Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 62



Setelah kejadian malam itu,Kiara beberapa hari dirundung duka.ia merasa sangat tidak beruntung dalam hidupnya.Berulang kali ia bertanya pada dirinya sendiri mengapa hidupnya jadi seperti ini.


Hidup selalu ditindas,dan Kiara tidak bisa membalas tindakan tersebut.Karna Kiara sadar dirinya tidak punya sandaran,tidak punya penopang,dan tidak ada orang yang akan melindunginya jika kiara menyinggung seseorang.


Meskipun kini memiliki Dewa yang akan selalu pasang badan jika dia terkena masalah,tapi kiara selalu mencoba agar tidak membebani Dewa.Ia lebih memilih menanggung semua sendiri.


Sore itu,Kiara berpamitan pada Dewa untukpergi kerumah Ajeng.karna Dewa masih dikantor, akhirnya kiara pergi kerumah Ajeng dengan naik Ojol.


Sampai dirumah Ajeng,Kiara segera masuk.Suasana rumah Ajeng terasa sepi tak seperti biasanya.


"Lho jeng kok sepi,Tante kemana?"tanya Kiara.


"Oh,mami lagi keluar bentar.katanya mau ambil pesenan kue"jawab Ajeng.


"Oh...Luna sama Tari udah Dateng?"


"Tari udah,kalo Luna katanya bakalan telat"jawab Ajeng


kemudian mereka pergi kekamar Ajeng dilantai atas.Terlihat Tari sedang rebahan diranjang Ajeng.


"Ki,lo nanti nginep kan?"tanya Ajeng.


"Nginep aja Ki,kita sekarang jarang Lo nginep kayak dulu".


"Iya,aku udah pamit kok sama mas Dewa"ucap Kiara.


"Di ijinin Ki?"tanya Ajeng.


"Awalnya sih gak, tapi setelah aku rayu akhirnya dibolehin"


"Oh syukur dech"ucap Tari dan Ajeng kompak.


Terdengar ketukan pintu dari luar kamar ajeng.kemudian Ajeng buru buru membuka pintu.


"eh mami udah pulang?Ada apa mi?"tanya Ajeng


"Mami punya kue sama puding,ajak Tari dan Kiara makan dibawah ya"ucap mami Ajeng.


"Iya mi,makasih "ucap Ajeng,kemudian mami pergi kebawah.


"Gaes,makan kue dulu yuk dibawah"ajak Ajeng.


kemudian mereka ber3 pun turun kebawah.Terlihat mami dan papi Ajeng beradA diruang makan.


"lho papi udah pulang?"tanya Ajeng.


"Iya tadi sekalian jemput mami kamu"jawab papi Ajeng.


"Sore om Tante"sapa Kiara


"sore ki.Ayo duduk dulu.ayo tari juga duduk"kata papi Ajeng.


"Iya om makasih"ucap Kiara dan tari.


"Nich cobain kuenya"Ucap mami sambil meletakan piring didepan Kiara dan Tari.


"Makasih Tante"


"Mi,tolong ambilin barang yang ada dikamar ya"perintah papi.


"Iya Pi"kata mami kemudian pergi kekamarnya.


Tak lama kemudian mami datang dengan membawa kotak.


"Ini Pi"ucap mami sambil menyodorkan kotak pada papi.


"Makasih mi,"


"Ini buat Kiara,dulu om pernah bilang kalo kamu


menang lomba sains om akan kasih kamu hadiah.Ini hadiah kamu"lanjut papi.


"Tapi om,saya kan bukan juara pertama"


"Mau juara pertama atau kedua sama aja,yang penting om bangga dengan kamu.Kamu pantas mendapatkan ini.Andai Ajeng sepandai-pandainya kamu"ucap papi ,membuat Ajeng marah.


"Papi ngomong apa sih,jadi papi nyesel punya anak Ajeng.Ajeng memang gak sepandai Kiara,"teriak Ajeng .


"Ajeng,om gak bermaksud kayak gitu kok"


"Puas Lo,emang ini kan mau Lo.Lo Deket deket keluarga gue biar orang tua gue sayang sama Lo.Ujung ujungnya Lo ngambil mereka dari gue.jahat Lo Ki"ucap Ajeng penuh emosi.entah mengapa Ajeng bisa berfikir seperti itu.


"Jeng,aku gak punya niat seperti itu."


"Ajeng jaga omongan kamu.Kiara gak salah apa apa."teriak papi.


Suasana disana menjadi sangat tegang.Tari pun tidak bisa berkata kata.


"alah,gak usah sok polos Lo.Gue tau Lo dibuang Ama ayah kamu,terus kamu berniat cari penggantinya kan.selamat Lo berhasil Ki,orang tua gue udah lebih sayang sama Lo dibanding gue anak kandungnya sendiri."ucap Ajeng menggebu-gebu.Tanpa disadari tamparan sudah mendarat dipipi halus Ajeng.


"Papi nampar Ajeng,aku benci papi.Puas kamu Ki"kata Ajeng kemudian lari kedalam kamar.


Kiara pun menyusul Ajeng,tapi pintunya dikunci.kemudian Kiara mencoba membujuk Ajeng agar mau membukakan pintu.


"Udah pergi aja Lo.gue gak mau punya sahabat yang nusuk dari belakang kayak lo.pergi Lo.."teriak Ajeng dari dalam kamar.


Kiara pun masih mencoba membujuk Ajeng,tapi Ajeng tetap keras kepala ia tak mau membukakan pintu kamarnya.Ia bahkan berulang kali mengusir Kiara.


Karna putus asa akhirnya Kiara turun menemui om dan Tante serta Tari.Meraka tampak sedih melihat Ajeng yang seperti itu.


"Om Tante,maaf Kiara gak berhasil membujuk Ajeng"ucap Kiara penuh penyesalan.


"Gak apa apa Ki,nanti biar Tante yang ngomong sama Ajeng."


"Kalo gitu Kiara pamit aja ya Tante,"


"Iya Ki,maaf ya acara kalian jadi kacau kayak gini"Ucap Tante.


"Ini Ki hadiah kamu"ucap om.


"Terimakasih om,tapi maaf Kiara gak bisa Nerima ini.Kiara gak mau Ajeng salah paham lagi"


"Gak apa apa Ki,om sudah janji sama kamu."


"Makasih om,tapi Kiara benar benar gak bisa nerima.Kalo gitu Kiara duluan om, Tante"


"Duluan ya tari"ucap Kiara lalu berlalu pergi dari rumah Ajeng.


Pikirannya pun kalut,ia tak menyangka ternyata selama ini Ajeng berfikir seperti itu padanya.


"Ya allah,cobaan apa lagi ini"ucap Kiara tak terasa air mata nya pun menetes.


Setelah dari rumah Ajeng,ia pun segera pulang kerumah Dewa.Sampai dirumah,ternyata Dewa juga sudah ada dirumah.


"Lho sayank,kok udah pulang?katanya mau nginep dirumah Ajeng?"tanya Dewa.


"Gak jadi mas,ajengnya ada urusan"ucap Kiara tak berani menatap Dewa.


"Ya udah aku kekamar dulunya"ucap Kiara,Tanpa menunggu respon Dewa Kiara sudah berlalu.


"Ada apa dengan anak itu"Gumam Dewa.


Saat Dewa sedang menonton tv.diruang tengah hp nya berbunyi.


"Hmmm tuanUtama,tumbem"gumam Dewa saat melihat siapa yang menelepon.


"Selamat sore tuan Utama"sapa Dewa.


"Selamat sore Mr. apa kira sudah sampai rumah?"tanya pak utama papinya Ajeng.


"Iya,dia baru aja sampai rumah.Sekarang dia ada dikamarnya.Ada yang bisa saya bantu?"tanya Dewa.


"syukurlah Mr,saya cuma kwatir kalo Kiara terlalu memikirkan kejadian barusan.Saya selaku orang tua Ajeng,meminta maaf karna sikap Ajeng yang menyakiti hati Kiara"Jelas pak utama.


"Maksudnya apa tuan,maaf saya tidak paham?"tanya Dewa.


kemudian pak utama menceritakan apa yang terjadi tadi.


"Oh seperti itu,baik nanti coba saya hibur Kiara.Soalnya saya tidak tau ada kejadian seperti itu,tadi sesampainya dirumah ia langsung kekamar,Jadi Kiara juga belum sempat cerita.


"iya,saya minta tolong ya Mr. Maaf karna sampai ada masalah seperti ini"ucap pak utama.


setelah panggilan dimatikan dewa beranjak dari duduknya menuju kamar kiara.


.


.


.


.


.


.


.


.


..


.


.


..


..


.....


bersambung