
Jam setengah 8 malam,dewa keluar dari kamarnya dengan pakaian kasualnya.Kiara yang melihat Dewa pun segera menghampiri Dewa.
"huh...pacarku keren banget sich,ati ati bakal banyak yang naksir Lo"goda Kiara sambil membenarkan kerah jaket Dewa.
"hahaha,mas juga gak bakal tertarik kalo disini aja udah ada bidadari"
"Hahahaha gombal banget sich kamu"
"Ya udah mas berangkat ya,kamu beneran mau dirumah?"
"Ia mas,aku gak apa apa kok"
"ya udah,nanti mas usahain pulang cepat dech."
"Iya, gak perlu buru buru.mas nikmatin aja acaranya,mas kan juga jarang keluar.have fun ya"ucap Kiara.
"Iya sayang,mas berangkat"kata Dewa kemudian mengecup pipi Kiara.
Setelah Dewa pergi Kiara pun melanjutkan belajar. Kiara harus fokus belajar,karna ini perjuangan terakhir nya untuk mendapat hasil yang ia inginkan.
Disisi lain,mobil Dewa pun berhenti dibasement sebuah hotel bintang lima,tempat acara Erick diadakan.Setelah memarkirkan mobilnya, Dewa segera pergi menuju Ballroom.
Suasana disana sangat meriah,terdengar dentuman musik disco yang menambah makin meriah.Seperti yang dibilang Kiara,banyak sekali wanita disana yang terpesona dengan Dewa.
Kemudian Dewa pergi menghampiri Erick,sebagai tuan rumah.Terlihat Brian dan clara ada disebelah Erick.
"Hay Dewa my bro"sapa Erick kemudian memeluk Dewa.
"Selamat ulang tahun bro"
"Makasih brow,sendirian aja Lo?dimana si adik manis?"tanya Erick
"Dia gak ikut,dia harus nyiapin diri buat ujian "jelas Dewa.
"Hay brow apa kabar"sapa Brian.
"Hay Dewa"sapa Clara
"Baik bro"jawab Dewa pada Brian,sedangkan ia tidak menggubris sapaan Clara.
Akhirnya mereka berbincang-bincang,hingga acara inti dimulai.
Clara tampak kesal mendapat perlakuan dingin dari Dewa.Beberapa kali ia mencoba mengangajak Dewa ngobrol tapi selalu dicuekin oleh Dewa.
Karna kesal Clara memasukan sesuatu pada minuman Dewa,ia berharap dengan rencana ini dia bisa menjadi milik Dewa selamanya.
Setelah melancarkan aksinya,ia meminta tolong kepada pelayan untuk memberikan minuman itu pada Dewa.
Karna sedang asyik mengobrol dengan Erick dan beberapa temannya, Dewa tanpa sadar mengambil gelas yang sudah diberi obat oleh Clara.
Clara pun tampak tersenyum melihat Dewa yang sedang meminum minuman yang ia racik.Tampa Clara sadari,ternyata Brian dari tadi melihatnya dari kejauhan.
Brian yang sebenarnya sedari dulu sudah mencintai Clara,tapi selalu ditolak oleh Clara.Berbagai pengorbanan sudah Brian lakukan untuk Clara,tapi tak satupun dianggap olehnya.
Ia hanya bisa menahan perasaannya yang bertepuk sebelah tangan pada clara.asalkan bisa disamping Clara itu sudah membuat Brian senang.
Tapi melihat cara licik Clara,membuat Brian melakukan perbuatan yang sama dengan apa yang Clara lakukan.Ia memasukan obat kedalam minuman.Setelah itu,Brian menghampiri Clara yang duduk sendirian.
"Ngapain Lo disini sendirian?"tanya Brian sambil menyodorkan gelas minuman .
"Thanks,gak apa apa cuma lagi nikmatin suasana aja"ucap Clara kemudian mulai menyesap minumannya .
"hmmm...denger denger kamu kerja sama dengan perusahaan dewa?"tanya Brian lagi
"Iya,tapi udah dibatalin"
"Dibatalin? kenapa?"tanya Brian lagi.
"Udah gue gak mau bahas ini lagi"ucap Clara sedikit kesal.
"Oke oke,sorry gue gak bakal tanya tanya lagi"?
mereka berdua pun melanjutkan obrolannya,tapi tak berapa lama obat itu pun bereaksi.Clara tampak sudah mabuk.
"Lo kenapa?Udah mabuk Lo,baru juga minum 1 gelas"tanya Brian.
"gue gak apa apa"kata Clara yang mulai tampak gelisah.
"beneran gak apa apa Lo,keringet Lo banyak banget.lo juga kayak gelisah gitu"
"Ah..a...aku gak apa apa"ucap Clara yang mulai belinsatan.
"Mau gue anter pulang sekarang,kayaknya Lo lagi gak enak badan ya"ucap Brian
"gak,tunggu dulu.gue mau nunggu Dewa"kata Clara yang mulai seperti cacing kepanasan.
"Udah gak usah nunggu,gue anter pulang sekarang"ucap Brian kemudian pergi menghampiri Erick dan Dewa untuk berpamitan.
"Wah parah Lo anak orang dibikin mabuk,ya udah sana.Ati ati ya"kata Erick
"Gue duluan ya bro"ucap Brian pada Dewa
"Hmmm...ati ati Lo"ucap dewa
Setelah Brian dan Clara pergi, Dewa pun mulai merasakan efek dari obat yang dimasukan kedalam minumannya tadi.
"Kenapa Lo?mabuk juga?bukannya lo cuma minum jus?"tanya Erick yang merasa heran.
"Gak tau nich,tiba tiba pusing aja"ucap Dewa sambil memegang kepalanya yang mulai berat.
"Ya udah yuk gue anter Lo pulang,dari pada kenapa napa Lo"
"Terus pesta Lo?"
"Pestanya udah kelar ini,yuk balik sekarang"ucap Erick sambil memapah Dewa.
Ditempat lain,Brian sedang mengantar Clara dengan mobilnya.Didalam mobil Clara mulai banyak tingkah.Ia mengeluh panas padahal AC mobil sudah dinyalakan.
"Brian panas,panas banget,aku gak tahan lagi"ucap Clara sambil berusaha melepas bajunya.
Dengan cekatan Brian menghalangi Clara melakukan hal itu.Tapi karna sentuhan Brian membuat clara seperti cacing kepanasan.
"tolong aku Brian"ucap Clara.
Melihat Clara yang sedang tak berdaya seperti ini membuat Brian tidak konsen menyetir.Tanpa pikir panjang Brian pun menghentikan mobilnya ditempat yang sepi.
Saat mobil Brian sudah berhenti tiba tiba Clara menyerang Brian.Clara dengan membabi buta mencium dan Melu**t bibir Brian.
Brian yang sudah sekian lama mencintai Clara pun,tak mau tinggal diam.Brian mulai membalas ciuman Clara.Mereka berciuman dengan sangat liarnya.
Tak terasa satu persatu pakaian mereka sudah terlepas.Dan pertempuran semalam suntuk pun terjadi didalam mobil.
Sementara itu, Erick sudah sampai dirumah dewa.Ia menekan bel rumah Dewa,Kiara yang mendengar pun segera keluar kamarnya lalu berlari kepintu depan.
"Lho kak Erick,mas Dewa kenapa?"tanya Kiara saat melihat Dewa yang tak sadarkan diri.
"Gak tau Ki,katanya tadi pusing"
"Mas Dewa minum alkohol mas?"
"Gak kok,dia gak minum alkohol sedikitpun"
"Oh ya udah,tolong dibawa kekamar ya kak."
kemudian Erick pun membawa Dewa kekamar Dewa dengan dibantu kiara.setelah sampai dikamar Dewa segera diletakan diatas tempat tidur nya.
"Hah...buset berat banget ni bocah,banyak dosa kali ya"keluh Erick.
"Ya udah ki, aku langsung balik ya"
"Gak mau minum dulu kak?"
"gak usah,lain kali aja.gak enak juga udah malem"ucap Erick.
"hmmm...makasih ya kak,udah anterin mas dewa"ucap Kiara saat mengantar Erick sampai pintu depan.
"its oke,aku balik ya"ucap Erick kemudian mengacak rambut Kiara,yang membuat kiara memonyongkan bibirnya.
"Gemes banget sich"gumam Erick dalam hati.
"iya kak,hati hati ya dijalan..
.
.
.
.
.
.. .
..
.
.
.. Bersambung