
Setelah kejadian itu,beberapa hari kemudian Kiara selalu berusaha menghindari dari Dewa.Ia pun sudah 3 hari tidak masuk ke sekolah.
Setiap pagi ia selalu ceria didepan Dewa tapi dibelakang Dewa ia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.
Dan pagi ini pun sama, Kiara duduk ditaman.Kali ini taman kota lumayan ramai.Banyak orang yang menghabiskan waktu mereka dengan teman dan keluarga mereka.
Terlihat beberapa orang tua yg sedang bermain bersama anaknya.Pandangan kiara pun tertuju pada mereka.Ia tersenyum melihat kehangatan keluarga itu.
"Kapan aku bisa merasakan kehangatan keluarga lagi?". Ucap Kiara lirih.Air matanya pun kembali menetes mengingat kejadian itu.
_Dikantor Dewa_
Saat ini Dewa sedang bersiap untuk metting bersama beberapa petinggi di perusahaan.Dan tiba tiba hp nya berdering.Segera Dewa mengangkat nya
"Halo selamat siang,betul ini Tuan Dewa,wali dari Kiara?". Kata orang itu dengan lembut
"Iya betul,bisa saya bantu?Ada masalah dengan Kiara?"Tanya Dewa sedikit panik karena takut Kiara kenapa napa.
"Begini saya cuma mau menyampaikan, bahwa sudah 3 hari ini Kiara tidak masuk sekolah."Jelas Ibu Anggi.
"Kiara tidak masuk selama 3 hari Bu?padahal Kiara..."Kata Dewa terhenti.
"Mmmmm... Maaf karna kurangnya perhatian dari saya,nanti saya coba cek keadaan Kiara"Lanjut Dewa.
"Oh baik kalo seperti itu.Terimakasih.Maaf bila saya mengganggu anda".
Setelah menutup telp, Dewa pun segera bangun dari duduknya.Dengan buru buru ia meninggal kan ruangan nya.Ia hendak membuka pintunya,tapi belum sempat Danu duluan yang membukanya.
"Mau kemana boz?". Tanya Danu bingung.
"Aku ada urusan sebentar.Kamu undur metting hari ini". Perintah Dewa.
"Tapi bos,kita tidak bisa melakukan itu.Anda tau bahwa metting ini sangatlah penting.Dan mereka saat ini sudah menunggu anda diruang metting."Kata Danu.
"Shitt..."Pekik Dewa kesal,dan mau tidak mau Dewa pun menuruti kata Danu.
Metting pun dimulai,mereka sedang membahas mengenai strategi kedepannya untuk masa depan perusahaan.Dan selama metting itu pula Dewa terlihat sangat tidak tenang.Ia sangat gelisah dan ingin cepat cepat pergi mencari Kiara.
Sesekali ia melihat jam tangannya,2 jam kemudian metting akhirnya selesai.Tanpa sepatah kata pun Dewa langsung berlari meninggalkan ruangan.
Melihat Dewa pergi begitu saja,membuat para petinggi bergunjing.Melihat para petinggi tidak senang dengan sikap Dewa barusan cepat cepat Danu memberi penjelasan.
"Mohon maaf,karna Mr. Dewa saat ini sedang ada keperluan mendesak.Jadi beliau harus pergi."Kata Danu.
setelah meninggalkan ruang metting, Dewa segera melajukan mobilnya.Entah kemana ia harus mencari Kiara.Ia mencoba menghubungi Kiara,dan lagi lagi Kiara tidak mengangkat nya.
Kemudian ia menelpon sahabat sahabat Kiara,tapi mereka pun tidak mengetahui Kiara ada dimana.Dan mereka berkata akan membantu dewa mencari Kiara.
Dewa sudah mencari keberbagai tempat.Ia pergi ke kafe tempat Kiara bekerja dulu tapi tidak ada.Kemudian ia mencari ketempat biasa Kiara pergi,tapi tetap nihil.
Tak terasa langit sudah gelap.Dewa mencoba menelpon rumah nya.
"Halo". Kata Bibi.
"Halo Bi, Kiara sudah pulang?."Tanya Dewa.
"Belum tuan.Dari tadi saya juga nungguin tapi belum pulang". Jelas Bibi.
"Ya udah Bi,nanti kalo Kiara pulang suruh telp saya."
"Baik Tuan".
"Kamu kemana sih Ki?"Kata Dewa.
Lama Dewa mencari Kiara,tapi ia tak kunjung menemukan nya.Hingga ia pun merasa putus asa.Akhirnya ia menepikan mobil nya disebuah taman tengah kota.
Malam itu taman sangat lah ramai,dan meriah.Dewa keluar dari mobilnya,dan berniat membeli air mineral.Saat itu matanya terpaku menatap kedepan.Ia melihat sosok yang sedari tadi ia cari.iya...dia melihat Kiara sedang duduk disebuah bangku diujung taman.
Dewa pun berjalan menghampiri Kiara.Dewa berdiri tepat disamping Kiara tapi Kiara tidak memperhatikan nya.Kemudian Dewa duduk disamping Kiara.
Dewa menatap Kiara dari samping.Ia melihat mata Kiara yang sembab,ingin rasanya Dewa langsung memeluknya.
Kiara masih belum sadar jika ada orang disampingnya.Ia hanya fokus melihat kedepan.Kiara melihat dua orang anak mungkin mereka kakak adik.Terlihat sang kakak sedang membantu adiknya yang terjatuh.
"Pasti enak memiliki seorang kakak. Disaat seperti ini seenggaknya aku gak sendirian".Gumam Kiara.
"Ngapain kamu disini Ki?". Tanya Dewa.
"Gak pa pa,cuma iseng aja". Jawab Kiara
"Mas sendiri ngapain ada disini?". Tanya Kiara.
"Kebetulan tadi abis ketemu orang direstoran itu, terus iseng iseng kesini.eh...malah ketemu kamu disini". Kata Dewa bohong.
"Oh.."Kata Kiara.lalu meraka pun hanya terdiam.
"Ki,kenapa sudah beberapa hari ini kamu bolos sekolah?". Tanya Dewa langsung pada intinya.
"Mas tau?."Tanya Kiara
"Ya,tadi siang wali kelas kamu telpon Mas". Jelas Dewa.kiara pun hanya diam.
"Kalo kamu ada masalah ngomong sama Mas Ki,jangan dipendam sendiri.Kalo kamu ngomong siapa tau Mas bisa bantu kamu"Kata Dewa.
"Setelah aku pikir mending aku kerja aja Mas.Aku sudah gak mau sekolah lagi"Kata Kiara. Dewa pun kaget mendengar keputusan Kiara.
"Kamu kenapa Ki?Bukannya kamu pengen sekolah yang tinggi biar kamu bisa menjadi dokter yang sukses."Ujar Dewa.
"Ya...dulu memang aku punya cita cita itu,tapi sekarang seperti nya sudah tidak ada gunanya."Ucap Kiara dengan sedih.
"Gak ada gunanya gimana Ki? Kamu harus berjuang untuk diri kamu sendiri Ki."
"Dulu aku ingin jadi dokter agar Ayah suatu saat bisa bangga pada ku.Setiap hari aku belajar,berusaha selalu mendapat peringkat pertama cuma biar Ayah senang.Tapi sepertinya perjuangan ku selama ini harus pupus ditengah jalan.Apa yang aku harapkan tidak pernah akan jadi kenyataan.Setiap hari aku berdoa agar bisa melihat Ayah meskipun dari jauh.Dan setelah doa ku terkabul,tapi Ayah..."Kata Kiara dengan air mata yg mengalir deras.Dewa yang melihat Kiara menangis pun segera memeluk Kiara.
"Ki aku tau perasaan kamu,tapi perjuangan mu gak sia sia Ki.Suatu saat nanti,saat kamu menjadi seorang dokter, akan banyak orang yang menggantung kan nyawa mereka ada mu."Kata Dewa sambil mengelus punggung Kiara.Kiara pun meluapkan perasaan yang ia pendam nya.
" Ki meskipun Ayah kamu tidak membutuhkan kamu.Meskipun ia membuang mu dan menganggap kamu sudah meninggal.Kamu harus selalu ingat disini masih ada aku,ada Luna,Ajeng, Tari dan keluarga mereka.Dan masih ada banyak orang yang sayang sama kamu Ki.meski Ayah kamu gak bangga dengan kamu,tapi kita disini akan selalu mendukung dan akan selalu bangga dengan apa yang akan kamu capai". Ucap Dewa memberi semangat Kiara.
"Jadi aku minta sama kamu, Jangan sampe putus sekolah.Kamu harus raih cita cita kamu.Kamu harus buat kita bangga,dan jangan kecewain kita"Ucap Dewa,kiara hanya mengangguk kan kepalanya dalam pelukan dewa.
"Kamu gak perlu berlarut-larut dalam kesedihan.Kamu harus tunjukkin pada Ayah kamu,kalo kamu bisa sukses dengan usaha kamu sendiri" Lanjut Dewa sambil menghapus air mata di pipi Kiara.
Kiara pun tersenyum,memang benar kata Dewa.Masih ada diluar sana orang yang menyayanginya.Masih ada banyak orang yang kelak membutuhkan nya.
"Kiara kamu harus semangat"Ucap Kiara menyemangati dirinya sendiri dalam hati.
"Maafin aku ya Mas,karna sudah buat Mas kwatir"Kata Kiara sambil menatap mata biru Dewa.
"Iya,kamu harus selalu semangat."Kata Dewa dengan senyum yg tulus.Sebenarnya Dewa tau bahwa tidak mudah menyembuhkan luka hati Kiara,tapi ia akan tetap berusaha membuat kiara bahagia.
"Kamu sudah makan Ki?". Tanya Dewa yang dibalas Kiara dengan gelengan kepala.
"Ya udah sekarang ikut aku,aku ajak kamu makan enak". Kata Dewa seraya mengandeng tangan Kiara.
"Maafin aku Ki,karna dari dulu aku tidak bisa jujur tentang fakta ayah kamu.Karna aku takut kamu terluka seperti ini". Kata Dewa dalam hati.
Kemudian mereka pun meninggalkan taman.
.
..
...
....
.....
.....
....
...
..
.
bersambung