Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 73



Mendapat perlakuan dingin dari Kiara membuat Dewa sangat sedih.Ingin dia mengejar Kiara,tapi ia takut Kiara akan makin marah padanya.


Setelah Kiara masuk kamar, Dewa pun juga pergi kekamarnya untuk bersih bersih.Terlihat baju ganti yang sudah Kiara siapkan.


Sedangkan Kiara,sampai dikamar ia segera mengambil air wudhu dan segera mengerjakan sholat.sebenarnya Kiara tak tega bersikap dingin seperti itu pada Dewa,tapi ia masih kecewa dan sakit hati pada Dewa.


Setelah mengerjakan sholat,Kiara kemudian keluar kamar menuju dapur.Ia hendak menyiapkan makan malam untuk Dewa.


Ia tengah menata makanan dimeja makan ketika Dewa menghampirinya.Dewa menatap Kiara lekat.Tapi Kiara sedikitpun tak menatapnya.Lalu dewa duduk disamping Kiara,


"Yank,maafin mas ya"ucap Dewa membuka obrolan.


"Minta maaf untuk apa mas?"tanya Kiara yang masih sibuk bolak balik kedapur.


"Mas minta maaf karna kejadian kemarin"jawab Dewa


"mas gak perlu minta maaf,mas gak salah kok"


"Mas harus minta maaf,karna mas kamu jadi kayak gini"kata Dewa kemudian menangkup wajah Kiara,ia menatap lebam yang ada diujung bibir Kiara.


"Mas gak salah kok,semua ini yang salah aku. Seharusnya aku minta maaf dan ngakuin kesalahan aku,walau pun aku gak lakuin."Ucap Kiara kemudian menepis tangan dewa dari wajahnya


"Gak,mas udah salah paham sama kamu.Mas yang salah"ucap Dewa.


"Dulu waktu aku kecil,pernah ada yang bilang Sama aku.Jika suatu saat aku diperlakukan tidak adil dan harus mengakui apa yang gak pernah aku lakukan,lakuin saja.Karna aku cuma orang kecil,yang gak punya kekuatan apa apa.Kalau aku melawan akibatnya akan semakin buruk"cerita Kiara


"Dan saat ini aku udah merasakan akibatnya.Mas udah ngasih aku kehidupan yang nyaman, tempat tinggal yang enak,sesaat membuat aku lupa kedudukan ku disini.Aku lupa status yang udah melekat pada diri ku selama ini,hingga aku yang tak tau diri ini berani melawan orang orang hebat seperti mas dan mbak clara."lanjut Kiara sambil menahan air mata nya yang sudah menggenang di pelupuk matanya.


"Sttttttt,jangan ngomong kayak gitu.Maafin mas,karna mas udah kasar sama kamu.Maafin mas karna udah gak percaya sama kamu.Tapi kamu jangan ngomong kayak gitu lagi,mas gak mempermasalahkan status kamu.Mas mau kita kayak dulu lagi."


"Tanpa mas minta aku udah maafin mas.Tapi kalo untuk kayak dulu lagi,kayaknya kita perlu waktu untuk intropeksi diri mas.Mas pikirin sepercaya apa mas sama aku.Aku juga butuh waktu untuk menyembuhkan luka ku.Luka dipipi akan sembuh dalam hitungan hari,tapi luka di hati aku gak tau sampai kapan.Ya udah mas makan gih.Aku mau kekamar"ucap Kiara kemudian berbalik meninggalkan Dewa.


"Kamu gak makan yank"tanya Dewa


"Aku udah kenyang"ucap Kiara kemudian dewa memegang tangan Kiara.


"Kamu masih marah ya sama mas,kamu Belum maafin mas?gimana cara nya biar kamu maafin mas?kamu mau pukul mas,mau nampar mas ayo sini pukul mas.Lampiasin amarah kamu sama mas "kata Dewa sambil memukul mukulkan tangan Kiara pada pipinya.


"Pukul mas yank,pukul sekeras kerasnya biar kamu bisa maafin mas.Biar luka hati kamu bisa terobati"ucap dewa


Kemudian Kiara mengambil ancang-ancang untuk menampar pipi Dewa.Dan dewa pun sudah siap menerima tamparan dari Kiara.


Tapi Kiara tidak tega melakukannya,ia cuma menampar pelan pipi Dewa.


"Tampar mas yang kenceng sayank,tampar mas kayak mas nampar kamu kemarin"kata Dewa.


"Maafin aku mas,aku rela disakiti oleh orang yang aku cintai.Tapi aku gak tega untuk menyakiti orang yang aku cintai"


"Ya udah,aku mau keatas dulu"ucap Kiara kemudian pergi meninggalkan Dewa sendiri dengan penyesalan yang teramat sangat.


Dewa pun terduduk lemas di kursi,ia memang sudah membuat luka di hati Kiara.Ia tak tau bagaimana memperbaiki semua ini.


Kiara yang ada dikamar,tak kuat lagi menahan air matanya.Air mata yang ia tahan beberapa hari ini akhirnya tumpah juga.


Ia tak mau hubungan nya dengan dewa menjadi seperti ini,tapi jika mengingat kekecewaan nya hatinya bagaikan teriris.


sinar matahari masuk dari celah tirai kamar Kiara yang belum sepenuhnya terbuka.Kiara yang baru keluar dari kamar mandi pun segera membuka tirai kamar agar sinar matahari masuk dengan sempurna.


Setelah bersiap Kiara segera kebawah untuk menata makanan dimeja makan.tak lama Danu tiba dirumah Dewa,ia segera masuk kedalam.


"Selamat pagi Kiara cantik"sapa Danu


"Pagi mas,gembira amat pagi ini.Kayaknya lagi happy nih"'tanua Kiara.


"Hahahaha tau aja Ki,"kata Danu malu malu.


"Mbak Dian gimana kabarnya mas,lama aku gak ketemu?"tanya Kiara


"Oh,dia baik kok.kalo mau gak sibuk main aja ke apartemen.Atau kalo gak janjian aja ketemuan diluar."jawab Danu.


"Bos udah bangun Ki?"tanya Danu


"Oh...gak tau mas,coba mas lihat keatas"ucap Kiara.


Danu pun keatas menuju kamar Dewa,tapi tak lama kemudian Danu turun kembali.


"Kok udah turun mas,mas dewa udah bangun?"


"Iya Ki,udah siap malahan"


"oh..."


Dewa pun menuruni anak tangga,dengan setelan kerjanya.Sebenarnya setiap kali melihat penampilan Dewa yang necis seperti itu selalu membuat Kiara terpesona.Tapi kali ini dia menahan diri untuk tidak berbengong bengong ria.


"Ini aku udah siapin sarapannya,kalo gitu aku berangkatnya"ucap Kiara.


"Mas anterin ya"kata Dewa yang hendak duduk.


"Gak usah,aku udah pesen Ojol kok.Aku duluan ya"kata Kiara kemudian meninggalkan Danu dan Dewa.


"Hmmm...kayaknya acara minta maaf nya gak berhasil ni bos?"


"Iya,aku bingung harus gimana?Kayaknya aku udah ngelakuin kesalahan yang sangat fatal."ucap Dewa putus asa


"Sabar bos,bos harus berjuang untuk memperbaiki semua ini."ucap Danu


"Oh ya Dan,batalkan kerja sama kita dengan Sentosa makmur.Aku gak mau berhubungan dengan Clara lagi.Bilang ke mereka,kita akan bayar biaya pinalti nya."ucap Dewa tegas.


"baik bos,nanti akan saya laksanakan"


Kemudian setelah selesai sarapan mereka pun segera pergi kekantor.


Setelah sampai dikantor,Danu pun segera menjalankan perintah bosnya tadi.Dia segera menelpon Clara sebagai penanggung jawab proyek tersebut.


"Halo selamat pagi nona Clara,saya Danu asisten pribadi tuan Dewa.Begini,tuan Dewa berpesan beliau memutuskan proyek yang baru saja kita tandatangani beberapa waktu lalu.Dan kamu siap untuk membayar pinalti atas pembatalan kerjasama ini.Nanti saya akan kirimkan surat pembatalan tersebut."kata Danu.


"Mana Dewa biar aku ngomong langsung,gila aja proyek baru aja dimulai udah mau ditinggal gitu aja"kata Clara emosi


"Mohon maaf,untuk sekarang bos tidak bisa diganggu.Kalo memang mau bertemu,anda bisa buat janji terlebih dahulu"ucap danu.kemudian mematikan telpon,ia pun tak ingin berlama lama bicara dengan Clara si ular betina itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung