Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 75



Dewa pun mulai kalang kabut,sudah beberapa hari ini Kiara selalu menghindari nya.Kiara juga mengacuhkan telpon dan pesan dari Dewa.Kalupun bisa ngobrol Kiara selalu menjawab dengan sopan,dingin dan singkat.


Karena kegalauannya itu, Dewa sampai tidak bisa fokus dengan kerjaannya. Temperamen nya pun tidak stabil.Ia sering uring uringan bahkan sampai ngamuk hanya karena hal hal yang sepele.Dan hari ini adalah puncaknya, Dewa bahkan mengobrak abrik isi kantornya.


Danu yang melihat Dewa semakin parah pun berusaha menghentikannya,tapi bukannya berhenti tapi Dewa semakin menjadi jadi.


Danu pun segera menelpon Kiara,berharap Kiara mau membantunya.Karna Danu tau, Dewa sangat menuruti semua apa yang Kiara katakan.


"Hallo Ki,kamu ada dimana?"tanya Danu.


"Aku masih ada disekolahan mas,ada apa tumben telpon?"jawab Kiara


"Kamu pulang jam berapa Ki?"


"Bentar lagi pulang sih mas kayaknya,ada apa emangnya?"


"Bisa kekantor gak Ki?"


"ngapain mas?'


"Bos ngamuk Ki,semua barang dikantor dihancurin.Nih kalo kamu gak percaya kita vc ya"ucap Danu kemudian mengalihkan panggilan ke Vidio call.


Kiara pun tak percaya dengan apa yang ia lihat,ruangan Dewa yang semula rapi sekarang berubah seperti kapal pecah.


Banyak kertas,pecahan gelas,laptop,pecahan vas bunga,berserakan dilantai.Bahkan meja kaca pun sudah hancur berkeping keping.


"Itu semua mas Dewa yang lakuin mas?"


"Iya lah,siapa lagi yang berani ngobrak abrik ruangan bos kayak gini."


"Sekarang mas Dewa dimana?"


"Tuh liat"ucap Danu sambil mengarahkan kameranya kearah Dewa yang sedang duduk dilantai dengan tangan yang berdarah karna berulang kali dihantamkan ke tembok.


"Pokoknya kamu cepetan kesini ya Ki,sebelum sibos makin ngamuk.Sekarang dia bukan cuma marah marah,tapi juga menghancurkan barang sampai dia menyakiti dirinya sendiri"lanjut Danu.


"Iya mas,sekarang aku langsung kesana.Nanti kalo sudah sampai kantor aku telpon mas ya"ucap Kiara panik.


Tak lama kemudian bel tanda pulang pun berbunyi Kiara segera keluar dari kelasnya.Tak lupa ia memesan ojek online untuk mengantarnya kekantor Dewa.Kiara tampak kwatir melihat keadaan Dewa.


beberapa saat kemudian Kiara sampai didepan loby kantor Dewa.Teringat kejadian dulu,waktu ia tidak dibolehkan masuk oleh resepsionis akhirnya Kiara menelpon Danu.


Setelah mendapat telpon dari Kiara,Danu pun segera turun dan menjemput Kiara.Setelah itu, Danu mengantar Kiara keruangan Dewa.


Sepanjang perjalanan menuju ruangan Dewa banyak karyawan yang melihat heran pada Kiara.Mungkin mereka berpikir "Ngapain anak SMA nyasar kemari".


Kiara tampak terbengong sebentar saat melihat kantor Dewa yang ternyata lebih parah kondisinya dari pada saat video call tadi.


Dengan hati hati Kiara berjalan mendekati Dewa yang masih duduk dilantai.Penampilanya sangat berantakan,rambutnya yang klimis sudah acak acakan.


"kenapa Mas Dewa kayak gini?"kata Kiara yang berdiri didepan Dewa.


Dewa mengangkat kepalanya, pandangannya tertuju pada Kiara.Dewa cuma terdiam saat melihat Kiara. Ia mengira itu hanya halusinasinya saja karna sangat kangen pada Kiara.


"Udah puas Hancurin semuanya,masak iya ruangan pemilik perusahaan kayak gini.Gak ngasih contoh sama karyawan lainya."omel Kiara.Dewa hanya menatap Kiara.


"Mau duduk disitu terus?ya udah lanjutin aja,aku mau pulang"Lanjut Kiara saat melihat Dewa tak meresponnya.


saat hendak berbalik badan, Dewa meraih tangan Kiara.Ia baru sadar kalo itu bukan halusinasi.Dewa segera memeluk erat Kiara,tubuh Dewa tampak bergetar karna menangis.Tak terasa air mata Kiara pun mengalir, sebenarnya ia juga sangat kangen dengan Dewa.


Cukup lama mereka berpelukan, seperti menyalurkan semua rasa yang sudah dipendam selama ini.Kiara melepas pelukan nya,lalu ia menatap Dewa dan menghapus air mata Dewa.


"Maafin mas ya yank"ucap Dewa lirih.


"Aku udah maafin mas dari dulu"


"Maafin mas Karna sudah gak percaya sama kamu,maafin mas Karna mas udah nyakitin kamu.


"Iya,gak apa apa.Aku udah maafin mas kok"


kemudian Kiara menarik tangan Dewa,lalu ia menyuruh Dewa duduk diatas sofa.Tak lama Danu masuk dengan membawa kotak P3k.


"Mas Danu,tolong minta OB diberesi ya"ucap kiara


"Iya Ki"kemudian Danu segera keluar


"Kalo mas kayak gini,gak cuma mas yang rugi tapi orang lain juga."ucap Kiara dewa hanya diam sambil menatap Kiara yang sedang ngomel.


kemudian masuklah beberapa Ob,dan mereka segera membersihkan kekacauan itu.Sesekali mereka melihat Kiara yang sedang mengobati dewa.Kiara tampak sedang mengomeli Dewa,tapi Dewa yang selama ini tampak galak dan dingin hanya diam dan patuh.


"mas ngapain diam aja?"


"kamu aja yang ngomong,mas udah lama gak denger omelan kamu"


"Huffttt dasar"ucap Kiara karna kesal ia menekan luka ditangan Dewa dengan kencang.


"Aaaawww"pekik Dewa mengagetkan para ob yang sedang bekerja.


"Sakit sayank"ucap Dewa


"udah tau sakit,kenapa masih dilakuin?"ucap Kiara.


"Mas kesel aja,mas bingung gimana caranya kamu maafin mas"


"Hah...ini aku cuma ngehindari mas,mas udah ngamuk kayak gini.Gimana kalo aku pergi selamanya."


"Mas bisa makin gila kalo kamu pergi,mas gak akan biarin itu terjadi.Mas mau selama nya sama kamu."Ucap dewa kemudian memeluk Kiara .


"Ya udah aku udah selesai ngobatin mas,sekarang aku pulang ya"ucap Kiara.


"Ya udah,mas juga ikut pulang ya"


"ihhhss..mas kan masih harus kerja."


"Gak mau,mas pengen deket terus sama kamu"ucap Dewa manja.


Setelah kejadian itu,sikap Dewa berubah menjadi lebih manja.Ia selalu mengekor Kiara kemana pun ia pergi.Hingga kadang membuat Kiara kesal.


1 bulan kemudian .


ujian akhir sekolah pun semakin dekat,Kiara disibukan dengan belajar.Ia harus mendapat nilai yang bagus agar bisa masuk ke universitas yang ia impikan


Sore itu, Dewa pulang dari kantor.Saat melihat Kiara yang ada ditaman belakang,dewa pun menghampiri Kiara.


"Lagi ngapain sayank?"


"Oh mas Dewa udah pulang.Ini aku lagi belajar"


"hmmm..nanti malem bisa nemenin mas gak?"tanya Dewa sambil duduk samping kiara


"Kemana mas?"


"Hari ini Erick ulang tahun,mas diundang kesana"ucap Dewa


"oh,maaf banget mas kayaknya gak bisa dech.Soalnya mas tau sendiri besuk lusa aku udah ujian.Jadi aku harus belajar.Mas Dateng sendiri aja ya."ucap Kiara yang membuat dewa tampak sedih.


"Lain kali,kalo udah selesai ujian aku temenin Mas kemana aja dech."


"Ya udah jadi mas berangkat sendiri nich?"


"Iya mas,tapi inget gak boleh ganjen."


"iya sayang,ya udah mas mandi dulu ya"ucap Dewa kmudian pergi setelah mengecup kening Kiara.


.


.


.


.


.


..


.


.bersambung