
Setelah selesai memeriksa Kiara,para dokter itu pun segera keluar dari ruang ICU.Terlihat Dewa dan Adit yang cemas sudah menunggu didepan pintu.
"bagaimana keadaan Kiara dok?"tanya Dewa
"untuk saat ini pasien sudah melewati masa kritisnya,tapi kita akan terus pantau."jawab dokter
"kapan Kiara akan siuman dok?"
"secepatnya,begitu obat biusnya hilang pasien akan siuman.kalo begitu kami permisi dulu"ucap dokter kemudian pergi meninggalkan Dewa dan Adit.
Dewa dan Adit dapat bernafas lega,mereka tak mau sesuatu yang buruk terjadi pada Kiara.
Pagi itu,suasana rumah sakit perlahan semakin ramai.Terlihat aktifitas lalu lalang disana,Dewa baru saja membuka matanya saat Adit datang membawakan kopi untuk dewa.wajah Dewa terlihat capek dan berantakan,karna semalaman Dewa tidak dapat memejamkan mata nya,dan baru 1 jam yang lalu ia bisa tidur.
"nich kopi, cepetan diminum biar kamu agak Segeran"
"hmmm... thanks"ucap Dewa kemundian segera menyeruput kopi nya.
"kamu kelihatan capek banget, mendingan kamu balik dulu aja.Biar aku yang jagain Kiara"ucap Adit yang duduk disebelah Kiara.
"gak apa apa,aku disini aja"
"hmmm...ya udah cuci muka dulu sana,emang kamu mau saat Kiara sadar dia liat kamu yang berantakan kayak gini"
"ya udah kalo gitu aku ke toilet dulu ya"ucap Dewa kemudahan pergi meninggalkan Adit dengan langkah yang lunglai
Adit menatap punggung Dewa,ia merasa iba melihat Dewa. Adit hanya bisa berharap semoga Kiara dan Dewa bisa kuat menghadapi musibah ini.
tak lama kemudian Dewa kembali dengan wajah yang terlihat lebih fresh.
"dokter baru cek keadaan Kiara"ucap Adit saat melihat Dewa.
tak lama dokter keluar dari ruangan Kiara, Dewa dan Adit pun menghampiri nya.
"gimana keadaan Kiara dok?"tanya Dewa,ia kwatir terjadi sesuatu yang buruk lagi.
"keadaannya sekarang sudah stabil,dan sekarang sudah boleh dijenguk."ucap dokter.
"Alhamdulillah"ucap Dewa dengan penuh rasa syukur.
"kalo gitu saya sudah boleh masuk sekarang dok?"tanya dewa yang sudah tak sabar lagi
"iya boleh,tapi hanya 1 orang yang boleh masuk"ucap dokter.
Tanpa menunggu lama, Dewa pun buru buru masuk meninggalkan dokter dan Adit yang ada diluar.Dewa ingin sekali bertemu Kiara,ia sangat rindu dan ingin sekali memeluk Kiara.
Saat sampai didalam,air mata Dewa tak kuasa ditahannya.ia menangis melihat keadaan Kiara yang terlihat pucat,lemas dengan beberapa alat yang menempel di badannya.
perlahan Dewa mendekati Kiara, kemudian digenggam nya tanya Kiara dengan lembut.Dewa duduk disamping Kiara,dan sesekali menciumi telapak tangan Kiara .
"sayang bangun,"ucap Dewa dengan suara yang bergetar.dewa tak tega melihat Kiara seperti ini.dewa juga merasa bersalah karena tidak bisa melindungi kiara hingga hal seperti ini terjadi.
"sayang,maafin mas karna gak bisa jagain kamu.maafin mas,gara gara mas kamu harus ngalamin semua ini"ucap Dewa lirih.
Dewa tak hentinya menggenggam tangan Kiara,sesekali ia mengusap kepala dan pipi Kiara.Dan perlahan tangan Kiara pun bergerak pelan,dan kesadaran Kiara pun berangsur-angsur pulih.
"hai sayang,"sapa Dewa air matanya pun mulai mengalir kembali.
"aku dimana mas?"tanya Kiara lirih
"kamu dirumah sakit sayang,bentar aku panggilkan doker dulu"ucap Dewa kemudian buru buru menekan tombol untuk memanggil dokter.
Tak lama dokter pun masuk,dan segera mengecek kembali keadaan Kiara.Melihat keadaan Kiara,membuat dokter bisa bernafas lega.
"oke, keadaan sudah stabil,dan bisa dipindah keruangan inap.kiara banyak banyak istirahat ya,jangan banyak gerak dulu"ucap dokter
setelah memeriksa dokter pun keluar dari kamar Kiara.
saat ini Kiara sudah dipindahkan dikamar rawat inap.terlihat dewa yang selalu berada disamping Kiara.
"mas,anak kita baik baik saja kan?"tanya Kiara membuat Dewa bingung harus menjawab apa.
Dewa tidak mau setelah mendengar kabar yang memilukan Ini membuat Kiara drop kembali.
" dia gak apa apa, sekarang yang terpenting kesembuhan kamu."ucap Dewa sambil mengelus kepala Kiara.
"iya mas"
saat tengah mengobrol,terdengar ketukan pintu dari luar.
tok ..tok ..tok...
tak lama Danu masuk kedalam kamar Kiara.
"selamat pagi Mr"sapa Danu
"pagi Ki?gimana keadaan kamu?"lanjut Danu
kemudian Danu menatap Dewa, seakan memberi kode.Mengerti arti tatapan Danu, kemudian Dewa ijin keluar kepada Kiara.
"yank,mas keluar dulu ya.ada yang mau mas omongin sama Danu"
"iya mas"ucap Kiara,sebelum keluar Dewa mengecup kepala Kiara.
Sampai diluar,Danu mengeluarkan informasi yang kemarin dikirim oleh Dito. Dewa menatap layar hp Danu dengan serius,terlihat wajahnya yang mulai geram.
Dewa marah ternyata yang menyebabkan kejadian ini terjadi adalah keluarnya sendiri.ada amarah dalam hati Dewa.Danu pun sadar kalo dewa sedang menahan amarahnya.
kemudian Dewa kembali kedalam kamar Kiara,terlihat Kiara yang sedang mengobrol dengan Adit.
"yang mas mau tanya, sebenarnya apa yang terjadi?kenapa kamu bisa kayak gini?"
"gak apa apa kok mas, sebenarnya ini semua terjadi karena aku gak hati hati.karna sepatuku gak sengaja nginjek gaun terus aku jatuh"jelas Kiara
"beneran seperti itu kejadiannya?"tanya Dewa
"iya mas,masak aku bohong.emang kenapa mas tanya soal itu?"
hati Dewa terasa sakit saat melihat Kiara yang berbohong untuk melindungi orang yang sudah membuatnya mengalami semua ini.
"mas cuma pengen tau aja,kalo sampai ada yang sengaja celakain kamu mas gak akan tinggal diam"ucap Dewa
"gak ada yang celakain aku mas,ini semua murni karna aku gak hati hati"ucap Kiara
"ya udah, kamu istirahat dulu ya,mas harus kekantor sebentar"
"iya mas,mas hati hati ya"
"aku titip Kiara bentar ya"ucap Dewa pada Adit
"siap"
kemudian dewa keluar dari kamar Kiara, hatinya kembali terbakar amarah.Ia akan pergi kekediaman orang tua untuk membuat perhitungan.
Dewa memacu mobilnya dengan kencang,tak butuh waktu lama ia sampai dirumah orang tua nya.Setelah turun dari mobil,tanpa permisi Dewa membuka pintu utama dengan kasar.
terlihat wajah yang terkejut dari para penghuni rumah.
"Dewa apa apaan kamu?"tegur mami.
Tanpa menghiraukan ucapan maminya Dewa terus berjalan kearah keluarga by yang sedang sarapan.
Dewa melempar foto dari hasil cctv keatas meja.
"apa yang kamu lakukan Dewa?"tanya papi yang tidak tau apa yang terjadi.
"papi tanyakan saja semuanya pada Istri papi,apa yang sudah ia lakukan"ucap Dewa penuh amarah.
"apa apaan kamu Dewa,dia itu mami kamu"bentak papi.
"iya,memang dia mami Dewa,tapi itu dulu sebelum ia mencelakai Kiara wanita yang aku cintai"
"mencelakai?apa maksud kamu?"tanya papi
"papi bisa liat sendiri apa yang sudah ia lakukan.karna dia, dewa kehilangan anak Dewa,dia sudah membunuh penerus keluarga kita"
"hah,syukur kalo anak haram itu sudah lenyap.lagian belum tentu anak yang perempuan itu kandang adalah anak kamu"ucap mami dengan kejam.
mendengar itu, membuat amarah nya kian membara.Ingin rasanya ia merobek mulut maminya.
"sudah cukup,"bentak Dewa.
Kakek Dewa pun keluar dari kamarnya saat mendengar keributan diluar..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung