Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 44



Setelah selesai makan siang,Kiara dan Dewa pun meninggalkan restoran.Dewa tampak kekenyangan karna ulah Kiara yang memaksa Dewa menghabiskan setengah makanannya.


"Mau langsung ke kafe Ki?"tanya Dewa sambil mengelus perut nya.


"Gak mas,nanti agak Sorean aja.Aku mau ganti baju dulu"kata Kiara sambil memakai sabuk pengaman.


"ya udah kalo gitu kita pulang dulu ya"ucap Dewa sembari melajukan mobilnya.


"Kenapa Mas perutnya?"tanya Kiara yang bingung melihat tingkah Dewa


"Mas kekenyangan Ki, gara gara habisin makanan kamu"ucap Dewa memelas.


"hahaha...maaf ya mas,kan mubadzir kalo gak dihabiskan."ucap Kiara sambil mengelus perut sixpack Dewa.


Kiara tampak kaget saat meraba perut Dewa,cepat cepat Kiara menarik tangannya tetapi ditahan oleh Dewa.


"Biar disini sebentar"ucap Dewa sambil menatap mata Kiara.


"Isshh apaan sih"ucap Kiara sambil menarik tangannya dari perut Dewa.Kiara tampak malu lalu memalingkan wajahnya kejendela.


"hahahaha lucu banget sich kamu".tawa Dewa saat melihat tingkah Kiara. Dewa mengacak rambut Kiara,sedangkan Kiara hanya memonyongkan bibirnya.


Tak terasa mobil Dewa sudah sampe rumah,Kiara kemudian bergegas masuk kedalam rumah.


"lho mas gak balik kekantor?"tanya Kiara saat melihat Dewa mengikutinya masuk rumah.


"nanti aja,mas mau istirahat dulu"jawab Dewa kemudian rebahan diruang tengah.


"tuan muda, Non baru pulang?bibi siapin makan ya."kata Bibi saat melihat Dewa dan Kiara diruang tengah.


"Gak usah Bi,kita udah makan"jawab Dewa.


"ohhh..ya sudah,kalo begitu saya kebelakang dulu".pamit Bibi,dan Dewa hanya mengangguk.


"Istirahat dikamar sana mas".suruh Kiara


"Disini aja,mas kekenyangan jadi mager".jawab Dewa yang mulai PeWe dengan posisinya.


"Mau aku buatin kopi?"tawar Kiara.


"gak usah sayang,udah gak ada tempat disini"ucap Dewa sambil menunjuk perutnya.


"Maafin aku ya sayang"ucap Kiara sambil membelai kepala Dewa.


"ya udah aku mau ganti baju dulu"ucap Kiara.


"Mau aku temenin?"goda Dewa.dan Kiara hanya melirik Dewa dengan tajam.


"hehehehehe...maaf cuma bercanda"jawab Dewa yang ciut nyalinya.


andaikan disini ada Danu,pasti ia sudah ngakak melihat bosnya yang takut dengan pacar kecilnya itu.


Kiara pun segera masuk kedalam kamarnya,setelah mandi dan ganti baju ia segera mengerjakan sholat ashar.


setelah selesai Kiara menuruni tangga menuju ke ruang tengah. Terlihat Dewa yang sudah terlelap.


"hmmm..malah tidur disini"ucap Kiara saat menghampiri Dewa yang tertidur disofa.


Kiara memandang wajah Dewa yang terlihat damai,tanpa niat untuk membangunkannya


setelah puas memandang wajah Dewa,Kiara pun beranjak pergi kekamar Dewa untuk memulai ritual bersih bersihnya.


yah,meskipun sudah menjadi pacar pemilik rumah Kiara tak melupakan kewajibannya disini.Karna menurutnya bekerja disini adalah tugas utamanya,dan bisa macarin pemilik rumah adalah bonus untuk dia.


Setelah membersihkan tempat tidur dan mengumpulkan baju kotor Dewa,Kiara segera keluar dari kamar dewa dengan membawa keranjang baju kotor.Kiara pergi kebelakang untuk mencuci baju Dewa.Setelah memasukannya kemesin cuci,kiara mengerjakan pekerjaan lainnya.


Saat sedang asyik bersih bersih,terdengar suara hp berdering.Kiara mencari sumber bunyi itu,ternyata hp Dewa yang tadi tadi diletakkan di atas meja.suara yang nyaring itu,tak mengusik sedikit pun tidur Dewa.Kiara segera menyambar hp itu,terlihat tulisan "Danu"dilayar hp Dewa. Kiara segera mengangkatnya.


"hallo mas Danu"ucap Kiara


"lho kok kamu Ki,sorry sorry salah pencet nomer"ucap Danu lalu mematikan handphone nya.


Tak lama, HP Dewa berdering kembali. Dan segera Kiara mengangkatnya.


"hallo mas Danu"ucap Kiara lagi.


"kok kamu lagi Ki,ya udah sorry"ucap Danu hendak mematikan lagi handphone nya


"Mas Danu ini hp nya Mas Dewa. yang punya HP lagi bobok siang,ada perlu apa?",ucap Kiara membuat Danu mengurungkan niatnya untuk mematikan telpon nya


"ohhh...kirain salah pencet tadi",ucap Danu salah tingkah,dan Kiara hanya memutar matanya karna jengah.


"ada perlu apa mas,bentar aku bangunin dulu si Bos"ucap Kiara.


"bilangin aja Ki,nanti jam 4 pak Ilham pengen ketemu dikantor.suruh sibos cepet cepet kesini ya"jelas Danu.


"iya mas,nanti aku sampaiin"ucap Kiara,


Setelah itu Kiara segera membangunkan Dewa


"Mas, Mas Dewa bangun"ucap Kiara dengan halus.


"Mas..."ucap Kiara sambil menguncang badan Dewa.Dewa pun mulai menggeliat.


"tadi dapet telpon dari mas Danu,katanya pak Ilham mau ketemu nanti jam 4"jelas Kiara yang duduk dilantai dekat Dewa.


"ini jam berapa?"tanya Dewa yang sudah membuka matanya.


"jam setengah 4 mas,"


"ya udah,mas mau cuci muka dulu"ucap Dewa mulai beranjak dari duduknya.


"Gak mandi sekalian mas,udah sore Lo"usul Kiara.


"nanti aja,abis dari kantor. Takutnya lama kalo harus mandi dulu,lagian mas cuma bentar kok"ucap Dewa


"kamu jadi ke kafe?mau mas anter sekalian?"lanjut Dewa.


"gak usah mas,nanti aku naik Ojol aja. Mas kan lagi Buru buru."ucap Kiara.


"ya udah,nanti mas susul kesana ya.sekarang mas berangkat kekantor dulu."ucap Dewa yang sudah selesai cuci muka


"iya mas hati hati ya"ucap Kiara, Dewa hanya tersenyum lalu mengecup kening Kiara.


Kiara melambaikan tangannya saat mobil Dewa pergi meninggalkan halaman rumah.setelah Dewa pergi,Kiara pun kembali kedalam kamarnya.Ia mulai siap siap untuk pergi ke kafe tempat ia bekerja dulu.


Kiara segera turun dari lantai dua,tak lupa ia mengecek cuciannya.Sebelum pergi Kiara menyempatkan untuk menjemur baju Dewa.Setelah selesai ia segera memesan Ojol untuk mengantarnya ke kafe.


Tak butuh waktu lama,Ojol pesanan Kiara datang.Pak Usub yang ada didepan terlihat berteriak memanggil Kiara.


"Non,non Kiara Ojolnya udah dateng"pekik Pak Usub dari halaman.Kiara yang mendengar pun segera keluar dari rumah.


"iya Pak,makasih ya"ucap Kiara


"mau kemana Non?"tanya Pak Usub


"mau ketemu temen lama aja Pak,aku duluan ya Pak"kata Kiara saat membuka pintu gerbang.


Setelah memakai helm,Kiara pun segera naik dan duduk dibelakang.motor matic itu pun mulai membelah jalan Ibu kota.15menit kemudian motor itu pun berhenti tepat didepan kafe. Setelah memberi uang dan menerima kembalian Kiara pun pergi meninggalkan kang Ojol itu.


Kiara masuk kedalam Kafe,suasana sore itu sangatlah sepi.Hanya ada 5 pelanggan disana.


"selamat dat..."ucap Dian yang terputus saat melihat Kiara.


"eh...Kiara,lama banget kita gak ketemu"pekik Dian yang terlihat senang saat melihat Kiara


"hehehehe..gimana kabarnya mbak?"tanya Kiara.


"Aku baik Ki,kamu gimana kabarnya?tumben main kesini?"


"Alhamdulillah aku juga baik mbak,aku kangen sama Mbak."ucap Kiara.


"ya udah kalo gitu duduk dulu"kata Dian lalu menarik tangan Kiara.


"ada yang bisa aku bantu mbak?"kata Kiara sembari duduk


"gak ada Ki,liat sepi gini."


kemudian keduanya saling ngobrol ngalor ngidul,menceritakan segala hal.


"terus mbak acara perjodohan nya kemarin gimana?"tanya Kiara.


"ya gitu Ki,semua lancar.aku sama dia sepakat mau PDKT dulu"jelas Dian.


"orangnya gimana Mbak?"selidik Kiara


"Mmmm,,sejauh ini sih dia baik,ganteng, kerjaannya pun sudah mapan"jelas Dian.


"jadi kalo sama bebeb beda jauh ya.lebih baik yang ini.Terus kapan nih aku di kenalin?"ucap Kiara.


"iya,dia jauh lebih baik dari pada yang dulu.mmm..nanti kalo ada waktu ya"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.