
"Permisi!". Kata seorang lelaki.
Setelah mendengar itu,mbok Yati pun menghentikan aktifitas nya. Ia menoleh kesumber suara itu.
Saat Mbok Yati menoleh,ia melihat 2 lelaki yang sangat rupawan, dengan tubuh tinggi besar.
Mata Mbok Yati seakan terhipnotis melihat mahluk ciptaan tuhan itu.
"Permisi Bu!"Ulang laki laki itu membuat Mbok Yati sadar dari lamunannya.
"Iya Nak,bisa Ibu bantu?"Tanya mbok,sambil membukakan pintu pagar.
a
"Apa ini benar rumah Ibu Yati?"Tanya laki laki itu.
"Iya benar,saya Yati.Ada perlu apa ya, kalo mau nawarin kredit panci atau promosi dagangan lainnya maaf saya tidak tertarik."Kata Mbok dengan polos nya.
2 lelaki pun menahan tawanya saat mendengar perkataan Mbok Yati.
"yaelah,udah keren kayak gini masih aja dianggap Seles panci". Kata salah satu lelaki dalam hati.
"Maaf Bu,sebelumnya perkenalkan saya Danu dan beliau Bos saya Mr. Dewa. Saya yang tadi telpon ke HP Kiara". Jelas Danu memperkenalkan diri.
"Ohh alah,maafin Ibu ya.Ibu kira tadi Seles panci,ternyata majikannya Kiara.Ayo silahkan masuk dulu,maaf rumahnya jelek" Kata Mbok sambil mengajak Danu dan Dewa masuk.
"Silahkan duduk,wah...jarang banget rumah Ibu kedatangan tamu kayak anak berdua. Sebentar Ibu buatkan minum dulu". Kata Mbok lalu berlalu ke Dapur.
Tak lama kemudian Mbok Yati keluar membawa nampan berisi 2 cangkir teh hangat.
"Monggo silahkan diminum Nak".Kata Mbok mempersilahkan.
"Bentar Ibu ambilan cemilan dulu,"Kata Mbok kemudian berlalu ke Dapur.
Kemudian Mbok keluar dengan membawa 2 kaleng biskuit,Dan satu piring pisang goreng.
"Tidak usah repot-repot Bu". Kata Dewa.
"Gak pa pa,maklum dikampung jadi makanan cuma kayak gini aja."
"Ayo Monggo dimakan".
"Iya, makasih Bu".kata Dewa dan Danu berbarengan.
Kemudian Danu membuka kaleng biskuit Kong Wawan itu,berharap ia mendapatkan kue kering favorit nya.Tapi betapa kecewanya dia ternyata isi dalam kaleng itu peyek kacang.
Wajah Danu yang semula berbinar seketika berubah muram.Dan dengan terpaksa Danu pun mengambil peyek kacang yang terlihat renyah itu.
Melihat Danu yang kecewa, Dewa tersenyum mengejek.Lalu Dewa membuka kaleng Egg roll,ia juga berharap kalo isinya memang benar benar Egg roll.Tapi saat dibuka,ternyata isinya kue semprong.
Melihat wajah Dewa yang kecewa,seketika Danu tertawa.
"Hahahaha...maaf anda belum beruntung."Kata Danu menggunakan bahasa Inggris. Wajah Dewa terlihat tak senang.
Mbok Yati tampak bingung dengan apa yang diucapkan Danu dan mengapa Danu tertawa puas.
Ditempat lain,Kiara dan Adit masih menikmati es telernya.
"Nyari apa Ki?"Tanya Adit
"Nyari HP Mas, perasaan tadi aku bawa tapi kok gak ada ya?Apa masih ketinggalan dirumah ya?"Kata Kiara sambil memeriksa tas nya.
"Nih telpon aja pake HP ku dari pada bingung"Kata Adit sambil menyodorkan HP nya.
"Gak usah,nanti aja dicari dirumah."
"Ya udah,kalo gitu kita buruan balik.Udah sore juga". Kata Adit kemudian berdiri dari duduknya, Kiara pun mengekor dibelakang nya.
Setelah membayar Adit dan Kiara pun keluar dari warung menuju parkiran. Tak lama kemudian motor mereka pun melaju meninggalkan parkiran.
Hari memang tampak sudah sore,tak terlalu lama akhirnya mereka pun sampai didepan rumah.Kemudain Kiara turun dari motor untuk membukakan pintu pagar untuk Adit.
Terdengar canda tawa mereka berdua,setelah memarkir motornya kemudian mereka masuk kedalam rumah.
"Assalamu'alaikum"seru Adit dan Kiara barengan.
"Waalaikumsalam" Jawab Mbok dari dalam.
Kiara masih tertawa saat masuk kedalam rumah karna cerita lucu Adit tadi.Tapi tiba tiba tawanya hilang saat melihat Dewa dan Danu yang ada diruang tamu.
"Ma...Mas Dewa, Mas Danu kalian kok bisa ada disini?"Tanya Kiara yang gugup saat melihat Dewa ada didepannya.
"Gini lho Nok,Tadi Nak Danu telpon ke HP kamu,terus Mbok kasih tau aja kalo kamu disini". Jelas Mbok,
"Aduh Mbok,sia sia dong aku menghindar tadi pagi"Kata Kiara dalam hati.Kiara hanya bisa tersenyum,tapi senyum yang dipaksakan.
"Oh iya,ini kenalin dia anak Ibu, Adit.Dia ini sahabat Kiara saat masih kecil."Kata Mbok mengenalkan Adit. Adit pun mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan mereka.
"Ya udah Le,kamu bantu Ibu masak ayo". Ajak Mbok.
"Biar aku bantuain Mbok". Kata Kiara menawarkan dirinya,berharap bisa menghindar dari Dewa.
"Ndak usah,kamu disini aja temenin Bos kamu". Kata si Mbok lalu berlalu kedapur.
Suasana tampak hening, Kiara, Dewa dan Danu pun hanya diam.
"Ehem...kenapa disini jadi mencekam begini ya?Kayak rumah hantu,ah mending kedapur aja". Gumam Danu lalu pergi kedapur.
"Duh Mas Danu pake acara kedapur lagi,kan makin canggung". Gumam Kiara lirih.
Suasana saat itu benar benar tidak mengenakan,Kiara bingung harus berkata apa.
"Kamu gak senang ngelihat mas disini?"Tanya Dewa memecah keheningan.
"Se...senang kok mas". Kata Kiara tak berani menatap mata Dewa
"Kalo kamu senang,kenapa ekspresi kamu kayak gitu? Ya udah kalo gitu Mas pulang aja!"Kata Dewa beranjak dari duduk nya.
"Jangan Mas". Kata Kiara sambil meraih tangan Dewa.
"Aku seneng kok Mas,aku cuma gak nyangka aja Mas tiba tiba ada disini". Kata Kiara sambil menundukkan kepalanya.Kemudian Dewa pun kembali duduk ditempatnya.
"Kamu tadi dari mana?"Tanya Dewa dengan aura yang tidak bisa diartikan.
"Aku tadi disuruh Mbok kepasar,"Jawab Kiara lirih.
"Terus,Abis dari pasar kemana lagi?"Tanya Dewa lagi
"Tadi mampir ke warung es langanan ku dulu". Kata Kiara yang merasa diintimidasi.
"Aku gak suka kamu dekat dengan lelaki lain,apa lagi kamu boncengan kayak tadi". Kata Dewa yang tampak menyeramkan.
"Ta...tapi kan Mas Adit udah aku anggap kayak kakak ku sendiri"Ucap Kiara dengan takut.
"Apa pun alasannya,aku gak suka". Kata Dewa dengan menekankan kalimatnya.
"Haduh berasa disidang ,tapi lebih serem disidang Mas Dewa dari pada Pak Rojak"Gumam Kiara lirih.
"Maafin aku Mas,kalo aku salah". Kata Kiara yang mulai terpojok.
"Lain kali jangan diulangi lagi. Sebagai calon pacar,kamu harus jaga perasaan ku". Kata Dewa merasa menang.
"Iya mas". Jawab Kiara
"Posesif banget sich". Gumam Kiara lagi.
"Bagus"kata Dewa dengan senyum penuh kemenangan.
Melihat senyum Dewa yang merekah,membuat hati Kiara merasa lega,setidaknya ia tidak lagi merasa terintimidasi.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung