
Sudah 2 hari Kiara kembali kerumah,dan saat ini Kiara sedang sibuk didapur untuk menyiapkan sarapan untuk Dewa dibantu oleh Lastri.
"mbak ini tolong ini disiapin ke meja makan ya,aku mau bangunin mas Dewa dulu.kebiasaan kebo nya kumat lagi"ucap Kiara sambil melepas celemek yang menempel di badannya.
"iya siap non"ucap Lastri kemudian segera melakukan perintah Kiara.
Kiara kemudian meninggalkan dapur lalu pergi kekamar dewa.Tanpa mengetuk pintu Kiara langsung masuk kedalam kamar Dewa,karna Kiara tau si empunya kamar pasti masih tidur.Dan benar saja,dewa masih meringkuk dengan nyaman nya diatas tempat tidur.
kemudian Kiara membuka tirai yang menutupi jendela kamar Dewa,dan sinar matahari pun menyinari seisi kamar.
"bangun mas sudah pagi,mau kekantor gak?"ucap Kiara sambil membuka tirai.
tak ada pergerakan dari dewa, kemudian Kiara menghampiri Dewa.
"mas bangun,udah pagi nanti keburu mas Danu jemput."ucap Kiara sambil menggoyangkan badan Dewa.Dan Dewa masih diam tanpa ada tanda tanda akan bangun.
"mas Dewa...cepetan bangun.kemarin aja hampir sebulan dirumah sakit mas selalu bangun pagi,kenapa sekarang kumat lagi?"
"iya sayang mas udah bangun,gak usah ngomel ngomel"
"ya udah kalo sudah bangun cepetan mandi,aku mau siapin baju dulu"ucap Kiara kemudian hendak pergi menyiapkan baju untuk Dewa
Tapi belum sempat kiara melangkah Dewa menarik tangan Kiara,hingga Kiara jatuh kedalam pelukan Dewa.
"lepasin mas,mas mandi dulu sana liat jam berapa sekarang"kata Kiara berusaha melepaskan diri.
"gak mau cium dulu baru mas lepasin"
"gak mau,mas masih bau iler"
"enak aja mas wangi tau,coba cium"ucap Dewa sambil mendekatkan wajahnya nya kewajah Kiara
"hahahaha gak mau..."kata Kiara sambil berusaha mengelak.
karna gemas Dewa pun memutar badan Kiara dan sekarang Kiara berhasil dikungkung Dewa dalam pelukannya.
"gak bakalan bisa lari kamu"ucap Dewa sambil menatap wajah Kiara yang ada dibawahnya.
"ampun mas..."ucap Kiara memelas,tapi Dewa tak mau ditipu oleh wajah melas Kiara.
"tiada ampun bagi mu,salah sendiri bilang mas bau iler sekarang rasakan pembalasan ku... hahahaha "kata Dewa bak penjahat dalam film.
"ampun mas...tolong lepasin aku"mohon Kiara
Dewa hanya diam sambil menatap wajah Kiara,Kiara yang mendapat tatapan seperti itu pun tersipu malu.
Kedua insan itu pun saling bertatapan,perlahan Dewa mendekatkan wajahnya kewajah Kiara dan dengan lembut perlahan Dewa mengecup bibir Kiara.
Bibir mereka saling bertautan,berawal dari kecupan kecil kini sudah menjadi *******.kiara mengalungkan tangannya keleher dewa.Hingga ketukan pintu dari luar menghentikan keintiman mereka.
"non..tuan ...sudah ditunggu mas Danu diluar"teriak mbak Lastri dari luar.
"oh iya mbak,suruh tunggu sebentar mas Dewa lagi mandi"ucap Kiara sambil buru buru beranjak dari tempat tidur.
"mas cepetan mandi sana udah ditunggu in tu"ucap Kiara
"mas masih mau lagi yank"ucap Dewa kembali memeluk Kiara
"udah,nanti telat Lo"
"iya iya yank,ya udah mas mau mandi"ucap Dewa yang terlihat lesu lalu pergi kekamar mandi.
sedangkan kiara,ia pergi untuk menyiapkan baju kerja untuk Dewa.
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_--_-_
setelah kepergian Dewa dan Danu,Kiara pergi kekamar nya sendiri.Kiara mulai menata meja belajarnya,dan mulai membaca buku pelajarannya dulu.Sudah lama setelah lulus Kiara tak pernah membaca buku pelajarannya lagi.
ingatan nya pun kembali disaat ia masih berteman dengan sahabat nya.
"hah...andai dulu aku lebih tau diri pasti saat ini aku masih sama-sama kalian"gumam Kiara,pandanganya pun tertuju bingkai foto yang ada didepannya.
"semoga suatu saat kita bisa bareng bareng lagi"ucap Kiara sambil natap foto itu.
Kiara kembali membaca buku nya,tak terasa sudah 2 jam Kiara berada dikamar nya.karna bosan kiara pun keluar dari kamarnya.
Kiara berjalan menuju ruang tengah, kemudian Kiara berbaring diatas sofa sambil memencet mencet remote tv untuk mencari Chanel TV yang ia sukai.
Akhirnya ia memilih siaran tentang bisnis,meskipun ia tidak begitu mengerti tentang bisnis tapi Kiara tetap menonton acara itu.
Saat sedang asik menonton tiba tiba hp nya berbunyi.Kiara sedikit terkejut melihat nama yang tertera dilayar hp nya.Dengan gugup Kiara segera mengangkat hpnya.
"h..halo, selamat siang tuan besar"ucap Kiara gagap.
"kamu masih juga belum pergi dari rumah Dewa,kamu meremehkan perkatan ku tempo hari"ucap kakek Dewa dengan galak.
"maaf tuan,"
Kiara menjadi gelisah setelah dapat telpon dari kakek,ia takut karna dia banyak orang orang yang akan menderita.
Kiara terus berfikir apa yang harus ia lakukan.Disatu sisi ia berat meninggalkan Dewa,disatu sisi ia tidak mau melihat orang orang yang ia sayangi menderita.
Kiara melamun hingga ia tak sadar kalo sedari tadi Danu memanggil nya.hingga tepukan pada pundak nya menyadarkan Kiara.
"eh mas Danu,"
"lagi mikirin apa Ki,serius amat?"
"gak apa apa kok mas"
"hmmm...,nih buat kamu"ucap Dewa kemudian memberikan bungkusan berisi kue.
"wah kue,makasih ya mas.lho mas dewa mana?"
"si bos lagi ngurusi proyek di tempat lain"
"oh tumben gak bareng mas Dewa biasanya kayak Ipin Upin kemana mana berdua"
"iya,tadi ada proyek yang harus diurus ditempat berbeda tapi diwaktu yang sama"
"oh..."ucap Kiara kemudian diam sesaat.
"keluarga mas Dewa itu hebat banget ya mas"
"iya lah,tumben tanya tanya"
"gak apa apa,"kata Kiara.
"kayanya ada masalah ya Ki,keliahatan dari wajah kamu"
"sebenarnya beberapa hari yang lalu,kakek nemuin aku dirumah sakit.beliau nyuruh aku buat pergi ninggalin mas Dewa"
"beneran Ki,si bos tau gak?"
"mas Dewa gak tau,baru aja kakek telpon aku.beliau ngancem mau hancurin usaha keluarga ajeng'"
"wah gawat kalo itu sampai beneran.kamu tau jaman dulu waktu Tuan besar masih pegang perusahaan tuan besar gak segan segan menghancurkan perusahaan saingannya dengan sekejap."
baru sesaat Danu berkata,sebuat notifikasi muncul di handphone Danu. Danu mengernyitkan dahi nya saat membaca tulisan yang ada di hpnya.
"ya Allah"ucap Kiara saat Danu menunjukan apa yang ada di hpnya.
"perusahaan utama,mengalami kebangkrutan Karena banyak pemegang saham yang menarik kembali sahamnya"begitu tajuk berita dihp Danu.
"aku harus gimana mas?"tanya Kiara
"kamu tenang dulu,nanti kita cari jalan keluarnya bareng si bos"
"tolong jangan sampai mas Dewa tau,aku gak mau hubungan antara mas Dewa dan keluarga retak kembali"
"aku gak bilang pun pasti bos juga bakal tau kalo keluarga utama bangkrut."
"tolong jangan bilang kalo semua ini ulah kakek,dan jangan bilang ke mas Dewa kalo semua ini ada hubungannya sama aku"
"iya aku gak akan ngomong apa apa,nanti aku bantu kamu cari solusinya."
"iya mas tolong ya,aku gak mau ada korban lagi karna kakek mengancam akan menghancurkan orang orang yang berhubungan dengan aku,termasuk mas Danu"
"iya Ki, kamu tenang dulu ya"ucap Danu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. bersambung