Happy Ending In My Life

Happy Ending In My Life
PART 116



setelah selesai mandi,Kiara bergegas kedapur untuk menyiapkan sarapan.Seperti biasa Kiara dibantu oleh mbak Lastri.


Setelah berkutat dengan panci dan kawan kawannya,Kiara segera menata masakannya diatas meja makan.


kemudian Kiara menatap jam yang menggantung rapi ditembok.Kiara segera pergi ke kamarnya untuk membangunkan Dewa.


sampai dikamar, seperti biasa dewa masih meringkuk diatas tempat tidur.Seperti biasa juga Kiara langsung membuka tirai kamarnya,membiarkan sinar matahari masuk kedalam kamar.


"bangun mas,,sudah pagi"kata Kiara,yang setiap harus ngomel setiap membangunkan Dewa


"mas Dewa bangun doank,udah pagi...mau kerja apa gak?bentar lagi mas Danu Dateng jemput Lo"ucap kiara sambil menata bantal yang tadi ia pakai.


"mas,bangun ..."kata Kiara yang sekarang sudah duduk di ranjang sambil menggoyangkan badan Dewa.


"iya sayang,ada apa sih?"tanya dewa dengan suara parau nya


"mas bangun ..udah jam berapa nih,bentar lagi mas Danu jemput"ucap Kiara


"mas hari ini libur sayang,jadi biarin mas tidur bentar lagi ya"kata dewa kemudian mulai memejamkan matanya lagi.


"kok malah tidur lagi ayo bangun"ucap Kiara sambil menarik selimut Dewa


"sayank mas masih ngantuk,mas tidur lagi ya...setengah jam aja."rengek Dewa


"gak,sekarang cuci muka sana...terus olahraga...liat tu perut udah mulai buncit"ucap Kiara dengan tegas


"perut buncit siapa yang kamu omongin yang?liat ini perut mas masih kotak2"kata dewa kemudian mengangkat singlet abu abunya.


Kiara sampai melongo setiap kali melihat otot yang dimiliki dewa.


"udah sekarang bangun,aku tunggu di bawah"ucap Kiara kemudian segera keluar dari kamar.


kemudian Kiara segera pergi kedapur,tak lama Terlihat Dewa menuruni anak tangga, kemudian Dewa mendekati kiara yang sedang sibuk membuat jus untuk dirinya.


Dewa memeluk Kiara dari belakang,ia membenamkan wajahnya keceruk leher Kiara.Dewa mencium aroma tubuh Kiara yang menjadi candu untuk nya.


"kamu buat apa yank?"tanya Dewa tanpa berniat melepas pelukannya.


"aku lagi buat jus alpukat buat mas,sekarang mas olahraga dulu sana"


"iya ini juga mau olahraga"ucap Dewa yang masih betah memeluk Kiara.


"ya udah sana keburu siang nanti"


"iya bawel,mas mau berenang dulu ya nanti jusnya dibawa keluar ya yank"


"iya"


kemudian Dewa pergi meninggalkan kiara menuju kolam renang.Dewa segera melepas singletnya, memperlihatkan otot nya yang terlihat luar biasa itu.kemudian dewa segera menyeburkan diri kedalam kolam.


tak lama Kiara menyusul dewa dengan membawa segelas jus dan handuk ditangannya.kiara duduk dikursi yang tak jauh dari kolam.matanya melihat dewa yang ada di kolam.


"ayo yank sini renang sama mas"ajak Dewa


"gak ah dingin"ucap kiara.


"gak dingin kok,ayo sini"paksa Dewa


"gak mau,mas aja yang berenang aku liatin aja"


"ya udah kalo gitu"


dewa pun mulai berenang kembali,setelah merasa capek Dewa segera keluar dari air.ia menghampiri Kiara yang masih menunggu Dewa


Kiara segera menyerahkan handuk yang ia letakkan dikursi.


"makasih sayank"ucap Dewa kala menerima handuk dari Kiara,lalu duduk disebelah Kiara.


"tumben mas gak kekantor?"tanya Kiara.


"kan mas udah bilang mas libur,mas mau nemenin kamu seharian ini"ucap Dewa sambil mengeringkan rambut nya.


"kenapa,tumben mas mau nemenin aku seharian?"


"mas mau menebus kesalahan mas,soalnya mas lupa sama janji kita dan sudah membuat kamu menunggu lama"


"hmmm"kata Kiara.


"sekarang kamu mau kemana,mas bakal antar kamu"


"mmmm...aku gak pengen kemana mana"ucap Kiara


"kok gitu sih yank...kamu masih marah sama mas?kamu belum bisa maafin mas?"tanya Dewa


"bukan begitu,tapi aku beneran gak pengen pergi kemana mana sekarang.aku pengen dirumah nonton Drakor aja"


"ya udah kalo gitu mas temenin ya"


"iya,ya udah sana gih mandi nanti masuk angin lagi"


"siap sayank,mas mandi dulu ya"kata dewa kemudian berlalu menuju kamarnya.


Kiara menatap kepergian Dewa,ia sedih bila harus meninggalkan orang yang begitu ia cintai.


Tak lama kemudian Dewa keluar dari kamarnya menuju lantai bawah.Dewa terlihat sangat tampan meski cuma menggunakan celana pendek dan singlet warna hitam.


Dewa berjalan menghampiri mbak Lastri yang sedang ada dihalaman belakang.


"mbak,gaji mbak bulan ini udah aku tranfer"ucap Dewa


"oh iya tuan terimakasih"


"tapi tuan nanti non Kiara gak ada yang ngurus"ucap Lastri


"gak apa apa,mbak pergi aja terserah mau ke mall atau kemana.kiara biar aku yang urus"


"beneran tuan gak apa apa?"


"iya mbak,gak apa apa ."


"terimakasih tuan,kalo begitu saya mau siap siap dulu"


"iya mbak"


setelah urusan dengan Lastri selezai Dewa kembali masuk kedalam rumah.


"mas perlu apa sama mbak Lastri?"tanya Kiara saat Dewa berjalan mendekati nya


"gak ada,mas cuma ngasih tau kalo gajinya udah mas tranfer"ucap Dewa lalu duduk disamping kiara


"oh...mas mau sarapan?"tanya Kiara


"boleh"


"ya udah ayo"ucap Kiara lalu menarik tangan dewa


.


.


.


Setelah selesai sarapan Kiara dan Dewa bercengkrama di ruang tengah sambil menonton TV.


"kamu serius gak pengen kemana mana?"tanya Dewa sambil membelai rambut Kiara


"gak mas,"jawab Kiara yang sedang tidur dipaha Dewa.


"ya udah,besuk mas harus pergi ke Jepang untuk beberapa hari.kamu mau ikut?"tanya dewa.


"mmmm...gak deh mas,aku nunggu mas dirumah aja.bentar lagi kan aku harus persiapan masuk kuliah juga"


"kamu gak apa apa mas tinggal sendiri?"


"iya mas,kan ada mbak Lastri yang nemenin aku.Ada bibi, ada pak usub juga"


"tapi mas yang kenapa Napa,mas Pasti bakalan kangen banget sama kamu"ucap Dewa sambil menatap wajah Kiara


"kita kan bisa telpon setiap hari mas,makanya jangan lama lama disananya"ucap Kiara membalas tatapan Dewa dan membelai pipi Dewa yang ditumbuhi bulu-bulu halus.


"iya mas akan usahakan cepet pulang ya"ucap Dewa kemudian mengecup bibir Kiara.


Kiara yang mendapat serangan Dewa pun kaget dan segera menutup wajahnya karna malu.


"ngapain ditutupi mukanya?"


"ihhh...mas aku malu "


"hahahah...kamu lucu banget Sih"kata dewa kemudian mengelitik pinggang Kiara.


karna kegelian Kiara pun tertawa dan berusaha menghentikan tangan Dewa untuk mengelitik nya.


"udah mas jangan digelitik lagi..hahahah"ucap Kiara.


akhirnya Dewa menghentikan ulahnya, Dewa menatap dengan intens wajah cantik Kiara dan perlahan mendekati Kiara.Kiara pun menatap dewa,dengan jantung yang berdebar kencang.


dewa mengecup bibir Kiara sekilas,dan Kiara hanya diam, kemudian Dewa mengecup lagi dan lagi.sehingga kecupan itu berubah menjadi ******* ******* yang membawa mereka melayang.


Dewa sangat pandai dalam hal ini,ia menjelajah setiap rongga mulut Kiara,sehingga Kiara kualahan menghadapi nya.


setelah beberapa menit Dewa menghentikan aksinya karna ia kehabisan nafas.tak hanya ia Kiara pun terlihat ngos-ngosan untuk mengatur nafasnya..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG