
Siang itu seperti biasa Dewa menyempatkan menjemput Kiara pulang sekolah.Dan seperti biasa pula ia sudah menunggu didepan sekolah.
Tak lama kemudian,terlihat murid murid keluar dari sekolah.Terlihat pula Ajeng,Luna dan Tari sudah keluar,tapi Kiara belum terlihat.
kemudian Dewa keluar dari mobilnya,saat ke3 sahabat Kiara itu melihat Dewa mereka lalu menghampiri Dewa.
"mmm.. Mr, Kiara masih didalam,tadi dipanggil sama kepala sekolah paling bentar lagi keluar kok."ucap Luna.
"ohhh..oke kalo gitu aku tunggu aja, thanks ya"kata Dewa
"ya udah kalo gitu kita duluan ya Mr"ucap Ajeng.
kemudian ke3 sahabat Kiara itu pun pergi ke mobil jemputan mereka masing masing,sedangkan Dewa ia kembali masuk kedalam mobil untuk menunggu Kiara keluar.
Dewa tak mau terjadi perang lagi,karna pacar kecilnya itu terlalu posesif, selama menunggu Kiara pulang sekolah Dewa dilarang keras menunggu diluar mobil. Kiara tak mau wajah tampan pacarnya itu jadi incaran para betina centil diluar sana.
Untuk menghindari terjadinya konflik yang berakhir dengan Kiara ngambek ,jadi Dewa menurut saja.15 menit kemudian Kiara keluar, senyum Dewa pun seketika mengembang saat melihat Kiara. Tapi tiba tiba senyuman itu menghilang saat melihat Kiara berjalan beriringan dengan seorang lelaki seumuran Kiara.
Terlihat Kiara sedang mengobrol dan sesekali Kiara tersenyum dan tertawa dengan pemuda itu. Dewa pun mulai geram melihat interaksi antara kiara dan temannya itu.
"Ki,mau gue anter pulang?tanya Rio teman Kiara.
"Gak usah,makasih.Aku udah dijemput kok"tolak Kiara halus.
"Oh ya udah,kalo gitu aku duluan ya"ucap Rio,kemudian berlalu meninggalkan Kiara.Dari jauh Dewa melihat Rio dengan tatapan yang menakutkan .
"Maaf ya mas,udah buat mas nunggu lama"kata Kiara saat menghampiri Dewa.
"ya udah,masuk"kata Dewa yang sedikit marah.
"Mas kenapa?ada masalah dikantor?"tanya Kiara saat melihat sikap Dewa yang sedikit dingin padanya.
"gak"jawab Dewa sambil mulai melajukan mobilnya.
"Terus kenapa,kok kayaknya badmood gitu?"
"Gak pa pa"jawab Dewa.
"Mas marah sama aku?"tanya Kiara lagi,tapi Dewa hanya diam.
"aku ada salah sama Mas?"
"Ngomong Mas,kalo aku buat salah biar aku bisa introspeksi diri.Kalo ada masalah itu ngomong,jangan diem aja gitu.Ditanya cuma jawab,gak,gak pa pa.Nanti kalo aku gak nanyain dikira aku gak peka. Aku ini bukan dukun atau paranormal mas,yang bisa tau segala hal tanpa dikasih tau."kata Kiara panjang lebar.
"dih...seharusnya yang ngomel aku,kenapa malah dia"gumam Dewa dalam hati.
"udah gak mau ngomong beneran nich,ya udah kalo gitu aku dengerin musik aja"ucap Kiara sambil memasang headset.
"Mas gak suka liat kamu senyum senyum sama cowok lain"ucap Dewa dengan nada yang ketus.Kiara terlihat bingung dengan ucapan Dewa.
"emang aku senyum sama siapa mas?"tanya Kiara.
"Itu,sama cecunguk yang sok kecakepan itu"kata Dewa makin kesel.
"cecunguk yang sok kecakepan?"kata Kiara,sambil pikirannya menerawang siapa yang Dewa maksud sebenarnya.
"oohhh..maksud mas,si Rio"kata Kiara setelah mengerti maksud Dewa.
"What ever,siap pun itu namanya.Mas gak suka,mas gak mau kamu Deket dengan lelaki lain,apalagi senyum ataupun ketawa didepan mereka."ungkap Dewa.
"Mas cemburu ya?"goda Kiara,yang membuat Dewa salah tingkah.
"wajar mas cemburu,karna kamu milik mas,mas gak mau berbagi dengan orang lain.Seharusnya kamu tau itu"ucap Dewa sambil menatap mata Kiara.
"iya mas,maafin aku ya aku salah.Tapi kayaknya aku gak bisa deh jauh jauh dari dia,untuk beberapa waktu."ucap Kiara yang membuat Dewa syok.
"kamu lebih milih dia?"tanya Dewa yang mulai naik pitam.
"bukan begitu sayang,3 Minggu lagi akan ada final lomba matematika dan sains tingkat nasional.Aku dan Rio salah satu perwakilannya,ya jadi untuk kedepannya aku jadi sering ketemu dia"ucap Kiara.
Mendengar penjelasan Kiara Dewa hanya terdiam,ia hanya fokus dengan setirnya.Melihat Dewa yang cuek,Kiara pun memasang kembali headset nya.Selama sisa perjalanan Kiara dengan Dewa hanya terdiam,tak ada obrolan diantara mereka.Sampai mobil Dewa berhenti didepan rumah,barulah ia mulai membuka suara.
"Mas ijinkan kamu ikut lomba sama cecunguk itu,tapi inget jaga jarak,jangan deket deket,jangan senyum senyum apalagi ketawa sama dia. Mas gak suka"ucap Dewa sebelum Kiara keluar dari mobil.
"pacar ku lucu banget sih kalo lagi cemburu gini"ucap Kiara sambil mencubit pipi Dewa
"Mas tenang aja,hati ku cuma ada satu itupun sudah untuk mencintai mas.Jadi mas tenang aja,lagian sejak kapan seorang Dewa yang sempurna ini,takut saingan sama si Rio yang bau kencur itu"lanjut Kiara yang masih memegang pipi Dewa.
"Kamu jangan nakal ya,mas gak mau kehilangan kamu"ucap Dewa yang sudah memeluk Kiara.
"Mas tenang aja,aku gak akan macem macem kok."ucap Kiara membalas pelukan Dewa.
"ya udah,kamu masuk gih mas mau balik kekantor.Kalo kelamaan nanti Danu ngomel-ngomel"kata Dewa sambil melepas pelukannya,kemudian mencium kening Kiara cukup lama.
"ya udah aku masuk dulu ya mas,mas ati ati"kata Kiara sembari membuka pintu mobil .
_Dikantor_
Setelah Dewa sampai dikantor,ia langsung disuguhkan dengan beberapa dokumen yang antri untuk dicek dan ditandatangani. Dewa lalu mulai sibuk dengan pekerjaannya hinggap lupa waktu.
Jam sudah menunjukan pukul 7malam,sudah lewat waktu pulang.Dan akhirnya pekerjaan Dewa pun selesai.Setelah merapikan mejanya, Dewa bergegas meninggalkan ruangan nya.
Saat hendak membuka pintunya kantornya, handphone Dewa berdering.Setelah melihat siapa yang menelpon, Dewa lalu mengangkat nya.
"hallo Rick"sapa Dewa pada Erick teman lama nya.
"Hay my bro,apa kabar Lo?"tanya Erick.
"hmmm...gue baik,ada apa tumben telpon gue?"tanya Dewa.
"Gue lagi di Jakarta ni,gue mau ajakin Lo nongkrong.Kita kan lama gak ketemu,gue tunggu Lo di Bar biasa dulu kita kumpul"ucap Erick.
"Oke,gue meluncur sekarang"
"siap...gue tunggu my bro"ucap Erick kemudian mematikan telpon nya.
setelah itu Dewa keluar ruangannya, terlihat Danu dan beberapa sekertaris masih ada didepan.
"malem bos,sudah mau pulang?"tanya Danu.
"iya,kalian kalo sudah selesai silahkan pulang juga"ucap Dewa.
"baik Mr,selamat malam"ucap para sekertaris kompak.
Lalu Dewa pun melanjutkan perjalanannya,Tak lupa ia meminta izin kepada pacar kecilnya itu.
"hallo Mas"sapa Kiara disebrang telpon.
"kamu lagi ngapain sayang?"tanya Dewa
"Aku lagi ngerjain PR mas,ada apa?tumben jam segini telpon?mas lembur lagi ya?"tanya Kiara
"Yank hari ini mas mau ketemu temen mas boleh?"tanya Dewa hati hati
"Temen Mas siapa?"Tanya Kiara yang memang tidak mengenal satupun teman Dewa.
"namanya Erick,dia temen mas waktu diluar negeri.Kebetulan dia ada urusan disini,terus tadi ngajakin mas ketemu"jelas Dewa.
"oh...iya Mas,gak pa pa."ucap Kiara.
"Beneran gak pa pa kamu sendirian dirumah?"Tanya Dewa.
"iya sayang,gak pa pa"
"Ya udah,kamu gak usah nungguin mas pulang ya.Jangan tidur malem malem."
"iya Mas,hati hati ya dijalan"
setelah mematikan telponnya, Dewa lalu melangkahkan kakinya menuju parkiran.Tak lama kemudian mobilnya melaju,siap menembus kemacetan kota Jakarta.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung 😁