panas, matanya mulai berkaca-kaca.Melihat adegan itu membuat Clara tersenyum bahagia.Karna rencana untuk memisahkan Dewa dan Kiara berjalan lancar.
Tanpa sepatah kata,Kiara berbalik badan meninggalkan Dewa yang tampak menyesal.Kiara kemudian masuk kedalam kamarnya.Ia tau jika dia berlama lama disana ia tidak bisa mengendalikan emosinya.Kiara takut amarahnya akan menyakiti hati orang lain.
Dikamar kiara mencoba mengatur amarahnya.meskipun Ia merasa sedih,marah sekaligus kecewa kenapa Dewa tidak mempercayai nya.
hati Kiara lebih sakit dibandingkan dengan bekas tamparan Dewa.Kiara mengurung dirinya beberapa saat.Tidak ada tanda tanda Dewa menyusul apa lagi meminta maaf.
Kiara membuka pintu kamarnya,lalu ia keluar kamar.Kemudian Kiara kebawah,tak ada tanda tanda kehidupan.Rumah terasa lenggang,tanpa ada seorangpun disana kecuali Kiara.
kemudian Kiara memutuskan untuk duduk taman belakang sambil menatap birunya air kolam.
Dalam kesendirian pikiran Kiara melayang kemana-mana.Ia merasa apakan memang ia ditakdirkan hidup tanpa ada orang lain disampingnya.Ia kembali teringat saat Ayahnya meninggalkan nya,saat sahabatnya memusuhi nya,kini Dewa,orang yang paling ia cintai juga pergi entah kemana.
Ia merasa asing ditempatnya sekarang,Tapi ia hanya bisa memendam semua nya sendiri tanpa ada orang yang bisa diajak bercerita.
Kiara duduk di taman sampai malam,sampai jam 10 malam ia tak kunjung pergi dari sana.Sedangkan Dewa pun entah kemana.
Setelah kejadian tadi Dewa menghilang,tanpa memberi kabar pada Kiara.
Tak lama kemudian lampu didalam rumah menyala,Kiara menatap kedalam.Ternyata Dewa yang baru saja pulang.
Kiara hanya menatapnya saja,tanpa ada niat menghampiri.Saat Kiara melihat Dewa,pandangan mereka pun saling bertemu.Tapi cepat cepat Kiara memalingkan wajahnya.
Tanpa memperdulikan Kiara, Dewa kemudian berjalan menuju tangga lalu masuk kedalam kamarnya.Kiara hanya tersenyum pahit saat melihat Dewa pergi begitu saja.
"Bunda inikah hidup yang harus Kiara jalani.disini Kiara merasa sendirian lagi.Dulu saat Kiara kesepian,banyak tangan yang merangkul Kiara.Tapi saat ini tangan tangan itu pergi dengan sendirinya,apa karna Kiara sangat menyebalkan sampai mereka muak dengan kiara.Ingin rasanya Kiara ikut bunda"gumam Kiara lirih.kiara mencoba tegar,Matanya menatap nanar kolam yang terlihat tenang.
Sedangkan Dewa,sedang menatap Kiara dari atas balkon kamarnya.Ingin rasanya ia menemui Kiara dan memeluknya.Ia sangat menyesal karena telah menampar Kiara,tapi ia pun tak habis pikir karna Kiara tega melakukan hal itu pada Clara.
Kiara masih betah duduk disana,hingga angin dingin bertiup menerpa tubuhnya yang kecil.Kemudian Kiara memutuskan untuk kembali kedalam kamarnya.Ia ingin tidur dan segera melupakan kejadian tadi siang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung