Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 23



Setelah selesai mencuci, Kiara mengerjakan tugas sekolah nya di taman belakang.Seperti itulah Kiara,apa bila ada waktu luang ia selalu gunakan untuk belajar.


Saat sedang asyik belajar tiba tiba hp nya berdering.Kiara pun langsung mengambil hp nya.


"Iya Mas". Kata Kiara saat tau bahwa Dewa yg menelponnya.


"Sudah pulang Ki?". Tanya Dewa.


"Sudah dari tadi mas".


"Lagi ngapain?". Tanya Dewa.


"Lagi belajar". Jawab Kiara singkat.


"Ya udah, Mas cuma mau bilang kalo Mas hari ini pulang malam.Jadi kamu gak usah nyiapin makan malam buat Mas.Kamu beranikan dirumah sendiri?Kalo gak berani minta Bibi nemenin kamu atau kamu telp temen kamu,biar mereka yang nemenin". Kata Dewa panjang lebar.


"Oh gitu,iya aku berani kok dirumah sendiri.Gak pa pa,lagian juga ada Pak Usub."Terang Kiara.


"Ya udah terserah kamu,udah dulu Mas mau mulai metting dulu".Pamit Dewa.


"Iya Mas,semangat". Kata Kiara dengan ceria,membuat dewa yang ada disebrang telp tersenyum.


Danu yg melihat Bos nya senyum senyum sendiri,timbul rasa untuk menggoda nya.


"Abis telpon siapa boz,Ampe senyum senyum sendiri gitu". Selidik Danu dengan cengengesan.


"Urus saja urusan kamu sendiri". Jawab Dewa ketus.


"Saya tau kok,aromanya abis telpon calon pacar ni". Goda Danu.


"Danu..."Kata Dewa dengan nada bicara dan tampang yang menyeramkan.Membuat nyali Danu ciut untuk menggoda.


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_


Jam menunjukan pukul 9 malam, Dewa pun belum pulang.Kiara menunggu Dewa sambil menonton tv diruang tengah.


Tepat setengah 10 malam,mobil Dewa masuk kedalam halaman.Tak lama Dewa berjalan masuk.Melihat Kiara sedang diruang tengah dewa pun menghampiri nya.


"Nonton apa Ki?"Tanya Dewa sambil duduk diatas sofa.


"Gak tau,dari tadi acaranya gak ada yang bagus."Kata Kiara.


"Sudah makan". Tanya Dewa.


"Sudah, Mas sudah makan?Mau dibuatin sesuatu?". Tanya Kiara.


"Gak usah,mas mau mandi dulu". Ucap Dewa seraya beranjak dari duduknya.


"Iya,udah bau acem". Goda Kiara sambil menutup hidungnya.


"Apa, Mas bau asem?sini cium dulu sini" Kata Dewa lalu mendekati Kiara.


"Gak gak mau,hahahaha... Udah sana Mas mandi sana."Kata Kiara yang berusaha mendorong tubuh Dewa pelan.


Sebenarnya kalo boleh jujur dalam hati kiara berkata "Iya mas,sini aku cium".(Kalo disuruh cium Mas Dewa pun Thor juga mau😁😁)


Lalu Dewa pun segera kekamarnya untuk mandi.Tak lama kemudiaan, Dewa keluar dari kamarnya.Iya berjalan menuju ruang tengah.Dewa terlihat seksi dan tampan.Dengan rambut yang masih setengah basah.Singlet yg ia kenakan menunjukan otot lengannya yg kekar.


"Nich Mas diminum.Aku buatin teh hangat."Kata Kiara.


"Makasih ya Ki". Kata Dewa sambil meminum tehnya.


"Sibuk banget hari ini mas?". Tanya Kiara


"Ya lumayan,tadi sempat ada masalah diproyek,tapi sekarang udah selesai."Jelas Dewa.


"Mas harus jaga kesehatan,makan tepat waktu.Istirahat yang cukup.Pokoknya jangan sampe sakit."Ucap Kiara.


"Iya sayang"Jawab Dewa dengan senyum diwajahnya,yang membuat hati Kiara cenat cenut.


"Gimana sekolah kamu Ki?. Tanya Dewa.


"hmmm...Ya begitu Mas.Belakangan sih lagi banyak ulangan."


"Oh...yang penting belajar yang rajin.Kamu juga harus jaga kesehatan.jangan capek capek"Kata Dewa.


"Iya sayang.."Jawab Kiara mengikuti kata Dewa tadi.


"Hmmm...udah berani ya kamu."Kata Dewa sambil mengelitik Kiara.


"hahahaha ampun Mas...aku cuma bercanda".


Dewa melihat kiara yg tertawa lepas membuat hatinya senang.


"Imut banget sih kamu Ki"Kata Dewa dalam hati.


Setelah selesai tertawa ria,kini Dewa dan Kiara fokus menonton tv.Acara yg dipilih Dewa adalah acara bisnis.Sebenarnya Kiara tidak mengerti,tapi Kiara berusaha memahami apa yang mereka bicarakan.


"Berita selanjutnya,seorang pengusaha tekstil.Adi Gunawan terlihat tengah menunggu putri tertua nya di bandara sore ini.Beberapa waktu lalu pernah tersebar kabar yang menyebut kan bahwa Adi Gunawan memiliki anak lain yang tidak pernah terexpos.Dan tidak pernah mendapat klarifikasi dari yang bersangkutan.berikut hasil wawancara kami"Kata penyiar berita.


Dewa pun segera mengambil remote tv disamping Kiara,lalu berniat mengganti saluran nya.


"Jangan diganti dulu Mas". Kata Kiara yg masih menatap layar tv.


"Mas itu Ayah,Ya Allah aku gak nyangka bisa melihat Ayah ditv.Alhamdulillah Ayah sehat,sekarang Ayah juga gemuk". Kata Kiara dengan raut wajah yang gembira.


Dengan mata yang berkaca-kaca, Kiara tak sedetikpun berkedip matanya masih tertuju pada layar kaca.Terlihat kegembiraan diwajah Kiara.


"Saya memang punya adik perempuan bernama kiara agria Adi Gunawan... Tapi waktu kecil dia mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.Jadi saya minta kepada temen temen untuk tidak mengungkit lagi kenangan yang menyedihkan itu.Kami segenap keluarga sangat berduka."Kata Tyas dalam wawancara.


"Jadi mulai sekarang jangan ungkit lagi.saya selaku orang tua nya sangat kehilangan"Kata Ayah menangis.


Bagaikan disambar petir disiang bolong.Wajah Kiara yang semula tampak gembira berubah menjadi kecewa,bingung,sedih,campur jadi satu.


Dewa tau perasaan Kiara saat ini.Dengan iba ia mendekati Kiara dan hendak memeluknya.Tapi tiba tiba Kiara menatap Dewa dengan tersenyum.


"Kak Tyas pasti salah kira,pasti mereka nyariin aku disurabaya.Tapi karna gak ketemu makannya mereka mengira aku sudah meninggal". Kata Kiara yang seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar.Kiara tetap berusaha tegar didepan Dewa.


"Ki..."Kata Dewa.


"Aku gak pa pa kok Mas,ya udah sudah malam.Kalo mas gak butuh apa apa lagi aku mau kekamar."Kata Kiara.belum sempat Dewa menjawab Kiara sudah berlari menuju kamarnya.


Kiara terus berlari,air matanya pun tidak bisa dibendung lagi.Sesampainya dikamar kaki kiara terasa lemas.Ia bersimpuh dibelakang pintu,air matanya terus bercucuran.


"Ayah...Ki disini Yah. Ki baik baik saja. Ki masih hidup Yah.Kenapa Ayah ngira Ki sudah meninggal.Berbulan bulan bahkan beberapa tahun setelah Ayah ninggalin Ki,setiap hari Ki selalu nunggu ayah jemput Ki distasiun."


"Ayah sebenarnya Ki salah apa,apa ayah sudah tidak butuh Ki lagi?ki sayang ayah"Kata Kiara dalam tangisan.


Kiara merasa dibuang oleh ayah yang ia sayangi.Kiara menerima semua yg Ayahnya lakukan.Kiara tetap berjuang agar Ayahnya suatu saat bisa bangga pada nya.Tapi seperti nya harapannya sia sia.


Tanpa Kiara sadari ternyata Dewa berdiri didepan pintu kamar nya.Mendengar semua keluhan Kiara.Mendengar tangis yang begitu menyedihkan,tapi ia tidak bisa berbuat apa apa.


_-_-_-_--_-_-_-_-_-_-


Matahari bersinar cerah,setelah malam yang penuh air mata.Seperti biasa Kiara mengawali harinya memasak sarapan,setelah itu ia hendak membangunkan Dewa dikamarnya,tapi ternyata Dewa sudah bangun.


"Selamat pagi Mas Dewa,Tumben belum dibangunin udah bangun duluan."Sapa Kiara dengar ceria,seperti tidak terjadi apa apa kemarin.


"Hhmm...kamu masaknya berisik."Kata Dewa sambil berusaha melihat wajah Kiara yg sedari tadi seakan menghindari tatapan Dewa.


"Maaf kalo gitu,nih dimakan"Kata Kiara sambil menyodorkan piring pada Dewa.Lagi lagi Kiara tak menatap Dewa dan seakan menghindari nya.


"Ya udah Mas,aku kekamar Mas dulu."Kata Kiara segera menuju kamar Dewa.Dewa pun hanya memandang Kiara dengan heran.


Setelah membersihkan kamar dan menyiapkan baju untuk Dewa, Kiara pergi kekamarnya untuk mengambil tas sekolahnya.Kemudian pergi menghampiri Dewa.


"Mas,aku berangkat dulu ya". Pamit Kiara.


"Gak sarapan dulu Ki?". Tanya Dewa.


"Aku udah sarapan Mas.dadah Mas "Kata Kiara


"Pasti ada sesuatu". Gumam Dewa pelan,sambil melihat punggung Kiara yang mulai menghilang di balik pintu. ini


Entah kenapa ia merasakan hatinya teramat sakit.Ia tidak mau bertemu dengan siapa pun saat ini,termasuk Dewa.Ia ingin menyendiri,memikirkan nasib hidupnya sendiri.


Kiara berjalan tanpa tujuan.Bagaikan kehilangan arah, Kiara berjalan menurut kemana kakinya melangkah.


Untuk pertama kalinya Kiara tak ingin pergi kesekolah.Pikirannya hari ini benar benar kacau,hatinya sakit jika ingat kata kata ayah dan saudaranya kemarin.


Akhirnya kiara memutuskan untuk duduk disebuah taman.Ia duduk di bangku dibawah sebuah pohon.Pandangannya terlihat kosong,pikirannya merancu kemana mana.


Tak terasa hari sudah siang,Dan kiara masih duduk ditempat dan posisi yang sama.Bagaikan patung ia tak bergerak sedikitpun.Sampai suara hp nya menyadarkannya dari lamunan.


Dilihatnya layar hp nya.Dan terlihat dilayar ternyata Luna yang menelpon nya.


"Halo Luna".


"Ki kenapa kamu gak masuk sekolah hari ini?". Tanya Luna terdengar cemas.


"Gak pa pa,aku cuma kurang enak badan aja.kayaknya mau flu."Kata Kiara bohong.


"Beneran kamu cuma gak enak badan Ki?"Kata Luna yang sedikit curiga.


"Iya masak aku bohong.ini aku habis minum obat".


"Beneran Ki,bukan karna berita itu?."Tanya Luna hati hati.


"Berita?Berita apaan?". Tanya Kiara sok tidak mengerti.


"Oh ,gak bukan apa apa.ya udah kamu istirahat ya". Kata Luna.


Setelah mematikan hp nya kiara pun berjalan pulang.Dengan lemas ia berjalan selangkah demi selangkah.


.


..


...


....


.....


.....


......


Bersambung gaes....