
malam itu jam sudah menunjukan pukul 11 malam,dan Dewa pun belum juga pulang.Kiara menunggu kedatangan Dewa diruang tengah sembari mengerjakan tugas sekolahnya.
Ceklek...
Terdengar seseorang membuka pintu depan rumah Dewa,Kiara pun melongokan kepalanya melihat siapa yang membuka pintu.
Kiara melihat Dewa yang sudah memasuki rumah,dengan jas yang sudah menggantung dilengannya.
"Baru pulang mas?"tanya Kiara yang mengagetkan Dewa.
"Iya,kamu kok belum tidur?ini udah malam Lo"kata Dewa sambil mengusap kepala Kiara.
"Aku belum ngantuk Mas,"jawab Kiara yang berdiri disamping Dewa.Kiara pun mengambil jas dan tas yang ada ditangan Dewa.
"Mas mandi gih,bentar aku siapin air nya dulu ya"jawab Kiara kemudian pergi menuju kamar Dewa.Dewa pun berjalan dibelakang Kiara.
Sesampainya dikamar Dewa, Kiara pun meletakan jas dan tas Dewa diatas meja.kemudian ia bergegas kekamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk mandi Dewa,ia juga menambahkan aroma terapi agar Dewa jadi rilek.
Kemudian Kiara keluar dari kamar mandi,terlihat Dewa sedang melepas sepatunya.
"Mas air mandi nya udah siap,mas mandi sekarang ya.Aku siapin baju gantinya."kata Kiara segera memilih baju ganti untuk Dewa
saat Kiara keluar dari walk-in closet,Kiara melihat Dewa yang sedang melepas kemeja nya.Dengan spontan Kiara pun teriak sambil menutup matanya dengan kedua tangannya
"kyaaa..."teriak Kiara.Dewa pun kemudian menatap Kiara yang sedang menutup mata.
kemudian timbullah niat jahil Dewa,ia berjalan mendekati Kiara dengan telanjang dada.
Lalu Dewa pun menarik Kiara dalam pelukan nya, Kiara pun kaget mendapat perlakuan itu.kemudian Kiara membuka matanya,dan melihat dada bidang Dewa serta otot lengan dan perut yang seperti roti sobek itu.
"Ihh... Mas Dewa mesum"kata kiara sambil mendorong badan Dewa pelan,kemudian Kiara buru buru keluar dari kamar Dewa.Dan Dewa hanya tersenyum melihat Kiara.
Kiara menuruni anak tangga, kemudian ia berjalan menuju dapur untuk membuatkan jahe hangat untuk Dewa.Tak butuh waktu lama,jahe hangat buatan Kiara pun jadi.Lalu ia membawa cangkir berisi jahe hangat itu keruang tengah.
Dewa menuruni anak tangga setelah selesai mandi,ia duduk disamping Kiara yang sedang menata buku pelajaran nya.
'Udah makan mas?"tanya Kiara
"udah tadi dikantor"Jawab Dewa wajahnya terlihat capek.
"nih Mas diminum dulu,aku buatin jahe hangat."kata Kiara sambil menyodorkan cangkir pada Dewa.
"Makasih ya sayang"jawab Dewa kemudian menyeruput jahe hangat tadi.
"Mas keliatan capek banget,kerjaannya lancar kan?"tanya Kiara sambil mendekatkan duduknya dengan Dewa.
"ya gitu dech,lancar. Tapi ada beberapa masalah disana sini.kalo gak Danu yang kerjain semuanya kacau"jawab Dewa sambil menghela nafas panjang.
"Mas Danu gak ada kabar balik kapan gitu mas?"
"Gak ada,kalo Danu gak balik balik bisa bisa lembur tiap hari"
"ya semoga aja urusan mas Danu dikampung cepet selesai,jadi mas bisa istirahat yang cukup".kata Kiara sambil mengelus lengan kekar Dewa.
"Maafin Mas ya,karna mas gak ada waktu buat kamu."ucap Dewa sambil memeluk Kiara.Badan Kiara pun menegang,dengan kaku ia pun membalas pelukan Dewa.
"iya mas,aku gak pa pa kok.mas gak perlu minta maaf ke aku,aku ngerti kok kalo mas lagi sibuk.Yang penting mas jaga kesehatan"ucap Kiara.
"makasih ya sayang,karna kamu sudah ngertiin mas"kata Dewa.
"kamu kok belum tidur?"tanya Dewa.
"Aku kan nungguin mas,lagian tadi siang aku udah sempet tidur"
"oh...tadi lagi ngapain?"
"Lagi belajar aja Mas. Itu jahe nya diminum lagi!"ucap Kiara lalu dewa mengambil cangkir dimeja.
"Gimana rasanya mas,enak?"tanya Kiara
"Heem...enak banget.kamu pinter banget sih buatnya.Siapa yang ajarin?"tanya Dewa.
"Syukur dech kalo mas suka,dulu aku suka bikin itu buat Pak Tono.Beliu orang yang ngerawat aku saat aku ditinggal Ayah dulu".cerita Kiara
"Oh,kalo gitu mas harus ketemu sama pak Tono.Mas mau ucapin terima kasih karena udah ngerawat pacar kesayangan ku ini"kata Dewa sampil mempererat rangkulan nya dibahu Kiara.
"hahahaha... Mas ada ada aja dech.Dengan mas niat kayak gitu aja,pak Tono juga tau kok.Soalnya pak Tono sudah meninggal saat aku kelas 3 SMP"jawab Kiara, mata Kiara menyiratkan kesedihan.
"Makasih ya Mas,"kata Kiara sambil memeluk pinggang Dewa.
"Kalo kamu mau Mas bisa Hancurin usaha ayah kamu".kata Dewa terlihat emosi setiap ingat perlakuan Ayah Kiara.
"Jangan Mas,biarin aja.Aku gak mau ayah jadi susah. aku yakin ayah gak bermaksud kayak itu kok, suatu saat nanti aku akan temui ayah."ucap Kiara.
"Ya udah apa pun yang kamu mau,mas nurut aja.Ya udah yuk tidur,besuk sekolah Lo"kata Dewa kemudian mengandeng tangan kiara.
Mereka berjalan beriringan menuju kamar Kiara.
"ya udah aku masuk dulu ya mas,met malem"kata Kiara saat berada didepan pintu kamarnya.
"ya udah sana"jawab Dewa,tapi tangannya tetap menggenggam erat tangan Kiara.
"kalo gitu lepasin donk"jawab Kiara. dengan berat hati Dewa pun melepaskan tangan kiara.kemudian Kiara pun berbalik siap masuk kekamar.
"Ki..."panggil Dewa
"Iya mas?"kata Kiara. ia menatap Dewa yang sedang memonyongkan bibirnya.Kiara pun mengerti kode yang Dewa berikan. Dengan. cepat Kiara menempel bibil mungilnya dipipi Dewa.Kemudian ia buru buru membanting pintu kamarnya karna malu.
"Hahahahaha...imut banget sih dia"kata dewa sambil memegangi pipinya yang habis dicium Kiara.
Kemudian 2 insan yang sedang dimabuk cinta itu pun tidur dikamar dan mimpi masing masing.
_-_-_-_--_-_-_-_-_-
Matahari mulai menunjukan silaunya,seperti biasa Kiara sudah disibukan dengan urusan dapur.Setelah selesai Kiara pun segera membangun Dewa.
Kiara membuka pintu kamar Dewa,tak seperti biasanya pagi ini Dewa sudah bangun,dan bahkan sudah siap dengan kemeja dan jas yang ia taruh diatas sofa.
"selamat pagi,tumben udah bangun"sapa Kiara saat melihat Dewa sedang memakai sepatu.
"selamat pagi sayang,hmmm...aku gak mau nyusahin pacar kecil ku ini"jawab Dewa
"ya,kalo bisa dipertahankan mas.jadi aku gak repot repot buat bangunin."kata Kiara sambil merapikan tempat tidur Dewa.
"nanti kamu gak ada kegiatan donk kalo abis siapin sarapan"kata Dewa sambil memeluk pinggang ramping Kiara.
Kiara pun membalikan badannya menghadap Dewa.Ia membenarkan dasi Dewa yang sedikit miring.
"dasar mas aja yang kebo"kata Kiara yang masih berada dipelukan Dewa
"Ya udah mas sarapan dulu,aku udah siapin"kata kiara berusaha melepas pelukan Dewa.
Tapi Dewa tidak melepaskannya,semakin Kiara berontak semakin erat Dewa memeluk.akhirnya Kiara pasrah,kemudian Dewa mengecup bibir Kiara dengan cepat.
Kiara menutup mulut nya dengan tangan karena kaget.kiara sesaat memaku,ia mencerna apa yang baru saja Dewa lakukan padanya.
"Mas Dewa,itu first kiss ku lo"kata Kiara karna masih tak percaya dengan apa yang Dewa lakukan.
"Iya,terus kenapa?"tanya Dewa dengan senyum menggoda
"ih...mas Dewa jahat.aku gak mau ngomong lagi sama mas"kata Kiara kemudian pergi dari kamar Dewa.
"Kayaknya aku sedikit terburu buru"kata dewa menyesali perbuatannya.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung.
minta like,komen dan vote nya ya.
makasih