
Setelah selesai fitting baju,Kiara dan Dewa pergi keruang makan untuk santap siang.mereka ingin mengisi perutnya dahulu sebelum pergi ke Bandung.
Setelah selesai makan,dewa dan Kiara bersiap untuk berangkat.Tak lupa Kiara membawa perlengkapannya selama perjalanan kebandung.
"udah siap yank?"tanya Dewa.
"iya mas,"
"ya udah yuk kita berangkat sekarang ,itu Danu juga sudah datang "ucap Dewa kemudian menggandeng tangan Kiara.
"kok mobilnya ganti mas?"tanya Kiara
"iya mas sengaja nyuruh Danu buat ganti mobil,mas mau perjalanan kamu kebandung ini bisa lebih nyaman"
"makasih calon suami ku"ucap Kiara manja.
kemudian Danu membukakan pintu untuk Kiara dan Dewa.Didalam mobil Kiara tampak gelisah,ia sangat deg deg an untuk bertemu dengan ayahnya.
melihat Kiara ,dewa sangat mengerti lalu Dewa menggenggam tangan Kiara yang terasa dingin.
"aku gugup banget mas,mau ketemu ayah"ucap Kiara.
"udah santai aja,kalo kamu gugup gitu nanti bisa mempengaruhi mood si kecil Lo"ucap Dewa berusaha menenangkan Kiara.
Mobil itu pun segera meninggalkan rumah,untung saja perjalanan mereka lancar tanpa ada kemacetan yang berarti.
Baru menempuh seperempat perjalanan Kiara sudah tertidur pulas.tak lupa Dewa menyelimuti tubuh Kiara.dewa tak mau Kiara sakit karna kedinginan.
Dewa menatap Kiara yang sedang tidur,dilihatnya wajah Kiara yang terlihat damai.Dalam hati Dewa ia berkata tidak akan mengecewakan Kiara,ia juga berjanji akan selalu membahagiakan kiara.
Ditempat lain,seorang utusan masuk kedalam sebuah rumah yang mewah.Ia berjalan menuju ruang keluarga untuk memberi laporan kepada majikannya.
"selamat siang nyonya,saya mau melaporkan ini"ucap sang utusan sambil meletakan sebuah undangan pernikahan berwarna krem itu.
sang nyonya Tanpa sepatah kata pun mengambil undangan itu lalu membuka dan membacanya.Raut wajahnya seketika berubah menjadi muram saat membaca isi undangan tersebut.
"kurang ajar"pekik sang nyonya yang tak lain ialah mami nya Dewa sambil melempar undangan itu kelantai.
"ada apa sih mi?"tanya Jessy yang dibuat kaget oleh tingkah sang mami.
lalu Jessy memungut undangan tersebut,ia pun terkejut setelah membacanya
"emang gak tau diri tu perempuan udah dibilangin halus masih aja nekat.kita gak bisa tinggal diam mi kita harus rusak acara pernikahan itu"ucap Jessy penuh emosi
'kamu tenang dulu,mami sudah punya ide.kamu besuk ikut mami,kita kasih selamat pada kakak ipar kamu itu"ucap mami dengan senyum iblis yang menakutkan.
Tak terasa mobil yang ditumpangi Kiara sudah berhenti didepan rumah dengan pagar hitam yang tinggi.mereka lantas tak langsung turun dari mobil,karna masih menunggu Kiara bangun dari tidurnya.
Selang beberapa lama,mata Kiara mulai terbuka.ia melihat sekitar dan baru sadar kalo mereka sudah sampai dari tadi.
"kamu udah bangun yank?"
"iya udah sampai mas,kenapa gak bangunin aku dari tadi"
"mas kasian liat kamu kayaknya capek banget.ya udah yuk turun"
"aduh mas aku gugup banget nih.aku nanti harus gimana saat ketemu ayah?nanti gimana reaksi ayah waktu ketemu aku?"ucap Kiara
"itu semua kamu akan tau kalo kamu udah ketemu ayah.sekarang masuk dulu yuk,gak usah gugup nanti mas yang bakalan ngomong"
Dengan mengangguk Kiara menuruti ucapan Dewa.mereka pun segera turun dari mobil.
mereka pun disambut oleh satpam yang sudah standby di depan pintu gerbang.
"selamat siang bisa saya bantu?"tanya pak satpam
"Betul ini kediaman pak Gunawan?"tanya Danu.
"betul pak,kalo boleh tau ada perlu apa ya?"
"begini pak,kami kesini ingin bertemu dengan pak Gunawan"ucap Danu.
"wah mohon maaf pak,pak Gunawan sekeluarga baru saja berangkat liburan keluar negeri"ucap satpam
"kapan berangkat nya pak?"tanya Dewa
"baru tadi pagi pak"
"kira kira berapa lama pak liburan nya?"tanya Dewa lagi
"wah saya kurang tau pak,"
"oke pak makasih,mungkin lain waktu kita akan datang kesini lagi"ucap Dewa
kemudian mereka kembali kedalam mobil.kiara yang semula sangat berharap bisa meminta restu pada ayahnya lagi lagi ia harus menelan kekecewaan.Wajah Kiara terlihat murung,ia tak menyangka kesempatan bertemu sang ayah sirna begitu saja.
"are you oke?"tanya Dewa saat melihat kiara.
"iya mas aku baik baik aja kok"ucap Kiara dengan cepat menyembunyikan kesedihan yang ia rasakan.Ia tersenyum seakan tak terjadi apa apa.
"nanti kalau ayah sudah pulang,kita kesini lagi ya"ucap Dewa
"iya mas"jawab Kiara singkat.
Dan mereka pun kembali ke Jakarta,selama perjalanan Kiara hanya terdiam.Ia hanya menatap nanar keluar jendela.Dewa tau kekecewaan yang Kiara rasakan saat ini.
lalu Dewa meraih tangan Kiara dan menggenggam nya dengan erat seakan memberi kekuatan pada Kiara.
Kiara bedoa untuk kebahagiaan orang orang yang ia sayangi,tak lupa ia berdoa agar acara pernikahan nya besuk lusa bisa berjalan dengan lancar tanpa ada halangan sedikit pun.
Kiara sedang melipat mukenah nya saat Dewa mengetuk pintu kamar Kiara.
Tok...tok...tok...
kemudian Dewa membuka pintu kamar Kiara.
"lagi ngapain yank?"
"aku habis selesai sholat mas,ada apa?"
"gak apa apa kok,mas cuma mau ngobrol"
"oh,bentar ya aku mau beresin ini dulu"ucap Kiara kemudian membereskan mukenanya.lalu Dewa duduk di ranjang Kiara.
"besuk mas tinggal kekantor ya yank"
"iya mas,biasanya juga begitu."ucap Kiara kemudian ikut duduk disamping Dewa
"ya mas takut aja kalo kamu nanti kangen sama mas"ucap Dewa
"dih pede..siapa juga yang bakal kangen sama mas."goda kiara
"Beneran ya gak kangen mas,ya udah kalo gitu mas gak pulang kerumahnya"
"kalo gak pulang kerumah mas mau pulang kemana? lagian emang mas bisa jauh jauh dari aku"ucap Kiara dengan menahan senyum
"sapa bilang mas gak bisa jauh sama kamu,kamu juga kepedean"
"beneran ya,oke mulai besuk sampai hari H aku akan tidur di hotel mas disini aja."ancam Kiara.
"jangan donk yank,mas cuma bercanda kok"
"gak udah diputuskan,besuk aku sama mbak Lastri bakal pindah ke hotel"
"yank,jangan donk yank.iya mas ngaku mas emang gak bisa jauh jauh dari kamu.mas udah cinta mati sama kamu"
"huffttt gombal"
"mas gak gombal mas beneran suwer dech"
"gak percaya,"
"kok gitu sih yank,percaya ya sama mas"
"gak mau,"goda Kiara lagi
"yank..."
"gak percaya".
"hisss...sayank,"
"beliin aku brownies dulu,"
"jangankan brownies sama tokonya pun kalo mau mas bakal beliin "ucap Dewa
"gak usah, brownies aja udah cukup"
"ya udah mas keluar bentar ya,ada lagi yang lain?"
"gak,nanti kalo ada tambahan aku telpon"
"ya udah,mas pergi dulu ya.hay si kecil Daddy pergi dulu ya"ucap Dewa ngomong pada perut Kiara.
"ati ati mas"
"iya sayank"ucap Dewa kemudian segera keluar dari kamar Kiara.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung