
Dewa pun mengerti maksud Kiara, kemudian Dewa membalas ciuman kiara.Dewa memegang tengkuk Kiara untuk memperdalam ciuman nya.mereka pun saling ******* dan menyesap.
saat telah kehabisan nafas mereka pun berhenti,tiba tiba Kiara tersentak karna merasakan sesuatu yang mendesak dibawah Pan*at nya.
"Hah,jadi bangun mas"bisik Kiara sambil menatap Dewa.
"Semuanya salah kamu,sekarang kamu harus bertanggung jawab."ucap Dewa lalu membaringkan Kiara diatas sofa.
Dewa menatap dalam mata Kiara,Kiara pun membalas tatapan Dewa.Kemudian Dewa mulai mencium bibir Kiara lagi.Dewa mencium Kiara dengan penuh nafsu.Tangan Dewa tak tinggal diam,ia mulai menyingkap kaos yang dikenakan Kiara.Dan Dewa pun mulai berkelana menuju 2 bukit kembar Kiara.
Saat tengah sampai ke benda kenyal itu,Kiara menghentikan aksi Dewa.Sesaat tersiram kecewaan Dimata dewa.Dewa sadar kalo dia sudah melewati batas karna keburu nafsu.
"Jangan disini"ucap Kiara dengan mata yang sayu.Dewa pun tak menyangka dengan respon Kiara,wajahnya terlihat bingung
"Jangan lakuin disini"ucap Kiara lagi.
Dewa pun segera mengendong Kiara dan membawanya menuju kamar dewa.Dewa kembali mencium bibir Kiara sesaat setelah meletakkan Kiara diatas tempat tidurnya.
"Mas boleh lakuin itu?"tanya Dewa dengan nafas yang terengah-engah,Kiara pun hanya mengangguk.
kemudian Dewa mulai melakukan aksinya,Dewa mulai menciumi wajah Kiara.kemudian turun menuju leher jenjang nan putih milik Kiara,sesekali Dewa mengigit telinga Kiara pelan sehingga membuat Kiara kegelian.
Kemudian dengan cepat dewa melepas kaos putih milik Kiara.Terlihat bukit kembar Kiara yang masih tertutup bra.Kemudian dewa membuka kait bra Kiara,lalu melemparkannya ke sembarang arah.
Terlihat benda kenyal itu sangat putih,membuat Dewa ingin segera melahap nya.Dewa mulai meremas,memilin dan sesekali mengigit Put*Ng kiara.membuat Kiara mengerang dan mendesah keenakan.
Dan malam panjang pun terjadi untuk mereka berdua.Kiara tak memikirkan apa pun,ia hanya ingin memiliki dewa seutuhnya.kiara tau kalo apa yang ia lakukan ini adalah kesalahan tapi Kiara juga sadar kalo waktu bersama Dewa sudah tidak lama lagi.
pagi itu,Kiara bangun didalam pelukan Dewa dan hanya tertutup selimut tanpa memakai selembar baju pun.
"Pagi sayank"sapa Dewa yang ternyata sedari tadi sudah bangun lebih dahulu.kiara hanya tersipu malu saat menatap Dewa.
"Makasih buat yang semalem ya"bisik Dewa membuat Kiara tambah malu buru buru ia bersembunyi dibalik selimut.
"hahahaha ..kamu kenapa sayang?"tanya Dewa kemudian berusaha membuka selimut yang menutupi tubuh Kiara
Kiara pun meronta berusaha mempertahankan selimutnya, dewa masih berusaha dengan mendekap tubuh Kiara.Tapi Kiara tak bisa diam,membuat tubuh polos mereka saling bergesekan.Sehingga membuat pusaka Dewa kembali berdiri.
"sssssttt... jangan gerak terus,kamu bisa bangunin yang seharusnya tidak bangun Lo"bisik Dewa membuat Kiara seketika terdiam.
"Anak pintar,kamu tau kan konsekuensinya kalo dia bangun"goda Dewa
"aaaawww mas ngomong apa sih,dasar mesum.udah sana cepatan mandi terus kekantor"teriak Kiara karna sudah frustasi mendengar omongan Dewa.
"hahahahaha...hari ini mas libur.mas mau seharian dikamar kayak gini sama kamu.mas mau bikin Dewa junior beneran"goda Dewa.
setelah mandi Kiara segera pergi kedapur untuk membuat makanan untuk Dewa.Tubuh Kiara terasa sangat capek karna ulah Dewa.
selesai sarapan Dewa pergi keruang kerjanya untuk mengecek beberapa laporan yang dikirim kan Danu lewat email.
sedang kan Kiara ia duduk santai di taman belakang sambil memainkan hp nya dan tak lupa beberapa cemilan menemaninya.
Kiara membuka akun sosmed miliknya,kemudian Kiara mulai melihat postingan milik teman temannya.
sudah lama rasanya Kiara tak bertemu dengan mereka,kangen sebenarnya tapi Kiara tak bisa memaksa kehendaknya.kiara hanya bisa melepas rindu lewat foto foto yang mereka posting.
saat asyik melihat lihat, perhatian Kiara tertuju pada suatu Video tentang kedekatan baby dengan ayahnya.kiara tersenyum saat melihat nya,tak sadar ia mengelus perutnya yang masih rata itu.
"sayang maafin mommy ya, mommy belum bisa cerita tentang kamu.mommy hanya takut membuat Daddy kepikiran.Saat ini Daddy sudah stres dengan urusan pekerjaan dan urusan dengan keluarganya."gumam Kiara pada buah hatinya.
"Mungkin waktu kita sama Daddy gak akan lama lagi.Kita harus buat Daddy bahagia ya nak,kita juga harus siap siap jika sewaktu waktu kita harus pergi dari sini.Mommy tetap akan memberitahu tentang keberadaan kamu,tapi nunggu sampai suasana mereda dulu.kamu yang sabar ya nak,baik baik didalam sana"ucap Kiara sambil membayangkan Dewa bersama buah hati mereka.
beberapa Minggu kemudian.
hubungan Kiara dan Dewa masih aman aman saja.Mereka terlihat sangat mesra dan harmonis.Tak pernah ada perselisihan sama sekali.
Siang itu Kiara pergi kerumah sakit untuk memeriksakan kandungan nya. saat sedang menunggu antrian Kiara tak sengaja bertemu dengan maminya Ajeng.
"lho Tante,Tante kok disini?Tante sakit?"tanya kiara.
"Hay sayang apa kabar?Tante gak sakit kok,Tante cuma habis cek up rutin aja.kamu disini ngapain?kamu sakit"kata mami Ajeng sambil menyentuh kening Kiara.
"Gak apa apa kok Tan,aku gak sakit.aku cuma mau periksa aja"ucap Kiara.
"iya Tan,udah jalan 12 Minggu"jawab Kiara .
"Terus kamu kesini sama siapa ?"
"aku sendirian kok Tan"
"sendirian?wah dasar si Dewa itu seenaknya saja,masak kamu periksa kehamilan gak ditemenin perlu diolemin nich"
"sebenarnya mas Dewa belum tau kalo aku sedang hamil Tan"
"what...kamu belum kasih tau dia?"tanya mami Ajeng gak percaya.
"iya Tan,saat ini situasinya gak memungkinkan buat aku cerita."
kemudian sembari menunggu antrian Kiara menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.mami Ajeng mengerti apa yang Kiara alami,mami cuma memberi saran buat kiara.
Kiara senang bisa bertemu mami Ajeng saat ini,ia merasa seperti menemukan sosok seorang ibu.Mungkin jika bundanya masih hidup, beliau juga akan melakukan hal yang sama.
"Tan aku minta masalah ini jangan ada yang tau ya"ucap Kiara
"iya sayang Tante gak akan cerita kesiapa pun kok."ucap mami sambil menepuk pundak Kiara pelan.
"nyonya Kiara"panggil suster.
"Itu giliran kamu periksa Ki,Tante boleh temenin kamu?"
"Iya Tan,Kiara malah senang banget"
akhirnya Kiara dan Tante masuk kedalam ruangan.setelah menanyakan keluhan Kiara selama hamil,dokter Nisa pun segera melakukan USG rutin pada Kiara.
Terlihat baby Kiara tumbuh semakin besar.Mami Ajeng yang melihat itu tak kuasa menahan air mata nya.
"Tante nangis?"ucap Kiara
"Tante bahagia banget sayang,kamu yang selama ini udah Tante anggep sebagai anak sendiri sekarang sedang mengandung.tante merasa sebentar lagi jadi nenek".
setelah selesai periksa,Kiara mengambil resep vitamin yang diberikan oleh dokter Nisa diapotik.setelah itu Kiara pulang diantar oleh mami Ajeng..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung