
makan malam itu pun diselimuti kehangatan keluarga.Kiara sangat senang bisa makan bersama pak Usub dan Bibi.Obrolan ringan pun mengalir,saling menceritakan kegiatan hari ini.Sesekali terdengar tawa ditengah tengah obrolan mereka.
"Non,bibi mau tanya sesuatu boleh?tapi jangan marah ya"tanya Bibi
"Tanya apa Bi?kok kayaknya penting banget"jawab Kiara.
"Maaf sebelumnya bukannya Bibi ikut campur.Bibi perhatikan belakang ini, Non sama tuan muda semakin Deket apakah non menjalin hubungan sama tuan muda?"tanya Bibi hati hati,Kiara terdiam sejenak.
"Iya Bi,aku sama mas Dewa memang lagi pacaran"kata Kiara malu malu.
"Non,maaf kalo bibi sama pak Usub mau ikut campur urusan kalian.Bibi cuma berpesan,tolong kamu kontrol hati kamu jangan sampai terbuai dan membuat kamu semakin mencintai tuan muda.Kamu tau kan kita sama tuan itu berbeda.Suatu saat pasti akan ada masalah karena perbedaan itu."Ucap Bibi
"Iya Bi,maaf aku sampe gak berfikir sampai kesitu.Yang aku fikirkan hanya aku bahagia bisa mencintai dan dicintai."kata Kiara.
"Maafin bibi ya non,maaf kalo bibi terlihat kejam atau gak suka lihat kamu bahagia"ucap bibi sambil menggenggam tangan Kiara.
"Iya Bi,gak pa pa.aku tau kok bibi sama pak Usub kwatir sama aku, bibi tenang aja aku akan jaga hati aku.Aku pun gak berfikir sampai jauh sana,aku juga gak berfikir akan menikah dan hidup selamanya dengan mas Dewa.Tapi karna keegoisan dan keserakahanku,untuk saat ini aku gak bisa melepaskan Mas Dewa."ucap Kiara kemudian menghirup napas panjang.
"Sebenarnya bapak seneng ada kamu disini,tuan muda pun sudah banyak berubah dulu tuan muda pendiam dan dingin.Tapi setelah kenal kamu tuan jadi orang yang hangat dan banyak senyum.Bapak sebenarnya berharap kalian bisa bersama selamanya,tapi bapak khuatir kalo keluarga tuan kan setuju.Terutama nyonya dan tuan besar."ucap pak Usub terlihat sedih.
"Iya pak makasih sudah memberi tahu kiara."
Setelah makan malam,Kiara duduk diruang tengah sambil memikirkan obrolan tadi.Ia berfikir memang betul apa yang bibi dan Pak Usub katakan.Kiara jadi merasa dirinya tak pantas ada disamping Dewa.
Tanpa ia sadari air matanya menetes saat membayangkan jika harus berpisah dengan Dewa.karna melamun Kiara tak menyadari kalo Dewa beberapa kali menelpon hpnya yang ia letakkan diatas meja.
"Non kok lampunya gak dinyalain?Ini tuan muda telpon"tanya bibi saat melihat Kiara gelap gelapan diruang tengah.
"eh bibi,iya Bi emang sengaja gak aku nyalain biar adem aja."Kata Kiara yang kaget,kemudian menghapus air matanya
"Ya udah,tadi tuan telpon katanya non gak angkat telp dari dia"ucap Bibi.
"Oh iya Bi,aku gak denger kalo ada telpon"kata Kiara sambil mengecek hp nya.
"Ya udah bibi balik kekamar dulu ya,mau istirahat.non jangan malem malem tidurnya,besuk harus sekolah"
"Iya Bi"jawab Kiara, kemudian Kiara segera mengangkat telponnya.
"Halo mas"sapa Kiara
"kamu lagi ngapain yank?"tanya Dewa disebrang telpon.
"Lagi belajar aja mas,"
"Maaf ya,hari ini mas sibuk banget jadi gak bisa ngabari kamu".kata Dewa
"Iya mas gak papa,mas lagi ngapain?"
"Mas baru aja selesai mandi"jawab Dewa.
"Oh..."kata Kiara kemudian diam
"kamu kenapa sayang tumben diem aja,biasanya juga cerewet kalo lagi telepon mas.kamu marah karena mas gak ngabari kamu seharian ini?atau kamu punya masalah lain?"tanya Dewa tapi Kiara tak menjawab nya.
Tak terasa air mata Kiara mengalir kembali.
"yank cerita sama mas kalo kamu punya masalah"ucap Dewa.
"Enggak kok Mas,aku cuma kangen aja sama mas"jawab Kiara yang terdengar bindeng.
"kamu nangis yank?kok suara kamu beda?"
"gak mas aku cuma flu aja,jadi hidung ku sedikit mampet"jawab Kiara bohong sambil mengusap matanya yang berair.
"Ya udah mas balik sekarang kalo gitu"
"Gak usah mas selesaiin kerjaan disana dulu,kalo udah selesai baru balik"kata Kiara.
"oh iya mas,tadi ada orang nyariin mas katanya sahabat mas Waktu kuliah dulu.Namanya Erick kalo gak salah"lanjut Kiara.
"Oh iya,dia tadi udah telpon mas.Tadi dia bilang kalo yang nemuin dia anak pembantu mas,emang anaknya bibi juga tidur dirumah yank?"
"Oohhh gak,tadi aku yang nemuin mas."
"Kok dia bilang anak pembantu,emang kamu bilang gitu?".
"Wah kurang ajar tu anak,belum pernah diketok pake gayung kepalanya.Kenapa kamu gak jelasin ke dia kalo kamu pacar mas?"
"Maaf mas,aku gak mau buat mas malu kalo aku jelasin.melihat sahabat mas yang terlihat keren dan elegan itu,membuat aku sedikit minder.Lagian gak masalah kalo mereka mengganggap aku seperti itu."
"Kamu ngomong apaan sih sayang?"
"Maaf ya mas,aku cuma merasa gak pantas ada disamping mas.Aku cuma anak yang dibuang,anak yang tidak punya latar belakang yang jelas.pasti akan banyak omongan yang jelek kalo saja orang orang tau tentang status dan latar belakang ku.
"Kamu kenapa sayang?,kenapa tiba tiba ngomong kayak gitu?. Mas gak masalah dengan status dan latar belakang kamu.Yang mas cintai itu kamu,bukan asal usul kamu.Pantas atau pun gak,itu mas yang nilai bukan orang lain."Kata Dewa bingung
"Ya udah mas,aku udah ngantuk.Aku tidur dulu ya".kata Kiara,kemudian mematikan telpon nya.
Setelah itu air mata yang kiara tahan dari tadi akhirnya tumpah juga.Kiara menangis sejadi jadinya. Dalam pikiran nya Kiara berangam angan,Andai ayahnya tidak meninggalkan dia,mungkin saat ini ia bisa lebih percaya diri berada disamping Dewa.Tanpa harus memikirkan omongan orang tentang latar belakangnya.
Setelah Kiara mematikan telponnya secara sepihak Dewa yang ada di
diseberang pun menjadi sedikit cemas,apa lagi setelah mendengar kata kata Kiara tadi.Berulang kali Dewa menelpon hp Kiara,tapi hp kiara sudah tidak aktif.
Dengan panik Dewa menelpon Danu yang ada dikamar sebelah.
"Iya bos?"kata Danu.
"Dan kesini cepat"perintah Dewa.
"Baik bos,"kata Danu,kemudian cepat cepat pergi kekamar dewa.Tanpa mengetuk pintu Danu langsung masuk kedalam kamar Dewa.
"Ada apa bos?"tanya Danu.
"schedule besuk apa?"tanya Dewa
"Besuk ada janji makan siang sekaligus membahas kontrakn yang kita tanda tangani tadi.kemudian cek lokasi proyek.Dan lusa ada undangan kepesta tuan Alex"jelas Danu
"Oke,kerjaan itu kamu yang urus.Aku harus balik ke Jakarta sekarang"kata Dewa
"Tapi bos,besuk..."kata Danu terpotong
"Kamu urus semua, terserah mau buat alasan apa aja.Oh ya pesankan penerbangan sekarang juga."kata Dewa kemudian merapikan pakaiannya dan menatanya kedalam koper.
Danu pun segera melaksanakan perintah Dewa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Hay Hay Gaes,apa kabarnya?
makasih buat kalian semua yang masih setia nungguin aku update.
Pokoknya ditunggu terus like,komen n vote nya.
makasih😀😁