
Tiba tiba HP Kiara pun berdering. Kiara pun mengambil HP nya yg ada ditas.
"Hallo,Mr "Ujar Kiara.
"Udah pulang Ki?"Tanya Dewa.
"Sudah Mr...ini saya baru perjalan pulang".
"Oh..kirain udah dirumah". Ujar Dewa.
"bBelum Mr ini saya habis dari tempat kerja buat ngasih surat pengunduran diri.Tapi ini saya udah dijalan kok.Lagi nunggu angkot"Jelas Kiara.
"Kamu lagi dimana Ki?". Tanya Dewa.
"Saya lagi di Halte depan Restoran Rainbow"Jelas Kiara.
"Samping Hotel Diamond itu?"Tanya Dewa
"Iya Mr"Jawab Kiara singkat.
"Ya udah kamu tunggu disitu dulu.Jangan kemana mana."Ujar Dewa,tanpa menunggu jawaban Kiara HP nya sudah dimatikan.
Dengan bingung Kiara tetap menuruti perintah Dewa.Tak lama sebuah mobil hitam berhenti tepat didepan Kiara.
Kemudian kaca mobil itu pun terbuka dan terlihat Dewa yg duduk di kursi belakang.
"Masuk Ki"Ucap Dewa.
"Iya Mr."Ujar Kiara buru buru masuk mobil.
"Makasih Mr karna sudah mau ngasih tumpangan buat saya.Kok Mr. bisa ada disini". Ujar Kiara.
"Yah...tadi kebetulan aku ada Metting di Hotel Diamond."Jawab Dewa.
"Ohhh"Balas Kiara.
"Romannya habis makan makan ni Ki?"Celetuk Danu.
"Gak kok mas,"Jawab Kiara.
"Oh...terus kamu dari mana kok ada disini?". Tanya Danu yg kepo.
"Tadi saya habis ngasih surat resign ke Kafe sama Restoran tempat saya kerja dulu.Sekarang kan saya sudah kerja sama Mr.Dewa,dan tinggal dirumah Mr. Dewa jadi gak enak kalo saya masih kerja ditempat lain."Jelas Kiara.
"Ohhh..."Ujar Danu sambil manggut-manggut.
entah suasana dalam mobil menjadi hening.Kiara melirik Dewa yg ada disampingnya,sedang sibuk dengan laptop nya.Dan Danu yg ada disamping supir juga sama sibuknya.
Kiara pun memutuskan untuk memandang keluar jendela.Ia hanya diam menikmati pemandangan diluar yg lumayan macet.Tanpa ada gerakan dan suara sedikitpun.Ia takut menganggu Dewa yg sedang serius bekerja.
30 menit kemudian mobil hitam itu pun berhenti dihalaman rumah Dewa.Kiara pun bergegas keluar mobil.Setelah itu Kiara,Dewa dan Danu pun masuk kedalam rumah.
Tanpa aba aba Danu pun berjalan menuju ruang kerja Dewa,Kiara menuju ke Dapur, ternyata Dewa ikut dibelakang nya.
"Ki..."Panggil Dewa yg membuat kiara kaget.
"Eeh...Mr....iya...bisa saya bantu?".
"Tolong buatin kopi ya,"Kata Dewa
"Siap Mr."
Dewa pun meninggalkan Kiara didapur,ia berjalan menuju kamarnya.
Setelah selesai membuat kopi Kiara pun mengantar kan ke ruang kerja Dewa.
tok...tok...tok...
"Masuk Ki"Kata Dewa.
Kiara masuk kedalam ruangan terlihat Dewa dan Danu yg sedang sibuk bekerja.Mereka sangatlah serius menatap laptop mereka.Terlihat beberapa tumpukan kertas diatas meja mereka masing masing.
Dengan hati hati Kiara meletakan kopi disamping meja Dewa dan Danu.
"Mr...Mas Danu...kalo perlu apa apa panggil saya saja ya"Ujar Kiara.
"iya Ki..,makasih Kopi nya"Kata Danu.
Kemudian Kiara meninggalkan ruang kerja Dewa.setelah menaruh nampan di dapur Kiara pergi ke kamarnya.
Setelah menaruh tas dimeja Kiara bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Tak lama Kiara sudah keluar dari kamar mandi.Kemudian ia mulai duduk di meja belajar nya.Kiara pun mulai mengerjakan tugas rumahnya.
Kiara perlahan mengerjakan satu persatu soal.1 jam kemudian Kiara selesai mengerjakan tugasnya.Kemudian Kiara mengambil buku psikologi yg ia pinjam diperpus tadi.
Kiara keluar kamarnya karna merasa penat.Akhirnya Kiara duduk di Taman belakang,dan mulai membaca bukunya.Kiara memang suka membaca buku buku seperti itu.Kiara juga mempelajari buku tentang kedokteran.
Kiara tampak serius membaca buku dengan bahasa yang agak rumit.Sesekali alisnya mengkerut dan sesekali ia tersenyum.
"Ngapain Ki?"Tanya Danu yg sudah duduk disamping Kiara.
"Oh Mas Danu,lagi baca buku aja."
"Baca apaan,serius amat?"Tanya Danu. Kiara hanya memperlihatkan sampul bukunya pada Danu.
"Wah...buset...bacaan kamu berat banget.Aku gak bakalan nyantol kalo harus baca buku kayak gitu."Kata Danu sambil tertawa.Kiara pun membalas dengan senyuman.
"Ki...kamu tinggal disini orang tua kamu gak nyariin?"Tanya Danu .
"Gak,mereka gak tinggal disini."Jelas Kiara singkat.
"Maksudnya?"Tanya Danu bingung.
"Ya maksudnya orang tua ku tinggal di kota lain".
"Ooooo...tapi kamu sudah ngasih tau mereka kalo kamu tinggal disini?"Selidik Danu.
Belum sempat Kiara menjawab, Dewa yg tiba tiba dibelakang Danu pun menjawab.
"Jadi orang gak usah kepo sama urusan orang lain"Kata Dewa dengan hawa dingin yg mematikan.Terlihat Danu yg tampak ketakutan.Kiara yg melihat itu pun hanya tersenyum.
"Ya sudah,saya masuk dulu udah mau Maghrib". Kata Kiara.
----------------------------
Jam menunjukan pukul 19.30. Kiara sudah selesai menyiapkan makan malam.Tapi dua makhluk yg ada didalam belum menunjukan tanda tanda akan keluar.
Kiara pun beranjak dari duduk nya, Kiara berjalan menuju ruang kerja Dewa.Diketuknya pintu yg ada didepannya.
"Maaf Mr....ini sudah jam setengah 9.Kalo mau makan sudah saya siapin."Ujar Kiara.Dewa lalu menatap jam tangan nya.
Lalu Dewa beranjak dari tempat duduknya,
"Makan dulu Dan, ternyata sudah malam.Pantas perut ku lapar"Ujar Dewa sambil berjalan menuju ruang makan.
Terlihat Danu pun mengekor dibelakang Dewa.
Sampai di ruang makan mereka mengambil tempat duduk masing masing.
Dengan telaten Kiara meladeni Dewa mengambil nasi dan lauk nya.
"Ini semua kamu yg masak Ki?"Tanya Dewa .
"Tidak Mr.saya cuma masak sup ayam ini aja"
"Terus lauk lainnya ini?". Tanya Dewa lagi.
"Ooohh..ini tadi dikasih sama kepala Chef tempat saya kerja dulu."Jelas Kiara sambil menaruh lauk diatas piring Dewa.
"Eehem...Enak ya Bos ada yang ngambilin makan, berasa punya istri". Goda Danu.
Mendengar celetuk Danu membuat pipi Kiara seketika memerah.
Mereka pun makan sambil mengobrol ringan.Tepatnya hanya Danu dan Kiara, sedangkan Dewa hanya fokus dengan makanannya sambil mendengarkan.
"Kamu sudah lama Ki,kerja di Restoran Rainbow?"Tanya Danu.
"Lumayan,sekitar 2 tahunan". Jawab Kiara
"Lama juga ya Ki,kamu kan sekolah,terus kerja di Restoran nya kapan?"
"Habis pulang dari Kafe"
"Emang dikafe kelar jam berapa?".
"Mmmm...kurang lebih jam 10an"
"Waduh...terus selesai kerja di Restoran jam berapa,kalo mulai kerja aja udah malem banget?".
"Ya sampai restoran tutup,paling jam 1an". Ujar Kiara
"Buset,terus pulangnya gimana?,jam segitu sudah gak ada angkot kan"Lanjut Danu.
"Ya kalo lagi beruntung,ada temen yg mau nebengin.Tapi kalo gak ada ya jalan kaki"
"Hah...jalan kaki,buset tengah malem kamu jalan kaki sendirian ki, emang gak takut?"
"Ya takut,tapi gak ada pilihan lain.Hidup sendirian di Ibukota itu gak gampang.Apa lagi buat seorang pelajar kaya saya.Gak semua tempat mau menerima saya kerja"Jelas Kiara.
"Salut Ki,... perjuangan kamu top"Ujar Danu sambil mengacungkan jempolnya.Kiara tersenyum melihat nya.
"BTW di Restoran kamu kerja apa Ki?". Lanjut Danu
"Cuci piring". mendengar jawaban Kiara yg terdengar santai membuat Dewa tersedak.
Kiara pun segera memberi air minum pada Dewa.
"Pelan pelan bos". Ujar Danu.
"Serius kamu cuci piring Ki?"Lanjut Danu.
"Serius"Jawab Kiara.
"Udah gak usah kepo, cepetan habiskan makan kamu."Kata Dewa dengan ketus.
"Siap bos..."Kata Danu sambil menyuap makanannya yg terakhir.
Setelah selesai makan, Kiara pun membersihkan meja dan mencuci piring piring kotor.Sedangkan Dewa dan Danu kembali ke ruang kerja nya.
"Bos,boleh tanya sesuatu?". Tanya Danu dengan sopan.
"Ya..."jawab Dewa singkat.
"Bos,saya penasaran.Sebenarnya kiara itu siapa?Dimana orang tua nya?"Tanya Danu, Dewa pun terdiam sesaat.
"Kamu ingat,beberapa waktu lalu,kamu aku perintahkan untuk menyelidiki seseorang". Jawab Dewa.
"Maksud Mr ,Pengusaha Properti dari Kota sebelah itu?."
"Ya,kiara putri dari pernikahan sebelumnya". Kata Dewa
"Tapi bos...bukan nya..,bos harus kasih tau Kiara tentang informasi yang kita dapet"
"Aku tau, serahkan ini pada ku.Kalo waktu nya tepat,aku akan kasih tau padanya.Kamu cukup diam saja". Kata Dewa.
"Baik Bos..."
.
..
...
....
.....
......
.......
........
.........
..........
bersambung.