
hari itu Kiara seharian urung uringan,entah mengapa karna sebel dengan Dewa ke 3 sohibnya pun terkena imbasnya.
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,Kiara segera memesan Ojol untuk mengantarnya pulang.
Sebab tadi Dewa sempat mengirim pesan pada Kiara,ia mengabarkan bahwa ia tidak dapat menjemput kiara.
"Ki Lo kan ga dijemput tu sama pacar lo,mau gue anterin?"tanya Ajeng
"Gak usah Jeng,aku udah pesen Ojol kok,lagian rumah kita gak searah."ucap Kiara
"Ya udah,yuk keluar"kata Luna.
Mereka pun keluar kelas menuju pintu gerbang,dari jauh sudah terlihat jejeran mobil hitam dengan supir yang sudah standby menunggu nona nona nya.
"Ki aku duluan ya,kamu hati hati ya"ucap Luna sambil memeluk kiara
"Iya Lun,kamu juga hati hati ya"Kiara pun membalas pelukan Luna.
Setelah itu Luna masuk kedalam mobil nya,disusul Ajeng dan Tari. sedangkan Kiara ia masih menunggu Ojolnya menjemput.Tak lama kemudian jemputnya pun datang, Kiara menghampiri Abang jaket hijau itu.
Setelah memakai helm,motor matic kang Ojol itu meninggalkan Sekolahan kiara.20 menit kemudian kang Ojol itu berhenti di depan rumah dengan pagar hitam yang tinggi.
Kiara pun turun dari motor,kemudian mengeluarkan uang untuk membayar kang Ojol.kemudian Kiara segera masuk kedalam.
_-_-_-_-_-_-_-_-_--_--_-_
Jam 8 malam,Kiara sedang menonton tv diruang tengah.Setelah belajar ia malas kembali kekamarnya.Mata Kiara fokus menatap layar bercahaya itu,sesekali ia menyemil keripik dipangkuan nya itu.
Ceklek...
Terdengar seseorang memutar handle pintu.kiara menoleh kearah pintu depan,terlihat Dewa masuk dengan penampilan yang sangat kusut,rambut klimis ya sudah berantakan, kemejanya sudah digulung sampe atas siku.
Melihat Kiara, Dewa pun menghampirinya.
"Malem sayang,"ucap Dewa hendak mencium dahi Kiara,tapi Kiara mengelaknya.
"Kamu masih marah sama mas?"ucap Dewa sambil menatap Kiara yang matanya tak lepas dari tv.
"Yank...sayang mas lagi ngomong Lo sama kamu,masak dicuekin terus"kata Dewa dengan lembut.
"Mas mandi dulu sana,bau"kata Kiara menoleh sekilas pada Dewa.
"Ya udah,mas mandi dulu ya biar wangi."ucap dewa sambil mengacak rambut Kiara.
Kemudian Dewa segera pergi kekamarnya untuk bersih bersih.Sesampainya dikamar semua sudah tersedia,dari baju ganti hingga air untuk mandi sudah disiapkan Kiara.Memang sedari tadi ia menanyakan kapan Dewa pulang pada Danu. Dan Danu pun menjawab kalo sudah perjalanan pulang.
Kemudian cepat cepat Kiara menyiapkan keperluan Dewa. Tak lama kemudian Dewa keluar kamar,ia terlihat segar,tak seperti waktu pulang tadi.
Kemudian ia duduk disamping Kiara yang masih menonton tv.
"Nonton apa yank?"tanya Dewa,bukannya menjawab Kiara malah menyodorkan cangkir berisi teh hangat.setelah itu Kiara hendak pergi,tapi dengan cepat Dewa menahan tangan Kiara.
"Duduk dulu,kita ngobrol"ucap Dewa,sambil menarik pelan tangan Kiara. Mau tak mau akhirnya Kiara duduk disamping Dewa.
Kemudian Dewa membenarkan duduknya,menghadap Kiara. Dewa menggenggam tangan Kiara dengan hati hati,mata Dewa tak lepas dari wajah Kiara yang masih ngambek.
"Yank,mas minta maaf ya atas apa yang udah mas lakukan. Mas khilaf,mas janji gak akan lakuiin lagi tanpa ijin dari kamu."ucap Dewa memelas.
"Yank maafin ya"ucap Dewa lagi.Tapi Kiara tak menjawabnya.
"yank..maafin ya"
"iya..."jawab Kiara terpaksa
"nah gitu dong, makasih ya.mas janji gak bakalan ulangin lagi".janji Dewa
"ya udah,"kata Kiara sembari berdiri hendak meninggalkan dewa lagi
"mau kemana?
"mau tidur"jawab Kiara malas
"kok tidur,kita ngobrol dulu"
"kan tadi udah"
"kok kamu jawabnya singkat singkat terus sih,kamu masih marah sama mas?sini sini kamu cerita sama mas,mas bakal dengerin.ayo kamu ceritain unek unek kamu ke mas"
"gak ada unek unek"
"jangan bohong,mas bakal dengerin semua unek unek kamu?kenapa kamu masih marah karena mas udah ambil first kiss kamu tiba tiba?"
"iya mas udah jahat banget,mas udah Hancurin impian aku"ucap Kiara ngegas.
"impian?impian apa sih sayang?"
"aku kan punya impian,kalo mo lakuin ciuman pertama itu disaat yang tepat.pas lagi romantis gitu,ini mas main nyosor aja"jelas Kiara jadi sebel lagi.
"hahahaha...jadi begitu,bilang dong.ya udah kamu tinggal bilang aja kapan mau ciuman lagi,entar mas cari tempat yang romantis"goda Dewa sambil menaik turunkan alisnya.
"isshh...gak gitu juga kali,"ucap Kiara malu malu.
kemudian Dewa menarik Kiara dalam pelukannya.Dewa memeluk Kiara dengan hangat,membuat Kiara nyaman.
"jangan ngambek lagi ya, Mas bingung kalo kamu ngambek lagi.mas jadi gak bisa konsen kerja karna mikirin kamu terus"ucap Dewa sambil mengusap punggung Kiara.
"iya mas,aku juga minta maaf ya"ucap Kiara mempererat pelukannya.
"akhirnya berhasil juga,gak sia sia aku ikutin saran Danu"ucap dewa dalam hati.
"heem,mas Dewa juga kelihatan capek banget"
akhirnya dua sejoli itupun pergi kekamar masing masing,sambil bergandengan tangan Dewa mengantar Kiara sampe depan kamarnya.
setelah mengucapkan selamat malam,dan setelah mendapat ciuman pengantar tidur dipipinya Dewa pun kembali kekamarnya sendiri.
_-_-_-_-_-_-_-_--_-_-_-_-_-_-
Pagi itu, seperti biasa Kiara menyiapkan sarapan untuk Dewa.Dengan rambut yang digulungnya keatas,Kiara dengan lihai memainkan penggorengan. Saat tengah asik memasak,sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang membuat Kiara kaget.
"Mas Dewa bikin kaget aja"pekik Kiara
"Maaf ya sayank,"ucap Dewa sambil mempererat pelukannya dipinggang Kiara.
"Masak apa?"tanya Dewa sambil menancapkan dagunya dipundak Kiara
"aku bikin omlet telur"ucap Kiara
"mas duduk dulu sana,aku lagi masak nich"
"Gak mau, pengen deket deket sama kamu kayak gini"ucap Dewa manja.
"manja banget sih pacar ku ini"ucap Kiara sambil membelai pipi Dewa.Dan Dewa hanya tersenyum.
"mas,jangan kayak gini aku susah mau balik ini"ucap Kiara
"kamu gak suka ya mas peluk kayak gini"ucap dewa sok sedih.Mendengar itu Kiara pun mematikan kompor listrik nya.kemudian Kiara berbalik menghadap Dewa
"aku gak bermaksud gitu sayank,maaf ya.sekarang mas duduk disini dulu ya,aku buatin kopi ya"ucap Kiara mengajak Dewa duduk diruang makan.
setelah itu Kiara kembali kedapur,ia membalik omlet nya agar tidak gosong.kemudian Kiara membuatkan secangkir kopi untuk Dewa.
setelah selesai memasak Kiara menyajikannya dipiring,kemudian membawanya kemeja makan .
"nich mas sarapannya,ini kopinya"ucap Kiara kemudian ia duduk didepan Dewa
"makasih sayang"jawab Dewa kemudian mulai menyantap sarapannya.
"tumben Mas udah bangun?"tanya Kiara sambil memasukan omlet kemulutnya.
"hmmm,soalnya aku udah gak sabar pengen ketemu pacar kecilku ini"ucap Dewa
"isshh...gombal"kata Kiara
"Mas gak gombal sayang,mas jujur"
"iya dech percaya"jawab Kiara.
"nanti lembur lagi mas?"tanya Kiara.
"belum tau,kenapa emangnya?"
"gak apa-apa,cuma tanya aja"
"hmmm,kirain mo ngajak kencan"goda Dewa
"kencan apaan,ya seharusnya mas dong yang ngajak kencan aku.Masak iya cewek ngajak duluan"jelas Kiara
"hahahaha...emang kenapa kalo cewek ngajak duluan?"
"ya gak pa pa,aku nanti habis pulang sekolah pengen main ke kafe"kata Kiara sambil memakan potongan terakhir omletnya
"ohhh...ya udah,bareng sahabat kamu?"
"gak tau, liat nanti aja."
"ya udah nanti siang mas jemput ya,terus nanti langsung mas anterin ke kafe."
"gak usah kalo mas sibuk"
"iya,nanti mas usahain buat jemput kamu"
"oke".
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung