
Setelah mengetahui kehamilan Kiara,sikap Dewa berubah menjadi sangat over protektif.Dewa melarang kiara melakukan apa pun,Ia hanya menyuruh Kiara untuk banyak istirahat.
Dihari Minggu pagi,Kiara menemani Dewa berolahraga pagi ditanam belakang.Kiara hanya duduk dikursi taman sambil memakan buah apel yang tadi sudah dikupas oleh Dewa.
Kiara menikmati dan mengamati mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna yang berdiri tak jauh dari tempat nya. Mata Kiara tak bosan melihat keseksian Dewa ditambah peluh yang membasahi badan kekarnya.
"udah puas liatin mas kayak gitu?"tanya Dewa
"dih siapa juga yang liatain mas"jawab Kiara kemudian memalingkan wajahnya kesamping.
"ya kamu lah siapa lagi,mas tau kok dari tadi kamu liatin mas ambil ngiler gitu"goda Dewa
"Aku gak ngiler ya"ucap Kiara sebel
"Hahahaha...iya sayank,"tawa Dewa sambil mengacak rambut Kiara.
"masuk yuk,udah mulai panas nich"ajak Dewa.
Kiara pun menyambut luluran tangan Dewa, kemudian mereka berdua berjalan beriringan kedalam rumah.
"mas mandi dulu ya,"ucap Dewa, kemudian berjalan menuju tangga dan Kiara pun berjalan dibelakang Dewa.
"mau kemana?"tanya Dewa
"aku mau kekamar"
"ya udah sini mas gendong"
"gak mau, aku bisa jalan sendiri."
"udah sini,mas gendong aja nanti kamu capek"
"Gak mau,ya udah aku gak jadi kekamar.Aku duduk disini aja"ucap Kiara kemudian berjalan kearah sofa
"Ya udah duduk aja di situ ya sayang tunggu mas jangan kemana-mana."ucap Dewa.
"iya"ucap Kiara ketus,
Dewa kemudian naik keatas untuk mandi,Kiara yang mulai bosan kemudian memutuskan untuk kedapur.Kiara mulai melihat lihat isi kulkas.
Kiara mengambil beberapa sayur kemudian mulai memotong nya.Rencananya Kiara ingin membuat capcay untuknya dan Dewa.
Tak lama kemudian Dewa sudah selesai mandi,dan segera turun menemui Kiara.Saat tengah menuruni anak tangga Dewa melihat Kiara tengah sibuk didapur,buru buru Dewa menghampiri Kiara.
"kamu lagi ngapain sih yank?"tanya Dewa.
"aku lagi masak mas,buat sarapan kita"
"gak usah masak, kita kan bisa makan diluar"ucap Dewa kemudian mengambil pisau dari tangan Kiara.
"Tapi aku kan pengen masak sendiri,dari kemarin mas ngelarang aku buat ngapa ngapain"ucap Kiara sedih.
"mas ngelakuin itu kan juga buat kesehatan kamu,mas gak mau kamu sampai kecapekan"ucap Dewa sambil menyelipkan rambut Kiara kebelakang telinga.
"aku kan cuma mau masak,gak bakalan kecapekan.aku bosen sama makanan restoran,aku pengen masak sendiri.Atau kalo gak mas aja yang masak"
"Mas masak?mas kan gak bisa yank,nanti malah gak enak.Kita panggil Bibi aja ya"
"Gak kasihan bibi,ini kan hari Minggu bibi juga butuh istirahat."
"Terus mau gimana?"
"mas aja ya yang masak,nanti aku arahin mas tinggal masukin aja bahanya"
"ya udah mas coba ya"ucap dewa
Dewa pun mulai mengambil pisau dan mulai memotong sayuran.Setelah itu ia juga memotong sosis dan udang yang baru saja ia ambil dari kulkas.
"ini udah semua yank,terus apa lagi?"tanya Dewa
"Ini mas,mas kupas bawang putihnya terus dihalusin pake ini"ucap kiara sambil menunjuk cobek yang ada di sampingnya.
"Paket ini yang,gimana caranya?"
"Ya mas tinggal ulek aja pake ini"jelas Kiara
"Oh...gitu,oke mas coba ya"
kemudian Dewa mulai mengulek bawang putih sampe halus.Setelah halus Dewa mulai menumis bawang putih tadi sampai harus.
Dewa tampak takut terkena letupan minyak panas,tapi karna demi Kiara Dewa melakukannya dengan semangat.
Kiara menjelaskan satu persatu cara memasak.setelah melalui banyak hal,Kiara pusing dibuatnya.Setelaah terjadi sedikit perdebatan akhirnya capcay sosis udang buatan dewa pun matang.
Setelah memindahkannya kepiting, Dewa mengajak Kiara untuk sarapan bersama.Biasanya Kiara lah yang melayani Dewa dengan telaten.Tapi hari ini gantian Dewa yang melayani Kiara.
Dewa mengambilkan nasi dan lauk kepiring Kiara,tak lupa Dewa juga menuangkan air putih untuk Kiara.
"Makasih ya mas,mas juga makan gih"ucap Kiara.
"Mas nanti aja,sekarang kamu makan yang banyak.Biar kamu dan Dewa junior sehat terus"ucap Dewa sambil mengusap perut Kiara.
Kiara pun mulai menyantap makanannya,ternyata tak sia sia ia mengajarkan pada Dewa tadi karna rasanya lumayan enak.
"hmmm...lumayan"ucap Kiara kemudian memasukan makanan kedalam mulutnya.
"beneran lumayan?kalo gak enak bilang aja yank"
tanpa menjawab Kiara, memasukan sesendok makanan kemulut Dewa.Dewa pun mulai menguyahnya,dan rasanya memang lumayan.
Setelah selesai makan, Dewa mencuci piring kotor.Sedangkan Kiara ia berjalan menuju ruang tengah.
Kiara duduk disofa,sambil menonton tv.setelah selesai cuci piring Dewa menghampiri Kiara.Kiara tampak serius menonton TV, Tak lama kemudian air matanya pun menetes.Dewa yang melihatnya pun segera mendekati Kiara.
"Kenapa yank?"
"Gak apa apa kok mas,Aku cuma bayangin aja posisi ku seperti mereka"ucap Kiara sambil menunjuk tv.
"kalo saja ayah ada disini,pasti ayah bakalan seneng banget kalo tau bentar lagi akan punya cucu."
"terus andai saja keluarga kamu restuin kita,mereka juga pasti akan sangat senang"Ucap Kiara,yang merasa hatinya teriris menerima kenyataan hidupnya.
"Sssssttt...jangan nangis,meskipun ayah kamu gak disini.Meskipun keluarga mas gak setuju dengan hubungan kita.yang penting saat ini mas akan selalu ada buat kamu,mas akan jadi suami siaga.Jadi jangan sedih ya,kasihan dia nanti ikut sedih"ucap Dewa sambil mengusap perut Kiara.
Hati Kiara menghangat,ia bersyukur mendapatkan orang yang sangat mencintai nya.
Seharian mereka berdua menonton tv sambil rebahan disofa,.Sesekali mereka bercanda
"mas kepikiran,gimana kalo kita pindah rumah aja yang?"kata Dewa yang membuat Kiara terperangah.
"Mo pindah ngapain mas?"tanya Kiara.
"mas mau cari rumah yang ada lift nya aja,biar kamu gak capek naik turun tangga."Ucap Dewa
"Haduh mas,aku gak apa apa.Mas jangan lebay gitu,"
"Mas gak lebay yank,mas cuma kwatir kamu bakalan capek.Atau kalo gak kita pindah aja dikamar bawah,"
"Udah gak usah,aku baik baik saja.Lagian ini perutku belum buncit,jadi masih kuat lah kalo cuma naik tangga doank.Nanti kalo udah 8 atau 9 bulan baru kita pindah kebawah oke?"jelas Kiara.
"Ya udah kalo gitu,aku nurut aja sama permintaan permaisuri ku"ucap Dewa kemudian mempererat pelukan nya.
"Yank kamu maunya anak kita cewe apa cowok?"tanya Dewa
"hmmm..aku pengen cowok"jawab Kiara.
"Kok cowok sih,cewek aja.Aku pengen punya anak yang cantik kayak kamu.Jadi mas akan siap sedia melindungi kalian berdua."ucap Dewa.
"gak,aku mau cowok aja.aku pengen liat duplikat nya mas.Aku pengen spesies kayak mas gak punah"ucap Kiara.
"Emang mas monyet?Pake bilang spesies segala"kata Dewa sewot.
"Bukan gitu mas,mas kan mahluk paling sempurna menurut aku.Jadi aku pengen ada penerusnya jadi gak berhenti di mas aja"
"Huffttt dasar"ucap Dewa yang masih sewot
"Hahahahaha...maaf deh..kalo gitu alasannya aku ganti,aku mau ada 2 pangeran yang ngelindungi aku"
"Mas seorang diri pun bisa ngelindungi kamu"
"Gak pokoknya aku pengen cowok."kata Kiara keras kepala.
Begitulah perselisihan sengit antara Kiara dan Dewa.Tapi itu hanya sekedar bumbu untuk hubungan Kiara dan Dewa.Setelah berdebat mereka pun kembali mesra seperti sedia kala.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Maaf Gaes...karna lebaran Thor jadi agak sibuk.Karna banyak kedatangan tamu luar kota,jadi Thor harus bantuin masak masak.Jadi Thor belum bisa update.
Sekali lagi maaf ya Gaes😁