Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 54



Hari berlalu begitu cepat,Tak terasa bel pulang sekolah pun berbunyi.Kiara dan sahabat pun keluar kelas.


"Lo masih harus keperpus Ki?"Tanya Ajeng.


"Iya nich"jawab Kiara sambil mengambil hp nya yang ada didalam kantong.


"Sebentar gaes,mas Dewa telpon"Kata Kiara saat melihat layar hp nya,Kiara pun terlihat senang.


"Cie yang ditelpon pacar,mau dong"goda sahabat sahabat nya.Wajah Kiara pun memerah karena malu.kemudian Kiara sedikit menjauh dari sahabatnya itu.


"Halo mas"kata Kiara.


"Iya sayang,Udah pulang belum?"tanya Dewa.


"Belum mas,mungkin nanti aku pulang agak sore.Kalo mas sibuk nanti biar aku naik Ojol aja,gak usah jemput"kata Kiara.


"Nanti kabari aja kalo udah mau pulang,mas jemput kamu"


"hmm oke mas,Mas lagi apa?Udah makan siang?"tanya Kiara


"Mas lagi selesai metting,ini baru mau makan siang"Jawab Dewa


"Ya udah, pokoknya mas jangan lupa makan"


"Iya bawel,yank mas kangen sama kamu"kata Dewa manja.


"Masak?"goda Kiara


"Iya beneran,mas gak bohong"


"Aku juga kangen kok sama mas"jawab Kiara.


"Mas pengen ketemu kamu sekarang ,terus peluk kamu."kata Dewa yang membuat wajah Kiara merah.


"Nanti ya sayang,aku mesti balik keperpus lagi nich"ucap Kiara mengalihkan pembicaraan.


"hisssttt...kamu mah gitu,mas kan cuma kangen sama kamu"kata Dewa yang sudah mengeluarkan jurus ngambeknya.


"Iya maaf ya sayang,nanti kalo udah pulang aku peluk mas dech"ucap Kiara.


"Janji ya"Kata Dewa sumringah.


"Tapi bohong"Jawab Kiara lalu segera mematikan hp nya.


"hisssttt dimatiin lagi"gumam Dewa sambil tersenyum.kemudian Dewa keluar dari ruangan nya untuk pergi makan siang.


Kemudian Kiara menghampiri sahabatnya yang Masih menunggu.


"Cie...yang abis telponan,seneng amat kayaknya"goda Tari.Kiata hanya tersenyum.


"Ya udah Ki,kita balik dulu ya"pamit Luna.


"Iya Lun,ati ati ya kalian semua"kata Kiara


"Yup,duluan ya Ki"pamit Ajeng.


"Iya jeng, Makasih ya Udah minjemin aku laptop"kata Kiara.


"Iya Ki santai aja,Lo beneran udah gak butuh nich?"tanya Ajeng.


"Gak jeng,nanti kalo butuh aku pinjem kamu lagi"jawab Kiara bohong karena ia gak enak kalo harus bilang udah dibeliin laptop oleh Dewa.


"Ku juga duluan ya Ki"kata Tari


Setelah berpelukan,ke 3 sahabat Kiara itupun pergi.Sedangkan Kiara ia berjalan menuju perpus.Persiapan untuk lomba kali ini memang sangatlah berat,tidak cuma berangkat pagi pulang sore malam hari pun kadang juga harus melakukan Vidio call bersama.Karna ini penentuan terakhir perjuangan mereka bisa sampai ketahap final ini.


Kiara yang sudah sampai diperpus pun mulai sibuk dengan lembar soalnya.Pada saat sesi diskusi,sempat terjadi perbedaan pendapat antara Kiara dan Nita.Tapi semua akhir nya bisa perpecahkan karena adanya kerja sama tim.


mereka sampai lupa waktu,jam sudah menunjukan pukul 5 lebih 15 menit.akhirnya bimbingan sore pun selesai,dan semua diperbolehkan untuk pulang.


Kiara berjalan menyusuri koridor menuju gerbang depan.Ia melihat pesan dari Dewa di handphone nya,yang mengabarkan kalau Dewa sudah didepan.


Saat sedang asik membalas pesan dari Dewa,Rio berlari menyusul Kiara yang berjalan didepannya.


"Hay Ki,dipanggilin dari tadi gak nengok nengok"kata Rio sambil menepuk bahu Kiara pelan.


"eh Rio,maaf aku gak ngeh"kata Kiara,lalu melanjutkan jalannya


"Pantes aja,orang kamu sibuk chatingan gitu."ucap Rio sewot.


"Maaf dech,"


"Ki,yang kemarin itu beneran calon suami kamu?kalian beneran mau nikah?"tanya Rio.


"Ohhh...mas Dewa maksudnya.mmm...ya pengen nya seperti itu,tapi liat dulu rencana Tuhan.Kita cuma bisa berencana."jawab Kiara.


"Jadi belum tentu donk kalian bakal nikah?"kata Rio seperti ada harapan.


"Ya dijalani dulu aja,aku sama dia berusaha sebaik mungkin menjalin hubungan ini.kalo urusan nikah lihat aja ntar".jelas Kiara.


"Ki,kalo suatu saat kamu udah gak sama dia aku siap jadi pengganti nya"ucap Rio dengan wajah serius.


"Hahahaha,kamu ada ada aja.Ya udah aku duluan mas ku udah jemput tuh"pamit Kiara,tak menunggu jawaban Rio,Kiara berlari kearah mobil Dewa.


"Inikah rasanya ditolak,sungguh sakit yang tak berdarah."kata Rio sambil mengelus dadanya.


Kiara segera membuka pintu belakang mobil Dewa,kemudian ia segera masuk dan duduk disamping Dewa.


"Udah lama nunggu mas?"tanya Kiara sambil melepas tas ranselnya.


"Gak kok,capek banget ya yank?"tanya Dewa sambil membelai kepala Kiara.


"Sini mas yang pusing"kata Kiara sambil membenarkan letak tangan Dewa.


Melihat kemesraan antara Kiara dan Dewa, membuat Danu yang sedang menyetir didepan mulai iri.


"ehem ehem,disini masih ada jomblo tolong jangan bermesraan disini"kata Danu,yang fokusnya mulai terpecah.


"iri bilang bos"ucap Kiara,kemudian ia menggoda Danu dengan menyandarkan kepalanya kedada bidang Dewa.


Danu yang melihatnya pun menjadi tambah keki.Ia mulai mengomel gak jelas,Kiara dan Dewa yang melihatnya pun tertawa.


Kiara tetap menyandarkan kepalanya di dada Dewa karna itu posisi yang paling nyaman untuknya.Tak terasa mobil Dewa pun sudah memasuki halaman rumah.Kemudian Kiara masuk kedalam,dan Dewa yang berjalan dibelakangnya dengan membawa tas ransel Kiara.


"Mandi dulu gih,udah sore"kata Dewa


"iya mas,ya udah aku masuk ya.Makasih udah bawain tas aku masuk."ujar Kiara kemudian masuk kedalam kamarnya,lalu Dewa pun pergi kekamarnya sendiri untuk bersih bersih dan istirahat.


Kepala Kiara masih Teresa pusing,mungkin efek dari kebanyakan mikir tadi.Setelah mandi Kiara pun merebahkan tubuhnya dikasur. Saat matanya akan mulai terpejam terdengar ketukan pintu dari luar.


Kiara pun segera membuka pintu kamarnya,Terlihat Dewa dengan menggunakan baju rumahannya.


"Lagi ngapain yank?"tanya Dewa.


"Gak ngapa ngapain mas,cuma lagi tiduran aja"


"Dari tadi mas tungguin dibawah,kamu gak keluar keluar ya udah mas samperin kesini".


"Ohhh,ya udah yuk ke bawah.sekalian aku juga mau masak"ucap Kiara.


kemudian sampai didapur Kiara pun mulai mengecek bahan makanan didapur.


"Mas mau makan apa?"tanya Kiara


"Gak usah masak yank,kita pesen diluar aja.Sini,kayaknya kamu capek banget ya."kata Dewa,Kiara lalu berjalan menghampiri Dewa yang dari tadi duduk diruang tengah.


Dewa menarik tangan Kiara,saat Kiara hendak duduk disampingnya.Karna tarikan itu,membuat Kiara jatuh duduk tepat dipangkuan Dewa.Mata mereka pun saling bertemu.


Dewa mempererat pelukan dipinggang Kiara,membuat tubuh kecil Kiara semakin menempel pada tubuh Dewa. sesaat Kiara hanyut pada adegan itu,tapi cepat cepat ia tersadar lalu berusaha turun dari pangkuan Dewa.


"Jangan kemana kemana,seperti ini dulu.Sebentar saja"bisik Dewa,Kiara pun hanya diam memaku.


Dewa memeluk erat kiara,dengan ragu ragu Kiara pun membalas pelukan Dewa.


"Mas kangen banget sama kamu,mas gak bisa bayangin gimana kangennya mas kalo seminggu gak ketemu kamu"ucap Dewa,mendengar ucapan Dewa Kiara semakin mempererat pelukannya .


Kiara merasa beruntung karena disaat hidupnya yang terpuruk,ia bisa bertemu dengan Dewa yang tak hanya memberinya perlindungan tapi juga memberi nya cinta.


"aku juga ngerasain apa yang mas rasain,tapi kita harus bisa bertahan dan hadapi ini bersama"ucap Kiara.


"pacar kecil mas ini memang sangat lah bijak"puji Dewa sambil menyentil pelan hidung mancung Kiara


"Udah mas,pesen makan dulu aku mulai laper"kata Kiara kemudian turun dari pangkuan dewa dan duduk disebelahnya.


"Kamu mau makan apa yang?"tanya Dewa sambil memainkan handphone nya


"Apa aja,terserah mas"kata Kiara sambil menghidupkan TV.


"Jangan lupa,pesenin juga buat Pak Usub mas"lanjut Kiara.


"Siap sayang,aku pesenin ayam bakar ya.Kamu mau nambah apa lagi yank?"Tanya Dewa


"Udah mas,itu aja"


"oke dech,udah tinggal nungguin aja"kata Dewa sambil meletakan hp nya.


"Mas besuk berangkat jam berapa?"tanya Kiara.


"pagi kayaknya yank"


"udah packing?"


"Belum,besuk aja dech"kata Dewa sambil merangkul Kiara.


"Nanti habis makan aku bantuin packing.kalo disiapin besuk takutnya ada yang kelupaan"ujar Kiara


"iya sayang"


sambil menunggu makanan datang,Kiara dan Dewa pun saling bercerita.Mereka ingin menghabiskan malam ini untuk berduaan,karna besuk Dewa harus dinas keluar kota.


.


.


.


.


.


.


.


.


.....


Bersambung