
Matahari bersinar,Kiara yang sedang memasak di dapur dikagetkan dengan kedatangan Danu yang tanpa permisi.
"Ih...mas Danu kebiasaan dech,kalo Dateng itu ucap salam dulu kek,aku kan jadi kaget".kata Kiara sewot.
"Hahahaha ..maaf Ki"ucap Danu.
"Bos udah bangun Ki?"lanjut Danu
"gak tau mas, aku belum bangunin."jawab Kiara
"Ki bentar"ucap Danu kemudian memegang dagu Kiara.
"ini lebam kenapa Ki?"tanya Danu yang melihat ujung bibir Kiara yang lebam
"Gak cuma lebam,tapi juga sedikit bengkak"lanjut Danu.
"Oh..gak apa apa kok mas,kemarin aku gak sengaja jatuh"ucap Kiara bohong
"Duh makanya ati ati dong kamu,kalo kayak gini kan dikira kamu korban KDRT"
"Iya aku bakalan ati ati,"ucap Kiara
Tak lama kemudian Dewa turun dengan setelan Kerjaannya.Kiara menatap Dewa sebentar tapi Dewa sama sekali tak menatapnya.Kiara lalu melanjutkan menyiapkan sarapan.
"Ayo Dan berangkat sekarang,kita masih harus metting dengan Clara"ucap Dewa acuh.
"Gak sarapan dulu bos,ini udah dimasakin Kiara Lo"kata Danu.
"Kita nanti sarapan sekalian metting saja"ucap Dewa kemudian berjalan keluar.
"Ki aku berangkat dulu ya"ucap Danu buru buru menyusul dewa.
Kiara hanya bisa menatap punggung Dewa,entah mengapa hatinya terasa perih.Ia menatap makanan yang sedari tadi pagi ia masak,tak ada yang menyentuh.kemudian Kiara pun jadi tak napsu untuk makan.Kemudian ia segera mengambil tasnya,dan pergi ke sekolah dengan naik Ojol.
Didalam mobil,suasana sangat mencekam.Danu merasakan hawa yang kematian dari Dewa.Kemudian ia mencoba mencairkan suasana.
"Kiara kemarin jatuh dari mana bos,kok bibirnya sampe lebam dan bengkak gitu"ucap Danu,
Deg
pertanyaan Danu membuat hati menjadi gelisah.
"kamu fokus saja nyetirnya,gak usah banyak tanya."ucap Dewa.
Danu pun tidak berani berkata kata lagi.Dewa hanya terdiam selama perjalanan kekantor.pikirannya mulai mengingat kembali kejadian kemarin.
"Apakah benar jika ia menyalakan Kiara kemarin?Apa tamparan terlalu keras?"itulah pertanyaan dalam pikiran Dewa.
Hingga sampai kantor pun ia masih memikirkan Kiara.Terbersit penyesalan yang sangat mendalam dihatinya.
"Bos,sudah waktunya kita keproyek"ucap Danu yang baru saja masuk keruangan dewa.
Kemudian tanpa menjawab Dewa pun bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar ruangan,disusul Danu dibelakangnya.
Sampai proyek sudah terlihat Clara,yang mengunakan setelan kerja berwarna merah menyala.
"Hay Dewa"sapa Clara saat melihat Dewa.Dan Dewa hanya mengangguk kepalanya saja.
"Dewa,makasih ya kemarin udah mau nganter aku kedokter"ucap Clara
"Iya sama sama,udah sepantasnya.karna anda terluka dirumah saya"ucap Dewa kaku.
Danu yang mendengarnya hanya bisa mengeryitkan dahinya.
Setelah mengecek perkembangan proyek, Dewa dan Danu pun berpamitan untuk kembali kekantor karna masih ada banyak pekerjaan yang menanti mereka.
Dalam mobil pun Dewa hanya melamun,Danu menatap bosnya dari kaca spionnya.Ingin Danu bertanya pada Dewa tapi ia takut bakal di semprot lagi oleh bosnya itu.
Sampai kantor Dewa dan Danu pun pergi keruang metting,setelah kedatangan Dewa metting pun dimulai.
Satu persatu manager setiap bagian melakukan presentasi,dan selama itu pula Dewa terlihat tidak fokus.Dewa banyak melamun selama metting.
Hari ini Dewa sangat lah sibuk,selain metting dikantor ia juga harus bertemu beberapa klien.Ditambah siang tadi saat menjemput Kiara,ia tak bertemu dengan Kiara.Kata salah satu siswa disana ia melihat Kiara sudah pergi dengan menggunakan Ojol.
Dewa juga sempat menelpon Kiara tapi no nya tidak aktif. Kemudian Dewa segera menyusul Kiara,sampai di komplek rumah, Dewa melihat Kiara turun dari ojeknya.Setelah itu Kiara segera masuk kedalam rumah.
Sebenarnya Dewa ingin turun dari mobil nya dan menemui Kiara,tapi Dewa masih takut Kiara bakalan ngamuk padanya.
setelah mengurungkan niatnya, Dewa memutar balik mobilnya ia pergi kekantor kembali.Sampai dikantor Dewa terlihat kusut,Danu pun mengikuti Dewa kedalam ruangan nya.
Danu menatap Dewa,kemudian ia memberanikan diri untuk bertanya pada Dewa.
"Bos maaf,kalo saya ikut campur.Bos sedang ada masalah dengan Kiara?"Saya perhatikan dari pagi sikap anda terhadap Kiara sangat beda dari biasanya.Dan dari tadi pagi anda banyak melamun dan tidak fokus"ucap Danu.
"Hah...aku bingung Dan,Kemarin Clara kerumah dan kamu tau apa yang dilakukan Kiara?ia menyiram Clara dengan teh panas,untung saja cuma luka bakar ringan."jelas Dewa.
"Kiara nyiram Clara pake teh panas bos?apa alasannya?'tanya Danu
"Alasannya karena dia gak suka sama Clara"
"Kiara ngelakuin itu cuma gara gara gak suka sama Clara?tapi sepertinya Kiara gak akan ngelakuin hal seperti itu dech bos.Bos kan lebih lama kenal dengan Kiara jadi seharusnya bos lebih tau sifatnya."
"Kiara ditindas aja gak mau ngelawan,apalagi kayak gini.Bos liat sendiri waktu kiara ngelakuin itu?"
"Gak aku...."ucap Dewa yang terpotong karna ia mencoba mengingat kejadian kemarin
"Bos udah coba cek CCTV dirumah bos?"tanya Danu, Dewa hanya menggelengkan kepalanya.
"Memang amarah kadang bisa buat orang jadi bodoh bos"ucap Danu,dan Dewa hanya diam saja karna yang dibilang Danu memang benar.
Kemudian Danu mengambil tablet yang tergelatak diatas meja,kemudian ia mulai mengakses jaringan CCTV dirumah Dewa.
Ia mengamati setiap kejadian yang terlihat jelas di tablet.Ia mengerutkan alisnya,dan paham apa yang sebenarnya terjadi.
"Bos,anda harus liat ini"ucap Danu kemudian menyerahkan tablet pada Dewa.
Dewa melihat dengan seksama,kemudian ia mengulang beberapa kali adegan dimana Kiara menyajikan teh didepan Clara.Dan terlihat jelas ternyata Clara sendiri lah yang sengaja menyiramkan teh itu pada dirinya sendiri.
Dewa tampak geram setelah mendapati kebenaran yang ada.hatinya terasa sesak dan semakin menyesali apa yang sudah ia perbuat.
"Sial"pekik Dewa.
"Bos sebaiknya minta maaf pada Kiara,"saran Danu.
Tanpa pikir panjang Dewa segera menyambar kunci mobil yang ia taruh diatas meja.Dewa terlihat berlari kecil saat meninggal kantornya.
"Ada ada saja,semangat bos"gumam Danu
Dewa pun terjebak macet yang sangat panjang, entah terjadi apa didepan sana.Ia tidak bisa berputar balik,ia sangat gelisah.Ia ingin cepat sampai dirumah dan menemui Kiara.
1 setengah jam sudah Dewa berjibaku dalam kemacetan,Dari langit masih terang sekarang sudah berubah menjadi gelap.akhirnya Dewa hasil sampai dirumah dengan selamat.
Dewa segera memarkir mobilnya,Ia segera berlari kedalam rumah dan mencari keberadaan Kiara.Ia mencari disetiap ruangan,tapi tak menemukan Kiara.Kemudian ia kebelakang,dan ia menemukan Kiara sedang duduk melamun di bangku taman.
Dewa mendekati Kiara dengan perlahan.Kiara pun tersadar dari lamunannya ia menatap Dewa yang ada didepannya.
"Mas udah pulang?"tanya Kiara terlihat lebam diujung bibir Kiara.Dewa hanya menatap Kiara saja.
"Gimana keadaan mbak Clara mas?"tanya Kiara membalas tatapan mata Dewa.
"Dia gak apa apa,cuma mengalami luka bakar ringan aja.Gak sampai melepuh"jelas Dewa
"Oh syukur dech.Kalo mas ketemu,tolong sampaikan ucapan maaf ku sama dia ya"
"Ya udah mau Maghrib,aku sholat dulu ya"ucap Kiara kemudian beranjak pergi,Dewa pun memegang tangan kiara tapi Kiara menepisnya dan lalu pergi meninggalkan Dewa..
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.Bersambung