Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 59



Setelah pernikahan Danu digelar, Danu mendapat hadiah dari Dewa sebuah perjalanan bulan madu ke Maladewa selama 1 Minggu full plus uang saku.


Karna kepergian Danu membuat Dewa sangatlah sibuk.Hampir setiap hari Dewa harus lembur entah itu dikantor ataupun dirumah.


Dan malam itu,Dewa sedang bekerja diruang kerjanya.sedangkan Kiara sedang menyiapkan makan malam untuk Dewa didapur.


Kiara menyiapkan makanan lalu meletakkan nya diatas nampan, setelah itu membawanya keruang kerja Dewa.


setelah pulang dari kantor tadi sore, Dewa tidak keluar dari ruang kerjanya.sampai didepan ruang kerja Dewa,Kiara mengentuk pintu lalu langsung masuk tanpa menunggu jawaban Dewa.


"Makan dulu mas"ucap Kiara sampul meletakan nampan diatas meja.


"Iya yank,bentar lagi manggung."ucap Dewa yang masih fokus pada lembar dokumen.


"Makan dulu mas,ini udah malam Lo.Aku gak mau mas sakit,"


"Iya sayang"ucap Dewa lalu merenggangkan otot tangan dan punggung nya.Lalu berjalan menghampiri Kiara yang ada disofa.


"Mas kelihatan capek banget,"


"Yah lumayan yank,tau sendiri kalo Danu gak ada pasti kerjaan banyak yang kacau."keluh Dewa.


"sini mas aku pijitin"Ucap Kiara lalu mulai memijat bahu Dewa.


"Enak yank,sebelah sini"kata Dewa sambil memakan makanannya.


"Iya,mas jangan diforsir kerjanya.lagian besuk kan mas Danu juga udah masuk.Jadi mas bisa sedikit istirahat."ucap Kiara


"Hmmm...mas mau gantian ambil cuti.Mas mau ajak kamu liburan,"ucap Dewa yang disambut senang oleh Kiara.


"Kemana mas?"kata Kiara penuh antusias


"pengennya sih ke Jepang,atau ke Paris.Tapi karna kamu Hasih harus sekolah jadi kita Deket Deket dulu aja ya.Nanti kalo kamu udah selesai ujian kita agendain ke sana"


"Iya mas,gak kemana mana juga gak apa apa kok,yang penting mas bisa istirahat."


"Calon istri ku ini pengertian banget sich"


"Dih calon istri,dilamar juga belum"ucap Kiara malu malu.


"Ceritanya pengen dilamar nich?"goda Dewa


"Gak..."kata Kiara makin malu.


"Hahahaha...lucu banget sih kamu yank.aku jadi makin sayang sama kamu."kata Dewa.


"Mas bakal lamar kamu pas kamu udah lulus sekolah,tapi seenggaknya kamu tau niat baik mas"kata Dewa lalu menarik Kiara dipangkuannya.


"Setiap kamu ada dipelukan mas kayak gini,capek mas jadi hilang."


"Dih gombal"ucap Kiara.


"Beneran yank,kamu itu bagaikan charger HP.Kalo mas peluk kamu kayak gini semangat mas jadi meningkat"


"Terus disamain sama charger hp"Kata Kiara sewot lalu memonyongkan mulutnya.


Karna gemas Dewa pun menempelkan bibirnya pada bibir Kiara.Kiara pun dengan spontan menutup bibirnya,dengan lembut Dewa menyingkirkan tangan yang menutupi bibir Kiara.


Kemudian Dewa kembali mengecup bibir Kiara,yang semula hanya kecupan kecil lama lama menjadi ******* dan bahkan ******* manis.


Makin lama ******* Dewa makin liar, perlahan Dewa menurunkan ciumannya ke leher Kiara.Kiara merinding karna kegelian.Tangan Dewa pun tak tinggal diam,kini tangan Dewa sudah menyingkap kaos yang dikenakan Kiara.


Saat tangan Dewa hendak menyentuh benda kenyal Kiara,tangan Kiara pun segera menahan tangan Dewa yang hendak menyentuh asetnya itu.


"Stop mas,jangan kayak gini"ucap Kiara lirih dengan nafas yang tidak teratur.


Dewa yang tersadar dari hilafnya pun segera menyudahi aksinya.


"Maaf,maafin mas"ucap Dewa penuh penyesalan.Kiara hanya menundukkan kepalanya lalu pergi keluar ruang kerja Dewa.


Dewa tak mengejar Kiara,ia tau pasti Kiara sangat syok jadi Dewa memilih memberi waktu untuk Kiara sendiri.


"Kenapa aku selalu lepas kontrol kalo lagi berduaan sama kamu,Maafin mas"Gumam Dewa.


Sedangkan Kiara ia kembali kekamarnya,Ia mengunci kamarnya rapat rapat.Ia ingin sendiri,ia terlalu terkejut dengan sikap agresif Dewa tadi.Ia sadar Dewa itu lelaki normal dan usia dewa hampir kepala 3,jadi wajar jika Dewa melakukan hal se intim itu.


Tapi untuk Kiara yang masih polos,Belum siap melakukan hal itu.Apa lagi dalam agamanya hal itu dilarang.Jadi sebisa mungkin ia harus menghindari nya.


Setelah kejadian itu Dewa jadi tidak bisa konsen kerja,sedangkan Kiara ia tidak bisa memejamkan matanya.mereka hanyut dengan pikiran mereka masing masing.


Pagi itu matahari bersinar cerah, seperti biasa Kiara melakukan tugas tugasnya.


"Sayang,maafin mas ya.Mas semalem,"ucap Dewa.


"Ya udah kalo udah selesai,ayok buruan berangkat."Lanjut Kaira.


"ya udah yuk"


Hari berlalu begitu cepat,dan selama itu pula tidak ada yang mengungkit masalah malam itu.Dan semua kembali seperti semula,pagi itu Danu sudah standby menunggu Dewa diruang makan.


Saat tengah menunggu,hp nya pun berbunyi dengan sopan Danu mengangkat telponnya.


"Selamat pagi nyonya,ada yang bisa saya bantu"ucap Danu,


"Dan,kamu sudah kasih tau Dewa tentang pesta ulangtahunnya yang akan digelar lusa"ucap nyonya,ibu Dewa.


"Saya sudah sampaikan kepada tuan muda nyonya,tapi tuan belum memberi jawaban.Nanti saya coba bujuk kembali agar tuan mau datang ke acara itu"jelas Danu.


"Oke Dan,pokoknya bagaimana pun caranya bawa Dewa kesini"


"Baik nyonya akan saya usahakan"kata Danu,terlihat wajah Danu yang sedikit tertekan.


"Hah..."desah Danu.


"Kenapa mas,kayaknya ada yang dipikirin".


"Iya Ki, Pusing kalo pagi pagi udah ditelpon nyonya besar kayak gini"kata Danu sambil mengacak rambut nya sendiri.


"Nyonya besar, maksudnya maminya mas Dewa?"tanya Kiara sambil menyiapkan sarapan.


"Iya Ki"


"ada apa mas,tumben pagi pagi udah ditlpon?"


"nyonya minta aku buat bujukin si bos biar mau datang ke pesta ulangtahun nya besuk lusa"


"Mas Dewa ulang tahun mas?Besuk lusa?"tanya Kiara


"Iya Ki,masak kamu gak tau"


"Aku gak tau mas,ya udah nanti aku bantu buat bujukin mas Dewa"ucap Kiara


"Makasih ya Ki,kamu memang adik ku yang paling cantik"ucap danu dengan girang.


"Ada apa?dari atas aku dengar kalian lagi ngomongin mas?"


"siapa yang ngomongin mas,mas salah denger kali"


"Mas gak budeg ya"kata dewa kesal.


"hahahaha...udah nich dimakan sarapan nya,"


"Ki aku minta ya"ucap Danu melas


"Lha emang gak dimasakin mas?"


"Gak,dia lagi marah sama aku"ucap Danu makin melas.


"Ya udah mas,nich"ucap Kiara sambil meletakan piring berisi makanan didepan Danu.


"Makasih Ki" Ucap Danu,kemudian mulai menyantap sarapannya.


Mereka pun makan dengan tenang,setelah selesai dewa mengantar Kiara kesekolah.


.


.


.


.


.


..


..


.


.


.


bersambung.