
Setelah Dewa dan Danu berangkat kekantor,Kiara hanya duduk di taman sambil memikirkan perkataan Danu tadi.
Ia tak bisa membayangkan akan hidup jauh dari Dewa dan membesarkan buah hatinya sendiri.
Tapi ia juga tak bisa berbuat apa apa,mungkin Kiara hanya bisa mengikuti jalan hidup yang tuhan tentukan untuknya.
"Hay dex...apa pun yang terjadi kelak,mommy akan selalu berusaha yang terbaik buat kamu.Mommy minta maaf kalo kelak jika kamu lahir kamu tidak bisa bertemu dengan Daddy."ucap Kiara sambil mengusap pelan perutnya.
hati Kiara sangat perih saat membayangkan anaknya tumbuh tanpa ada sosok ayah.Ia tak ingin hidup anaknya sama seperti hidupnya,yang mengharuskan ia tumbuh sendiri tanpa sosok orang tua.
Waktu berlahan berganti,sudah dua Minggu setelah Dewa mengatakan bahwa ia dijodohkan dengan orang lain.Selama itu pula Kiara menjalani hidupnya seperti biasa.
pagi itu, Dewa sudah berangkat kekantor.Sedangkan Kiara ia sedang berberes diruang tamu,saat seseorang menekan bel rumah Dewa.
Kiara yang mendengar segera membukakan pintu depan.Terlihat seorang paruh baya,dengan dandanan seperti kelapa pelayan di komik komik.
"Selamat siang,bisa saya bertemu dengan non Kiara?"ucap lelaki itu dengan sopan.
"Iya saya sendiri,ada perlu apa ya pak?"tanya Kiara.
"Saya kepala pelayan dari kediaman utama,nyonya meminta saya untuk menjemput non kiara untuk ikut saya kekediaman utama"jelas lelaki itu.
"mami nya mas Dewa maksudnya?"
"Iya betul sekali,kalo tidak keberatan silahkan ikut dengan saya."
Setelah berganti baju,Kiara ikut naik ke mobil l
lelaki itu.Didalam mobil ia hanya terdiam,dengan seribu pertanyaan yang berlalu lalang di otaknya tanpa mendapat jawaban.
sekitar 1 jam kemudian,mobil yang ditumpangi Kiara pun sampai dihalaman kediaman utama yang super luas itu.Rasa deg degan menyelimuti perasaan Kiara saat itu.
kemudian Kiara mengikuti lelaki itu masuk kedalam rumah.tetapi bukan lewat pintu utama melainkan pintu belakang,tempat para asisten rumah tangga berlalu lalang.
Kiara terus mengikuti lelaki itu,dengan sesekali melihat keadaan dalam rumah itu.lelaki itu berhenti disebuah ruangan khusus para pelayan.lalu lelaki itu berbisik kepada perempuan yang usianya tak jauh beda dengan. lelaki itu,kalo dilihat mungkin dia kepala pelayan wanita.
wanita itu menatap Kiara Dengan tatapan galak dan menakutkan,sangat berbeda dengan lelaki berusan.
"kamu yang namanya Kiara?"tanya wanita itu.
"Iya,saya Kiara"ucap Kiara dengan tenang
tanpa berkata apa apa lagi,wanita itu melempar baju kearah Kiara.
"cepat ganti baju kamu dengan itu"perintah wanita itu.
"Tapi buat apa saya harus ganti dengan baju ini?"tanya Kiara bingung.
"Sudah gak usah banyak tanya,cepat ganti baju.sebentar lagi tamunya akan segera datang."
Kiara dengan terpaksa melakukan apa yang wanita itu suruh.Tak lama kemudian Kiara keluar dari ruang ganti dengan menggunakan pakaian khas pelayan.
tatapan semua orang diruangan itu seperti membenci kiara.kemudian wanita tadi mendekati Kiara dengan berkacak pinggang.
"Hari ini kamu bantu bantu disini,karna nanti ada tamu spesial yang akan datang.karna disini kekurangan pelayan jadi nyonya meminta kamu kesini"
"Jadi ini karna permintaan nyonya?"tanya Kiara.
"Iya,sudah jangan banyak bicara masih banyak pekerjaan yang harus kamu lakukan.Sekarang ikut aku kedapur"
Kiara pun mengekor mengikuti wanita itu kedapur.sampai didapur ia disuruh untuk mengupas bawang merah lalu mengirisnya tipis tipis.
"Kamu kupas ini,lalu potong tipis tipis"perintah wanita itu.
"Ini semuanya?"tanya Kiara karna melihat bawang merah yang sangat banyak.
"Iya,kamu kupas semua"perintah wanita itu kemudian pergi berlalu dari dapur.
Kiara pun mulai mengerjakan tugasnya,satu persatu bawang merah ia kupas lalu ia potong.awalnya Kiara biasa saja saat mengupas,tapi lama lama mata nya pun perih dan akhirnya mengeluarkan air mata.
dengan air mata yang mengalir,Kiara tetep melanjutkan pekerjaannya.Sesekali ia menyeka air matanya,tapi akhirnya keluar kembali.
"Keluarkan semua air mata mu hari ini,jadi nanti kalo melihat pemandangan indah air mata kamu sudah habis"ledek wanita tadi.
Kiara pun hanya cuek dengan perkataan itu,sebab ia tak kau maksud pembicaraan itu.
setelah berjuang sekian lama, akhirnya Kiara menyelesaikan pekerjaan dengan sukses.Kemudian wanita itu tadi memberi tugas tugas yang lumayan sulit ,tapi kiara tetap bisa menyelesaikan meski dengan susah payah.
saat sedang menata makanan, terdengar desas desus antar pelayan lain
"Iya,dia sudah datang"ucap pelayan
"Iya aku juga liat,ternyata sangat cantik"
"wah kalo jadi,nanti anak anak mereka pasti sangat lucu dan cantik"
begitulah pembicaraan antar pelayan itu,Kiara hanya mendengar tanpa berniat ikut nimbrung.
Tak lama kepala pelayan wanita pun masuk kedalam dapur.Ia mencari cari keberadaan Kiara.
"Kiara,bawa nampan ini ke meja makan"ucap wanita itu.
Sejujurnya Kiara sudah capek,karna sedari tadi harus melakukan pekerjaan berat.Tanpa bicara Kiara segera berangkat,karna percuma saja mengeluh karena sedari tadi tidak digubris oleh kepala pelayan itu.
saat sampai diruang makan,betapa kagetnya Kiara melihat Dewa sedang duduk disamping wanita yang sangat cantik.Itu pun yang dirasakan Dewa,ia juga sangat kaget saat melihat Kiara apa lagi dengan memakai seragam pelayan.
"Maaf ya sayank,mami pinjam asisten kamu tanpa ijin dulu sama kamu.Disini mami kekurangan pelayan"ucap mami Dewa.
"Pelayan begitu banyak masih saja kurang dan masih..."ucap dewa dengan dingin dan terpotong saat Kiara mengelengkan kepalanya tanda Dewa jangan meneruskan omongannya.
"kamu sudah lama kerja dirumah Dewa?"tanya nyonya dengan lembut.
"Maaf,nyonya bertanya pada saya?"tanya Kiara
"Iya lah,siapa lagi disini asisten rumah tangga dewa"ucap mami dewa.
"kurang lebih 1 tahun nyonya"ucap Kiara sambil menundukkan kepalanya.
"Oh,kalo gitu gimana menurut kamu tentang mereka berdua?"tanya nyonya.
"Maaf maksud nyonya ,mas.."ucap Kiara lalu berhenti karna salah menyebut
"maaf maksud saja,tuan muda dengan nona ini?"
"iya maksud ku, Dewa dengan Natasya. Natasha adalah wanita yang akan dijodohkan dengan Dewa.Dewa pasti sudah cerita kan?"
"Selama ini saya melihat tuan muda seperti bintang yang bersinar di langit,dan sekarang ada nona Natasha disamping tuan muda membuat tuan muda tambah bersinar.Jadi menurut saya tuan dan nona sangat serasi"ucap kiara dengan hati yang teriris iris
"Jadi kamu setuju kalo mereka menikah?"
"Saya akan hargai dan hormati keputusan tuan muda.Apa pun keputusan tuan muda,saya tau itu untuk kebahagiaan tuan muda sendiri"ucap Kiara sambil menatap mata Dewa,lalu senyum seakan berkata "aku gak apa apa".
"ya udah kamu kebelakang sana,kita mau makan siang dulu jangan merusak pemandangan"usir mami Dewa
Kiara pun kembali kedapur,ia berusaha membendung air matanya yang hampir keluar.Ia harus kuat menahan semua ini,mungkin ini lah cobaan untuk nya..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Bersambung