Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 103



Dewa masuk kedalam rumah bersama Danu yang sedang menyeret koper.Melihat Kiara sedang bercengkrama dengan 2 ART nya membuat Dewa menghampiri nya.


"kok tidur disini yank?"tanya Dewa


"iya mas,bentar ini pinggang ku pegel banget"ucap Kiara


"ya udah istirahat nya dikamar aja ya,nanti ngobrol lagi sama bibi sama mbak Lastri"ucap Dewa


"iya mas,... Bibi,mbak Lastri aku kekamar dulu ya.nanti aku kasih oleh oleh"ucap Kiara


"iya non,non memang ia the best"kata mbak Lastri girang.


kemudian Dewa mengendong Kiara menuju kamarnya.Kiara melingkarkan tangannya dileher Dewa, mata Kiara tak lepas dari wajah tampan Dewa.


"ngapain liatin mas kayak gitu"


"hehehehe..kalo diliat liat mas ganteng banget ya"


"kamu baru sadar kalo mas ganteng"ucap Dewa dengan pede.


"dih...tau gitu tadi aku gak usah bilang kalo Mao mas ganteng"ucap Kiara sambil memonyongkan bibirnya.


Dewa pun dibuat gemas setiap kali melihat bibir monyong Kiara.Dan Dewa pun cepat cepat mencium bibir Kiara singkat


"hih..mas apaan sih,aku kan belum siap"ucap Kiara


"ya udah kalo gitu nanti kita ulang dikamar ya"bisik Dewa tepat ditelinga Kiara,membuat Kiara bergidik.


Danu yang berjalan dibelakang mereka pun tampak cemburu.


"huh...dasar bucin,dunia bagai milik berdua yang lain gak kelihatan."gumam Danu saat melihat kemesraan mereka.


Dewa membawa masuk Kiara kedalam kamar lalu meletakkan nya diatas kasur.Setelah itu Dewa berjalan keluar menemui Danu.


"kopernya ditaruh situ aja Dan sekarang kamu balik aja kekantor.Nanti kalo ada masalah kamu bisa telpon aku"


"siap bos kalo gitu saya permisi"


Setelah Danu pergi,dewa kembali kedalam kamar, terlihat Kiara yang sedang berbaring ia tampak tak nyaman dengan posisi nya,beberapa kali Kiara membenarkan posisinya tapi tetap saja ia merasa tak nyaman.


kemudian Dewa mendekati Kiara,lalu ia duduk ditepi ranjang disamping Kiara.


"kamu kenapa yank,mas liat dari tadi kayaknya gak nyaman gitu"tanya Dewa sedikit kwatir.


"gak apa apa kok mas,cuma gak nyaman aja.Gak tau gara gara kasurnya atau emang badan aku yang mulai gak nyaman"


"ya udah kalo gitu mas telp Danu dulu biar dia ganti kasur ini sama yang baru"ucap Dewa kemudian mengeluarkan HP nya,ia hendak menelpon Danu tapi Kiara menghentikannya.


"gak usah mas,mas tidur disini aja sambil elus elus punggung aku"


kemudian Dewa tanpa pikir panjang segera tidur disebelah Kiara.kemudian tangannya mulai mengelus elus punggung serta pinggang kiara.Karna merasa nyaman,Kiara pun lalu terlelap tidur.


Pagi hari Kiara terlihat segar,ia sudah duduk dimeja makan bersama dewa.mereka makan sambil mengobrol kecil.


"mas mau kekantor?"


"iya mas mau cek kantor sebentar,nanti sebelum makan siang mas udah pulang"


"hmmm...nanti fitting baju nya gimana?"


"nanti mas suruh orangnya kerumah aja,jadi kamu gak usah jauh jauh kesana.kamu istirahat aja.Nanti kita harus kebandungkan"


"iya mas"jawab Kiara sambil tersenyum menunjukan gigi putihnya.


Setelah selesai makan, Dewa segera berpamitan kepada Kiara.Dan setelah itu Dewa pergi meninggalkan rumah.


Sepeninggalan Dewa,Kiara duduk di taman sambil memainkan hp nya.Tak lama hp Kiara pun berdering.Kiara melihat si penelepon ternyata Luna sahabatnya.


"halo"ucap Kiara


"hai Ki,apa kabar?"tanya Luna


"aku baik kok lun,kamu apa kabar?"


"aku juga baik kok Ki"


suasana diantara mereka berdua terasa Canggung,mungkin karena mereka sudah lama tidak saling berkomunikasi.


"syukur dech..kabar om sama Tante juga baik kan"


"iya Ki,mereka baik baik aja kok."


"oh..."


"Ki,aku minta maaf ya kalo selama ini aku gak pernah hubungin kamu"


"gak apa apa kok lun,aku tau kok kamu pasti sibuk.oh iya akhirnya kamu kuliah dimana?"


"aku kuliah disini aja kok Ki,orang tua ku gak ijinin aku buat kuliah keluar."


"hmmm...om dan Tante pasti berat buat jauh sama kamu,secara kamu kan anak semata wayang"


"iya Ki,kalo kamu bakal kuliah dimana?"


"aku belum tau,masih bingung juga.tapi kemungkinan besar aku akan kuliah disini juga"


"oh iya,kamu mau married ya masa Mr. Dewa.kemarin ada orang yang kirim undangan kerumah"


"oh ya, undangan udah mulai disebar ya.iya doain ya semoga lancar sampai hari H.oh iya kamu jangan lupa Dateng ya"


"makasih ya lun.gimana kabarnya Ajeng sama Tari?udah lama banget gak ketemu kalian"ucap Kiara dengan nada sedih.


"mereka baik kok,Ajeng dan Tari bakal nerusin kuliah keluar negeri.iya kapan kapan kita ketemuan ya.aku juga pengen main sama kamu seperti dulu"


"iya Lun,nanti habis acara nikahan aku kita main bareng lagi"


"Oke siap nanti chat aja kalo kamu ada waktu"


"hmmm...aku boleh chat kamu duluan?"tanya Kiara


"ya boleh lah Ki,kita kan sahabat.maaf kalo aku sempat menjauh dari kamu.Tapi selama ini aku masih menganggap kamu sahabat aku"


"iya makasih ya lun,aku juga selamanya nganggap kalian sahabat aku kok"


"ya udah ya Ki,nanti kita sambung lagi.Ini aku harus anter mami kesalon dulu"


"ya udah ati ati ya,salam buat Tante"


Setelah menutup telpon Kiara tampak bahagia,karna ternyata selama ini Luna masih menganggap nya sebagai sahabat.


meski Ajeng dan Tari masih marah pada Kiara tapi seenggaknya ia masih memiliki Luna yang menganggap sahabat.


Setelah puas duduk di taman,Kiara masuk kedalam rumah.Dan tak lama kemudian Dewa sampai bersama beberapa orang dari butik ternama yang Dewa percayai.


"udah pulang mas?"tanya Kiara lalu Dewa memeluk serta mengecup keningnya.


"iya sayang,oh iya ini orang dari butik mereka yang akan bantu kamu buat mengukur dan memilih baju pengantin."


"selamat siang nyonya,saya Ivan saya siap membantu dan melayani anda"


kemudian anak buah Ivan membawa masuk sederet gaun pengantin yang sangat indah.Mata Kiara tak berkedip saat melihat gaun gaun itu.


"ini semua karya terbaru dari butik saya,silahkan nyonya melihat lihat dahulu"ucap Ivan.


dengan antusias Kiara mulai memilah satu persatu gaun yang ada di gantungan.Matanya berbinar setiap kali melihat gaun gaun yang mewah itu.


Setelah melihat lihat beberapa saat,Kiara tak juga menemukan gaun yang sesuai dengan seleranya.


"ada yang kamu suka yank?"tanya Dewa sambil memeluk pinggang Kiara.


Kiara menatap Dewa dengan tatapan sedih,lalu ia menggeleng kan kepalanya.


melihat itu Ivan segera bertindak,ia tak mau membuat pelanggannya kecewa.


"maaf kalo boleh tau,anda mencari gaun yang seperti apa ya?"


"gak neko-neko,aku cuma cari gaun yang simpel,sederhana tapi terlihat mewah.sebenarnya semua gaun ini aku suka,tapi akan sedikit ribet memakainya dengan kondisi aku yang seperti ini"Ucap Kiara sambil mengusap perut nya yang sedikit buncit itu.


"oh...maafkan karna kurang peka,oke punya satu gaun seperti yang anda inginkan.ini gaun yang spesial yang saya buat."


ucap Ivan, kemudian salah satu anak buahnya pergi mengambil gaun didalam mobil.


Tak lama ia pun masuk kedalam rumah Dewa dengan membawa gaun berwarna putih.Long dress dengan pernak pernik permata disetiap sisinya.Terlihat sederhana,simpel tapi tetap mewah.


"gimana yank kamu suka?"tanya Dewa.


"suka mas,tapi kayaknya harganya mahal deh.ganti yang lain aja"bisik Kiara.


"kamu gak usah kwatir soal harga,mas masih sanggup beliin kok"jawab Dewa sambil menatap mata Kiara.


"oke Van ,gue ambil yang itu aja"ucap Dewa pada Ivan.


"oke baby,kita coba dulu ya".ucap Ivan genit.


kemudian Kiara di bantu oleh 2 anak buah Ivan untuk mencoba gaun itu.Setelah beberapa menit kemudian Kiara keluar dari kamar dengan mengenakan gaun putih tersebut.mata semua orang disana tak berkedip melihat kecantikan Kiara.


Dewa pun tak bisa memalingkan pandangannya dari kiara.Ia melihat kecantikan Kiara bertambah ribuan persen saat memakai gaun itu.kemudian Dewa berjalan mendekati Kiara.


"wah... pengantin kita cantik sekali,kalian terlihat serasi."ucap Ivan.


kemudian Ivan nilai melihat bagian bagian mana yang menurutnya kurang pas.setelah meneliti dengan cermat ia kemudian pamit untuk pulang.


"ingat ya cantik,kurang 3 hari lagi usahakan berat badan kamu gak bertambah ya"pesan Ivan sebelum pergi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung