Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 68



matahari sudah bersinar cerah,saat kiara melangkahkan kakinya dikoridoar sekolah menuju kelasnya.


Saat sampai kelas,terlihat Ajeng dan Tari sedang mengobrol.Kemudian Kiara menghampiri dan menyapa mereka.


"Pagi Jeng,pagi Tari"sapa Kiara dengan senyum merekah.


Tapi bukanya jawaban yang Kiara dapatkan,tetapi hanyalah tatapan tajam dari Ajeng dan Tari.


"ya udah aku kebelakang dulu ya"kata Kiara meninggalkan ke2 sahabatnya itu menuju bangkunya sendiri.


"Pergi sana Lo,ngerusak pemandangan"ucap Ajeng ketus.


Sudah beberapa Minggu Kiara selalu melakukan hal itu.Kiara berharap suatu saat nanti ke2 sahabatnya itu mau memaafkan dia.Meskipun dia selalu mendapat perlakuan kasar,tapi Kiara akan selalu sabar.


"Mau sampai kapan kamu kayak gini terus Ki?"Tanya Luna yang kasihan melihat Kiara yang berusaha keras berbaikan dengan Ajeng dan tari.


"Sampai mereka mau maafin aku"


"Dah berapa lama kamu kayak gini?Tapi mereka gak ada niat buat baikan sama kamu".


"Aku tau kok,dulu saat SD aku punya temen banyak.Semua orang suka sama aku,Tapi setelah ayahku ninggalin aku.Semua temen ku pun pergi ninggalin aku.Saat SMP,gak ada yang mau Deket sama aku.Mungkin karna aku beda,aku gak seberuntung mereka.Dan sampai aku disini,aku sudah merasa kayak diasingin.Tapi tiba tiba kalian datang mengulurkan tangan ke aku.Mambantu aku dari lubang pengasingan.Itulah pertama kali aku merasa gak akan sendiri lagi.jadi apapun yang terjadi aku akan berusaha sekuat tenaga buat mempertahankan persahabatan kita."jawab Kiara.


"Karna kalian orang orang yang paling berharga yang aku miliki"Lanjut Kiara.


"apapun yang terjadi aku gak akan ninggalin kamu Ki,meskipun kini Ajeng sama Tari berubah.Tapi aku gak akan kayak gitu"ucap Luna


"Makasih Luna,aku beruntung punya sahabat kayak kamu."


"Luna,ngapain Lo disana?"teriak Ajeng


"Udah lun,kamu kesana aja"kata Kiara.


kemudian Luna pergi menghampiri Ajeng dan Tari.


Begitulah kehidupan Kiara disekolah,ia masih harus berjuang agar Ajeng dan tari mau ngomong lagi sama dia.


Ditempat lain, Dewa sedang disibukan dengan pekerjaan nya yang menggunung.Tak lama kemudian Danu masuk kedalam ruangan Dewa.


"Bos,baru saja Sentosa makmur menelpon mereka ingin bertemu dengan bos sore ini"ucap Danu.


"Sentosa makmur?"tanya Dewa


"Iya bos,mereka yang beberapa waktu lalu menandatangani kontrak dengan kita"


"Mau apa mereka?"


"Mereka bilang ingin bekerja sama lagi dengan proyek baru"jelas Danu


"Suruh bagian perencanaan yang urus ini"kata Dewa sambil melanjutkan memeriksa dokumen.


"Maaf boz,tapi mereka bilang proyek ini harus bos sendiri yang tangani"


"Oke,kamu atur saja "ucap Dewa yang tak mengangkat kepalanya sedikit pun.


"Baik bos,kalo begitu saya permisi"kata Danu kemudian pergi meninggalkan ruangan dewa.


kemudian Dewa melanjutkan pekerjaannya,tak terasa waktu berjalan cepat.Dewa melihat jam tangannya,ternyata sudah jam 2 siang waktunya untuk dewa menjemput pacar kecilnya itu.


Setelah menyelesaikan dokumen terakhirnya Dewa merapikan meja nya.Kemudian ia segera menyambar kunci mobil dan hp nya yang tergeletak dimeja.Segera ia pergi meninggalkan ruangannya.


"Dan aku mau luar sebentar"ucap Dewa pada Danu yang sedang sibuk.


"Baik bos"sahut Danu.


kemudian Dewa melenggang pergi menuju lift.Terlihat beberapa sekertaris yang mulai kepo.


"Sis,Lo sadar gak?setiap hari dijam jam segini bos selalu pergi,tapi gak sampai 2 jam udah balik lagi.Lo tau gak kira kira dia kemana?"tanya salah satu sekertaris Dewa.


"Iya May,gue juga gak tau kemana.Apa mungkin Mr. Dewa punya pacar ya?"


"Gak tau,coba Lo tanya sama mas Danu. Dia kan Deket sama si bos"


"Mas Danu,"ucap Siska lirih


"Hmmm"kata Danu yang masih sibuk.


"Mas tau gak sih bos mau kemana?tiap hari selalu keluar.Apa jangan jangan si bos mau ketemu pacarnya ya?"tanya Siska


"Aku gak tau Siska,yang aku tau kerjaan kita itu banyak.Kalo kalian masih punya waktu buat kepoin si bos nanti aku kasih tambahan tugas.Biar lembur sekalian"ucap Danu kesal


"Iya mas,maaf kita cuma pengen tau aja"Ucap Siska kemudian mereka kembali ketempat duduk mereka


Dewa yang sudah sampai didepan pintu gerbang sekolah Kiara,menunggu dengan. sabar sang kekasih hatinya keluar dari sekolah.


perlahan satu per satu siswa keluar dari sekolah.Dewa mencari keberadaan Kiara,tapi ternyata belum terlihat.Tak lama kemudian terlihat Ajeng, Tari dan Luna yang sedang mengobrol sesekali tertawa ria.


Tak jauh dari mereka ,Kiara hanya bisa melihAt keakraban mereka dari belakang tanpa bisa ikut menimbrung.Lalu mereka masuk kedalam mobil Ajeng,mungkin mereka akan pergi bareng.


Pengen rasanya Kiara ikut,tapi ia harus bisa menerima kalo mereka tak bisa seperti dulu lagi.Hati Dewa sakit,saat melihat ekspresi sedih Kiara.Ingin ia membantu masalah Kiara,tapi Kiara melarang ia ikut campur dalam masalah ini.


"siang mas,udah lama nunggunya?"tanya Kiara


"Gak kok yang,paling cuma 5 menitan."Ucap dewa kemudian mulai melajukan mobilnya.


"Udah makan yank?"tanya Dewa


"Udah mas"


"Beneran udah makan?gak bohong kan?"


"Ya ampun mas masak iya aku bohong"kata Kiara sedikit kesal


"Ya udah kalo begitu kita langsung pulang ya,oh iya mungkin nanti sore mas telat pulangnya.Mas harus ketemu klien"jelas Dewa


"Iya mas gak apa apa"ucap kiara.


"Mas tadi liat kamu dari mobil,kamu ngelihatin Ajeng, Tari, Luna.Kenapa ?mereka belum mau ngomong sama kamu yang?"


"Ya gitu mas,udah berbagai cara aku buat baikan sama mereka.Tapi mereka tetap gak mau maafin aku.Sekarang aku mulai bisa menerima semua ini. Aku gak mau maksain buat baikan sama mereka.Aku takut sikapku bisa buat mereka jadi makin ilfill sama aku."ucap Kiara dengan mata yang terlihat sedih.


"Kamu sabar ya yang,semuanya pasti akan cepat selesai"kata Dewa.


"Iya mas"sahut Kiara dengan senyum manisnya


Tak lama mobil Dewa berhenti didepan rumah,setelah berpamitan Kiara pun keluar dari mobil lalu Dewa segera melajukan mobilnya menuju kantor


Setelah menjemput Kiara, Dewa dan Danu kini sudah berada disebuah restoran mewah untuk bertemu dengan Klein nya.Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya sang Klein datang bersama sekertarisnya.Seorang wanita cantik nan seksi,yang wajahnya tak asing lagi.


"Selamat malam tuan Dewa"sapa wanita itu.


"selamat malam"balas Dewa, pun wanita itu duduk didepan Dewa.


"Perkenalkan saya Clara,saya putri dari pemilik perusahaan Santosa makmur.Dan saya yang akan bertanggung jawab dengan proyek kali ini.Jadi saya minta dengan sangat kerja samanya."kata Clara dengan anggun.


setelah perkenalan singkat itu,akhirnya acara negosiasi pun dimulai.Dengan seksama Dewa mendengarkan presentasi dari Clara serta sekertarisnya.Dewa tampak berfikir sejenak.


"Oke,saya sudah membaca proposal anda.Dan saya bersedia bekerja sama dengan anda dalam proyek ini"ucap Dewa yang disambut senyum oleh Clara.


"Terimakasih sekali tuan,saya sangat menantikan kerja sama ini"ucap Clara sambil menjabat tangan Dewa.


Setelah menandatangani kontrak,mereka pun akhirnya makan malam bersama.Dan selama pertemuan tadi mata Clara tak bisa lepas dari wajah tampan Dewa.Terlihat Clara sangat mengagumi nya.


Setelah pertemuan itu, Dewa segera pulang.Ia ingin segera menemui Kiara.Tapi sebelum pulang ia menyempatkan menelpon Kiara dahulu.


"Halo sayang udah makan?"tanya Dewa.


"Udah mas,aku baru aja selesai makan."


"Oh ya udah,ini mas udah selesai metting nya habis ini langsung pulang kamu mau titip apa?"


"mas langsung pulang aja,aku gak pengen apa apa kok"


"Ya udah mas pulang ya"


"Iya mas,hati hati ya"ucap Kiara


Setelah mematikan telpon, Dewa segera meninggalkan restoran bersama Danu.


.


.


..


.


.


..


.


.


.


.


.


..


..


. Bersambung