
Saat tengah asik mengobrol dengan Dian,tiba tiba Danu masuk kedalam kafe. Kiara dan Dian pun kompak menoleh.
"eh..calon manten, Mas Dewa mana?"celetuk kiara, tampak air wajah Danu berubah.
kemudian Danu mendekati Dian yang duduk didepan Kiara.
"kamu udah ngomong ya sama kiara, kalo kita dijodohin?"bisik Danu.
"aku gak ngomong apa apa"ucap Dian.
"tapi kok dia.."kata Danu terhenti.
"sejak kapan kalian jadi Deket kayak gini?"selidik Kiara.
"kita Deket,gak mungkin lah"ucap danu,lalu mereka berdua kompak menjauh.
"hahahaha...udah gak usah ditutupin lagi,aku udah tau.jadi ini mbak calon suami yang dijodohin kemarin"goda Kiara.
"kok tau?"tanya Danu yang mulai gelagapan
"ya tau lah,orang mas Danu bisik bisik keras gitu.Orang satu kampung pun juga bakalan tau.Hahahah"kata Kiara sambil tertawa,terlihat Danu menepuk mulutnya sendiri.
"apa yang lucu?"tanya Dewa yang baru saja masuk dan duduk disamping Kiara.
"hahaha..biasa Mas,mulut besar mas Danu keceplosan lagi"
"keceplosan apa?"tanya Dewa yang ketinggalan berita.kemudian Kiara membisikan berita itu pada Dewa.
"oh ya,kapan rencananya nikahnya?"tanya Dewa.
"belum sampai disana bos rencananya,kita masih dalam masa penjajakan"jelas Danu sedangkan Dian tersipu malu.
"gak usah lama lama,kalo kalian jadi menikah semua biaya resepsi aku yang tanggung"
"beneran bos,gak bercanda kan?"tanya Danu menyakinkan.
"iya,memang aku pernah bercanda?"
"tapi dengan satu syarat,kamu harus menikah dengan Dian"jelas Dewa.
"kalo dengan yang lain bos?"tanya Danu lagi.
"kamu tanggung semua sendiri"ucap Dewa ketus.
"kok gitu bos?"protes Danu.
"karna Dian sahabat Kiara,jadi itung itung hadiah pernikahan dari aku dan Kiara.ya gak sayang"ucap Dewa sambil menatap Kiara.
"makasih ya mas"ucap Kiara sambil membelai pipi Dewa dengan manja.
"Sa...sayang?jadi kalian berdua...?"tanya Danu tergagap gagap. Dewa hanya cuek,sedangkan Kiara hanya tersenyum mengiyakan.
"jadi kemarin yang ngambek,hedeh aku kalah satu langkah sama si bos"gumam Danu.
"Ki jadi beneran kalian pacaran,ya ampun akhirnya Ki,gak bertepuk sebelah tangan. Tau gak Mr,Kiara itu udah jatuh cinta pada pandangan pertama sama Mr."beber Dian.
"issh Mbak Dian jangan dibuka disini donk,kan aku malu"ucap Kiara sambil menutup pipinya yang merah.
"oh ya,emang begitu yank?"goda Dewa.
"Mas Dewa gak usah ikut ikutan"kata Kiara sebel. Dewa,Danu dan Dian pun tertawa melihat Kiara yang manyun.
Setelah menjalankan sholat Maghrib Kiara dan Dewa pun berpamitan.
"mbak aku balik dulu ya,"pamit Kiara
"iya Ki ati ati ya"
"mas Danu duluan ya,jaga mbak Dian baik baik,jangan disia-siain entar nyesel lo. Tau gak,mbak Dian itu banyak penggemarnya."ucap Kiara dan Danu hanya mengangguk angguk.
"oh iya mbak,mas Danu ini cowok baik Lo. dia cowok yang bertanggung jawab,bisa diandelin dan yang pasti setia. si bos aja sampe kangen pas ditinggal mas Danu cuti kemarin"
"apa,beneran bos?bos kangen sama saya?"tanya Danu dengan wajah berbinar,tapi Dewa hanya diam malu untuk mengakuinya.
"tau dari mana kalo dia setia?"tanya Dian
"ya tau lah,buktinya aja dari lahir sampe Segede ini masih aja jomblo,hahahaha"ledek Kiara, Dewa dan Dian pun ikut tertawa ngakak sedangkan Danu memonyongkan bibirnya.
Setelah canda tawa tadi, Dewa dan Kiara pergi meninggalkan kafe. Rencananya mereka akan pergi ke supermarket untuk belanja bulanan.
Jalanan malam itu pun cukup macet,sehingga membuat Kiara bosan.Kiara sibuk memainkan hp nya,sedangkan Dewa fokus dengan setirnya.
30 menit kemudian mobil Dewa sudah terparkir dibasement supermarket.Kemudian Kiara dan Dewa pun memasuki supermarket dengan bergandengan tangan.
kemudian mereka berdua mulai berburu barang barang yang mereka butuhkan.Dengan batuan catatan dari Bibi memudahkan pekerjaan mereka.
"udah semua yank?"tanya Dewa
"udah Mas,"jawab Kiara sambil mengecek kertas yang ia bawa.
penjaga kasir pun mulai menghitung dan memasukan belanjaan Kiara keplastik.
"ini mas yang masukin?"tanya Kiara saat melihat beberapa coklat. Dewa hanya mengangguk.
"Terus es krim segini banyak juga?"tanya Kiara yang lagi lagi dijawab anggukan oleh Dewa.
"banyak banget sich mas,mo buat apa?"
"Buat kamu,biar gendut"bisik Dewa tepat ditelinga Kiara membuat Kiara tersipu malu.
Setelah selesai, Dewa pun membawa kantong plastik keparkiran. Kemudian setelah memasukan kedalam bagasi,mobil Dewa pun meninggalkan supermarket.
Jam setengah 10 mereka sampai rumah. setelah menata belanjaan Kiara pun pergi kekamar untuk istirahat,begitu pula Dewa.
_-_-_-_-_-_--_-_-_
Satu bulan sudah Kiara dan Dewa berpacaran,sejauh ini hubungan mereka berdua berjalan lancar.Meski kadang terjadi pertengkaran kecil,tapi itu semua hanyalah bumbu pelengkap untuk hubungan mereka.
sore itu, Dewa turun kebawah menemui Kiara yang sedang menonton tv diruang tengah.
"yank,mas nge gym dulu ya!"pamit Dewa sudah lengkap dengan tas selempangnya.
"tumben nge gym mas?"tanya Kiara.
"emang menurut kamu perut mas kayak gini itu hasil rebahan"ucap Dewa sambil mengangkat kaosnya yang memperlihatkan perut sixpack nya.
"iya dech percaya,aku ikut ya.aku juga pengen olahraga,belakangan ini aku banyak makan."ucap Kiara
"kamu boleh ikut,tapi gak boleh olahraga.cukup temenin dan nonton mas olahraga aja,oke"ucap Dewa sambil memeluk pinggang ramping Kiara.
"kenapa gak boleh olahraga?"tanya kiara sedikit sebel.
"mas kan susah payah buat kamu jadi gendut,percuma dong usaha mas kalo kamu olahraga"jawab Dewa kemudian mencium pipi chubby kiara
"ya udah deh kalo gitu."kata Kiara pasrah.
"jadi ikut gak?"
"jadi dong,aku mau jadi bodyguard mas.Aku gak mau cewek cewek ganjen dan genit itu ganggu mas"ucap kiara,dewa hanya tertawa melihat tingkah lucu Kiara.
"pacar kecil ku sekarang sudah posesif ya"goda Dewa.
Dan mereka pun berangkat ketempat gym.Sesampainya disana Dewa pun mulai berolahraga.Sedangkan Kiara,hanya duduk dan melihat Dewa dari jarak tak terlalu jauh.
1 jam kemudian , Dewa selesai aktifitasnya.keringat membasahi tubuhnya.saat hendak berjalan menghampiri Kiara. Dewa dihadang oleh 2 wanita yang cukup seksi.Mereka tampak mengobrol dengan Dewa.kiara hanya memperhatikan Dewa dari tempat duduknya.
Terlihat 2 wanita itu sangat genit terhadap Dewa,mereka sengaja menonjolkan 2 aset Aas bawah mereka yang terlihat besar dan padat.
Dengan halus dewa menolak mereka, kemudian 2 wanita seksi itu pun pergi.lalu Dewa berjalan menghampiri Kiara.
"duh...yang baru dapet kenalan"goda Kiara
"Kenalan apaan,gak tertarik"ucap Dewa sambil minum.
"masak gak tertarik,atas bawah gede Lo mas"goda Kiara lagi.
"gak suka,soalnya yang ada Dimata cuma kamu aja.Jadi yang lain gak kelihatan"
"dasar gombal"ucap Kiara sambil tersipu malu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung