Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 10



Pagi itu,hari ke 6 kiara dirumah sakit.Dan selama itu dewa masih setia menemani kiara dirumah sakit.Meski beberapa kali harus meninggalkan kiara karena pekerjaan nya.


Ke tiga sahabat kiara pun rajin menjenguk kiara.Setiap hari sepulang Sekolah mereka selalu datang.Bebepa kali pula,orang tua Luna,Ajeng,dan Tari datang menjenguk.


Hubungan kiara dengan keluarga sahabatnya itu memang cukup dekat.Mereka sudah mengganggap kiara seperti anak mereka sendiri.


Mereka pun beberapa kali membujuk kiara agar mau tinggal bersama mereka.Tapi kiara dengan sopan menolak tawaran tersebut.


Malam itu,hanya tinggal kiara dan dewa.Setelah ke tiga sahabatnya beserta keluarga mereka pamit pulang.


"Terus kamu mau tinggal dimana Ki?"ucap Dewa membuka obrolan.Kiara tampak bingung untuk menjawab.


"Kalo kamu mau kost sendiri,aku tidak ijin kan.Kamu masih dalam masa pemulihan.Kalo kamu tinggal sendiri entah apa yang akan terjadi lagi"lanjut Dewa.


"Mending kamu tinggal sama aku."Tawar Dewa lagi.


"Iya Mr.Dewa,saya mau"kata Kiara sambil menundukkan kepalanya.


Itulah keputusan yg kiara ambil,karena jika Kiara memilih salah satu dari ke3 sahabatnya,ia tidak mau terjadi kesalahpahaman karna lebih memilih salah satu dari mereka.


"Oke kalo gitu sudah diputuskan,sekarang sudah malam.Kamu harus tidur,besuk pagi aku akan urus kepulangan kamu."kata Dewa sambil membenarkan selimut Kiara.


"Mr....untuk biaya rumah sakitnya,anda bisa potong gaji saya setiap bulan nya."Kata Kiara sambil menatap mata Dewa.


"Sttttttt...sudah,kalo masalah biaya kamu ga usah pikirin.Sekarang kamu tidur."Kata Dewa sambil menepuk-nepuk lembut kepala Kiara.


Dewa berjalan menuju sofa,belum sempat ia melangkah tangan Kiara menarik tangan Dewa pelan.Dewa menoleh kembali.


"Terimakasih"kata Kiara singkat.terlihat pipi Kiara memerah.


Dewa hanya tersenyum.Kiara lalu memalingkan wajahnya kesamping.Ia malu,jantungnya tak bisa diajak kerja sama.Hanya menyentuh tangan Dewa saja sudah membuat deg deg an.apa lagi kalo di...(pembaca berhayal sendiri ya).


******


Matahari sudah menampakan sinarnya.Sinar yg menerobos masuk lewat celah tirai yg tertutup mengusik tidur Kiara.Kiara melihat sekitar,terlihat Dewa yg masih tertidur lelap.


Lalu kiara turun dari ranjangnya.dan berjalan menghampiri Dewa.Kiara memandang wajah Dewa yg sangat tampan.Meskipun saat tidur tapi ketampanannya tak luntur.


Kiara menatap inci demi inci wajah dewa.Ingin rasanya kiara memberi kecupan di setiap bagian wajah Dewa.


Membayangkan saja sudah membuat wajah Kiara memerah.


"Aduh Ki ..pagi pagi sudah mesum"gumamnya sendiri.


Kiara kembali memandang wajah dewa.Entah mengapa ia tak pernah bosan melihat wajah itu.wajah yg ditumbuhi bulu-bulu itu mempunyai daya magnet yg membuat kiara tak bisa berpaling.


Saat sedang menikmati wajah ciptaan tuhan yg sempurna itu,tiba tiba ada gerakan dari dewa.Gerakan itu membuat Kiara gelagapan.


"Mr,...sudah bangun.Baru mau saya bangunkan."kata kiara gagap.Terlihat kepanikan diwajah Kiara.


"Hmmm...selamat pagi."Sapa Dewa dengan Suara khas orang bangun tidur.


*****


Setelah selesai mengurus administrasi,Dewa membawa Kiara pulang kerumahnya.


Mobil dewa pun sudah memecah debu jalanan.Tumben pagi ini jalanan lumayan lancar.


Tanpa ada halangan yg berarti,45menit kemudian mobil itu berhenti tepat disebuah rumah yg mewah.


Dengan pagar tembok yg tinggi.Tak lama seorang securiti membukakan pintu gerbang.Mobil hitam Dewa masuk kedalam pelataran.


Rumah yg besar,dengan halaman yg luas.Mata kiara terbelalak melihat rumah Dewa.Mulutnya menganga karna takjub melihat pemandangan itu.


Melihat rumah Dewa,membuat nya merasakan sesuatu.Ia merasa,rumah Dewa sama persis dengan rumah yg dulu pernah ia tinggali bersama Ayah dan Bundanya,Yg membedakan hanya ukurannya saja.


"Selamat pagi Tuan muda."Sapa Securiti sambil membantu dewa membuka pintu mobil.


"Pagi Pak,tolong barang yg ada di bagasi dibawa masuk!"Perintah Dewa pada Pak Usub Securiti tadi.


Dewa membantu Kiara memasuki istana miliknya.Mata Kiara tak henti hentinya melihat sekeliling.


"Ini rumah Mr?"tanya Kiara .


"Hmmm..."jawab Dewa singkat.


Melihat Kiara yg masih bertakjub takjub ria,membuat dewa tersenyum.


Dari jauh Pak Usub setengah tak percaya dengan apa yg ia liat.Karna selama ini Dewa terkenal sebagai majikan yg dingin,tapi saat ini ia tersenyum hanya karena melihat tingkah seorang gadis kecil.Tatapan matanya pun lembut tak seperti biasanya.


Dewa pun membawa kiara memasuki rumah ya.Rumah itu benar benar mewah.Bahkan untuk menginjak lantai nya saja kiara takut jika membuatnya lecet.


Dewa menuntunnya menuju lantai 2,mereka berhenti disebuah pintu warna putih,kamar paling pojok.


"Ini kamar kamu."Kata Dewa sambil memutar handle pintu.


Mata Kiara seketika melebar,melihat kamarnya.


"I...Ini...Kamar untuk saya Mr ."


"Iya,kenapa?Kamu ga suka?atau ada yg pengin kamu rubah?"Tanya Dewa.


"Mmm...Tidak Mr. ini bagus,bahkan ini terlalu bagus untuk saya.Saya merasa tidak pantas untuk pakai kamar ini.Saya tidur dikamar pembantu saja tidak apa apa.Ini terlalu mewah"


"Sudah,mulai sekarang kamar ini punya kamu.Sekarang kamu masuk,istirahat.Nanti barang barang kamu biar Pak Usub yg bawa kesini.


"tapi Mr."kata Kiara terpotong.


"Sudah diputuskan"kata Dewa cuek.membuat kiara tidak bisa membantah.


"Kamar ku ada disebelah,kalo kamu butuh apa apa langsung ketok saja.


"Terimakasih kasih Mr.saya gak tau harus balas kebaikan Mr. dengan apa"


"Sudah,kamu tidak perlu kwatirin itu.Sekarang kamu istirahat gih"perintah Dewa.


Kiara memasuki kamar barunya.Ia melihat setiap sudut kamarnya.kamar yg begitu luas,sangat berbeda dengan tempat tinggal sebelumnya.


"Buset luasnya,kalo dijadiin kostan bisa jadi 3 kamar ni"kata Kiara sambil melihat sekeliling.


Kiara duduk di ranjang barunya.Betapa lembut nya tempat tidurnya.


"Wah...kalo empuk kayak gini bisa bisa gak bisa bangun nih."kata Kiara sambil merebahkan tubuhnya.


tok...tok...tok...


Terdengar ketukan dari luar,Kiara pun segera membukakan pintu kamarnya.Terlihat Pak Usub dengan membawa tas usang milik kiara.


"Eh...sini Pak tas nya,gak usah repot2 dibawa kesini,nanti saya ambil sendiri dibawah "kata Kiara berusaha mengambil tasnya.


"Gak pa pa Non,biar Bapak masukan"kata Pak Usub .


"Panggil Kiara saja Pak,jangan panggil Non".kata Kiara tak enak.


"Non kan tamu Tuan muda,jadi gak sopan buat saya kalo manggil Non pake nama"


"Gak pa pa pak.Saya disini juga untuk kerja.Jadi jangan panggil saya Non ya pak.Saya jadi gak enak."kata Kiara.


"Baik kalo begitu,Bapak pamit dulu ya"kata Pak Usub seraya meninggalkan kiara.


.


.


.


.


..


.


.


bersambung.


akhirnya update juga...maaf ya.karna sedikit sibuk.