
Pukul 14.00,Kiara , Dewa dan Danu bersiap untuk pergi.
"Mbok, Kiara pamit dulu ya.Nanti kalo libur Kiara bakal main kesini lagi."kata Kiara sambil mencium tangan Mbok
"Iya Nok,kamu hati hati ya.Jaga diri,jaga kesehatan kamu.Sering sering telpon Mbok ya.Sebenernya Mbok masih kangen sama kamu Nok".kata Mbok sambil membelai rambut Kiara.
"Iya Mbok,Kiara pasti akan sering telpon Mbok".
"Bu,saya mohon pamit ya.Terimakasih karna sudah menjamu kami disini.Maaf kalo kami disini hanya membuat repot".kata Dewa menyalami tangan Mbok.
"Iya Nak Dewa, Mbok gak direpotkan kok.Mbok malah seneng kalian main kesini.Mbok titip Kiara ya,tolong jaga dia".kata Mbok sambil menepuk tangan Dewa
"Pasti Bu,"kata Dewa.
"Bu saya pamit ya,maaf kalo saya disini cuma bikin onar".kata Danu.
"Iya Nak,ati ati pokoknya."
Setelah acara pamitan selesai mereka pun pergi meninggalkan rumah kecil itu.Rumah kecil yang memberi kehangatan khususnya untuk Kiara.
Tersirat kesedihan Dimata Kiara karna harus berpisah dengan Mbok sekeluarga.
"Kamu kenapa?"tanya Dewa yang duduk disebelah Kiara dengan lembut.
"Gak pa pa kok Mas"kata Kiara berusaha menyembunyikan kesedihannya.
"Aku tau kamu pasti sedih karena harus balik ke Jakarta kan?Setiap libur sekolah kamu boleh kok kesini lagi".kata dewa sambil membelai rambut Kiara.
"Iya Mas".jawab Kiara singkat.kemudian memalingkan wajahnya kejendela.
Disepanjang perjalanan menuju apartemen, mereka bertiga hanya diam.Terutama Kiara,pandangannya hanya tertuju diluar.
Sesampainya di apartemen,mereka pun masuk kedalam kamar mereka masing masing untuk berkemas.
Kiara kemudian membuka kamarnya,dan betapa terkejutnya ia mendapati kamarnya yang berantakan.Pakaian dalam koper kecilnya berantakan,beberapa baju berserakan dilantai dan kasurnya.
"Astagfirullah!"pekik Kiara sampai terdengar dari luar kamar.
Mendengar teriakan Kiara,Danu dan Dewa pun bergegas menuju kamar Kiara dengan wajah panik.
"Kenapa Ki?"Tanya Dewa sasaat setelah sampai dikamar Kiara.
"Ada apa,ada apa?"tanya Danu yang tak kalah panik.
"Siapa yang siapin baju ganti ku kemarin?"tanya Kiara dengan kesal.
"Aku!".kata Dewa dengan sedikit takut.Danu pun menunjuk Dewa.
"Mas Dewa,liat ini.Masak cuma ambil baju aja Ampe kayak gini.Udah kayak abis dirampok aja.Aku gak mau tau,mas harus rapiin kayak semula".Murka Kiara.
"Ta...tapi Ki."kata dewa sedikit gagap.
"Gak ada tapi tapian,pokoknya harus kayak semula".
"Ayo Dan bantuin".ajak dewa.
"Gak,ini ulah Mas,jadi mas yang harus rapiin.SEN.DI.RI."Kata Kiara penuh penekanan.
"Yang sabar ya boz".kata Danu sambil menahan tawa melihat Dewa yang melas.
" Ya udah kalo gitu aku mau beres beres dulu ya,aku gak mau ikut campur urusan rumah tangga kalian".kata Danu kemudian keluar dari kamar Kiara.
Kemudian Dewa pun mulai merapikan baju Kiara.Ini adalah pertama kalinya Dewa melakukan itu.Pertama kali pula Dewa terlihat tertindas.
Kiara yang berada dibelakang Dewa pun tertawa kecil saat melihat Dewa melipat baju.Bagaikan seorang suami yang takut dengan istrinya.
Tak lama kemudian kerjaan Dewa pun selesai,meskipun tak begitu rapi.
"Nih Ki udah selesai".kata Dewa.
"Ya udah,lain kali berantakin lagi!"kata Kiara pura pura marah.
"Ampun nyonya,hamba kapok".kata Dewa memelas.
"Hahahahaha ya udah sana Mas istirahat dulu,nanti aku bantu beresin barang mas".kata Kiara.
"Kamu gak marah Ki".
"Gak mas,"
"Ya udah,mas kekamar dulu ya".kata dewa, Kiara pun hanya mengangguk.
Setelah semua selesai berkemas,pukul 15.30 rombongan Kiara pun pergi meninggalkan apartemen menuju makam ibunda Kiara.
Setengah jam kemudian mereka sampai didepan pintu masuk makam.Tak berlama lama mereka bertiga pun masuk kedalam makam.
mereka berjalan beriringan, Dewa membawa sekeranjang bunga dan sebotol air mawar.
Setelah sampai dimakam bundanya Kiara pun berdoa.
Setelah itu mereka pergi dari makam,karna harus cepat cepat mengejar penerbangan.Saat itu jalanan tak begitu macet, sehingga mereka datang tepat waktu.
Kemudian Danu pergi menemui pilot untuk menanyakan persiapan untuk penerbangan nanti.
Setelah dirasa semua siap,mereka pun segera memasuki pesawat dan terbang menuju Jakarta.
_-_-_-_-_-_-_--_-_---_-_-
Pagi itu,seperti biasanya setelah sholat subuh Kiara segera mengerjakan pekerjaan rumahnya.Kiara mulai membersihkan beberapa ruangan yang dikiranya berantakan.
Setelah selesai bersih bersih, Kiara segera kedapur untuk menyiapkan sarapan.Kiara membuka lemari es dan mengambil beberapa bahan makanan,kemudian ia segera mengolahnya.
Pagi ini Kiara menyiapkan sarapan omlet telur dengan salad sayur dan beberapa roti panggang.Tak lupa ia menyiapkan kopi untuk Dewa.
" Pagi Ki"sapa Danu yang tiba tiba muncul.
"lho mas Danu tumben pagi pagi udah kesini".kata Kiara yang kaget melihat Danu.
" Aku mau minta sarapan"kata Danu.
"Ohhh..ya udah bentar ya,bentar lagi siap kok. Mas Danu tolong bangunin si bos ya.Tadi aku udah siapin bajunya juga kok."kata Kiara yang masih repot dengan penggorengannya.
"Okelah kalo begitu".kata Danu lalu segera pergi kekamar Dewa.
Tak lama kemudian terlihat Danu menuruni tangga.
"Mas Dewa udah bangun mas?"tanya Kiara sambil menata sarapan dimeja.
"Udah,"jawab Danu lalu duduk di bangku
"Ya udah kalo gitu aku kekamar dulu ya".kata Kiara
Kiara pun segera kekamar nya untuk Menganti pakaian nya dengan seragam sekolah.Tak lupa ia menyisir rambutnya dan menguncir.Setelah itu ia menyiapkan buku bukunya,dan bergegas keluar kamar
Saat Kiara menuruni tangga terlihat Danu dan Dewa sudah ada dimeja makan.
"Pagi mas Dewa".sapa Kiara.
"Pagi Ki"jawab Dewa sambil menikmati sarapan nya.
Kiara pun menarik bangku sebelah Dewa,Dan ikut sarapan bersama.
"Gimana tidur kamu Ki?Nyenyak?kalo kamu capek libur aja sehari"tanya Dewa.
"Iya mas,aku gak capek kok lagian hari ini aku ada ulangan"kata Kiara.
"Bos,saya gak ditanyain juga bos?nyenyak gak tidurnya?"kata Danu.
"males"jawab Dewa singkat.terlihat Danu cemberut.Sedangkan Kiara tertawa kecil melihat dua orang dewasa disampingnya itu.
"Ki inget,kamu masih punya utang sama Mas.Nanti sepulang Mas dari kantor kamu harus membayarnya."Kata Dewa yang membuat Kiara tersedak.Dengan cepat Dewa menyodorkan air minum pada Kiara.
"Ati ati dong Ki makannya!"kata Danu
"Iya mas".kata Kiara.
Setelah selesai sarapan, Kiara membawa piring dan gelas kedapur dibantu oleh Danu.
kemudian mereka keluar rumah bersama.
"Ayo Ki, mas anterin sekalian"kata Dewa.
"Gak usah Mas aku naik Ojol aja"
"Udah gak usah bantah,ayo masuk"kata Dewa sambil membukakan pintu belakang untuk Kiara.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung